Memburu Pemangsa - Ulasan


Sinopsis

Agnes (Laura Basuki), seorang pemimpin redaksi di Daily Wave News yang menutup rapat pintu kepercayaannya pada hal mistis pasca-kematian tragis putrinya, terpaksa berhadapan dengan teror tak kasatmata saat memimpin investigasi kasus penculikan massal anak-anak. Bersama tiga jurnalis bawahannya, Cia (Prilly Latuconsina), Anya (Yasamin Jasem), dan Brina (Taskya Namya), Agnes menelusuri jejak hilangnya tujuh bocah yang empat di antaranya ditemukan tewas mengenaskan. Penyelidikan independen ini membawa tim jurnalis serta seorang polisi bernama Petra (Andri Mashadi) menyusuri tabir kegelapan demonologi yang mengarah pada sosok "Pemangsa" (Teuku Rifnu Wikana). Agnes dan timnya terdorong mengambil risiko terbesar dalam hidup mereka: terus melangkah memburu predator berdarah dingin tersebut atau berhenti demi menyelamatkan nyawa sendiri.

Ulasan

Dari segi pengarahan, Umay Shahab tampak bekerja keras memaksimalkan adegan laga dan ketegangan investigasi untuk menjaga ritme film. Koreografi adegan baku hantam digarap cukup bertenaga, memberikan dinamika visual yang segar di tengah perburuan predator anak ini. Sayangnya, untuk urusan elemen horor, eksekusi visual efek pada perwujudan iblis terasa kurang meyakinkan dan gagal memancarkan aura kengerian yang mengintimidasi. Bentuk iblis yang sangat bergantung pada CGI ini justru mengikis impresi horor yang sejatinya sudah dibangun lumayan rapi lewat tensi jump scare dan sound design pada paruh awal film.




Sejak peluncuran trailer dan kampanye promosinya, film produksi Sinemaku Pictures ini memang ditekankan sebagai terobosan baru yang menggabungkan tiga genre sekaligus. Ekspektasi penonton yang terbangun di bioskop tentu mengharapkan sebuah sajian utuh tempat horor, aksi, dan investigasi kriminal saling melengkapi secara presisi. Dalam taraf tertentu, persilangan genre ini memang terasa mulus di panggung aksi, terutama karena sang penjahat utama digambarkan memiliki kemampuan bertarung hebat akibat dirasuki iblis. Namun, gap antara janji promosi investigasi yang tajam dan eksekusi alur yang bolong-bolong pada akhirnya membuat ekspektasi tersebut sedikit tersendat di tengah jalan.

Meski diterpa masalah penyuntingan dan logika cerita yang rapuh, tontonan ini sejatinya masih mampu memberikan pengalaman menonton yang lumayan menghibur di bioskop. Ketegangan saat melacak predator anak serta dinamika aksi baku hantamnya cukup efektif menjaga fokus penonton tetap tertuju ke layar lebar. Ada pula niat baik dan kepedulian sosial yang terasa kuat mengenai isu perlindungan anak dari bahaya kekerasan seksual dan predator. Hanya saja, keterikatan emosional pemburu dan pemangsa ini kurang tertanam kuat karena struktur konfliknya terlalu cepat meloncat dari satu titik ke titik lain.



Kesimpulan

Memburu Pemangsa adalah sebuah keberanian eksperimental dari Umay Shahab yang patut diapresiasi karena membawa warna baru dalam sinema komersial Indonesia. Penggabungan horor, aksi, dan kriminal terbukti menawarkan ritme yang menyenangkan di permukaan, meskipun film ini harus menderita akibat naskah yang kurang kuat serta penyuntingan cerita yang terasa terpotong-potong. Bagi penonton yang mencari penyegaran genre dengan ketegangan aksi-investasi, karya ini masih layak disaksikan, walau belum berhasil mencapai potensi maksimalnya.

Skor Sobekan Tiket Bioskop: 3/5
Cocok untuk: penggemar film horor dan/atau aksi dan/atau investigasi kriminal




Genre: Horor / Aksi / Kriminal
Asal: Indonesia
Durasi: 1 jam 52 menit
Sutradara: Umay Shahab
Penulis Naskah: Rezy Junio, Umay Shahab, Reka Wijaya
Pemain: Laura Basuki, Prilly Latuconsina, Yasamim Jasem, Taskya Namya

- sobekan tiket bioskop tanggal 18 September 2026 -

© Sobekan Tiket Bioskop. Konten asli dipublikasikan pada 18 September 2026. Reproduksi tanpa izin dilarang. Laporan plagiat: copyright notice.

Komentar