M3GAN 2.0 - Review


Sinopsis

M3GAN 2.0 adalah film science fiction action tahun 2025 yang ditulis dan disutradarai oleh Gerard Johnstone dari cerita karya Johnstone dan Akela Cooper, menampilkan Allison Williams, Violet McGraw, Ivanna Sakhno, dan Jemaine Clement. Dua tahun setelah kejadian M3GAN, pencipta-nya Gemma (Allison Williams) telah menjadi penulis terkenal dan pengadvokat untuk pengawasan pemerintah terhadap AI, sementara keponakan-nya Cady (Violet McGraw) kini berusia 14 tahun dan membangkang terhadap aturan ketat Gemma, hingga teknologi M3GAN yang dicuri disalahgunakan oleh kontraktor pertahanan untuk menciptakan senjata militer bernama Amelia (Ivanna Sakhno). 

Ketika menyadari bahwa teknologi M3GAN telah dijarah dan disalahgunakan, Gemma terpaksa menghidupkan kembali M3GAN dan memberikannya upgrade, membuatnya lebih cepat, lebih kuat, dan lebih letal untuk menghadapi ancaman Amelia yang semakin sadar diri. Diproduksi oleh Jason Blum dan James Wan di bawah Blumhouse Productions dan Atomic Monster, dengan Amie Donald secara fisik memerankan M3GAN dan Jenna Davis sebagai pengisi suara karakter, film ini menggabungkan elemen action, comedy, dan sci-fi thriller yang mengeksplorasi tema etika AI dan kontrol mesin dalam dunia yang didominasi teknologi.


Ulasan

Yang perlu gue akui dulu adalah bahwa premis sekuelnya sendiri masuk akal secara naratif. Film pertama sudah menghancurkan M3GAN, jadi untuk membangun sekuel tentang robot AI yang mengamuk di dalam rumah lagi, Johnstone memang perlu merekonstruksi karakter itu dan menempatkannya dalam konteks yang lebih besar. Pertanyaannya adalah: bagaimana cara melakukan itu tanpa menghilangkan keunikan yang membedakan M3GAN dari film sci-fi lainnya? Sayangnya, M3GAN 2.0 tidak berhasil menjawab pertanyaan tersebut. Film ini mengubah slasher sci-fi yang ringan dan menyenangkan menjadi film action sci-fi yang tidak terbukti menjadi upgrade, bahkan sebaliknya. 

Masalah utamanya adalah fragmentasi naratif. Ketika universe meluas untuk mencakup dimensi politik global tentang AI, dengan berbagai stakeholder (militer, korporat, akademis, aktivis) yang masing-masing punya kepentingan dan subplot sendiri, film ini menjadi kehilangan fokus. Alih-alih satu alur cerita yang jelas dengan konflik yang tajam, kita mendapatkan jaringan subplot yang saling merebut perhatian layar. Setiap pihak yang punya kepentingan membawa narrative baggage mereka sendiri, dan hasilnya adalah cerita yang terasa seperti sedang menggeratakan terlalu banyak bola sekaligus, sampai akhirnya semua terjatuh berantakan. Film pertama sukses karena sederhana: seorang anak, satu robot, satu rumah, satu ancaman yang jelas. Kesederhanaan itu adalah kekuatannya. M3GAN 2.0 menganggap kesederhanaan itu adalah keterbatasan.


Yang paling mengecewakan adalah bagaimana M3GAN 2.0 kehilangan DNA-nya sendiri. Film pertama adalah sesuatu yang unik, ia tidak sepenuhnya horror, tidak sepenuhnya thriller aksi, tetapi fusion yang terasa fresh dan punya identitas sendiri. Sementara itu, M3GAN 2.0 terasa seperti film sci-fi aksi generik yang kebetulan memiliki karakter bernama M3GAN. Pertarungan antar robot, intrik politis, pembocoran kode, negosiasi pemerintah, ini semua adalah trope action-thriller yang sudah dipakai berkali-kali. Kehilangan fokus dari hubungan intim antara Gemma, Cady, dan M3GAN (yang adalah jantung emosional film pertama) membuat sekuel ini terasa dingin dan kurang berjiwa. Robot tidak lagi terasa seperti karakter yang kita perdulikan, tetapi hanya sekadar unit yang bertarung dengan unit lain di atas panggung yang jauh lebih besar. Dan kalau kamu belum nonton film pertamanya, sudah pasti roaming di depan layar, fragmentasi naratif M3GAN 2.0 akan semakin terasa membingungkan tanpa pemahaman mendalam tentang karakterisasi dan latar belakang yang dibangun di film pertama.



Kesimpulan

Mencoba mengulangi elemen yang membuat film pertama viral, seperti urutan dance M3GAN, akhirnya terasa dipaksakan dan artificial, seperti formula yang hanya berfungsi ketika dilakukan dengan keyakinan dan kesederhanaan, bukan ketika direplikasi di dunia yang sudah berbeda dan lebih kompleks. M3GAN 2.0 adalah contoh bagaimana sekuel yang ambisius bisa menggerogoti apa yang membuat franchise itu istimewa. Mungkin saja film ini akan merasa lebih memuaskan bagi mereka yang mencari action spectacle murni, tetapi bagi yang datang untuk melihat interaksi aneh antara manusia dan AI dalam setting yang intimate, seperti yang membuat film pertama begitu memorable, M3GAN 2.0 akan terasa seperti kehilangan sesuatu yang penting.

Skor Sobekan Tiket Bioskop: 2/5
Cocok untuk: penonton film pertamanya M3GAN (2022)




Genre: Action / Sci-Fi
Asal: AS
Durasi: 2 jam
Sutradara: Gerard Johnstone
Penulis Naskah: Gerard Johnstone
Pemain: Allison Williams, Violet McGraw, Ivanna Sakhno

- ditonton di HBO Max -

© Sobekan Tiket Bioskop. Konten asli dipublikasikan di pada 20 Mei 2026. Reproduksi tanpa izin dilarang. Laporan plagiat: copyright notice.

Komentar