Something Very Bad Is Going To Happen - Series Review
Sinopsis
Something Very Bad Is Going To Happen (2026) adalah serial horor limited series Netflix 8 episode karya Haley Z. Boston, diproduksi oleh Duffer Brothers yang sebelumnya menciptakan Stranger Things. Premisnya sudah spoiler sejak judulnya: Rachel (Camila Morrone) dan Nicky (Adam DiMarco) punya waktu lima hari sebelum pernikahan mereka di sebuah vila keluarga terpencil di tengah hutan bersalju.
Masalahnya, Rachel tidak bisa lepas dari firasat bahwa sesuatu yang mengerikan akan terjadi, dan semakin dekat ke altar semakin kuat rasa itu. Drama keluarga, kemungkinan kutukan turun-temurun, dan mungkin ada pembunuh berantai di sekitar mereka. Serial ini bukan soal jump scare tapi lebih ke dread yang merayap pelan di bawah kulit, dan ide sentralnya cukup mengganggu: apa yang lebih menakutkan dari berkomitmen seumur hidup dengan orang yang salah?
Ulasan
Nama The Duffer Brothers yang tertera sebagai produser sudah cukup jadi alasan untuk menaruh ekspektasi tinggi sebelum nonton. Dan memang benar, Something Very Bad Is Going To Happen menghadirkan aroma misteri yang aneh, gelap, dan sangat adiktif, persis yang lo harapkan dari orang-orang di balik Stranger Things. Yang pertama kali langsung menarik perhatian gue bahkan sebelum serial ini mulai adalah pemeran utamanya yang secara mengejutkan punya kemiripan fisik yang cukup kuat dengan Dua Lipa. Entah itu disengaja atau bukan, tapi tiap kali dia muncul di layar, gue susah untuk tidak berpikir hal yang sama.
Premis romansanya sendiri adalah salah satu hal yang paling bikin gue tertarik. Serial ini mengambil pertanyaan yang paling eksistensial dalam hubungan, apakah kamu benar-benar yakin dengan orang yang akan kamu nikahi, lalu mendorongnya ke versi what-if yang paling ekstrim dan gelap yang bisa dibayangkan. Bukan sekadar drama romansa biasa, tapi sebuah situasi yang memaksa karakter utamanya untuk mempertanyakan segalanya, dari perasaan, kepercayaan, sampai realita yang ada di depan matanya.
Yang kemudian bikin gue semakin betah adalah lapisan misteri dan mitosnya yang terbuka secara perlahan. Untuk yang masuk dengan ekspektasi serial horor penuh jump scare, siap-siap saja kecewa, karena memang bukan itu yang dijual di sini. Tapi justru di situlah kelebihannya. Setiap misteri yang terkuak terasa segar dan tidak generik, dengan mitologi yang dibangun secara organik dan konsisten sepanjang episode.
Kesimpulan
Satu hal yang agak mengganjal adalah statusnya sebagai limited series, karena sejujurnya material ceritanya sangat bisa dikembangkan ke season kedua. Banyak lapisan misteri yang rasanya masih menyimpan potensi besar untuk dieksplorasi lebih jauh. Tapi di sisi lain, format limited series ini justru mengunci semua misterinya dengan rapi, tidak ada yang menggantung sembarangan, dan penonton pergi dengan perasaan puas meski tetap penasaran. Sebuah serial yang mungkin tidak banyak dibicarakan, tapi layak banget masuk dalam daftar tontonan lo tahun ini.
Skor Sobekan Tiket Bioskop: 4/5
Cocok untuk: pecinta genre mashup antara romansa dan horor
- ditonton di Netflix -



Komentar
Posting Komentar