The Furious - Review
Sinopsis
The Furious adalah film aksi martial arts yang disutradarai Kenji Tanigaki, mempertemukan Joe Taslim dan Yayan Ruhian dari Indonesia dengan aktor-aktor aksi Asia lainnya dalam sebuah pertunjukan perkelahian yang brutal dan spektakuler. Plot-nya sederhana: seorang ayah bernama Wang Wei harus menyelamatkan putrinya yang diculik oleh sindikat perdagangan anak. Film ini tidak coba main-main dengan subtlety, dari scene pertama, gue langsung dikasih aksi, dan film terus berlari tanpa nge-rem untuk duduk dan explain nuansa cerita.
Ulasan
Kenji Tanigaki memulai karirnya sebagai stunt coordinator di Hong Kong, dan pengalaman puluhan tahun itu terlihat jelas di setiap frame. Ini adalah film ketiganya sebagai sutradara, dan para aktor mulai rehearse fight scene mereka sekitar 1,5 bulan sebelum syuting dimulai, dengan sinematografer Meteor Cheung bergabung beberapa minggu kemudian untuk mengintegrasikan kamera work ke dalam koreografi. Hasilnya? Fight choreography yang, gue harus bilang, sudah terlihat seperti berdansa.
Koreografi yang banyak menggunakan everyday props seperti tangga, hammer, dan apapun yang ada di sekitar mereka sebagai weapon. Setiap gerakan terasa baru, inventive, dan jauh dari "hero pukulin musuh yang jatuh" yang biasa gue lihat. Camera work-nya juga sangat dinamis, terutama ketika segunung movement mata dan tangan protagonis diikuti dengan smooth dalam satu take yang terasa sinematik banget. Kombinasi antara sinematografi dan koreografi di film ini adalah masterclass dari apa yang seharusnya jadi martial arts action cinema.
Tapi di sini gue perlu bilang satu hal yang agak janggal: film ini memilih untuk tidak menunjuk negara spesifik tempat cerita terjadi, hanya bilang "di Asia Tenggara suatu tempat." Bagi penonton Barat, mungkin ini nggak akan ada dampak signifikan. Tapi untuk penonton Asia Tenggara? Itu jadi masalah. Lo bisa lihat karakter-karakter yang jelas tampak seperti orang Thailand, yang jelas seperti orang China, dan seterusnya. Ada juga dubbing bahasa Inggris yang ditambahkan dengan artikulasi yang sangat jelas pada beberapa karakter, yang bikin pengalaman menonton jadi terasa artifisial.
Keputusan ini, untuk mengaburkan lokasi, jadi terasa kayak film ini memilih "playing it safe" untuk audience global. Tapi hasilnya malah jadi sebuah overgeneralisasi yang prejudicial: seolah semua orang di Asia Tenggara itu terlihat sama, dan kejahatan perdagangan anak ada merata di setiap negara di region ini. Twilight of the Warriors: Walled In memilih tempat spesifik (Hong Kong), dan itu memberi jiwa pada film, set-nya unik, konteks-nya jelas. The Furious kehilangan itu.
Casting ensemble-nya luar biasa though. Xie Miao memimpin film, dengan Joe Taslim, Yayan Ruhian, Jeeja Yanin, dan Brian Le membawa distinct fighting styles dan memorable action sequences. Setiap fighter punya approach yang berbeda, Xie lebih traditional dan precise, Taslim lebih raw dan direct, Ruhian dengan silat-nya yang slick. Yang amazing adalah bahwa Tanigaki membiarkan setiap style ini bersinar within choreography, bukan coba standardize semua jadi satu fighting language. Ini adalah perayaan terhadap martial arts performance itu sendiri. Wushu, silat, muay thai, semua berkumpul dalam satu film dan bekerja dalam harmony yang surprisingly perfect.
Kesimpulan
The Furious adalah film untuk penonton yang datang untuk action, dan action-nya sangat incredible yang lo nggak akan bisa complain. Dengan Rotten Tomatoes score 98% dan 8.4/10 rating, jelas bahwa film ini deliver pada promise-nya: fight choreography yang membuat jaw drop dan sinematografi yang mendukung setiap pukulan. Tapi untuk tahun ini, gue masih menjagokan Ikatan Darah sebagai martial arts film yang paling solid, kombinasi fight choreography, set, dan cerita yang more balanced. The Furious adalah spektakel murni, dan itu nggak apa-apa, tapi spektakel itu malah bikin lo lupa bahwa film ini punya cerita yang bisa lebih bermakna kalau diberi lokasi dan identitas yang jelas.
Skor Sobekan Tiket Bioskop: 3/5
Cocok untuk: penonton film aksi martial art
Genre: Action / Martial Arts
Asal: Hong Kong / China
Durasi: 1 jam 53 menit
Sutradara: Kenji Tanigaki
Penulis Naskah: Tin Shu Mak, Zhilong Lei, Kwan-Sin Shum
Pemain: Miao Xie, Joe Taslim, Enyou Yang
- sobekan tiket bioskop tanggal 21 Juni 2026 -
Penulis Naskah: Tin Shu Mak, Zhilong Lei, Kwan-Sin Shum
Pemain: Miao Xie, Joe Taslim, Enyou Yang
- sobekan tiket bioskop tanggal 21 Juni 2026 -
© Sobekan Tiket Bioskop.
Konten asli dipublikasikan di
pada 21 Juni 2026.
Reproduksi tanpa izin dilarang. Laporan plagiat:
copyright notice.




Komentar
Posting Komentar