Na Willa - Ulasan


Sinopsis

Na Willa (2026) adalah film drama musikal keluarga garapan Ryan Adriandhy, sutradara yang sebelumnya dikenal lewat Jumbo, kali ini debut di live-action. Diadaptasi dari novel populer karya Reda Gaudiamo, film ini berlatar gang pinggiran Surabaya era 1960-an dan dikisahkan sepenuhnya dari sudut pandang Willa (Luisa Adreena), bocah perempuan enam tahun keturunan campuran NTT dan Tionghoa yang percaya bahwa dunia kecilnya adalah tempat paling sempurna dan magis di alam semesta. 

Sampai suatu hari sahabatnya kecelakaan, teman-temannya satu per satu masuk sekolah, dan gang yang biasanya ramai jadi senyap. Willa pun nekat ikut masuk TK, hanya untuk menemukan bahwa dunia sekolah jauh lebih asing dan penuh aturan dari yang ia bayangkan. Film ini bukan sekadar tontonan anak-anak karena orang dewasa yang menontonnya pun kemungkinan besar akan diajak pulang ke masa kecil mereka sendiri.


Ulasan

Dari enam film Indonesia yang tayang di periode Lebaran 2026, tampaknya gue paling suka dengan Na Willa - meski gue baru nonton dua dari total enam film itu. Sepertinya baru ini ada film Indonesia dengan tema dan karakter utama anak-anak menggunakan gaya bercerita slice-of-life. Jadi bayangkan ini adalah film Perfect Days (2023) dengan karakter utama anak berumur 6 tahun yang menjalani kesehariannya di rumah dan sekitarnya. Tidak ada satu misi besar yang harus dituju di akhir film, tetapi nyaris dua jam durasi film menghabiskan berbagai macam aktivitas yang dilakukan Na Willa.




Awalnya gue kira ini akan membosankan bagi anak-anak karena tipikal jalan cerita yang tidak ada satu tujuan besar yang akan dituju di akhir film. Tapi ternyata dugaan gue salah karena gue perhatikan ada banyak anak-anak yang masih terpaku pada layar - bahkan melompat-lompat kegirangan - sampai akhir film. Ajaib memang, ada film live-action dengan durasi nyaris dua jam dan tidak membosankan bagi anak-anak. Film Na Willa jelas jadi pengukuhan bagi Ryan Andriandhy sebagai pembuat film yang sangat piawai menggarap film anak-anak.

Film Na Willa diadaptasi dari buku novel karya Reda Gaudiamo yang diterbitkan tahun 2018. Novelnya pun merupakan sekumpulan cerita pendek yang dialami dan dilakukan oleh Na Willa. Ternyata novel ini adalah semi-autobiografi dari kehidupan bu Reda di Surabaya tahun 1960-an. Siapa sangka latar tahun 1960-an ini juga ternyata masih cukup relate dengan kehidupan anak-anak di jaman sekarang. Memang benar kisah Na Willa ini tidak lekang oleh waktu.



Kesimpulan

Na Willa adalah bukti bahwa film anak-anak terbaik bukan yang paling ramai atau paling penuh aksi, melainkan yang paling jujur dalam memandang dunia dari mata seorang anak. Ryan Adriandhy berhasil memindahkan gang kecil Surabaya tahun 1960-an ke layar lebar dengan begitu hangat dan otentik, sampai-sampai penonton dewasa pun tanpa sadar akan teringat sudut-sudut kecil masa kecil mereka sendiri yang sudah lama terlupakan. Kalau Na Willa adalah debut live-action Ryan, gue tidak sabar membayangkan ke mana dia akan membawa kita berikutnya.

Skor Sobekan Tiket Bioskop: 4/5
Cocok untuk: pembaca novel Na Willa, dan pecinta film anak dan keluarga




Genre: Keluarga / Anak-anak
Asal: Indonesia
Durasi: 1 jam 58 menit
Sutradara: Ryan Adriandhy
Penulis Naskah: Ryan Adriandhy
Pemain: Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi

- sobekan tiket bioskop tanggal 28 Maret 2026 -

Komentar