Bugonia - Review


Sinopsis

Bugonia adalah film dark comedy tahun 2025 yang disutradarai oleh Yorgos Lanthimos dengan naskah karya Will Tracy, menampilkan Emma Stone, Jesse Plemons, Aidan Delbis, Stavros Halkias, dan Alicia Silverstone. Film ini mengikuti dua pemuda yang terobsesi dengan teori konspirasi yang menculik CEO berkuasa dari sebuah perusahaan besar, yakin bahwa dia adalah alien yang ingin menghancurkan planet Bumi. 

Sebagai remake dari film Korea Selatan Save the Green Planet! (2003) karya Jang Joon-hwan, Bugonia menampilkan Emma Stone sebagai Michelle Fuller dan Jesse Plemons sebagai Teddy Gatz, dengan produser termasuk Emma Stone, Ari Aster, dan sinematografi dari Robbie Ryan. Menandai kolaborasi keempat Lanthimos dengan Emma Stone setelah The Favourite (2018), Poor Things (2023), dan Kinds of Kindness (2024), film ini menggabungkan elemen dark humor, ketegangan psikologis, dan gaya visual yang khas, melayani sebagai satire tajam tentang teori konspirasi, keserakahan korporat, dan paranoia modern.


Ulasan

Yang membuat Bugonia berbicara lebih dari sekadar premis anehnya adalah bagaimana Lanthimos menggunakan dinamika antara Michelle dan Teddy sebagai cerminan ketegangan ideologis masyarakat modern. Melalui serangkaian adu argumen yang saling menggiggit, kedua karakter ini saling menampar dengan filosofi yang berlawanan. Teddy mewakili mereka yang mencoba mempertahankan alam, yang percaya pada teori konspirasi, yang merasa dirugikan oleh sistem yang lebih besar, sedangkan Michelle adalah representasi dari mereka yang membela kemajuan teknologi, kapitalisme, efisiensi, dan tatanan status quo. Bukan sekadar antagonisme sederhana antara hero dan villain, tetapi dua visi dunia yang sama-sama mengandung kebenaran dan kepalsuan. Setiap argumen mereka tidak hanya memukul secara intelektual, tetapi juga menyentuh nerv emosional karena kita semua bisa melihat diri kita sendiri dalam salah satu dari mereka, atau bahkan keduanya.

Yang gue suka dari cara Lanthimos menangani ini adalah bahwa satire-nya tidak pernah terasa seperti pengajaran moral dari atas. Ketika Michelle dan Teddy berdebat, kita tidak mendapat sensasi "oke, sisi ini benar, sisi itu salah." Alih-alih, setiap argumen menunjukkan bagaimana kedua perspektif itu lahir dari luka, dari ketakutan, dari kepuasan diri yang berbeda. Lanthimos bertanya: apakah orang-orang yang percaya konspirasi hanya orang-orang yang sudah hancur oleh dunia nyata? Apakah mereka bersembunyi di dalam fantasi, mencari rahasia yang tidak benar-benar ada, hanya untuk membenarkan masalah mereka sendiri? Itu adalah pertanyaan yang diajukan tanpa kepastian jawaban, yang membuat satire terasa relevan baik secara emosional maupun konseptual.


Adapun mitologi yang mendasari judul film ini, istilah Yunani kuno "bugonia" yang merujuk pada kepercayaan bahwa lebah madu akan lahir dari bangkai sapi yang dikurbankan, menambahkan lapisan makna yang gelap dan indah. Film ini menyarankan bahwa manusia adalah sapi yang dikorbankan agar alam (dan dunia yang lebih baik) bisa regenerasi. Siapa yang menjadi sapi? Siapa yang memperoleh lebah? Apakah ada cara untuk dunia yang sempurna, terorganisir seperti koloni lebah, atau apakah kita selamanya akan tetap terpecah-belah dan saling merugikan? Lanthimos tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, tetapi dia meninggalkannya dalam perut kita, bergerak-gerak tidak nyaman, seperti serangga yang hidup.

Performa Emma Stone dan Jesse Plemons adalah yang terbaik di film ini, dengan Plemons memberikan pertunjukan yang begitu tajam dan mengganggu sehingga Anda terus berpikir bahwa Anda belum pernah melihatnya mendorong dirinya sejauh ini sebelumnya. Stone sudah membuktikan dirinya berkali-kali sebagai muse favorit Lanthimos, tetapi di sini dia melakukan sesuatu yang berbeda, ia tidak hanya bermain sebagai antagonis, tetapi juga sebagai rehage yang harus bermain teka-teki psikologis dengan penculiknya. Dinamika verbal mereka adalah jantung dari film, dan setiap adegan adu argumen mereka membuat satire terasa hidup, personal, dan berbahaya.






Kesimpulan

Bugonia adalah film yang akan membuat Anda meninggalkan bioskop dalam keheningan, bukan karena terpukau, tetapi karena film ini telah menggaruk tempat gelap di dalam diri Anda dan menyarankan bahwa mungkin semua orang, baik dari sisi Michelle maupun dari sisi Teddy, sedikit banyak sudah gila. Dan itulah keindahan satire Lanthimos yang brutal dan jujur tentang dunia yang telah kita ciptakan.

Skor Sobekan Tiket Bioskop: 4/5
Cocok untuk: pengikut setia film-film karya Yorgos Lanthimos




Genre: Satire, Crime
Asal: AS
Durasi: 1 jam 58 menit
Sutradara: Yorgos Lanthimos
Penulis Naskah: Will Tracy, Jang Joon-hwan
Pemain: Emma Stone, Jesse Plemons

- ditonton di HBO Max -

© Sobekan Tiket Bioskop. Konten asli dipublikasikan di pada 19 Mei 2026. Reproduksi tanpa izin dilarang. Laporan plagiat: copyright notice.

Komentar