Lee Cronin's The Mummy - Review
Sinopsis
Film Lee Cronin's The Mummy (2026) merupakan reimajinasi radikal dari franchise monster legendaris yang digarap oleh sutradara di balik kesuksesan Evil Dead Rise. Sinopsis Lee Cronin's The Mummy mengikuti kisah memilukan Charlie Cannon (Jack Reynor), seorang jurnalis yang tinggal di Kairo, yang dunianya hancur setelah putri kecilnya, Katie, diculik di tengah sandiwaranya. Delapan tahun kemudian, Katie ditemukan secara ajaib di dalam sebuah sarkofagus kuno setelah kecelakaan pesawat, namun ia kembali bukan sebagai manusia biasa, melainkan sebagai inang bagi iblis Mesir kuno yang haus darah, Nasmaranian.
Dengan gaya horor visceral khas Cronin, film produksi Blumhouse dan Atomic Monster ini mengubah narasi mumi tradisional menjadi teror domestik yang brutal, di mana sebuah keluarga harus memilih antara kasih sayang orang tua atau menghentikan entitas penghancur yang bersembunyi di balik kulit putri mereka.
Ulasan
Gue ngelihat keputusan untuk menyertakan nama sutradara langsung di judul sebagai move yang berani banget, seolah-olah ini adalah strategi "Auteur-sentris" ala A24 buat memvalidasi profil Lee Cronin. Langkah ini jarang terjadi di industri arus utama, tapi efektif untuk membangun ekspektasi bahwa film ini punya sentuhan personal yang kuat. Setelah sukses besar di Evil Dead Rise (2023), aroma pengaruh film itu masih kerasa banget di sini, terutama lewat penggunaan gore dengan sub-genre body horror yang intensitasnya gila-gilaan untuk memperkuat nuansa horornya.
Alih-alih terjebak di pola monster fisik raksasa hasil CGI yang sudah basi, Cronin justru mengambil pendekatan possession horror ala The Exorcist yang jauh lebih intim dan mengerikan. Sosok mumi "tak terlihat" yang terperangkap dalam tubuh seorang remaja ini bikin horornya terasa lebih efektif daripada sekadar menampilkan monster CGI besar. Transformasi fisik yang dialami karakter remaja tersebut menjadi mesin teror utama, membuat penonton merasa lebih dekat dan terancam oleh entitas yang tidak bisa dilihat namun bisa dirasakan dampaknya secara brutal.
Yang bikin film ini punya layer lebih dalam adalah bagaimana Cronin menyelipkan metafora duka pribadinya ke dalam naskah. Lee Cronin sendiri mengungkapkan bahwa ide film ini muncul setelah ia kehilangan ibunya. Proses "mummifikasi" di sini bukan sekadar ritual mistis, tapi simbol dari keluarga yang terjebak dalam trauma dan mencoba "membekukan" memori orang tercinta yang sebenarnya sudah "berubah" total. Ini memberikan bobot emosional yang sering kali absen dalam film horor remake lainnya.
Ritual Nasmaranian yang ditampilkan dalam film ini seakan menjadi simbol dari trauma yang diwariskan secara turun-temurun. Mirip seperti Bring Her Back (2025) di mana kedukaan bisa jatuh ke dalam lubang kelinci yang penuh racun. Secara teknis, film ini adalah contoh baik dalam mengaplikasikan inspirasi tanpa menjadikannya sekadar tempelan. Penulisan naskahnya berhasil mengupas jaringan rahasia dan trauma dalam lingkaran keluarga dengan cara yang sangat adiktif.
Kesimpulan
Lee Cronin’s The Mummy sukses membuktikan kalau franchise klasik masih punya taji jika jatuh ke tangan yang tepat. Alih-alih memberikan kita petualangan fantasi ala Indiana Jones, Cronin justru menyuguhkan sebuah tragedi keluarga yang sangat menyesakkan. Perpaduan antara efek praktikal yang menjijikkan dengan narasi tentang kehilangan membuat film ini terasa sangat personal dan disturbing di saat bersamaan. Kalau kalian mengharapkan mumi yang dibungkus kain kafan dan berjalan kaku, kalian salah besar; karena mumi versi ini jauh lebih menyeramkan karena ia memakai wajah seseorang yang kita sayangi. Sebuah standar baru untuk reboot monster klasik yang nggak cuma jualan jumpscare, tapi juga meninggalkan bekas luka emosional yang nyata.
Skor Sobekan Tiket Bioskop: 5/5
Cocok untuk: pecinta sub-genre body horror
Genre: Horror / Body Horror
Asal: AS
Durasi: 1 jam 52 menit
Sutradara: Lee Cronin
Penulis Naskah: Lee Cronin
Pemain: Jack Reynor, Laia Costa
- sobekan tiket bioskop tanggal 19 April 2026 -
Penulis Naskah: Lee Cronin
Pemain: Jack Reynor, Laia Costa
- sobekan tiket bioskop tanggal 19 April 2026 -




Komentar
Posting Komentar