Nuremberg - Review
Sinopsis
Film Nuremberg (2025) merupakan drama sejarah intens garapan sutradara James Vanderbilt yang mengadaptasi kisah nyata dari buku "The Nazi and the Psychiatrist" karya Jack El-Hai. Sinopsis film Nuremberg berfokus pada duel psikologis antara Letkol Douglas Kelley (Rami Malek), seorang psikiater militer Amerika, dengan Hermann Göring (Russell Crowe), tangan kanan Adolf Hitler yang tengah menunggu pengadilan atas kejahatan perang.
Di tengah persiapan Pengadilan Nuremberg yang bersejarah, Kelley ditugaskan untuk menilai kesehatan mental para tahanan Nazi, namun ia justru terjebak dalam permainan pikiran manipulatif Göring yang karismatik sekaligus mengerikan. Dengan dukungan aktor watak seperti Michael Shannon dan Leo Woodall, Nuremberg bukan sekadar film courtroom drama biasa, melainkan sebuah eksplorasi mendalam tentang asal-usul kejahatan manusia dan beban psikologis yang harus ditanggung demi menegakkan keadilan pasca-Perang Dunia II.
Ulasan
Ini adalah adaptasi dan dramatisasi versi modern dari Pengadilan Nuremberg di tahun 1945. Diceritakan dari kaca mata psikiatris yang mendampingi Hermann Goring selama masa tahanan sampai dengan masa persidangan. Menarik untuk melihat sekelumit di balik layat tentang pengadilan internasional pertama yang menghukum penjahat perang. Bagaimana begitu mudah untuk menembak mati saja para panglima tinggi Nazi ini ketimbang menyusun berkas dan mengadili mereka seadil-adilnya.
Tapi ternyata pengadilan ini jadi penting agar jadi preseden hukum untuk kejahatan kemanusiaan. Argumennya adalah untuk mencegah genosida kembali terjadi di masa depan. Meski kita sama-sama tahu bahwa niat baik ini tidak selamanya bisa terwujud ketika ada genosida di Palestina dan dunia internasional tampak tidak bisa mengulang Nuremberg Trials.
Tapi ternyata pengadilan ini jadi penting agar jadi preseden hukum untuk kejahatan kemanusiaan. Argumennya adalah untuk mencegah genosida kembali terjadi di masa depan. Meski kita sama-sama tahu bahwa niat baik ini tidak selamanya bisa terwujud ketika ada genosida di Palestina dan dunia internasional tampak tidak bisa mengulang Nuremberg Trials.
Satu hal yang membuat gue kagum sekaligus termenung adalah temuan dokter Kelley hasil profiling beliau terhadap para panglima tinggi Nazi. Banyak dialog antara dia dengan para tahanan, mengingatkan gue akan serial Mindhunter dan Criminal di Netflix. Hasil temuannya sangat mencengangkan; bahwa tidak ada bedanya antara panglima tinggi Nazi ini dengan kita semua manusia lainnya. Meski mereka punya delusi kuasa dan narsisistik, tapi karakteristik ini ada pula di manusia biasa lainnya. Yang artinya, kita semua yang punya delusi kuasa + narsistik + kemampuan memanipulasi banyak orang bisa saja melakukan apa yang Nazi lakukan.
Kesimpulan
Nuremberg adalah sebuah peringatan keras bahwa monster tidak selalu berwujud makhluk menyeramkan, tapi bisa saja manusia yang merasa paling benar di balik meja kekuasaan. Film ini sukses bikin gue merenung panjang, apalagi dengan performa Rami Malek dan Russell Crowe yang bikin adu argumen mereka terasa sangat personal. Pada akhirnya, menonton film ini bukan cuma soal belajar sejarah masa lalu, tapi juga soal menakar kembali kemanusiaan kita di tengah dunia yang masih saja dihantui ketidakadilan. Sebuah drama hukum yang sangat relevan dan rasanya wajib ditonton agar kita nggak abai dengan bibit-bibit kekejaman yang mungkin ada di sekitar kita.
Skor Sobekan Tiket Bioskop: 3/5
Cocok untuk: penonton Perang Dunia Ke-2 atau pengikut setia Rami Malek
Genre: Drama / History
Asal: Amerika Serikat
Durasi: 2 jam 28 menit
Sutradara: James Vanderbilt
Penulis Naskah: James Vanderbilt, Jack El-Hai
Pemain: Rami Malek, Russell Crowe, Michael Shannon
- sobekan tiket bioskop tanggal 7 Februari 2026 -
Penulis Naskah: James Vanderbilt, Jack El-Hai
Pemain: Rami Malek, Russell Crowe, Michael Shannon
- sobekan tiket bioskop tanggal 7 Februari 2026 -



Komentar
Posting Komentar