Toy Story 5 - Review
Sinopsis
Toy Story 5 adalah film animasi adventure comedy-drama tahun 2026 yang diproduksi Pixar untuk Walt Disney Pictures. Dua tahun setelah Toy Story 4, Woody, Buzz, dan Jessie harus berhadapan dengan ancaman baru terhadap playtime mereka; teknologi. Kali ini yang jadi fokus adalah kehadiran Lilypad, sebuah tablet yang jadi mainan favorit Bonnie, dan pergeseran preferensi anak-anak dari mainan fisik ke perangkat elektronik yang jauh lebih menarik.
Ulasan
Franchise Toy Story adalah salah satu yang paling tua di industri animasi, 31 tahun sejak film pertama rilis tahun 1995. Yang impressive adalah bagaimana setiap sekuelnya selalu berhasil menjawab keraguan fans tentang kenapa film itu perlu dibuat. Dari film kedua sampai sekarang kelima, Pixar nggak pernah sekedar membuat lanjutan demi lanjutan, selalu ada sesuatu yang baru untuk dieksplor. Toy Story 5 berhasil mengidentifikasi sebuah "existential problem" yang bener-bener relevan di era sekarang: tidak ada yang main mainan lagi. Direktur Andrew Stanton menjelaskan bahwa film ini adalah realisasi dari problemnya, bahwa "nobody's really playing with toys anymore" dan pertanyaan tentang apa arti meningkatnya screen time terhadap anak-anak.
Tapi di sini gue nemu poin besar yang membuat ulasan ini perlu detail: jalan cerita film berdurasi 1 jam 42 menit terlalu padat. Tiga subplot yang lo sebutin, Jessie flashback ke masa kecilnya sama Emily, Buzz & Woody dealing dengan Lilypad, dan petualangan puluhan Buzz Lightyear komemoran yang terjebak di pulau, ketiga cerita ini jalan beriringan dengan momentum yang agak gila-gilaan. Masing-masing subplot punya urgensi sendiri dan mereka nggak selalu intersect dengan smooth. Efeknya? Gue tiba-tiba dikasih emotional beat tentang Jessie yang nangis ingat Emily, terus langsung cut ke Buzz dengan muka polos di sebuah petualangan slapstick. Struktur ceritanya masih bisa dipahami anak-anak dan ketiga subplot ini pada akhirnya menyatu, tapi tetap aja terasa kayak gue mencoba makan tiga makanan sekaligus dalam durasi yang sempit, enggak ada yang bener-bener breathe dengan baik.
Yang menarik adalah cara Pixar handle pesan tentang teknologi nggak sekadar negatif-positif sederhana. Lilypad memang menarik Bonnie away dari toys secara dramatis, tapi film ini juga tunjukin dampak positifnya, bahwa Lilypad ternyata bisa jadi alat buat Bonnie nambah teman baru dan expand social circle-nya. Pesannya lebih nuanced daripada "teknologi itu buruk", ini lebih tentang bagaimana manusia menggunakan teknologi dengan tepat. Tablet bukan musuh; cara kita memilih menggunakannya yang penting. Toy Story 5 ngasih ruang buat kedua perspektif ini berjalan parallel, dan itu adalah strength yang serius dari naskah.
Kesimpulan
Toy Story 5 tetap solid sebagai film yang menjawab relevansi franchise di era modern. Visual masih gorgeous, film ini punya budget $250 juta, salah satu animasi paling expensive yang pernah dibuat, dan voice cast masih strong. Tapi padat-nya jalan cerita jadi knock sedikit pada pacing. Meskipun begitu, Pixar sekali lagi membuktikan bahwa mereka ngerti audience mereka: kids dan adults yang udah besar sama mainan. Toy Story 5 adalah reminder yang tepat guna tentang pentingnya connection, baik itu dengan mainan, dengan teman, atau bahkan dengan teknologi yang kita pake. Ya, film ini layak ditonton, tapi jangan expect rhythmnya seseimbang Toy Story 3 atau 4.
Skor Sobekan Tiket Bioskop: 4/5
Cocok untuk: fans setia Toy Story
Genre: Animasi
Asal: AS
Durasi: 1 jam 42 menit
Sutradara: Andrew Stanton
Penulis Naskah: Andrew Stanton, Kenna Harris
Pemain: Tom Hanks, Tim Allen, Joan Cusack
- sobekan tiket bioskop tanggal 20 Juni 2026 -
Penulis Naskah: Andrew Stanton, Kenna Harris
Pemain: Tom Hanks, Tim Allen, Joan Cusack
- sobekan tiket bioskop tanggal 20 Juni 2026 -
© Sobekan Tiket Bioskop.
Konten asli dipublikasikan di
pada 20 Juni 2026.
Reproduksi tanpa izin dilarang. Laporan plagiat:
copyright notice.

:max_bytes(150000):strip_icc():focal(749x0:751x2)/Toy-Story-5759-08092024-b3bab985ff3b4ea18472588984fe5d76.jpg)

Komentar
Posting Komentar