Postingan

Spider-Man: Across the Spider-Verse - Review

Gambar
WOW WOW WOW! Udah pada tahu dong kalau Spider-Man: Into the Spider-Verse di tahun 2018 berhasil jadi tolok ukur baru film animasi? Maaf ya Pixar, kali ini Sony Animation berani eksperimen teknologi animasi baru di ranah mainstream, dan disukai publik! Nggak perlu animasi yang life-like atau menyerupai kehidupan nyata. Tapi sisi kreatif dan estetika yang dikedepankan, yang ternyata sangat pas dengan dunia multi-semesta dari Spider-Man. Lima tahun kemudian, di 2023 ini kita diberi suguhan terbaik - sekali lagi. Across the Spider-Verse lagi-lagi meningkatkan standar itu, oh what a time to be alive! Nonton Spider-Man: Across the Spider-Verse di layar sebesar mungkin dengan tata suara sebagus mungkin jelas wajib. Visualnya gila banget! Setiap frame adegan bisa di screencapture lalu dijadikan wallpaper atau bahkan dicetak, dibingkai, dan dipajang di tembok rumah. Gila gila gila! Franchise Spider-Verse ini juga memang nggak hanya menang di visual saja. Apa itu style over substance ? Ini jelas...

The Little Mermaid - Review

Gambar
Akhirnya tiba juga adaptasi live action The Little Mermaid (1989) yang beberapa bulan menjelang rilis menuai banyak kontroversi. Ternyata banyak juga yang nggak suka versi Ariel 2023 hanya karena Halle Bailey berkulit hitam. Banyak pula yang makin marah-marah melihat anak-anak Raja Triton diperankan berbagai karakter dari berbagai ras. Tapi menurut gue ini malah masuk akal karena mereka adalah penguasa 7 lautan dan memang 7 samudra ini terletak di berbagai dunia dari berbagai ras. Anyway mari kembali ke substansinya, film dan konten. Nggak seperti adaptasi live action Disney yang lain, menurut gue The Little Mermaid (2023) adalah yang paling baik. Tujuan adaptasi setiap animasi klasik Disney kan memang memperbarui konten mereka ke generasi baru. Kalau memang generasi sekarang penuh dengan representasi dari berbagai ras, maka ini adalah gambaran yang pas dan tepat. Lagipula, update segmen Under the Sea di versi 2023 ini juga mewah banget! Gue ngeliat anak kecil perempuan di sebelah k...

Fast X - Review

Gambar
Sepuluh film, 22 tahun, dan gue makin nggak peduli lagi dengan ceritanya. Gue udah lupa banget sih sama 9 film sebelumnya. Tapi yang jelas gue ingat beberapa ciri khas franchise Fast & Furious ini. Yang pertama adalah penjahat bisa jadi ada di sisi protagonis di film selanjutnya, dan yang mati bisa dihidupkan kembali. Fast X jelas nggak lepas dari dua ciri khas itu. Tapi yang menarik adalah Fast X hadir di tengah film-film superhero blockbuster dan mampu menyatukan fans MCU dan DCU. Deretan cast di film-filmnya Fast & Furious itu selalu bikin franchise The Expendables - yang idenya menyatukan semua bintang film aksi - malah jadi cupu. Apalagi cast di Fast X ini yang bisa bikin fans MCU dan DCU kelojotan bareng. Gila sih nggak ada duanya emang, dan ini memang salah satu jualannya. Jualan yang lain jelas adegan-adegan aksi stunt CGI yang nggak pakai otak alias absurd. Tapi ya nggak apa-apa juga karena toh penonton suka juga. Harus gue akui, di segi cerita Fast X tergolong sudah t...

Evil Dead Rise - Review

Gambar
Sepuluh tahun sejak Evil Dead (2013) karya sutradara Fede Alvarez, pecinta gore pada umumnya dan pecinta franchise Evil Dead pada khususnya diberikan kado banjir darah lagi dari produser Sam Raimi. Konon Evil Dead Rise hendak membangkitkan kembali franchise Evil Dead, sekaligus menghapus remake tahun 2013 dari kontinuiti franchise. Jadi Evil Dead Rise tahun 2023 ini bukan sekuel dari Evil Dead tahun 2013 ya. Pecinta gore dan slasher jelas akan bersorak-sorai sih nonton Evil Dead Rise ini. Puas banget dan maksimal setiap adegan darah dan dagingnya. Saking maksimal sadisnya, bisa bikin kita semua ketawa ngilu, entah nonton bareng teman-teman atau penonton lainnya. Gila sih sadisnya grafis banget, sayang beberapa adegan disensor di bioskop Indonesia. Untuk jalan ceritanya sendiri memang sederhana dan terpaku di satu tempat saja. Tapi memang jualannya franchise Evil Dead adalah gore dan slasher, jadi film ini sukses untuk to the point dan memaksimalkan jualanny adengan sangat baik. Kalau h...

Guardians of the Galaxy Volume 3 - Review

Gambar
Guardians of the Galaxy Volume 3 adalah kado perpisahan yang manis dan nyaris sempurna dari sutradara dan penulis naskah James Gunn, sebelum menyebrang ke semesta DC. Volume 3 ini berhasil menutup trilogi GotG dengan sangat baik dan penuh dengan hati. James Gunn juga konsisten fokus mendalami setiap karakter yang ada dalam film ini, tanpa perlu memberi celah crossover dengan film MCU lainnya. Malah menurut gue, GotG ini adalah salah satu trilogi terbaik dalam MCU dengan perkembangan karakter yang sangat dalam dan signifikan. Durasi dua setengah jam nggak berasa sama sekali dengan tempo bercerita yang terbilang cepat. Lamanya durasi ini juga dimanfaatkan dengan sangat baik untuk mendalami setiap karakter yang ada. Praktis setiap karakter punya porsi berlebih dan kita bisa melihat perkembangan karakter yang signifikan, baik dari awal hingga akhir film ini maupun dari GotG pertama.  Pilihan soundtracknya juga nggak kalah kece. Memang pilihan lagu dari era 80an dan 90an ini yang jadi s...

Guy Ritchie's The Covenant - Review

Gambar
Dalam setahun kita dikasih 2 film Guy Ritchie? Setelah Operation Fortune: Ruse de Guerre yang rilis di awal tahun, sekarang ada The Covenant . Menariknya The Covenant punya tema yang cenderung segar dan terlalu serius di antara semua film yang pernah disutradarai dan ditulis naskahnya oleh Guy Ritchie. Film ini juga punya premis anti-perang dengan tema yang rasanya belum pernah diangkat. Persahabatan antara seorang serdadu AS dengan penerjemah lokal di Afghanistan. Harus gue akui, rasanya The Covenant layak jadi salah satu film terbaik di tahun ini. Selain punya tema anti-war yang sangat penting, film ini punya penampilan akting yang luar biasa sampai menyerap emosi penonton. Selain itu deretan adegan aksinya juga sangat intens! Beberapa kali gue dibuat tahan nafas dengan ketegangan yang ditampilkan di layar.  Seperti film-filmnya Guy Ritchie sebelumnya, The Covenant juga terlihat jelas dibagi menjadi tiga babak. Meski secara durasi tidak terbagi rata, rasanya pilihan yang tepat ...

Sewu Dino - Review

Gambar
Setelah thread twitter pertamanya yang viral dijadikan adaptasi film - dan sukses meraih 10 juta penonton, kini hadir lagi adaptasi film dari thread twitter Simpleman. Sewu Dino atau seribu hari dalam bahasa Jawa ini punya premis yang unik, segar, dan sangat menarik. Sepanjang film fokus pada ritual Basuh Sedo atau ritual membasuh mayat, di mana tiga pesuruh bergantian melakukan ritual pada cucu keluarga Atmojo yang terkena santet seribu hari. Disutradarai oleh Kimo Stamboel, gue benar-benar melihat perkembangan positif pada setiap film yang dia sutradarai. Film Sewu Dino memang lagi-lagi jadi adaptasi yang sangat setia pada sumber aslinya. Tapi di tangan Kimo, film ini berhasil jadi film misteri yang mengundang penasaran di setiap adegan. Horornya memang dapet banget dan bikin kaget serta merinding. Tapi justru gue lebih suka di elemen misterinya karena menggunakan mitos lokal dan sangat believable. Kalau dibandingkan antara adaptasi karya Simpleman, kok gue lebih suka adaptasi film S...

65 - Review

Gambar
Film kaya gini kenapa bisa dapat lampu hijau dan diproduksi sih hahaha. Aneh banget sih premisnya. Bermain di ranah "bagaimana jika ada alien berbentuk manusia dan berbahasa Inggris nyasar ke planet Bumi 65 juta tahun yang lalu dan melawan dinosaurus dengan alat-alat canggih?". Ya harus diakui premisnya memang unik, tapi gue sih nggak penasaran akan jadinya gimana karena udah pasti alat canggih akan menang lawan dinosaurus nggak sih? Yang menjual dari film ini adalah durasinya yang pendek hanya 90 menit. Kalau lebih panjang lagi entah gimana deh. Selain itu untung banget ada Adam Driver yang membawa beban film ini sendirian. Meski gue mempertanyakan kondisi fisiknya yang super banget, tulang udah lepas ke mana-mana tapi masih bisa lari-larian. Oh iya dia memang alien kan, kebetulan aja bentuknya mirip sama manusia biasa. - sobekan tiket bioskop tanggal 11 April 2023 - ---------------------------------------------------------- review film 65 adam driver review ...

The Super Mario Bros Movie - Review

Gambar
Akhirnya ada juga film Super Mario Bros yang bagus dan jadi tribute yang adil untuk gamenya. Sejak permainannya rilis di tahun 1983, kasihan Nintendo (dan kita juga) selalu dapat film adaptasi yang kureng. Apalagi adaptasi film panjang Super Mario Bros tahun 1993, ya ampun! Butuh 30 tahun pula untuk akhirnya ada film adaptasi yang proper. Malah kali ini, pencipta game sekaligus petinggi Nintendo, Shigeru Miyamoto turun tangan langsung bersama rumah produksi Illumination untuk mengerjakan flim animasi ini. Hasilnya memang nggak mengecewakan. Seperti yang terlihat di trailer, animasinya sangat cantik dan luar biasa. Sepertinya memang makin ke sini, kita sudah harus dibuat biasa saja dengan animasi CGI yang gambarnya sudah makin menyerupai kenyataan. Jalan ceritanya memang dibuat untuk anak-anak dan rasanya tidak ditujukan untuk kaum dewasa. Tapi para orang tua dan dewasa muda yang menonton masih bisa terhibur dengan pilihan soundtrack dan bernostalgia dengan berbagai theme song dari per...

Air - Review

Gambar
Kalau Ben Affleck duduk di kursi sutradara, film-film hasil karyanya otomatis jadi potensi besar. Ya ya kecuali Live by Night (2016) yang melempem banget. Tapi tetap nggak bisa menegasikan talenta dia sebagai sutradara. Apalagi film terbarunya ini, Air, punya premis yang sangat menarik; berdasarkan kisah nyata lahirnya lini sepatu basket Air Jordan dari sudut pandang pencari bakat di perusahaan Nike. Terkesan memang membosankan ya, terlihat betapa film ini nggak populer dan hanya mendapat layar terbatas di bioskop tanah air. Tapi justru filmnya seru banget dan banyak makna yang bisa kita petik sebagai penonton. Nggak berasa ternyata sebegitu seru dan menegangkannya kisah Nike mengejar Michael Jordan ketika Converse dan Adidas yang menguasai pasar di tahun 1984. Keseruan ini juga banyak ditunjang dari deretan pemeran kelas berat, mulai dari Matt Damon, Ben Affleck, Viola Davis, Jason Bateman, sampai Chris Tucker. Semuanya tampil brilian dan sama rata pula. Tapi harus diakui Matt Damon ...

The Pope's Exorcist - Review

Gambar
Posternya memang kurang menggairahkan, tapi trailernya menarik! Tapi tetap gue masuk studio dengan ekspektasi apa adanya. Selesai menonton, gue malah jadi puas banget. Wah, udah lama banget sih nggak nonton film tentang eksorsisme dengan treatment yang oke banget dan drama iman keyakinan yang ciamik! Horornya dapet banget dan lumayan bikin tahan nafas, kisah dibalik kerasukan setan juga sangat believable, dan yang paling gue suka adalah sentuhan soal iman dan kepercayaan. Ekspektasi banyak orang ketika nonton film bertema eksorsisme memang lebih banyak ke ranah horor. Mereka mau ditakut-takuti sembari melihat perang antara terang dan gelap. Untuk di sisi ini, The Pope's Exorcist bisa menjawab ekspektasi itu dengan sangat baik, bahkan lebih. Adegan klimaks di akhir benar-benar menegangkan dan jadi penggambaran perang yang sebenar-benarnya. Yang gue suka adalah elemen cerita yang membungkus eksorsisme ini, sebuah world building yang sangat believable dan jadi mudah untuk larut ke d...

Dungeons & Dragons: Honour Among Thieves - Review

Gambar
Sebagai bukan pemain permainan papan roleplaying Dungeons & Dragons , ternyata gue cukup bisa menikmati dan terhibur dengan adaptasi filmnya. Kocak dan gue ketawa di beberapa adegan! Elemen fantasi dan petualangannya juga dapet banget dengan world building yang meyakinkan. Setiap karakternya dapat porsi perkembangan karakter yang cukup, meski kadang gue suka lupa nama setiap karakter karena nama-namanya susah diingat hahaha. Ini film dua jam 15 menit yang seru dan menyenangkan sih. Cocok banget jadi film escaping dari keseharian dan bisa cepat masuk serta mendalami petualangan yang ada. Jalan ceritanya juga tipikal band of misfits yang bersatu karena kesamaan visi dan misi. Tipikal karakter nggak sempurna mulai dari pencuri, pemarah, nggak percaya diri dan lain sebagainya. Mungkin ini yang membuat kita sebagai penonton bisa cepat relate dan menemukan satu-dua kesamaan dengan karakter yang ada di layar. Gue nggak kebayang sih bagaimana reaksi para pemain D&D nonton film adapta...

John Wick Chapter 4 - Review

Gambar
Kalau ada franchise yang setiap sekuelnya makin bagus dan makin matang, maka John Wick ini salah satunya. Kualitasnya benar-benar meningkat dari film pertama sampai keempat. Sampai pada akhirnya di film keempat ini, dengan durasi terpanjang sebanyak 2 jam 49 menit! Jelas jadi standar baru film aksi di kelas dunia! Konon tadinya film keempat ini akan dipecah menjadi dua film, sebelum akhirnya diputuskan untuk dijadikan satu film. Sebuah keputusan yang brilian karena nonton film adu jotos dan adu tembak selama nyaris 3 jam ternyata nggak berasa! Benar-benar seru dan menegangkan. Setiap adegan aksi dibuat selama mungkin yang menjadikan penonton akan dengan puas menikmati setiap fight choreography yang luar biasa cantik dan keren. Segi cerita pun sangat sangat apik. Bukan tipikal film aksi di mana drama yang ada hanya tempelan, tapi kisah yang ada di Chapter 4 ini tetap jadi pondasi utama dan signifikan terhadap keseluruhan film. Perkembangan karakter yang ada juga sangat terasa, menjadika...

Shazam Fury of the Gods - Review

Gambar
Harus gue akui, Shazam kedua ini jauh lebih baik daripada film pertamanya. Ceritanya lebih gemuk dan bisa ngasih porsi ke semua pemeran pendukungnya. Porsi cerita bahkan sempat ngasih perkembangan karakter ke tokoh antagonis! Tentunya ada perkembangan karakter yang signifikan pada Billy Batson. Tapi semua ini punya konsekuensi pada durasi film yang membengkak ke 2 jam 10 menit. Kalau belum nonton atau bahkan lupa sama film pertamanya apakah bisa menikmati Shazam! Fury of the Gods ini? Jujur gue sendiri pun lupa dengan film pertamanya, yang gue inget hanya Billy Batson dapat kekuatan dewa dari penyihir, dan bisa jadi pahlawan super dengan ngucapin mantra. Tapi gue masih bisa menikmati film keduanya dengan baik. Rasanya ini udah jadi standar baru Hollywood dalam membuat film sekuel ya, dengan nggak mengasingkan penonton yang nggak ngikutin franchise-nya. Tapi jadinya kesinambungan cerita itu dimasukkan sebagai easter eggs. Apakah Shazam! Fury of the Gods merupakan film pahlawan super ya...

The Last of Us - Series Review

Gambar
Dua bulan sudah kita mengikuti 9 episode dari serial yang diadaptasi dari game terkenal ini. Setiap hari Senin seolah-olah dunia bersatu buat nonton, kemudian menumpahkan emosi ke media sosial. HBO Max / Go berhasil mengingatkan kita semua serunya mengikuti tontonan seminggu sekali, nonton bareng banyak orang satu episode setiap seminggu sekali. Ini jelas tamparan besar buat platform lainnya yang hobi menaruh semua episode sekaligus dalam satu hari, di mana kecepatan menonton setiap orang pasti berbeda antara satu dengan yang lain. Gue bisa bilang bahwa The Last of Us adalah salah satu serial terbaik tahun ini. Alasannya sederhana saja, karena setiap 9 episode sama rata bagus dan matangnya. Nggak ada yang menonjol, nggak ada juga yang minus dari yang lainnya. Beberapa orang mungkin menilai ada satu-dua episode yang nggak penting dan berasa sebagai filler episode aja. Tapi menurut gue, episode 3 tentang Frank dan Bill dan episode 7 tentang masa lalu Ellie itu sangat penting untuk memaha...

Virgo and the Sparklings - Review

Gambar
Film ketiga dari Bumilangit Cinematic Universe ini kok hype-nya berasa paling rendah di antara Gundala dan Sri Asih ya. Apalagi kayaknya perolehan tiket penontonnya jadi yang paling rendah. Semoga dengan hasil yang paling rendah ini nggak menghentikan proyek semesta Bumilangit ya. Meski gue sendiri juga nggak terlalu menikmati Virgo & The Sparklings ini karena rasanya memang bukan gue target marketnya. Di Sri Asih gue komplen tentang filmnya yang terlalu serius sehingga mengalienasi potensi penonton remaja perempuan. Ternyata memang ada Virgo & The Sparklings yang untuk menjaring penonton remaja perempuan, dan rasanya pun berhasil. Tapi jadinya nggak bisa ditonton oleh semua umur dan kalangan. Nonton ini tuh gue sama sekali nggak relate, dan jadi kaya nonton film-film remaja SMA Indonesia kebanyakan - meski kali ini ada unsur pahlawan super. Banyak banget dialog di film ini yang gue nggak bisa denger mereka ngomong apa, karena banyak teriak-teriak dan artikulasinya jadi beranta...

Suzume - Review

Gambar
Setelah Your Name (2016) dan Weathering With You (2019), suhu anime Makoto Shinkai kembali lagi dengan karya terbarunya, Suzume (2023). Kalau Weathering With You gue agak kurang gimana gitu ya, tapi Suzume ini jelas jauh lebih baik - meski gue masih lebih suka Your Name. Jadi jelas ya posisinya, rasanya sulit untuk mengungguli fenomena Your Name yang jadi debut Makoto Shinkai. Yang gue suka dari Suzume ini adalah ide ceritanya bergerak dari kejadian nyata kemudian dibumbui elemen fantasi yang ciamik dan dramatis. Ceritanya memang berlandaskan Jepang yang sering diguncang gempa bumi dan tsunami, yang jelas memakan banyak korban jiwa dan meninggalkan jejak trauma mendalam bagi para penyintas dan keluarga korban. Hal ini dieksplorasi lebih dalam lewat kisah fantasi adanya cacing yang menghuni alam lain dan lepas lewat pintu bencana di seantero Jepang. Lewat Suzume kita belajar betapa traumatisnya kehilangan seseorang yang dicintai lewat terjadinya bencana, yang tidak bisa diprediksi seb...

Creed III - Review

Gambar
Film ketiga (dan semoga terakhir) dari spin-off franchise Rocky, yang kali ini jadi debut sutradara dari pemeran utama Michael B. Jordan. Film ini juga menandakan pertama kalinya Sylvester Stallone tidak terlibat dalam spin-off franchise Rocky Balboa. Menariknya, kali ini Michael B. Jordan akan berhadapan dengan Jonathan Majors, yang baru saja jadi karakter antagonis di Marvel Cinematic Universe. Sebenarnya Creed III ini punya cerita yang menarik. Bercerita tentang Adonis Creed yang bertemu sahabat di masa kecilnya, Damian yang memendam amarah dan balas dendam. Apalagi Damian ini punya postur tubuh yang jauh lebih besar dan punya teknik tinju yang unik. Ini jelas jadi lawan yang berat dan membuat penonton merasa bahwa Adonis bisa saja kalah. Tapi ya tipikal film olahraga seperti ini, pasti kita sudah tahu hasil akhirnya. Bahwa sebagaimana pun sulitnya dan securang apapun lawannya, pasti karakter utama kita akan menang kan. Setidaknya ini yang jadi bantalan gue ketika nonton Creed III b...

Missing - Review

Gambar
Masih ingat sama Searching (2018)? Film yang sepanjang filmnya menggunakan layar komputer, layar smartphone, CCTV, dan gawai lainnya. Film dengan budget murah tapi bisa meraup untung sebanyak-banyaknya. Jelas akan ada film-film selanjutnya ya. Missing ini bukan sekuel tapi berada dalam satu semesta yang sama, dan membawa kisah misteri kriminal yang nggak kalah seru! Lima tahun berlalu tapi jelas teknologi sudah berkembang pesat, dan kita bisa lihat dengan jelas lewat Missing. Kali ini ada tambahan smartwatch yang punya peran penting dalam jalan cerita. Entah lima tahun ke depan mungkin ChatGPT atau teknologi AI lainnya yang akan ikutan. Tapi layaknya teknologi, mereka hanyalah instrumen dan tetap manusia berperan utama dalam menggunakan dan memaksimalkannya untuk mencapai tujuan. Kalau Searching punya twist yang gurih di akhir film, maka Missing punya twist yang berlapis! Ini jelas cocok untuk kalian para pecinta film dengan twist. Apalagi jalan ceritanya efektif mengajak penonton unt...

Antara Eksplorasi Seksual dan Mutilasi Genital - Ulasan Dear David

Gambar
Indonesia jadi negara keempat terbanyak di dunia yang masih melakukan praktik sunat perempuan, atau dalam dunia medis diklasifikasikan sebagai mutilasi genital. Bagi kelompok tertentu, sunat perempuan dipercaya dapat mengendalikan nafsu, gairah, dan birahi perempuan agar tidak terjerumus pada seks bebas atau kehamilan yang tidak diinginkan. Tapi tidak ada penelitian medis yang membuktikan adanya hubungan antara sunat perempuan dengan gairah perempuan.  Bahkan praktik sunat perempuan lebih berdampak buruk pada kondisi fisik, seperti risiko pendarahan postpartum, kematian janin, persalinan macet, dan lain sebagainya. Lagipula, apa iya itu satu-satunya cara menahan gairah dan hawa nafsu? Apa manusia, khususnya remaja sebagai masa puncak perkembangan hormon dan psikologis, tidak boleh memiliki hawa nafsu? Apa manusia memang sebodoh itu dengan nggak punya cara konstruktif dalam mengendalikan gairah dan birahi? Salah satu cara konstruktif untuk mengendalikan hawa nafsu yang sedang meleda...

Babylon - Review

Gambar
Sebagai pengikut setia sutradara dan penulis naskah Damien Chazelle, jelas gue nggak akan ketinggalan sama film keempatnya setelah Whiplash (2014), La La Land (2016), dan The First Man (2018) ini. Apalagi kali ini film terbarunya punya durasi yang paling panjang, 3 jam lebih! Rasanya cocok ditonton di studio Premiere ya dengan durasi sepanjang ini. Babylon memang jadi surat cinta - dan surat benci - dari Damien Chazelle untuk sinema, terutama Hollywood di era tahun 1920an. Ini adalah era transisi dari film bisu ke film suara, dan ini berpengaruh banyak kepada setiap pelaku industri. Babylon menggambarkan pengaruh transisi ini kepada beberapa karakter, mulai dari aktor terkenal, aktris pendatang baru, dan aktor kulit hittam. Yang menarik adalah karakter Jack Conrad, bintang utama yang terkenal di era film bisu namun mulai memudar ketika harus berakting dengan dialog dan suara. Ternyata karakter yang diperankan oleh Brad Pitt ini dibangun berdasarkan aktor nyata, John Gilbert ynag ber...

Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang - Review

Gambar
Sekuel dari Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini adalah film keempat dari semestanya, setelah spin-off Story of Kale dan Story of Dinda yang tayang terbatas di platform Bioskop Online. Sebenarnya buku NKCTHI yang diadaptasi jadi beberapa film ini bukan novel naratif dengan cerita, melainkan buku yang berisi gambar dan quotes romantis dan sentimentil. Jadi gue bisa paham penulis dan sutradara Angga Dwimas Sasongko yang punya kebebasan dan keleluasaan untuk mengembangkan semesta ini. Sekuelnya, JYJJLP (susah ya bikin singkatannya, nggak kaya NKCTHI) harus gue akui kalau gue lebih suka yang ini. Bahkan gue berani bilang kalau JYJJLP adalah yang terbaik di semesta NKCTHI. Filmnya indah di mata dan telinga! Keliatan banget kalau produksinya matang, visualnya cantik, scoringnya aduhay enak banget. Penata musik Abel Huray punya potensi dan talenta yang nggak kaleng-kaleng. Aktingnya juga semua sama rata bagusnya. Jelas sudah, masa depan perfilman Indonesia cerah di tangan aktor-aktris muda ka...

Autobiography - Review

Gambar
Power play atau permainan kekuasaan itu nyata adanya, mulai dari tingkat negara, kabupaten, bahkan lingkup rumah tangga - atau bahkan pacaran. Kekuasaan diartikan sebagai kontrol asimetris terhadap sumber daya yang bermakna di hubungan sosial. Sumber dayanya bisa berupa status sosial, status ekonomi, jabatan, bahkan ras dan agama. Permainan atau dinamika kekuasaan terjadi ketika ada satu pihak yang menggunakan kekuasaannya terhadap pihak lain yang punya sumber daya yang lebih sedikit. Ini bisa terjadi antara suami dan istri, pak/bu RT dan warganya, calon bupati dan ajudannya, bahkan presiden dan rakyatnya. Dinamika dan permainan kekuasaan ini yang jadi topik utama dari debut film panjang pertama dari sutradara dan penulis naskah Makbul Mubarak. Sebagai seseorang yang memerhatikan perjalanan karir Makbul Mubarak dari jauh, gue cukup bangga atas pencapaiannya. Dari seorang penulis dan kritikus film, salah satu pendiri situs kritik dan kajian film Cinema Poetica, berbagai film pendek, dan...