Wind River - Review

"Drama kriminal dengan visual yang cantik, serta gaya bercerita penuh misteri yang efektif menarik emosi"

Di sebuah daerah terpencil dengan musim dingin hebat, ditemukan mayat seorang wanita keturunan asli Amerika dengan penyebab kematian yang misterius. Agen FBI yang tampak belum pengalaman pun dipanggil untuk menginvestigasi. Dia dibantu oleh seorang pemburu dan pelacak lokal yang familiar dengan tempat tersebut. Penyelidikan itu pun membawa mereka kepada fakta gelap tentang kehidupan masyarakat Native Americans di tempat yang terisolir tersebut.

Taylor Sheridan adalah penulis naskah yang namanya sudah malang-melintang di Oscar setiap tahunnya, dengan Sicario (2015) dan Hell or High Water (2016). Tahun ini, Taylor Sheridan pun menduduki kursi sutradara untuk film yang ditulisnya sendiri dalam Wind River. Konon, film ini adalah seri terakhir dari trilogi "American Frontier" dengan Sicario dan Hell or High Water, yang notabene akan memiliki tema yang paralel. Masih terinspirasi dari kisah nyata, Wind River fokus pada fenomena misteri gadis-gadis asli Amerika yang hilang dan belum ditemukan hingga saat ini.

Menonton, atau mengalami Wind River, sangat paralel dengan Sicario dan Hell of High Water - meski dengan sutradara yang berbeda-beda. Sama-sama sunyi dan bergerak secara perlahan, meski misterinya sangat memancing rasa penasaran. Yang menarik adalah fakta kota kecil bernama Wind River berupa pegunungan salju dan cukup terisolir ternyata sangat berdampak pada isu kriminal yang terjadi - sehingga seringkali tidak terselesaikan. Visualnya memang cantik, meski tidak sekelas Sicario yang memang ditangani Dennis Villeneuve yang jauh lebih berpengalaman.


Hal yang menarik adalah isu sosial yang diangkat dalam Wind River, sebuah hal yang sangat memprihatinkan yang terjadi pada ras Amerika asli - khususnya para gadis. Diskriminasi memang dapat terjadi dimana pun, terutama di daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh tangan hukum. Hal ini yang dipahami oleh para pelaku kriminal, yang kemudian dimanfaatkan dengan seenaknya.

Dengan isu yang diangkat, gaya bercerita, hingga kelas penyutradaraan, bukan tidak mungkin Wind River bisa beredar dalam nominasi Oscar tahun 2018 nanti.  Mengingat bagaimana film ini mendapat sambutan meriah di festival film Cannes tahun 2017. Wind River memang bukan tipikal film yang mudah untuk ditonton, terlebih lagi dengan ada satu adegan sangat vulgar di tengah film. Tetapi film ini menjadi langka dalam konteks isu sosial yang diangkat, dan berperan penting sebagai pembawa pesan dalam medium audio visual yang tak lekang oleh waktu.


Rating?

USA | 2017 | Crime / Drama | 107 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Won for Best Director, Taylor Sheridan, Cannes Film Festival, 2017.
Nominated for Golden Camera, Un Certain Regard Award, Cannes Film Festival, 2017.

- sobekan tiket bioskop tanggal 23 September 2017 -
----------------------------------------------------------
  • review film wind river
  • review wind river
  • wind river movie review
  • wind river film review
  • resensi film wind river
  • resensi wind river
  • ulasan wind river
  • ulasan film wind river
  • sinopsis film wind river
  • sinopsis wind river
  • cerita wind river
  • jalan cerita wind river

Komentar