Stranger Things Season 5 - Series Review


Sinopsis

Stranger Things Season 5 menjadi penutup epik serial sci-fi horor populer Netflix, melanjutkan dampak kehancuran Hawkins setelah gerbang Upside Down terbuka lebar di akhir Season 4. Eleven, Mike, Dustin, Lucas, Will, dan Max - yang masih dalam kondisi kritis - harus bersatu menghadapi ancaman terakhir Vecna, ketika batas antara dunia manusia dan Upside Down semakin kabur dan kota mereka berada di ambang kehancuran total. Dengan fokus pada pertaruhan emosional, persahabatan, dan pengorbanan, musim kelima menjanjikan skala konflik terbesar, nuansa horor yang lebih gelap, serta jawaban akhir atas misteri Upside Down, menjadikannya salah satu serial final paling dinanti dalam sejarah televisi modern.

Ulasan

Sepuluh tahun sudah kita penonton tumbuh bersama dengan Mike, Dustin, Lucas, Will, Max, Eleven dan kawan-kawan. Kita menyaksikan mereka tumbuh dari tubuh kecil dan unyu menjadi remaja yang matang, sementara kita sendiri juga tumbuh dalam kedewasaan masing-masing. Sulit memang menulis ulasan tentang serial yang sudah begitu dekat dan seakan menjadi bagian dari hidup kita, terutama dalam rentang 10 tahun. Tapi di sisi lain, gue bersyukur The Duffer Brothers memutuskan mengakhiri kisah mereka di Season 5, tidak seperti serial kelas berat lainnya.


Sebagai season finale, S5 punya urgensi dan ketegangan yang maksimal. Delapan episode tapi setiap episodenya berdurasi lebih dari satu jam. Ternyata durasi panjang ini lebih banyak untuk menekankan drama dan interaksi antar karakter yang mau ditutup di S5E8. Episode favorit gue jelas S5E4 di mana Will menemukan kekuatan barunya. Ini adalah salah satu momen langka di mana setelah episode berakhir, gue spontan tepuk tangan karena eforia maksimal di adegan penutupnya. Luar biasa!

Yes, mari kita bahas tentang episode final di S5E8. Jujur gue adalah salah satu penonton yang cukup kecewa dengan episode penutup ini. Kekecewaan ini jelas datang dari ekspektasi yang berlebihan, terutama sejak S5E4 yang sangat powerful itu, ditambah lagi durasi S5E8 yang menyaingi durasi film panjang. Menurut gue, ada beberapa hal yang menjadikan S5E8 ini jauh lebih lemah ketimbang S5E4. 


Salah satunya jelas dari final battle yang terkesan hanya segitu saja. Memang masing-masing karakter punya kontribusi dalam mengalahkan Mind Flayer dan Vecna, tapi gue nggak menyangka bisa semudah dan sedikit sekali porsinya dari keseluruhan durasi episode. Bahkan setelah usai pun, itu baru setengah jalan dari total durasi loh. Mungkin karena durasi dua jam dan kita penonton terbiasa dengan durasi film yang menempatkan klimaks di 3/4 jalan.

Di luar kekurangannya, gue cukup mengapresiasi segmen penutup yang menceritakan apa yang terjadi pada setiap karakter setelah "stranger things" tidak lagi terjadi di kota Hawkins. Ini seakan mengembalikan semua orang ke masa-masa sebelum Eleven hadir secara tiba-tiba di tengah mereka. Memang serial Stranger Things adalah tentang karakter-karakter ini, dan bagaimana respon mereka terhadap hal-hal aneh yang terjadi di sekitar mereka. Jadi nggak salah juga untuk menutup dengan fokus pada karakter dan emosi yang mereka alami.





Kesimpulan

Stranger Things Season 5 adalah perpisahan yang emosional, meski tidak sepenuhnya memenuhi ekspektasi klimaks yang sudah dibangun selama satu dekade. Gue tetap menghargai keberanian The Duffer Brothers untuk menutup kisah ini dengan menekankan karakter dan emosi, bukan sekadar adu besar-besaran di final battle. Ada rasa hangat sekaligus kosong ketika melihat mereka kembali ke kehidupan normal, seolah kita juga ikut ditinggal oleh teman-teman lama. Mungkin penutupnya tidak se-epic yang dibayangkan, tapi perjalanan sepuluh tahun bersama geng Hawkins ini tetap layak dikenang sebagai salah satu pengalaman menonton serial paling berkesan di era modern.

Jadi, kamu memilih untuk percaya bahwa Eleven itu hidup atau mati?

Skor Sobekan Tiket Bioskop: 4/5
Cocok untuk: pecinta kisah misteri dan monster




- ditonton di Netflix -

Komentar