<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373</id><updated>2012-02-01T09:43:03.589+07:00</updated><category term='Indonesia International Fantastic Film Festival'/><category term='Glasgow Film Festival'/><category term='Imblog Community'/><category term='Festival Sinema Perancis'/><category term='Europe on Screen'/><category term='*'/><category term='**'/><category term='******'/><category term='*****'/><category term='Jakarta International Film Festival'/><category term='Sobekan Tiket Tahunan Terbaik'/><category term='Film Indonesia'/><category term='****'/><category term='***'/><title type='text'>Sobekan Tiket Bioskop</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00246505092829271884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_EjZqyGGTTfc/SY1pLzazSBI/AAAAAAAAAaQ/2XklCcT5zQM/S220/IMG_1829.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>445</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-7186482034753188587</id><published>2012-01-30T22:35:00.000+07:00</published><updated>2012-01-31T23:09:16.438+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='***'/><title type='text'>Last Night</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://craigerscinemacorner.com/Images/last-night-movie-poster.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://craigerscinemacorner.com/Images/last-night-movie-poster.jpg" width="270" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sejauh apa sebuah tindakan bisa disebut sebagai selingkuh dari pasangan? Apakah menggandeng tangan, atau malah berciuman sudah bisa disebut sebagai selingkuh? Bagaimana dengan &lt;i&gt;having sex&lt;/i&gt;? Lalu bagaimana dengan menyimpan perasaan pada cinta lama namun tidak berlanjut sampai di kasur? Kira-kira, semua pertanyaan ini dan modifikasinya tergambar dengan cukup apik dan cerdas dalam film yang dirilis tahun 2010, &lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Last Night&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepasang suami istri harus menguji kesetiaan mereka satu dengan yang lain. Joanna menuduh suaminya, Michael, menyimpan ketertarikan terhadap teman kerjanya, Laura. Dengan pertengkaran yang belum selesai, Joanna mengakui bahwa mungkin ia hanya terlalu berlebihan. Keesokan harinya, sebuah perjalanan bisnis keluar kota bagi Michael menguji kesetiaannya pada Joanna sekaligus ketertarikannya pada Laura. Sementara Joanna yang tiba-tiba bertemu dengan Alex, mantan pacarnya, pun harus menguji kesetiaan dan kejujurannya pada Michael.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini bukanlah film drama romantis biasa yang penuh dengan hal-hal yang berbau &lt;i&gt;cheesy&lt;/i&gt;. Sebaliknya, film ini adalah sebuah film drama romantis yang cukup cerdas dan apa adanya dalam memperlihatkan apa yang terjadi jika sebuah godaan besar ditempatkan di tengah-tengah perkawinan, khususnya pasangan suami-istri yang masih terbilang muda. Dibawakan dengan baik oleh deretan &lt;i&gt;cast &lt;/i&gt;yang brilian. Duet &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0461136/"&gt;Keira Knightley&lt;/a&gt; sebagai Joanna yang ekspresif dan tampil apa adanya dan &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0941777/"&gt;Sam Worthington&lt;/a&gt; sebagai Michael yang dingin dan kalem benar-benar menghidupkan emosi romansa yang ada dalam film ini. Belum lagi dengan kehadiran &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0578949/"&gt;Eva Mendes&lt;/a&gt; sebagai Laura dan &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0133899/"&gt;Guillaume Canet&lt;/a&gt; sebagai Alex yang tampil brilian sebagai godaan kuat bagi pasangan Joanna dan Michael.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content8.flixster.com/rtmovie/73/73/73738_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://content8.flixster.com/rtmovie/73/73/73738_gal.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/1211199-last_night/pictures/#12"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Cerita yang ditulis oleh sutradara sekaligus penulis naskah asal Iran, &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm1127653/"&gt;Massy Tadjedin&lt;/a&gt;, ini cukup unik dan menarik. Narasi yang dibawakan membuat penonton sibuk menebak kejadian atau tingkah laku apa selanjutnya yang akan terjadi. Setiap dialog dan ekspresi yang dikeluarkan oleh para pemeran begitu mendetil dan natural, sehingga memudahkan penonton itu menebak apa yang ada di balik pikiran setiap karakter, bahkan tanpa dialog sekalipun. Memperhatikan ekspresi, pandangan mata, gerakan bibir dari karakter Joanna dan Michael seakan sebagai studi karakter tersendiri. Bagaimana sesungguhnya perasaan masing-masing dari mereka terhadap para godaannya, sejauh apa mereka setia pada pasangan satu sama lain, kira-kira tingkah laku apa yang akan mereka lakukan selanjutnya, semua ini menjadi asyik untuk dinikmati dan diobservasi dari karakter mereka. Lebih jauh lagi, Tadjedin sepertinya ingin memperlihatkan bagaimana perbedaan pria dan wanita dalam menjalani hubungan, khususnya isu kesetiaan dan perselingkuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan cerita pun bergerak senatural mungkin untuk kemudian mengajak penonton berpikir dan merenung. Kedalaman karakter yang telah dibangun, akan secara otomatis membuat penonton dapat menempatkan diri dengan mudah pada karakter yang tampil di layar. Setiap keputusan akan tindakan yang mereka ambil, bisa serta-merta membuat penonton berandai-andai apa yang akan mereka lakukan jika mereka berada dalam situasi tersebut. Lebih jauh lagi, konflik yang disajikan dalam film ini akan membuat kita semua merenung; sejauh mana suatu tindakan bisa disebut sebagai selingkuh. Atau lebih mendetil lagi, selingkuh seperti apa yang lebih "selingkuh"; apakah &lt;i&gt;having sex&lt;/i&gt; tanpa perasaan atau perasaan tanpa &lt;i&gt;having sex&lt;/i&gt;? Pada akhirnya, Tadjedin tidak menyediakan jawaban mudah. Film pun ditutup dengan cukup &lt;i&gt;fair&lt;/i&gt;..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="315" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/sTDyNxXutLs?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/sTDyNxXutLs?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;USA | 2010 | Drama/Romance | 93 Mins. | Aspect Ratio 2.35 : 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;30 Januari 2012&lt;/b&gt; -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-7186482034753188587?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/7186482034753188587/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2012/01/last-night.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/7186482034753188587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/7186482034753188587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2012/01/last-night.html' title='Last Night'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-7944659540737984684</id><published>2012-01-26T14:06:00.003+07:00</published><updated>2012-01-27T20:40:37.630+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imblog Community'/><title type='text'>2nd Imblog Choice Awards</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://xa.yimg.com/kq/groups/71603736/sn/22936376/name/Imblog_banner200x200.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://xa.yimg.com/kq/groups/71603736/sn/22936376/name/Imblog_banner200x200.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Indonesia Movie Blogger Community (&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://imblogcommunity.wordpress.com/"&gt;Imblog Community&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;) adalah komunitas para blogger yang mengabdikan diri (dan blognya) untuk membahas segala hal yang berkaitan dengan film. Saat ini, kurang lebih 44 movie blogger dari seluruh Indonesia telah tergabung dalam komunitas dunia maya ini, termasuk &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;Sobekan Tiket Bioskop&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan tahunan Imblog Community adalah &lt;b&gt;&lt;i&gt;Imblog Choice Awards&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang diadakan setiap awal tahun. Ada dua predikat yang direbutkan oleh film-film nominasi di Imblog Choice Awards. Predikat &lt;b&gt;Jawara &lt;/b&gt;akan diberikan pada film-film terbaik yang dipilih oleh anggota Imblog Community, sedangkan predikat &lt;b&gt;Tersohor &lt;/b&gt;akan diberikan pada film-film terbaik yang dipilih oleh masyarakat luas, atau para pembaca setia anggota Imblog Community.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;1st Imblog Choice Awards&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;(&lt;i&gt;google it!&lt;/i&gt;) yang tahun lalu diadakan, memenangkan film &lt;i&gt;Inception&lt;/i&gt; dengan mudah sebagai film terbaik, baik pada predikat Jawara maupun Tersohor. Kemenangan Inception dapat dengan mudah terbaca dengan bagaimana hebohnya film arahan Christopher Nolan tersebut dibahas di dunia maya, maupun pada para anggota Imblog Community sendiri. Tahun ini, &lt;b&gt;&lt;i&gt;2nd Imblog Choice Awards&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; menurut saya jauh lebih seru. Lihat saja bagaimana film-film unggulan Oscar 2011 bersaing dengan film-film berkualitas yang muncul sepanjang tahun 2011. Simak saja nominasi di Film Terbaik, trio Oscar 2011 (&lt;i&gt;Black Swan, The King's Speech, True Grit&lt;/i&gt;) harus rela berbagi nominasi dengan film yang memenangkan hati banyak movie blogger (&lt;i&gt;Drive&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;The Tree of Life&lt;/i&gt;). Berkaitan dengan &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/sobekan-tiket-terbaik-2011.html#more"&gt;Sobekan Tiket Terbaik 2011&lt;/a&gt;, tercatat ada 6 (dari 10) film pilihan terbaik menurut penulis yang masuk dalam deretan nominasi &lt;i&gt;2nd Imblog Choice Awards&lt;/i&gt; ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Nominasi berikut ini telah dipilih oleh anggota Imblog Community. Ketentuannya adalah film-film yang telah bersentuhan dengan publik Indonesia sepanjang tahun 2011 secara resmi; baik melalui bioskop, DVD/VCD Original, dan berbagai festival film. Voting untuk predikat Jawara telah berlangsung, dan sekarang saatnya anda untuk memilih di predikat Tersohor!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Batas akhir pemilihan: 10 Februari 2012*&lt;br /&gt;*Daftar pemenang film Tersohor akan diumumkan sekitar bulan Februari*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Happy voting!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;klik link untuk membaca ulasan di&amp;nbsp;&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;Sobekan Tiket Bioskop&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FILM TERSOHOR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRA3xPGg2LFkPx8bbBx5BKiwjhx0iz-nhkde9owSl0BNlSXEZDDZAEcGZwk" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRA3xPGg2LFkPx8bbBx5BKiwjhx0iz-nhkde9owSl0BNlSXEZDDZAEcGZwk" width="136" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/01/black-swan.html"&gt;Black Swan&lt;/a&gt;&lt;a href="http://content7.flixster.com/rtmovie/79/76/79761_gal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://content7.flixster.com/rtmovie/79/76/79761_gal.jpg" width="131" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/drive.html"&gt;Drive&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_NfsdvUxYGkI/TSXM_0tR3qI/AAAAAAAAZiI/YMvM5SbE80U/s320/the-kings-speech.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_NfsdvUxYGkI/TSXM_0tR3qI/AAAAAAAAZiI/YMvM5SbE80U/s200/the-kings-speech.jpg" width="136" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/01/kings-speech.html"&gt;The King's Speech&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://collider.com/wp-content/uploads/the-tree-of-life-movie-poster-02.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://collider.com/wp-content/uploads/the-tree-of-life-movie-poster-02.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/07/tree-of-life.html"&gt;The Tree of Life&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_eg04Zz3CERw/TRu9tUAK7II/AAAAAAAAFAs/ayudnr3E11U/s320/True-Grit-2010.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_eg04Zz3CERw/TRu9tUAK7II/AAAAAAAAFAs/ayudnr3E11U/s200/True-Grit-2010.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/02/true-grit.html"&gt;True Grit&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUTRADARA TERSOHOR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Darren Aronofsky, "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/01/black-swan.html"&gt;Black Swan&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Joel &amp;amp; Ethan Coen, "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/02/true-grit.html"&gt;True Grit&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Tom Hooper, "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/01/kings-speech.html"&gt;The King's Speech&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Terrence Malick, "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/07/tree-of-life.html"&gt;The Tree of Life&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Nicholas Winding Refn, "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/drive.html"&gt;Drive&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;NASKAH ADAPTASI TERSOHOR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/01/127-hours.html"&gt;127 Hours&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/drive.html"&gt;Drive&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/02/rabbit-hole.html"&gt;Rabbit Hole&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/09/rise-of-planet-of-apes.html"&gt;Rise of the Planet of the Apes&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/02/true-grit.html"&gt;True Grit&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;NASKAH ASLI TERSOHOR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2010/11/another-year.html"&gt;Another Year&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/01/black-swan.html"&gt;Black Swan&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/contagion.html"&gt;Contagion&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/01/kings-speech.html"&gt;The King's Speech&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/07/tree-of-life.html"&gt;The Tree of Life&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PELAKON UTAMA PRIA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Colin Firth,&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/01/kings-speech.html"&gt;The King's Speech&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Hunter McCracken, "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/07/tree-of-life.html"&gt;The Tree of Life&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * James Franco,&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/01/127-hours.html"&gt;127 Hours&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Javier Bardem, "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/02/biutiful.html"&gt;Biutiful&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Ryan Gosling,&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/drive.html"&gt;Drive&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PELAKON UTAMA WANITA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Emma Stone, "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/02/easy.html"&gt;Easy A&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Hailee Steinfeld,&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/02/true-grit.html"&gt;True Grit&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Lesley Manville,&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2010/11/another-year.html"&gt;Another Year&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Natalie Portman,&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/01/black-swan.html"&gt;Black Swan&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Nicole Kidman,&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/02/rabbit-hole.html"&gt;Rabbit Hole&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PELAKON PENDUKUNG PRIA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Albert Brooks,&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/drive.html"&gt;Drive&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Brad Pitt,&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/07/tree-of-life.html"&gt;The Tree of Life&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Christian Bale, "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/02/fighter.html"&gt;The Fighter&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Geoffrey Rush,&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/01/kings-speech.html"&gt;The King's Speech&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Nick Nolte, "Warrior"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PELAKON PENDUKUNG WANITA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Amy Adams,&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/02/fighter.html"&gt;The Fighter&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Barbara Hershey,&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/01/black-swan.html"&gt;Black Swan&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Elle Fanning, "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/10/super-8.html"&gt;Super 8&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Jessica Chastain,&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/07/tree-of-life.html"&gt;The Tree of Life&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Melissa Leo,&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/02/fighter.html"&gt;The Fighter&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PELAKON BARU TERSOHOR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Dakota Gayo, "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/real-steel.html"&gt;Real Steel&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Hailee Steinfeld,&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/02/true-grit.html"&gt;True Grit&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Hunter McCracken,&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/07/tree-of-life.html"&gt;The Tree of Life&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Jessica Chastain,&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/07/tree-of-life.html"&gt;The Tree of Life&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Liana Liberato, "Trust"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FILM ANIMASI TERSOHOR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/06/kung-fu-panda-2.html"&gt;Kungfu Panda 2&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/03/rango.html"&gt;Rango&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/04/rio.html"&gt;Rio&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/adventures-of-tintin.html"&gt;The Adventures of Tintin: The Secret of the Unicorn&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/04/winnie-pooh.html"&gt;Winnie The Pooh&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;OPENING TERSOHOR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; *&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2010/11/another-year.html"&gt;Another Year&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; *&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/drive.html"&gt;Drive&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/04/scream-4.html"&gt;Scream 4&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; *&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/03/rango.html"&gt;Rango&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; *&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/07/tree-of-life.html"&gt;The Tree of Life&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ENDING TERSOHOR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; *&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/01/black-swan.html"&gt;Black Swan&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/contagion.html"&gt;Contagion&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; *&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/drive.html"&gt;Drive&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/04/source-code.html"&gt;Source Code&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; *&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/07/tree-of-life.html"&gt;The Tree of Life&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SPECIAL EFFECT TERSOHOR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/09/harry-potter-and-deathly-hallows-part-2.html"&gt;Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; *&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/09/rise-of-planet-of-apes.html"&gt;Rise of the Planet of the Apes&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; *&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/07/tree-of-life.html"&gt;The Tree of Life&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/07/transformers-dark-of-moon.html"&gt;Transformers: Dark of the Moon&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/06/x-men-first-class.html"&gt;X-Men: First Class&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;LAGU TEMA TERSOHOR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * "If I Rise -&amp;nbsp;&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/01/127-hours.html"&gt;127 Hours&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * "You Haven't Seen The Last of Me - &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2010/12/burlesque.html"&gt;Burlesque&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * "A Real Hero -&amp;nbsp;&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/drive.html"&gt;Drive&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * "It Will Rain - Twilight Saga: Breaking Dawn"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * "So Long -&amp;nbsp;&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/04/winnie-pooh.html"&gt;Winnie The Pooh&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MUSIK PENGIRING TERSOHOR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Cliff Martinez,&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/drive.html"&gt;Drive&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * The Chemical Brothers, "&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/05/hanna.html"&gt;Hanna&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; * Alexandre Desplat,&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/09/harry-potter-and-deathly-hallows-part-2.html"&gt;Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; *&amp;nbsp;Alexandre Desplat,&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/01/kings-speech.html"&gt;The King's Speech&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; *&amp;nbsp;Alexandre Desplat,&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/07/tree-of-life.html"&gt;The Tree of Life&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;POSTER TERSOHOR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-KW33e1_U0Hc/TyD3VM2St7I/AAAAAAAAAZw/IFeDhRXQSdY/s320/600full-another-year-poster.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-KW33e1_U0Hc/TyD3VM2St7I/AAAAAAAAAZw/IFeDhRXQSdY/s320/600full-another-year-poster.jpg" width="214" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2010/11/another-year.html"&gt;Another Year&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRA3xPGg2LFkPx8bbBx5BKiwjhx0iz-nhkde9owSl0BNlSXEZDDZAEcGZwk" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRA3xPGg2LFkPx8bbBx5BKiwjhx0iz-nhkde9owSl0BNlSXEZDDZAEcGZwk" width="215" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/01/black-swan.html"&gt;Black Swan&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content6.flixster.com/rtmovie/75/20/75208_gal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/75/20/75208_gal.jpg" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/10/super-8.html"&gt;Super 8&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content7.flixster.com/rtmovie/79/76/79761_gal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://content7.flixster.com/rtmovie/79/76/79761_gal.jpg" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/drive.html"&gt;Drive&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://collider.com/wp-content/uploads/the-tree-of-life-movie-poster-02.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://collider.com/wp-content/uploads/the-tree-of-life-movie-poster-02.jpg" width="199" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&amp;nbsp;"&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/07/tree-of-life.html"&gt;The Tree of Life&lt;/a&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-_yXmybY3Lms/TyHuPGTSLPI/AAAAAAAAAco/USVxmyDRmYk/s1600/imbanner.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-_yXmybY3Lms/TyHuPGTSLPI/AAAAAAAAAco/USVxmyDRmYk/s200/imbanner.jpg" width="163" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Silahkan memilih &lt;/span&gt;&lt;a href="https://docs.google.com/spreadsheet/viewform?formkey=dF9IajFjMEQ2RVhUMi1xLS1uM0tRV0E6MQ"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;DISINI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-7944659540737984684?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/7944659540737984684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2012/01/2nd-imblog-choice-awards.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/7944659540737984684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/7944659540737984684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2012/01/2nd-imblog-choice-awards.html' title='2nd Imblog Choice Awards'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NfsdvUxYGkI/TSXM_0tR3qI/AAAAAAAAZiI/YMvM5SbE80U/s72-c/the-kings-speech.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-7688846948846517267</id><published>2012-01-11T15:02:00.000+07:00</published><updated>2012-01-27T15:15:21.073+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='**'/><title type='text'>New Year's Eve</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content6.flixster.com/rtmovie/83/64/83644_gal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/83/64/83644_gal.jpg" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Satu lagi film tentang hari raya dari Hollywood. Tahun 2010, sudah ada film tentang hari Valentine, Valentine's Day. Kini dari sutradara dan penulis naskah yang sama, ada film tentang bagaimana berbagai orang di New York menghabiskan malam tahun baru mereka. Dengan formula yang sama, yaitu merekrut sebanyak mungkin aktor dan aktris ternama, lalu membuat berbagai plot yang berbeda, dan membuat berbagai plot itu berhubungan satu sama lain di malam tahun baru. Sarah Jessica Parker, Jessica Biel, Ashton Kutcher, bahkan sampai Jon Bon Jovi, semua akan berkumpul dalam film &lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;New Year's Eve&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini menceritakan kisah para pasangan dan lajang dalam menyambut malam pergantian tahun menuju tahun 2012. Berbagai plot cerita yang berbeda ini terpusat pada perayaan tahunan pergantian tahun di Times Square, yaitu dengan tradisinya "&lt;i&gt;ball drop&lt;/i&gt;"; sebuah bola lampu besar yang akan turun ke satu titik tertentu pada saat hitung mundur pergantian tahun. Dimulai dari kisah direktur acara yang mempersiapkan &lt;i&gt;ball drop&lt;/i&gt; tersebut, seorang koki terkenal yang menyimpan kisah asmara dengan seorang bintang rock, sepasang suami istri yang ingin mendapatkan hadiah dengan melahirkan bayi pertama di tahun 2012, sampai pada seorang laki-laki dan perempuan yang terjebak di dalam lift.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya tarik film ini memang pada deretan cast yang gemerlap dan menawan. Selain Sarah Jessica Parker, Jessica Biel, Ashton Kucher, ada lagi Michelle Pfeiffer, Zac Efron, Robert de Niro, Alyssa Milano, Halle Berry, Katherine Heigl, Josh Duhamel, Hilary Swank, Ludacris, Ryan Seacrest, sampai mantan bintang cilik Abigail Breslin. Tapi memang sampai situ saja daya tarik dan kekuatan utama dalam film ini. Plot-plot yang berbeda malah menjadi terlalu banyak dan membuat penonton menjadi otomatis acuh pada satu plot dan memfavoritkan satu plot tertentu. Selain itu, banyak pula bertebaran stereotip-stereotip yang absurd dan klise dalam film ini. Tradisi "&lt;i&gt;ball drop&lt;/i&gt;" yang ditunggu-tunggu dan ditonton oleh warga dunia? Pijat dan spa rasa Bali di New York? Persaingan melahirkan bayi pertama di tahun 2012? Hm, &lt;i&gt;Americans&lt;/i&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content8.flixster.com/rtmovie/84/57/84574_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://content8.flixster.com/rtmovie/84/57/84574_gal.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/new_years_eve_2011/pictures/#30"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Hadirnya nama-nama besar seperti Robert de Niro, Hilary Swank, dan Michelle Pfeiffer jelas tidak menjamin kualitas akan film ini. Nama besar dan kekuatan akting mereka tenggelam oleh banyaknya plot yang berbeda dalam satu film berdurasi hampir dua jam ini. Kalau ada akting dan karakter yang mengesankan, Michelle Pfeiffer dengan karakter Ingrid-lah yang paling &lt;i&gt;memorable&lt;/i&gt;. Di awal, saya sempat tidak menyangka bahwa karakter wanita kantoran yang &lt;i&gt;geek&lt;/i&gt;, cupu, serta berharap banyak untuk melakukan semua resolusi tahun 2011nya adalah seorang Michelle Pfeiffer. Kuatnya karakter ini ditabrakkan dengan karakter sanguin dan pantang menyerah dari Paul yang (harus saya akui) diperankan dengan baik oleh Zac Efron. Perpaduan karakter yang bertolak belakang ini, baik dalam segi kepribadian dan umur, ternyata menjadi menarik untuk dinikmati. Apalagi kisah canggung mereka, yang membuat penonton menebak-nebak apakah ada garis asmara diantara mereka. Yang kemudian dijawab dengan bijak di akhir film. Ya, film ini akan jauh lebih baik jika mengekstensi plot Pfeiffer-Efron ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai plot yang hadir memang menarik dan cukup representatif dalam melihat sampel bagaimana orang-orang dari berbagai kalangan mempersiapkan bagaimana mereka akan menghabiskan malam pergantian tahun baru. Namun rasanya plot-plot tersebut terlalu banyak untuk dicampur-adukkan menjadi satu film. Hasilnya adalah, dapat dengan mudah mengarahkan penonton untuk tidak peduli pada satu-dua plot tertentu. Seperti bagaimana saya mengesampingkan plot suami istri yang hanya bisa berhubungan lewat webcam, atau tidak suka pada plot koki yang berhubungan dengan seorang bintang rock.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content7.flixster.com/rtmovie/84/54/84549_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://content7.flixster.com/rtmovie/84/54/84549_gal.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/new_years_eve_2011/pictures/#5"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Oh ya, film ini memang menghadirkan seorang bintang rock asli, Jon Bon Jovi. Namun rasanya proporsi plot yang ada lebih banyak pada plot karakter Bon Jovi - Heigl. Hal ini seakan ingin memamerkan nama Jon Bon Jovi semaksimal mungkin. Yang sayangnya tidak diimbangi oleh akting dan kekuatan karakter yang mumpuni dari seorang Jon Bon Jovi. Akting Katherine Heigl juga tidak banyak membantu, yang malah menjadikan kisah plot mereka sedatar film konversi 3D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Special mention&lt;/i&gt; untuk mantan aktris cilik, Abigail Breslin. Pertama kali saya melihat akting dia dalam film Little Miss Sunshine, saya langsung jatuh hati. Kini Breslin telah tumbuh dewasa dan jauh lebih tinggi dibandingkan karakter Olive yang dulu. Karakter yang dimainkannya pun rasanya pararel dengan tahap perkembangan yang sedang dilaluinya sekarang; masa peralihan dari masa remaja menuju masa dewasa muda. Hal itu mungkin menambah kontribusi tersendiri pada aktingnya yang terbilang cukup baik dan mampu mengimbangi Sarah Jessica Parker yang berperan sebagai ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini memang menghibur dan menghadirkan sedikit senyuman. Namun rasanya film ini akan cukup dinikmati di layar kaca di rumah atau di komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="315" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/rbJX7Q6tTUs?version=3&amp;amp;hl=id_ID&amp;amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/rbJX7Q6tTUs?version=3&amp;amp;hl=id_ID&amp;amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;USA | 2011 | Comedy/Romance | 118 Mins. | Aspect Ratio 1.85 : 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;11 Januari 2012&lt;/b&gt; -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-7688846948846517267?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/7688846948846517267/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2012/01/new-years-eve.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/7688846948846517267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/7688846948846517267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2012/01/new-years-eve.html' title='New Year&apos;s Eve'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-5162626465035062895</id><published>2011-12-31T00:56:00.000+07:00</published><updated>2011-12-31T01:06:31.064+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sobekan Tiket Tahunan Terbaik'/><title type='text'>Sobekan Tiket Terbaik 2011</title><content type='html'>Meneruskan kebiasaan dari tahun-tahun sebelumnya, maka secara khusus saya telah memilih 10 film terbaik yang telah saya tonton di bioskop pada tahun 2011 ini. 2011 adalah tahun yang spesial bagi saya, karena saya dapat menonton di bioskop 8 dari 10 film dari nominasi Best Picture pada ajang Oscar 2010. Selain itu, masa tinggal 10 bulan di Glasgow membuka kesempatan yang sangat besar bagi saya untuk menikmati film-film berkualitas yang mungkin tidak akan dirilis di bioskop-bioskop Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit catatan statistik di tahun 2011, ini adalah tahun dimana saya menonton film di bioskop paling banyak diantara tahun-tahun sebelumnya; 110 film! Hal ini tentu sangat dipengaruhi secara signifikan oleh hadirnya kartu Unlimited dari Cineworld (baca &lt;a href="http://elmosavenue.blogspot.com/2010/10/freak.html"&gt;disini&lt;/a&gt;) yang berlaku semacam tiket terusan selama satu bulan. Di tahun ini gue juga telah memecahkan rekor nonton film di bioskop terbanyak selama satu bulan; 21 film di bulan &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011_03_01_archive.html"&gt;Maret 2011&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(rekor sebelumnya dipegang oleh bulan &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2007_12_01_archive.html"&gt;Desember 2007&lt;/a&gt; dengan 19 film). Hitungan kasarnya, berarti saya pergi ke bioskop untuk menonton film setiap 1,5 hari sekali di bulan Maret tahun 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar film dibawah ini tidak harus film yang dirilis di tahun 2011, karena ketentuannya adalah film-film yang&amp;nbsp;&lt;b&gt;saya tonton di bioskop&lt;/b&gt;&amp;nbsp;di tahun ini.&amp;nbsp;Tahap pertama pemilihan ke-10 film ini berdasarkan nilai rating yang ada. Di rating tertinggi, ternyata ada 16 film yang memiliki rating 9 (13 film) dan 10 (3 film). Seleksi tahap kedua pun harus dilakukan agar daftar &lt;i&gt;Sobekan Tiket Terbaik&lt;/i&gt; ini tidak terlalu banyak, yaitu dengan menilai secara kualitatif. Indikator penilaian kualitatif adalah film yang mampu memberikan pengalaman sinematik tersendiri, serta cerita film yang mampu memberikan sesuatu kepada penonton. Ternyata, kesepuluh film ini juga cukup mewakilkan hampir semua genre film yang ada; musikal, drama, romansa, kriminal, aksi-laga, sampai horor. Maka, inilah 10 film terbaik yang saya tonton di bioskop di tahun 2011 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/02/west-side-story.html" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://imagesource.allposters.com/images/pic/MG/144045~West-Side-Story-Posters.jpg" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;klik gambar diatas untuk membaca ulasan&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Film ini termasuk "&lt;i&gt;Top 5 All Time Most Favorite Movie&lt;/i&gt;" dari saya. Karya sastra Romeo &amp;amp; Juliet karya Shakespeare ini diterjemahkan secara bebas oleh Jerome Robbins dalam bentuk drama panggung. Kemudian diangkat ke layar lebar lewat kerja sama dengan Robert Wise. Hasilnya adalah sebuah film musikal dengan drama romantis yang kuat, parade akting yang brilian, musik yang memorable, serta koreografi yang mengagumkan.&lt;br /&gt;Tertanggal &lt;b&gt;1 Maret 2011&lt;/b&gt;. Rating STB &lt;b&gt;10 &lt;/b&gt;dari 10.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/07/tree-of-life.html" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/73/05/73052_gal.jpg" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;klik gambar diatas untuk membaca ulasan&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Rasanya cuma Terrence Malick yang berani mengangkat tema abstrak kehidupan, kematian, dan eksistensi manusia ke dalam sebuah film layar lebar. Tema yang biasa hanya dibahas di dalam kelas-kelas filsafat itu divisualisasikan oleh Malick ke dalam sebuah drama keluarga berdurasi 139 menit. Hasilnya? Film ini lebih merupakan untaian doa dan puisi dari buah pikiran Malick.&lt;br /&gt;Tertanggal &lt;b&gt;19 Juli 2011&lt;/b&gt;. Rating STB &lt;b&gt;10 &lt;/b&gt;dari 10.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/01/black-swan.html" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://img.scenereleases.info/images/blackswani.jpg" width="215" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;klik gambar diatas untuk membaca ulasan&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Cerita "biasa" tentang persaingan yang terjadi di persiapan pertunjukkan balet, bisa ditransformasikan menjadi drama thriller menegangkan di tangan Darren Aronofsky. Cerita ini diramu sedemikian rupa dimana banyak petunjuk-petunjuk detil yang berhubungan dengan kondisi psikologis dari si pemeran utama. Kenikmatan menonton film ini pun akan tetap terasa setiap kali film ini ditonton ulang. Beruntungnya, ada seorang aktris cantik berbakat yang terlibat dalam film ini, Natalie Portman, yang sukses memegang kendali atmosfer dalam film ini.&lt;br /&gt;Tertanggal &lt;b&gt;26 Januari 2011&lt;/b&gt;. Rating STB &lt;b&gt;9,5 &lt;/b&gt;dari 10.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/01/kings-speech.html" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/_NfsdvUxYGkI/TSXM_0tR3qI/AAAAAAAAZiI/YMvM5SbE80U/s320/the-kings-speech.jpg" width="215" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;klik gambar diatas untuk membaca ulasan&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Film ini memenangkan 4 dari 12 nominasi kategori di penghargaan Oscar tahun 2010, termasuk &lt;i&gt;Best Picture&lt;/i&gt;. Adalah Tom Hooper yang bertanggung jawab menjadikan kisah nyata ini menjadi sebuah tontonan yang seru dan menarik. Berangkat dari naskah asli yang ditulis oleh David Seidler, Tom Hooper mampu meramu elemen-elemen terbaik mulai dari teknis sampai akting. Ditemani oleh scoring orkestra nan megar karya Alexander Desplat dan dipenuhi oleh aktor-aktris papan atas asal Britania Raya, film ini menjadi salah satu yang terbaik di tahun ini.&lt;br /&gt;Tertanggal &lt;b&gt;13 Januari 2011&lt;/b&gt;. Rating STB &lt;b&gt;9&lt;/b&gt; dari 10.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/01/blue-valentine.html" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/_EjZqyGGTTfc/TTdjfEzsw9I/AAAAAAAAAzA/vms3kKiQts8/s320/Blue-Valentine-2010-Movie-Poster.jpg" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;klik gambar diatas untuk membaca ulasan&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Film drama romantis memang telah malang melintang di dunia perfilman. Namun Derek Ciafrance membuat sebuah film drama romantis yang...super galau. Drama yang disajikan benar-benar &lt;i&gt;down to earth&lt;/i&gt; dan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Naskah yang brilian ini pun didukung oleh akting yang luar biasa dari Ryan Gosling dan Michelle Williams. Chemistry diantara mereka berdua sangat kuat untuk ditampilkan di layar. Ketika selesai menonton, dijamin film ini akan membuat anda merenung tentang hubungan anda dengan pasangan anda.&lt;br /&gt;Tertanggal &lt;b&gt;20 Januari 2011&lt;/b&gt;. Rating STB &lt;b&gt;9 &lt;/b&gt;dari 10.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/02/rabbit-hole.html" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-SoP6bR8TrSU/TtkS7FhcOAI/AAAAAAAAAUQ/pt_neTFZFME/s320/MPW-61323.jpg" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;klik gambar diatas untuk membaca ulasan&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sedang mengalami peristiwa duka cita? Ingin belajar bagaimana cara mengatasi perasaan duka tersebut? Atau hanya ingin sekedar melihat bagaimana gambaran lengkapnya? Coba tonton film yang disutradarai oleh John Cameron Mitchell yang diadaptasi dari drama panggung ini. Dibawakan secara cemerlang oleh kuatnya akting dari Nicole Kidman dan Aaron Eckhart, film ini bisa menjadi pengalaman menonton tersendiri untuk kemudian dibawa pada sebuah perenungan.&lt;br /&gt;Tertanggal &lt;b&gt;7 Februari 2011&lt;/b&gt;. Rating STB &lt;b&gt;9 &lt;/b&gt;dari 10.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/05/insidious.html" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://www.viewclips.net/wp-content/uploads/2011/04/Insidious-2010.jpg" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;klik gambar diatas untuk membaca ulasan&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Saya memang bukan penggila film horor, namun saya tidak menghindari film-film horor yang memang memiliki potensial menyeramkan. Untuk kalibrasi, &lt;i&gt;White Lies Beneath, Paranormal Activity, Drag Me to Hell, The Ring, &lt;/i&gt;serta &lt;i&gt;Ju-On&lt;/i&gt; adalah film-film yang mampu membuat saya merinding dan teriak ketakutan. Namun rasanya saya harus menambahkan judul film ini dan menempatkannya pada posisi teratas sebagai film horor yang sangat menyeramkan. Film ini mampu mengkombinasikan elemen kejutan yang biasa digunakan untuk membuat penontonnya lompat dari kursi dengan elemen membangun atmosfer mengerikan yang membangunkan bulu kuduk. Efeknya adalah rasa takut yang tetap tinggal di dalam pikiran sampai berhari-hari setelah menonton film ini.&lt;br /&gt;Tertanggal &lt;b&gt;3 Mei 2011&lt;/b&gt;. Rating STB &lt;b&gt;9 &lt;/b&gt;dari 10.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/06/x-men-first-class.html" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://static.muveez.com/media/x-men-first-class-teaser.jpg" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;klik gambar diatas untuk membaca ulasan&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kalau saya telah memasukkan film superhero &lt;i&gt;Kick-Ass&lt;/i&gt; ke dalam deretan &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2010/12/sobekan-tiket-terbaik-2010.html"&gt;Sobekan Tiket Terbaik 2010&lt;/a&gt;, maka kali ini saya memasukkan film ini yang sama-sama disutradarai oleh Matthew Vaughn. Seperti formula yang digunakan pada &lt;i&gt;Kick-Ass&lt;/i&gt;, Vaughn menambahkan unsur psikologis dan politik ke dalam setiap karakter manusia-mutan ini. Ya, alih-alih mengekspos kekuatan super yang dimiliki oleh setiap karakter, Vaughn lebih memilih untuk mengekspos kajian kepribadian dan psikologis yang ada. Kedalaman karakter yang signifikan serta drama meyakinkan yang melibatkan salah satu peristiwa nyata, film ini menjadi salah satu film superhero terbaik di tahun ini.&lt;br /&gt;Tertanggal &lt;b&gt;3 Juni 2011&lt;/b&gt;. Rating STB &lt;b&gt;9&lt;/b&gt; dari 10.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/raid.html" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/304404_265200570168582_265196620168977_894617_642024836_n.jpg" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;klik gambar diatas untuk membaca ulasan&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Saya adalah salah satu dari 500 orang yang beruntung yang dapat menyaksikan film ini diputar pertama kali di Indonesia, tepatnya di acara penutupan INAFFF 2011. Setelah Merantau (2009), sutradara asal Wales Gareth Evans melanjutkan kecintaannya pada seni bela diri Indonesia dalam film terbarunya ini. Beda dengan Merantau yang penuh dengan drama, film kali ini akan berisi 80% adegan aksi laga. Ya, mulai dari tembak-tembakan dari senjata api, adu golok, sampai dengan adu jotos tangan kosong. Publik Indonesia boleh berbangga karena telah memiliki film lokal dengan kualitas yang tidak kalah oleh Hollywood.&lt;br /&gt;Tertanggal &lt;b&gt;20 November 2011&lt;/b&gt;. Rating STB&lt;b&gt; 9&lt;/b&gt; dari 10.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/drive.html" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://imgs.abduzeedo.com/files/articles/drive-poster/drive_poster_abdu.jpg" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;klik gambar diatas untuk membaca ulasan&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Film-film drama kriminal memang selalu menarik, apalagi kali ini film ini berkisah tentang seorang pengemudi &lt;i&gt;get-away&lt;/i&gt; dari berbagai perampokan. Yang berbeda dari film ini adalah bagaimana sutradara Nicholas Winding Refn membawakan film ini dengan gaya &lt;i&gt;art house&amp;nbsp;&lt;/i&gt;yang cantik dan elegan. Atmosfer film dipararelkan dengan karakter pemeran utama; minim dialog, dingin, namun penuh makna dengan kehadian setiap detil kecil. Ketika pecinta film tipikal &lt;i&gt;art house&lt;/i&gt; telah dibuat jatuh cinta selama 3/4 film, Refn memiliki kejutan berdarah yang mewarnai 1/4 terakhir film ini. Belum lagi dengan drama romantis yang canggung, yang dibawakan dengan baik oleh Ryan Gosling dengan Carey Mulligan.&lt;br /&gt;Tertanggal &lt;b&gt;3 Desember 2011&lt;/b&gt;. Rating STB &lt;b&gt;9 &lt;/b&gt;dari 10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-KyEdZI1q7oA/Tv37Ta7JpMI/AAAAAAAAAX4/wmj71LKXHcA/s1600/STB+Terbaik+2011.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="142" src="http://1.bp.blogspot.com/-KyEdZI1q7oA/Tv37Ta7JpMI/AAAAAAAAAX4/wmj71LKXHcA/s200/STB+Terbaik+2011.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-5162626465035062895?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/5162626465035062895/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/sobekan-tiket-terbaik-2011.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/5162626465035062895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/5162626465035062895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/sobekan-tiket-terbaik-2011.html' title='Sobekan Tiket Terbaik 2011'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NfsdvUxYGkI/TSXM_0tR3qI/AAAAAAAAZiI/YMvM5SbE80U/s72-c/the-kings-speech.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-2266696131175957925</id><published>2011-12-26T21:47:00.000+07:00</published><updated>2011-12-27T15:22:24.845+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='***'/><title type='text'>Sherlock Holmes: A Game of Shadow</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-QZ3nvSAAh2M/Tvl7hjBkwiI/AAAAAAAAAXA/db7ME95AnZg/s1600/300182.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://2.bp.blogspot.com/-QZ3nvSAAh2M/Tvl7hjBkwiI/AAAAAAAAAXA/db7ME95AnZg/s400/300182.jpg" width="272" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sekuel, sekuel, dan sekuel. Entah sampai kapan industri perfilman Hollywood akan bosan untuk membuat sekuel untuk film-film &lt;i&gt;box office&lt;/i&gt; mereka. Namun selama film-film mereka dapat mengeruk uang sebanyak mungkin, rasanya tradisi sekuel ini akan terus bertahan. Ya, sekuel sih boleh saja asal tetap semenarik atau bahkan meningkat kualitasnya dibandingkan film sebelumnya. Lalu bagaimana dengan petualangan detektif Inggris yang kelewat cerdas dan terlampau eksentrik, Sherlock Holmes? Film orisinilnya yang dirilis tahun 2009 kemarin telah menuai banyak pujian karena sutradara &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0005363/"&gt;Guy Ritchie&lt;/a&gt; mampu menghadirkan jenis baru film detektif yang penuh dengan misteri, plus memvisualisasikan berbagai ciri khas dari Sherlock Holmes ke dalam layar. Kini hadir sekuel kedua yang bermaksud untuk meneruskan film orisinilnya, &lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Sherlock Holmes: A Game of Shadows&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelidikan kejahatan dan konspirasi Sherlock Holmes (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000375/"&gt;Robert Downey Jr.&lt;/a&gt;) membawanya ke sebuah nama dengan reputasi yang cukup tinggi; Prof. James Moriarty (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0364813/"&gt;Jared Harris&lt;/a&gt;). Ternyata kepintaran Holmes akhirnya menemukan tandingannya, yaitu Moriarty yang memang ahli strategi dan pintar untuk menghilangkan jejak dari setiap kejahatannya. Dibantu oleh teman setianya yang telah menikah, Dr. John Watson (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000179/"&gt;Jude Law&lt;/a&gt;) dan Sherlock Holmes berusaha untuk mengumpulkan bukti dan menggagalkan rencana jahat Moriarty yang mengancam benua Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formula baku sebuah sekuel tetap diusung oleh para pembuat film ini. Untuk menambah keseriusan sebuah kasus, tingkatkan saja daya hancur dari sebuah rencana jahat dan perluas wilayah targetnya. Jika pada film pertama, Lord Blackwood "hanya" mengincar kehancuran Inggris Raya, maka kali ini Prof. James Moriarty ingin menciptakan perang besar di benua Eropa. Selain itu, Prof. James Moriarty juga "diberkahi" oleh intelegensi yang menyaingi kecerdasan seorang Sherlock Holmes. Perencanaan strategi yang matang, serta kemampuan untuk membaca situasi bahkan sampai situasi yang belum terjadi, menjadikan karakter Moriarty sebagai seorang&amp;nbsp;&lt;i&gt;arch-enemy&lt;/i&gt; atau musuh seimbang dari Holmes.&amp;nbsp;Plot ini tentunya jauh lebih menarik dan lebih menegangkan dibandingkan film pertamanya. Namun bagaimana dengan eksekusinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content8.flixster.com/rtmovie/84/69/84690_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://content8.flixster.com/rtmovie/84/69/84690_gal.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/sherlock_holmes_a_game_of_shadows/pictures/#47"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Beruntung sutradara berbakat asal Inggris Guy Ritchie masih tertarik untuk melanjutkan kerjanya menceritakan detektif terkenal dengan kebangsaan yang sama dengannya, kalau tidak entah apa yang akan terjadi dengan franchise Sherlock Holmes. Oh ya, seorang pahlawan fiktif Inggris idealnya diarahkan oleh seorang Inggris sejati. Apalagi memang Ritchie sudah berpengalaman menukangi film-film drama kriminal yang berliku-liku dan penuh misteri seperti &lt;i&gt;Lock, Stock, and Two Smoking Barrels&lt;/i&gt; (1998) dan &lt;i&gt;Snatch &lt;/i&gt;(2000). Arahannya pada &lt;i&gt;Sherlock Holmes&lt;/i&gt; (2009) jelas masih menunjukkan segala macam ciri khas seorang Guy Ritchie, seperti kisahnya yang berliku dan bagaimana penonton diajak untuk turut serta berpikir bersama Holmes. Namun pada film terbarunya kali ini, Ritchie terlihat sangat memanjakan penontonnya, dengan melemparkan semua tanggung jawab untuk berpikir kepada Sherlock Holmes dan membiarkan penonton untuk duduk manis menikmati jalan cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti film pertamanya, dari awal film penonton telah diberitahu siapa musuh utama yang harus dihadapi oleh Sherlock Holmes. Kemudian jalan cerita pun bergerak seiring dengan usaha Holmes untuk mengumpulkan petunjuk dan bukti yang dapat menjerat si tokoh antagonis. Yang mengasyikkan pada film pertama adalah bagaimana Holmes mengajak penontonnya untuk turut bingung serta nyaris putus asa untuk mengungkap kejahatan Lord Blackwood. Formula pada film kedua ini pun sebelas-duabelas dengan film pertama; penonton diberitahu siapa musuh utama di awal film, untuk kemudian bersama-sama mengumpulkan petunjuk dan bukti-bukti melawan Moriarti. Namun Holmes terlalu pintar disini, dan tidak meninggalkan sisa petunjuk bagi penonton untuk ikut berkontribusi menguak konspirasi Moriarty. Minimnya misteri yang tersaji di layar pun menurunkan suspens yang ada dalam film ini. Yang pada akhirnya, penonton hanya pasrah saja pada duet Holmes dan Watson untuk menggagalkan rencana jahat Moriarty. Adu pintar antara Holmes dan Moriarty yang digambarkan dalam film ini memang menarik dan seru, tapi setelah itu adegan tersebut seakan sekedar numpang lewat saja.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content6.flixster.com/rtmovie/84/67/84672_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="252" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/84/67/84672_gal.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/sherlock_holmes_a_game_of_shadows/pictures/#29"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Namun ada beberapa unsur yang cukup menghibur dalam film ini. Kali ini penonton diperkenalkan dengan Mycroft Holmes, kakak kandung dari Sherlock Holmes. Berbeda dari Sherlock, Mycroft memiliki penampilan yang besar dan terlampau cuek. Namun Mycroft ternyata jauh lebih cerdas daripada Sherlock, namun tidak memiliki niat dan motivasi yang cukup untuk menggunakan kecerdasan tersebut dalam usaha mengungkap kejahatan. Selain itu, ada seorang gipsi Perancis yang mewarnai layar kali ini, meskipun perannya tidak cukup signifikan dalam membantu Holmes dan Watson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiburan positif yang lain adalah bagaimana Guy Ritchie mempertahankan ciri khas editingnya yang sangat menarik. Gabungan antara shot-shot cepat dan super slow-motion yang dijahit dalam satu adegan yang sangat memanjakan mata dan telinga. Setidaknya ada satu adegan yang cukup menegangkan dan unggul di berbagai aspek teknisnya, yaitu kejar-kejaran di hutan yang ada dalam trailer juga. Ya setidaknya adegan tersebut cukup ampuh untuk menutupi berbagai kekurangan dalam film ini. Keasyikan yang lain adalah bagaimana film ini memberikan &lt;i&gt;homage &lt;/i&gt;pada film orisinilnya yaitu beberapa adegan yang pararel mirip. Mulai dari bagaimana Holmes memamerkan kemampuannya "membaca" seseorang terhadap wanita dan kemampuan observasi mendetil yang sangat berguna untuk mencari petunjuk baru.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content6.flixster.com/rtmovie/84/68/84680_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="258" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/84/68/84680_gal.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/sherlock_holmes_a_game_of_shadows/pictures/#37"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Akhir kata, film ini memang masih menghibur dan mengobati kerinduan penonton akan karakter nyentrik dan cerdas dari Sherlock Holmes. Namun jangan terlalu menaruh harapan terlalu tinggi bagi yang mendambakan keasyikan mengupas misteri seperti film pendahulunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="315" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/QU0SEeQJy0c?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/QU0SEeQJy0c?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;USA | 2011 | Action/Crime/Mytery | 129 Mins. | Aspect Ratio 2.35 : 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;26 Desember 2011&lt;/b&gt; -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-2266696131175957925?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/2266696131175957925/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/sherlock-holmes-game-of-shadow.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/2266696131175957925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/2266696131175957925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/sherlock-holmes-game-of-shadow.html' title='Sherlock Holmes: A Game of Shadow'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-QZ3nvSAAh2M/Tvl7hjBkwiI/AAAAAAAAAXA/db7ME95AnZg/s72-c/300182.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-8132494176527204904</id><published>2011-12-21T11:38:00.000+07:00</published><updated>2011-12-27T15:16:09.270+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='****'/><title type='text'>Mission: Impossible - Ghost Protocol</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content8.flixster.com/rtmovie/83/60/83606_gal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://content8.flixster.com/rtmovie/83/60/83606_gal.jpg" width="270" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Lima belas tahun semenjak serial televisi &lt;i&gt;Mission: Impossible&lt;/i&gt; diadaptasi ke layar lebar dan lima tahun semenjak franchise ketiga layar lebarnya dirilis, Agen Ethan Hunt kembali untuk menuntaskan misinya. Terhitung empat sutradara yang berbeda menyutradarai keempat instalmen dari kisah petualangan agen Ethan Hunt. Mulai dari&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000361/"&gt;Brian De Palma&lt;/a&gt; - &lt;i&gt;Mission: Impossible&lt;/i&gt; (1996), &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000247/"&gt;John Woo&lt;/a&gt; - &lt;i&gt;Mission: Impossible II&lt;/i&gt; (2000), &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0009190/"&gt;J. J. Abrams&lt;/a&gt; - &lt;i&gt;Mission: Impossible III&lt;/i&gt; (2006), dan kini &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0083348/"&gt;Brad Bird&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang akan memegang kendali instalmen keempat dan terbaru ini; &lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Mission: Impossible - Ghost Protocol&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung Kremlin di Moscow meledak, Ethan Hunt yang kebetulan berada di lokasi pun disalahkan. Pemerintah Amerika menjadi kambing hitam, organisasi rahasia IMF pun disangkal. Ternyata ada teroris yang memiliki kode rahasia peluncuran nuklir dari Rusia yang ingin menyerang Amerika. Presiden AS pun dengan sangat terpaksa menyatakan operasi "&lt;i&gt;Ghost Protocol&lt;/i&gt;"; keberadaan IMF tidak diakui, tidak ada bantuan dalam bentuk apapun, namun Ethan Hunt dan kawan-kawan harus menghentikan teroris tersebut sebelum misil nuklir diluncurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plot kebaikan melawan kejahatan yang ditawarkan instalmen M:I terbaru ini memang sangat sering diangkat oleh film-film aksi lainnya; menghentikan peluncuran nuklir sebelum terlambat. Plot yang merupakan "lagu lama" ini memiliki konsekuensi terhadap kenikmatan penonton dalam menunggu hasil akhir yang pastinya akan 11-12 dengan film lainnya yang memiliki plot yang sama. Plot lama ini pun hanya dimodifikasi sedemikian rupa dengan konsep "&lt;i&gt;last seconds&lt;/i&gt;". Diluar hal-hal lama tersebut, berbagai unsur baru dalam film ini cukup mendongkrak kenikmatan menonton. Mulai dari berbagai adegan aksi yang ada, alat-alat teknologi canggih yang belum pernah terpikirkan sebelumnya (setidaknya di seperempat awal film), sampai dengan unsur komedi yang cukup kena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content6.flixster.com/rtmovie/84/49/84492_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="227" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/84/49/84492_gal.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/mission_impossible_ghost_protocol/pictures/#18"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Plot tentang peluncuran nuklir memang lagu lama, tetapi M:I menyuguhkan cara baru untuk menuntaskan misi tersebut; sebuah misi dengan alat-alat yang konvensional (baca: tidak canggih). Keberadaan IMF disangkal oleh pemerintah, hal ini membuat Ethan dan kawan-kawan hanya bisa menggunakan alat-alat yang ada di lapangan saat itu juga. Maaf bagi para pencinta alat-alat canggih, tapi ini adalah kali pertama bagi Ethan Hunt dkk melakukan penyamaran tanpa mesin pencetak wajah samaran milik IMF yang terkenal itu. Komunikasi lewat walkie-talkie yang terbatas jaraknya, dan alat pelacak yang juga terbatas kemampuannya. Tetapi bukan berarti film ini tanpa alat-alat spionase canggih sama sekali, penonton masih dihibur oleh berbagai alat menarik yang muncul di awal film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan utama dari franchise M:I di layar lebar memang adalah setiap adegan aksi yang cukup gila. Nilai plus dari semua itu adalah bagaimana &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000129/"&gt;Tom Cruise&lt;/a&gt; bersedia melakukan setiap adegan aksi tersebut tanpa bantuan dari stunt. Oh ya, termasuk bagaimana Ethan Hunt yang memanjat gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa. Tanpa bantuan tali pengaman (setidaknya seperti apa yang terlihat di layar), adegan ini cukup membuat adrenalin mengalir deras - tidak heran jika shot adegan ini menjadi produk utama sebagai media promosi.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content9.flixster.com/rtmovie/84/49/84499_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://content9.flixster.com/rtmovie/84/49/84499_gal.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/mission_impossible_ghost_protocol/pictures/#25"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Tidak hanya adegan aksi, instalmen keempat M:I ini masih mempertahankan beberapa ciri khasnya. &lt;i&gt;Self-destruct instrument&lt;/i&gt; yang memberikan instruksi misi, yang kemudian diekstensikan sampai ke telepon umum bahkan manusia. Belum lagi, &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0670408/"&gt;Michael Giacchino&lt;/a&gt;&amp;nbsp;melakukan tugasnya dengan sangat-sangat baik dengan mengaransemen ulang lagu tema M:I karya &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0006277/"&gt;Lalo Schifrin&lt;/a&gt;&amp;nbsp;menjadi lebih bergaya. Giacchino juga mengangkat tensi adegan dengan &lt;i&gt;scoring &lt;/i&gt;yang tetap menggunakan sedikit &lt;i&gt;sample &lt;/i&gt;dari lagu tema tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuat film dan penonton perlu berterima kasih atas &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0670408/"&gt;Simon Pegg&lt;/a&gt;, yang dalam film ini diberi kepercayaan lebih untuk turun ke lapangan dan diberikan porsi yang lebih banyak atas karakternya, Benji. Karena lewat Pegg, film aksi serius khas M:I menjadi sangat berwarna dengan setiap lelucon dan kekocakan yang ditampilkannya. Ya, praktis semua humor yang ada dalam film ini dihasilkan oleh karakter Benji yang memang kocak. Memang inilah saatnya karakter Benji diberikan porsi lebih di film-film aksi "serius" demi membuat jalan cerita menjadi lebih ringan.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content9.flixster.com/rtmovie/84/49/84491_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://content9.flixster.com/rtmovie/84/49/84491_gal.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/mission_impossible_ghost_protocol/pictures/#17"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Selain Simon Pegg, ada satu karakter baru yang diperkenalkan kepada penonton; Agen Brandt yang diperankan dengan sangat baik oleh aktor laga yang sedang naik daun&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0719637/"&gt;Jeremy Renner&lt;/a&gt;. Tampilnya karakter Brandt di sisi Ethan Hunt tentunya adalah sebuah kekuatan tambahan baru di sisi IMF yang khas dengan agen-agen lapangan yang jago berkelahi dengan tangan kosong. Dengan perkenalan karakter yang cukup kuat dari Brandt, dan berbagai adegan aksi yang dilakukannya, seperti pembuat film ingin mempersiapkan skenario dimana Brandt akan menggantikan peran vital Hunt dalam franchise M:I berikutnya. Salah satu bukti kuatnya adalah bagaimana kali ini Brandt - bukan lagi Ethan Hunt - yang mengeksekusi adegan aksi khas dari franchise M:I dimana si karakter protagonis harus terjun dari ketinggian tertentu dan harus "melayang" beberapa sentimeter dari permukaan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit kelemahan dari film ini adalah bagaimana sosok antagonis yang ditampilkan memiliki gambaran karakter yang cukup lemah jika dibandingkan dengan peran-peran antagonis dari ketiga instalmen M:I sebelumnya. Karakter antagonis dari instalmen M:I sebelumnya memiliki hubungan personal yang signifikan dengan Ethan Hunt, sehingga menjadikan drama yang tersaji menjadi lebih tergali. Lihat saja bagaimana Jim Phelps (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000685/"&gt;Jon Voight&lt;/a&gt;) yang seorang mentor bagi Ethan Hunt tiba-tiba berkhianat padanya, lalu Sean Ambrose (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0779084/"&gt;Dougray Scott&lt;/a&gt;) yang mantan agen IMF dan juga membahayakan nyawa &lt;i&gt;love-interest&lt;/i&gt; dari Ethan, lalu ada &lt;i&gt;bad-ass&lt;/i&gt; Owen Davian (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000450/"&gt;Philip Seymour Hoffman&lt;/a&gt;) yang tidak hanya kuat secara fisik namun juga psikotik dan sadistic yang menculik pacar dari Ethan. Namun kini, ada Hendricks (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0638824/"&gt;Michael Nyqvist&lt;/a&gt;) seorang teroris Rusia yang tidak memiliki hubungan signifikan dengan Ethan. Hal tersebut memang ditutupi oleh rencana jahat Hendricks yang ingin membuat dunia terjebak dalam perang nuklir, namun porsi peran antagonis serta kedalaman karakternya menjadi dikesampingkan dalam film ini.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content8.flixster.com/rtmovie/84/49/84498_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://content8.flixster.com/rtmovie/84/49/84498_gal.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/mission_impossible_ghost_protocol/pictures/#24"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Hal lain yang menutupi tidak begitu diangkatnya peran antagonis ke permukaan adalah bagaimana pembuat film fokus pada sub-plot dari setiap anggota dari tim Ethan Hunt kali ini. Masa lalu dari Brandt, dendam Jane &amp;nbsp;&amp;nbsp;(&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm1745736/"&gt;Paula Patton&lt;/a&gt;)&amp;nbsp;atas terbunuhnya pacarnya, dan naik pangkatnya Benji. Semua sub-plot ini hadir dalam porsi yang cukup dan merata. Setidaknya cukup untuk membuat penonton jatuh hati pada setiap karakter jagoan yang ada dalam film ini. Jika M:I 5 mampu menghadirkan sub-plot karakter plus kedalaman karakter dari peran antagonis, maka bukan tidak mungkin film tersebut akan jauh lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan film ini tentunya tidak lepas dari peran sutradara dan penulis naskah, yang sama-sama melakukan debut masing-masing dalam film ini. Penulis naskah &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0032227/"&gt;Josh Appelbaum&lt;/a&gt; yang biasa menulis naskah serial televisi dan Brad Bird yang baru kali ini menyutradari film &lt;i&gt;live-action&lt;/i&gt; setelah sebelumnya menyutradarai film-film Pixar seperti &lt;i&gt;The Incredibles&lt;/i&gt; (2004) dan &lt;i&gt;Ratatouille &lt;/i&gt;(2007). Brad Bird sendiri terbukti sangat baik untuk menyutradarai film sekelas franchise M:I yang telah memiliki basis fans tersendiri. Jelas perpaduan antara sutradara yang biasa menangani film animasi-komedi dengan aktor komikal Simon Pegg menjadi kombinasi yang pas untuk menambahkan unsur komedi dalam serial M:I. Namun Brad Bird juga terbukti sukses untuk meningkatkan kualitas franchise M:I dimana instalmen kedua dan ketiganya kurang disukai oleh penonton. Kini di tangah Brad Bird, franchise M:I memiliki masa depan yang cerah. Apalagi melihat kemungkinan bagaimana Agent Brandt akan menjadi tokoh utama dalam serial M:I selanjutnya. Yeay!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, film ini jelas sangat menghibur baik dari segi aksi sampai ke segi drama. Rasanya tidak berlebihan jika film ini disebut sebagai installment yang terbaik di franchise layar lebar M:I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="315" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/V0LQnQSrC-g?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/V0LQnQSrC-g?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;USA | 2011 | Action/Adventure/Thriller | 133 Mins. | Aspect Ratio 1.44 : 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;21 Desember 2011&lt;/b&gt; -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-8132494176527204904?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/8132494176527204904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/mission-impossible-ghost-protocol.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/8132494176527204904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/8132494176527204904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/mission-impossible-ghost-protocol.html' title='Mission: Impossible - Ghost Protocol'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-5653067066850138745</id><published>2011-12-20T11:49:00.000+07:00</published><updated>2011-12-21T13:31:54.625+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='***'/><title type='text'>Machine Gun Preacher</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://images.huffingtonpost.com/2011-08-17-MACHINEGUNPREACHER.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://images.huffingtonpost.com/2011-08-17-MACHINEGUNPREACHER.jpg" width="270" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seberapa tinggi jiwa sosial yang harus dimiliki untuk menolong anak-anak yatim piatu di Afrika? Setinggi mungkin bahkan sampai rela mengesampingkan tanggung jawab sebagai kepala keluarga? Mari berkenalan dengan Sam Childers, seorang mantan pengguna narkoba yang kini mengabdi untuk menyelamatkan sebanyak mungkin anak-anak Sudan. Kisah hidupnya kini telah diadaptasi dalam bentuk film oleh penulis naskah debutan &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0445669/"&gt;Jason Keller&lt;/a&gt; dan disutradarai oleh &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0286975/"&gt;Marc Foster&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(&lt;i&gt;Finding Neverland, Quantum of Solace&lt;/i&gt;) dalam &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Machine Gun Preacher&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sam Childers memiliki masa lalu yang cukup kelam; anggota geng motor besar, pemabuk, pengguna narkoba, sampai pernah membunuh gelandangan. Namun semua itu berubah ketika dia dibaptis di sebuah gereja dan bertobat kepada Tuhan. Terinspirasi oleh pastor dan tayangan televisi, dia pun pergi ke Sudan untuk membantu apapun yang dibutuhkan disana. Namun pengalaman selama beberapa minggu di Sudan ternyata sangat menyentuh hatinya, terutama ketika melihat fakta bahwa anak-anak yang kehilangan orang tua dipaksa untuk menjadi tentara. Hatinya yang tergerak untuk membantu anak-anak di Afrika ternyata malah membuat Sam menjadi terobsesi. Obsesi inilah yang membuat posisi Sam sebagai ayah dari istri dan satu anak perempuan menjadi goyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini sebenarnya adalah sebuah film yang sangat inspiratif. Meninggalkan "dosa-dosa" masa lalu, menemukan Tuhan, kemudian membantu anak-anak terlantar di Afrika. &lt;i&gt;Too good to be true&lt;/i&gt;, tapi ini terjadi dalam kehidupan nyata pada seorang Sam Childers yang asli - walaupun dalam film ini dibubuhi banyak detil yang didramatisasi. Tidak ada yang lebih mulia dibandingkan dengan menjual bisnis demi membeli sebuah truk tambahan untuk dapat mengangkut anak-anak yang lebih banyak di Sudan. Namun apakah demi tujuan mulia tersebut, peran sebagai kepala keluarga harus ditinggalkan? Itulah yang ingin digali dan digambarkan oleh film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content9.flixster.com/rtmovie/81/76/81763_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://content9.flixster.com/rtmovie/81/76/81763_gal.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/machine_gun_preacher/pictures/#7"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Entah bagaimana yang dialami oleh Sam Childers yang asli, namun Gerard Butler membuat karakter Sam dalam film ini terlihat sebagai seseorang yang terlalu terobsesi dalam kerja sosial dan memiliki kecenderungan &lt;i&gt;Post-traumatic Stress Disorder&lt;/i&gt;. Pulang pergi dari Amerika ke Sudan dan terekspos oleh perbedaan material dan budaya yang ekstrim dari dua negara tersebut mengubah Sam perlahan-lahan. Hal-hal material dan duniawi menjadi tidak penting lagi bagi hidup Sam, dan hal ini menjadi sebuah kejutan tersendiri bagi anak dan istrinya. Kepentingan-kepentingan keluarga mulai dikesampingkan demi memprioritaskan hidup dan nyawa anak-anak Sudah yang ia selamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontroversi pribadi Sam Childers yang berubah sama sekali tidak hanya berhenti disitu. Traumanya melihat anak-anak yang meninggal dengan cara yang mengerikan secara perlahan membuat dia menjadi seorang pemburu bayaran. Ya, memburu dan membunuh tentara-tentara pemberontak &lt;i&gt;Lord's Resistance Army&lt;/i&gt; (LRA) yang menculik anak-anak untuk menyelamatkan anak-anak tersebut. Tujuannya, sekali lagi, sangat mulia; tinggal di panti asuhan jauh lebih baik dibandingkan memegang senjata dan membunuh orang bagi anak-anak yatim piatu tersebut. Tapi melawan kekerasan dengan kekerasan? Melawan peluru dengan peluru? Mengingat profesi Sam sebagai seorang pendeta di negara asalnya membuat tindakan Sam di Sudan menjadi ironis. Tidak heran jika dia mendapat julukan "&lt;i&gt;Machine Gun Preacher&lt;/i&gt;" oleh jemaat dan media di Amerika. Beberapa orang mungkin tidak setuju dengan bagaimana cara Sam menyelamatkan anak-anak tersebut, karena peluru tidak akan memuluskan jalan perdamaian. Tapi alasan Sam yang diungkapkan pada shot dokumentasi di &lt;i&gt;ending credit title&lt;/i&gt; cukup logis; jika dia bisa membawa pulang hidup-hidup anak anda yang diculik, "bagaimana caranya" apakah menjadi hal yang penting bagi anda?&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content6.flixster.com/rtmovie/81/76/81768_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/81/76/81768_gal.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/machine_gun_preacher/pictures/#12"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Film memang menjadi alat yang ampuh untuk menyebarkan tindakan mulia dari seorang Sam Childers. Penonton dapat melihat dan mendapat gambaran jelas mengenai seperti apa keadaan di Afrika sana. Namun apakah film adaptasi ini adalah satu-satunya pilihan untuk menceritakan kisah heroik tersebut? Apalagi jalan hidup Sam yang berliku dan penuh dengan perubahan psikologis yang cukup signifikan. Sayangnya, gaya penceritaan dari sutradara Marc Foster tidak mampu untuk membuat perubahan tersebut menjadi mulus. Pada seperempat awal film, Marc terlihat terburu-buru untuk membuat Marc cepat-cepat "bertobat". Namun sisanya, terlihat bagaimana Marc ingin fokus pada dinamika kehidupan Sam antara Amerika dan Sudan. Padahal, proses bertobatnya Sam adalah tiang pondasi terkuat yang akan mengarahkan kemana jalan hidup Sam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titik balik kehidupan Sam yang kurang digambarkan dengan baik ini ternyata memiliki implikasi terhadap kedalaman karakter di jalan cerita selanjutnya. Penonton menjadi seakan diceramahi dan disuapi oleh setiap tindakan gagah berani, rela berkorban, dan heroik dari seorang Sam Childers yang mempertaruhkan nyawa di Sudan. Tapi penonton tidak mengetahui secara utuh apa alasan dan motivasi Sam sehingga dia mau mempertaruhkan nyawa dan mengesampingkan keluarganya demi anak-anak Sudan. Hal ini malah menjadikan citra diri Sam sebagai seorang pemburu bayaran yang menyelamatkan anak-anak. Sebagian penonton mungkin akan memberi maklum, bahkan pujian, pada Sam. Namun ada sebagian penonton yang tidak habis pikir, bahkan cenderung tidak setuju dengan cara Sam menyelamatkan anak-anak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content7.flixster.com/rtmovie/81/77/81773_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://content7.flixster.com/rtmovie/81/77/81773_gal.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/machine_gun_preacher/pictures/#17"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Belum lagi bagaimana film ini akan membuat penonton yang non-kristiani akan sedikit terganggu oleh banyaknya khotbah yang ada dalam film ini. Mungkin pula penonton kristiani akan merasa risih oleh khotbah-khotbah Sam yang berapi-api namun sedikit mengundang kontroversial di beberapa bagian. Namun diluar itu, film ini akan sangat membuka cakrawala pandang tentang apa yang sedang terjadi di negara-negara Afrika bagian tengah, khususnya Sudan dan Uganda. Pembantaian keji, pemerkosaan, pembunuhan, penculikan, dan hal-hal mengerikan lainnya yang tidak terpikir bisa terjadi pada seorang manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, film ini mungkin terlalu banyak berkhotbah tentang agama dan Tuhan, tetapi film ini cukup memenuhi tujuan awalnya; untuk memberitakan tentang tindakan mulia seorang Sam Childers di Afrika. Yang sebenarnya mungkin saja jenis dokumenter akan lebih tepat untuk mendokumentasikan Sam Childers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="315" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/eddnloOFjwY?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/eddnloOFjwY?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;USA | 2011 | Drama/Action/Crime/War/Biography | 129 Mins. | Aspect Ratio 2.35 : 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;19 Desember 2011&lt;/b&gt;-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-5653067066850138745?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/5653067066850138745/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/machine-gun-preacher.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/5653067066850138745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/5653067066850138745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/machine-gun-preacher.html' title='Machine Gun Preacher'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-5705673479244030924</id><published>2011-12-12T23:57:00.000+07:00</published><updated>2011-12-13T23:16:19.303+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='***'/><title type='text'>Puss in Boots</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-nZDUXo2GIhg/Tf-nXXv5urI/AAAAAAAAG_c/r5S8ssfJE6Q/s1600/MarketSaw_01+Jun.+20+17.01.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-nZDUXo2GIhg/Tf-nXXv5urI/AAAAAAAAG_c/r5S8ssfJE6Q/s320/MarketSaw_01+Jun.+20+17.01.jpg" width="217" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Semenjak kemunculannya tujuh tahun yang lalu dalam &lt;i&gt;Shrek 2&lt;/i&gt; (2004), karakter kucing yang jago menggunakan pedang dan bersepatu boot ini menjadi salah satu karakter yang cukup membuat para penggemar franchise Shrek tersenyum gemas. Apalagi kalau bukan senjata rahasianya; mata memelas khas kucing yang minta dimanja. Cukup yakin dengan basis fans yang cukup kuat, rumah produksi Dreamworks Animation pun membuat satu film khusus untuk menceritakan latar belakang salah karakter yang tampil di tiga film Shrek itu, &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Puss in Boots&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memulihkan nama baik akibat tindakan masa lalunya, Puss in Boots (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000104/"&gt;Antonio Banderas&lt;/a&gt;) ingin mencuri kacang ajaib dari duet penjahat Jack &amp;amp; Jill. Namun usaha Puss harus diintervensi oleh kucing yang juga ahli dalam berkelahi, Kitty Softpaws (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000161/"&gt;Salma Hayek&lt;/a&gt;), dan membuatnya bertemu kembali dengan sahabat lama - yang sekarang menjadi musuh - Humpty Dumpty (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0302108/"&gt;Zach Galifianakis&lt;/a&gt;). Dihantui oleh masa lalu kelam dengan Humpty Dumpty, akhirnya Puss memutuskan untuk membantunya mencuri kacang ajaib, pergi ke Istana Raksasa, mengambil telur emas, dan memulihkan nama baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Dreamworks Animation memutuskan untuk memfilmkan karakter Puss in Boots membuktikan bahwa karakter dengan &lt;i&gt;archetype &lt;/i&gt;pahlawan masih lebih menarik bagi khalayak ramai dibandingkan dengan karakter dengan &lt;i&gt;archetype &lt;/i&gt;joker, seperti Donkey atau Ginger Bread. Karena memang archetype hero menjanjikan jalan cerita yang penuh aksi petualangan dan ketegangan tersendiri, dibandingkan archetype non-hero dimana jalan cerita akan cenderung datar dan lebih condong ke drama. Apalagi dalam franchise Shrek, Puss memiliki kedalaman karakter yang menarik untuk digali masa lalunya. Seekor kucing yang cerdik, namun berpihak pada kaum lemah, sekaligus menggemaskan? Setidaknya film dimana Puss menjadi karakter utama ini akan ditonton oleh banyak kaum hawa dan kelompok pencinta kucing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content6.flixster.com/rtmovie/82/87/82872_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="170" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/82/87/82872_gal.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/1209933-puss_in_boots/pictures/#27"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Bagi penggemar karakter Puss, tentunya film ini akan sangat memuaskan dan menghibur. Jalan cerita yang diberikan akan menelanjangi si kucing ini, dalam artian yang sebenarnya. Masa kecil Puss di kota kecil San Ricardo, hingga pertemanannya dengan Humpty Dumpty yang mengubah garis kehidupan Puss selamanya. Kuatnya karakter Puss juga membuat penonton menjadi nyaman dan penasaran untuk mengikuti petualangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensi dari penggambaran karakter dengan logat Latino tentu adalah setting latar belakang di sebuah tempat di Amerika Latin. Maka tidak heran jika ada beberapa kata dalam bahasa Spanyol yang dipertahankan dalam film ini demi memperkental suasana Latin; &lt;i&gt;lecce &lt;/i&gt;(susu), &lt;i&gt;gato &lt;/i&gt;(kucing), &lt;i&gt;diablo &lt;/i&gt;(setan). Selain itu, film ini juga cukup tepat dalam menggambarkan sedikit budaya dari Amerika Latin, terutama hubungan antar teman dan keluarga. Dalam film ini jelas terlihat bagaimana peran ibu menjadi sangat signifikan dalam hidup seseorang (dan sesekucing) di Amerika Latin. Apa saja akan dilakukan demi membahagiakan dan tidak mengecewakan sang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuat film yang kebanyakan terlibat dalam empat franchise Shrek sebelumnya, masih mempertahankan formula yang sama yaitu memparodikan berbagai cerita dongeng ke dalam satu cerita panjang. Karakter Puss in Boots sendiri berasal dari cerita dongeng yang terdapat dalam kumpulan cerita dongeng dan lagu pengantar tidur, Mother Goose. Berikut pula tokoh antagonis dalam film ini, Jack dan Jill dan juga teman lama Puss, Humpty Dumpty yang juga merupakan karakter dalam lagu pengantar tidur dalam Mother Goose. Film ini pun memberikan homage kepada Mother Goose dengan memunculkan karakter Mother Goose dalam artian yang sebenarnya. Nah karakter-karakter ini kemudian dipersatukan dalam sebuah cerita petualangan dengan pondasi kisah dongeng kacang ajaib yang akan tumbuh menjadi pohon besar yang mencapai suatu istana diatas awan, dimana ada seekor angsa yang bisa bertelur emas.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content6.flixster.com/rtmovie/82/86/82868_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="170" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/82/86/82868_gal.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/1209933-puss_in_boots/pictures/#23"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Yang menarik adalah visualisasi dari tokoh-tokoh dongeng ini adalah bagaimana para pembuat film sangat bebas membuat interpretasinya sendiri. Konsekuensinya tentu saja citra diri yang cukup jauh dari citra asalnya di kisah dongeng dan lagu pengantar tidur di awal mula. Karakter Puss in Boots mungkin masih pararel dengan kisah dongengnya, yaitu seekor kucing yang cerdik dan senang membantu orang yang lemah, walaupun pada dongeng aslinya Puss adalah seekor kucing asal Perancis - bukan dari Amerika Latin. Namun kasihan bagi karakter Humpty Dumpty dan Jack &amp;amp; Jill yang sifat karakternya diputarbalikkan oleh film ini. Dengan karakterisasi dan akting suara yang baik, penonton akan dengan mudah untuk menaruh sebal pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain parade campur sari dunia dongeng, film ini juga menyajikan karakter-karakter baru yang tak kalah menarik. Ada si kucing pencopet bercakar ringan Kitty Softpaws yang menjadi &lt;i&gt;love interest&lt;/i&gt; dari Puss. Namun tidak ada yang spesial dengan kehadiran karakter ini, yang terkesan hanya mempercantik kisah petualangan yang dipenuhi oleh hormon testosteron ini. Mungkin yang banyak mencuri perhatian penonton adalah karakter &lt;i&gt;Ohhh Cat&lt;/i&gt; yang mampu mengundang gelak tawa pada &lt;i&gt;screen time&lt;/i&gt;-nya yang tidak lebih dari tiga detik. Ya, rasanya hanya karakter ini yang mampu memberikan humor yang orisinil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang merupakan &lt;i&gt;spin off&lt;/i&gt; dari franchise Shrek ini jelas tidak dapat dibandingkan dengan film &lt;i&gt;Shrek&lt;/i&gt; (2001). Yang menyentuh hati para penonton Shrek adalah kisah cinta yang tidak biasa antara ogre dengan manusia (yang ternyata ogre juga), dibalut dengan humor campuran dari berbagai dongeng, dan dibungkus dengan soundtrack yang pop. Unsur-unsur ini yang tidak ada dalam Puss in Boots; kisah petualangan yang formulatif dimana unsur romansanya hanya tempelan belaka, humor yang berusaha terlalu keras untuk menjadi lucu, dan scoring yang orkestral dan instrumental - meskipun menggunakan gaya Latin. Tidak heran jika maksud awal Dreamworks Animation membuat film ini adalah sebagai tontonan rumah dalam bentuk DVD saja. Namun dengan kedalaman karakter yang ada, tepatnya situasi kultural Amerika Latin, dan cerita petualangan yang seru dan penuh dengan tipu daya, film ini tetap menjadi sebuah tontonan yang menghibur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="315" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/ITGsYp3kY-g?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/ITGsYp3kY-g?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;USA | 2011 | Animation/Adventure/Comedy/Fantasy | 90 Mins | Aspect Ratio 2.35 : 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Nominated for Best Animated Feature, Washington DC Area Film Critics Association Awards, 2011.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;12 Desember 2011&amp;nbsp;&lt;/b&gt;-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-5705673479244030924?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/5705673479244030924/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/puss-in-boots.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/5705673479244030924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/5705673479244030924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/puss-in-boots.html' title='Puss in Boots'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-nZDUXo2GIhg/Tf-nXXv5urI/AAAAAAAAG_c/r5S8ssfJE6Q/s72-c/MarketSaw_01+Jun.+20+17.01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-4235331862742868618</id><published>2011-12-07T23:45:00.000+07:00</published><updated>2011-12-09T16:00:04.344+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='****'/><title type='text'>The Adventures of Tintin</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content9.flixster.com/rtmovie/77/01/77019_gal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://content9.flixster.com/rtmovie/77/01/77019_gal.jpg" width="270" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Siapa yang tidak kenal Tintin? Tokoh komik rekaan komikus asal Belgia, Herge, ini langsung tenar ketika pertama kali diciptakan tahun 1929 dengan gaya gambar &lt;i&gt;ligne claire&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;clear line&lt;/i&gt;). Kisah-kisah petualangan seorang reporter muda berjambul asal Belgia yang menyelipkan referensi-referensi satir terhadap situasi politik dan budaya di Eropa pada saat itu, membuat komik ini begitu disukai di berbagai negara di Eropa. Setelah mendapatkan hak untuk mengadaptasinya ke dalam layar lebar pada tahun 1983, &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000229/"&gt;Steven Spielberg&lt;/a&gt; harus menunggu 25 tahun agar kecintaannya terhadap Tintin dan Snowy dapat terwujud dalam layar lebar. Menggandeng &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0001392/"&gt;Peter Jackson&lt;/a&gt; untuk mendukung animasi &lt;i&gt;motion capture&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dalam film ini dengan perusahaannya &lt;i&gt;Weta Digital&lt;/i&gt;, Spielberg untuk menyutradarai film animasi pertama dalam karirnya, &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;The Adventures of Tintin&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah petualangan Tintin (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0068260/"&gt;Jamie Bell&lt;/a&gt;) dimulai ketika kapal model Unicorn yang baru saja dibelinya dicuri oleh seseorang. Pertemuannya dengan Ivanovich Sakharine (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0185819/"&gt;Daniel Craig&lt;/a&gt;) membuat Tintin mempelajari bahwa setiap tiruan asli kapal model Unicorn yang legendaris menyimpan suatu rahasia, yang berhubungan dengan misteri karamnya kapal tersebut beberapa abad yang lalu. Investigasi demi artikel berita membuat Tintin bertemu dengan Kapten Haddock (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0785227/"&gt;Andy Serkis&lt;/a&gt;) yang ternyata keturunan terakhir dari kapten kapal Unicorn yang selamat. Tintin, Haddock, dan Snowy pun harus bekerja sama untuk mengungkap misteri kapal Unicorn dan mengapa Sakharine bisa terlibat di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah hasilnya jika seorang sutradara legendaris yang mengubah wajah Hollywood bekerja sama dengan ahli animasi&amp;nbsp;&lt;i&gt;motion capture&amp;nbsp;&lt;/i&gt;yang memborong piala Oscar lewat trilogi&amp;nbsp;&lt;i&gt;Lord of the Rings&lt;/i&gt;. Dipadukan dengan tokoh komik klasik yang fenomenal pada akhir abad ke-20, akan membuat para pencinta reporter berjambul ini bernostalgia, sekaligus mewariskan kisah petualangan ini ke generasi berikutnya. Dengan cerita yang seru dan asyik, didukung dengan visual animasi yang mengagumkan, proyek pertama dari petualangan Tintin yang telah disiapkan ini akan menghibur penonton dari berbagai generasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content8.flixster.com/rtmovie/77/18/77182_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="170" src="http://content8.flixster.com/rtmovie/77/18/77182_gal.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/the_adventures_of_tintin/pictures/#10"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Cerita yang ada dalam film ini diadaptasi dari tiga buku komik yang berbeda; &lt;i&gt;The Crab with the Golden Claws&lt;/i&gt; (1941) dimana Tintin pertama kali berjumpa dengan Kapten Haddock, &lt;i&gt;The Secret of the Unicorn&lt;/i&gt; (1943) dimana Tintin menemukan misteri dari kapal legendaris yang karam, dan kemudian kisah tersebut berlanjut dalam komik sekuelnya, &lt;i&gt;Red Rackham's Treasure&lt;/i&gt; (1944). Kombinasi ini merupakan hal yang cerdas untuk memperlihatkan kepada penonton generasi baru, bagaimana cerita awal Tintin bertemu dengan teman seperjuangannya, Kapten Haddock, sebagai pondasi untuk menuju petualangan mereka menguak misteri kapal Unicorn dan harta karun Red Rackham. Semua ini berkat skenario adaptasi yang awalnya ditulis oleh&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0595590/"&gt;Steven Moffat&lt;/a&gt;, untuk kemudian disempurnakan oleh dua sekawan sutradara/penulis skenario asal Inggris; &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0942367/"&gt;Edgar Wright&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;Hot Fuzz, Shaun of the Dead&lt;/i&gt;) dan &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0180428/"&gt;Joe Cornish&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;Attack the Block&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapinya kesinambungan antar cerita yang diadaptasi dari tiga buku seri komik yang berbeda menjadi keunggulan utama dalam film ini. Pertama-tama, penonton awam diajak untuk berkenalan dengan siapa Tintin dengan mengunjungi rumah dan dinding ruang kerjanya dipenuhi oleh bingkai-bingkai berisi artikel hasil investigasi dan petualangan Tintin sebelumnya. Lalu penonton diajak berkenalan dengan Snowy yang pintar dan menggemaskan, detektif kembar yang kocak Thompson &amp;amp; Thomson, kemudian dengan kapten kapal yang ceroboh dan arogan yang menjadi titik gravitasi dalam film ini, kapten Haddock.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content9.flixster.com/rtmovie/77/18/77183_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="170" src="http://content9.flixster.com/rtmovie/77/18/77183_gal.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/the_adventures_of_tintin/pictures/#11"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Spielberg sangat setia dalam mentransfer segala macam ciri khas Herge dalam komiknya ke dalam versi layar lebar. Humor &lt;i&gt;slapstick &lt;/i&gt;yang menjadi ciri khas humor dalam komiknya, tetap menjadi cara utama untuk membuat penonton (muda) tersenyum, atau bahkan tertawa. Snowy (atau Milou dalam komik terjemahan bahasa Perancis), anjing peliharaan Tintin yang berperan cukup signifikan dalam petualangan Tintin, dan beberapa kali menyelamatkan nyawanya, juga mewarnai kisah yang tergambar di layar lebar. Belum lagi dengan serunya petualangan Tintin dalam membongkar setiap rahasia dan misteri, serta menghindari marabahaya yang dibuat musuh untuk menghentikannya. Mengenai petualangan mencari harta karun, rasanya &amp;nbsp;hanya Spielberg yang mampu membuat kisah tersebut menjadi sebuah film yang sangat menarik - setidaknya itulah pendapat Herge sehingga beliau memberikan hak adaptasinya kepada Spielberg. Hal tersebut juga terlihat dari bagaimana sebuah ulasan membandingkan secara signifikan antara &lt;i&gt;Raiders of the Lost Ark&lt;/i&gt; (1981) dengan kisah petualangan Tintin dalam komik-komiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menonton film animasi ini, bagaikan sebuah pengalaman membaca komik Tintin dengan gambar yang lebih modern dan bisa bergerak, serta memiliki suara dalam dialog dan latar belakang musiknya. Tidak tanggung-tanggung, setiap karakter penting dalam film ini diisi suaranya oleh aktor-aktor Inggris papan atas. Dengan akting suara yang meyakinkan, Jamie Bell-Daniel Craig-Andy Serkis serta dua sekawan Simon Pegg-Nick Frost benar-benar menghidupkan setiap karakter yang diperankannya, dan memuaskan imajinasi para pencinta serial komiknya. Belum lagi dengan aransemen musik klasik karya &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0002354/"&gt;John Williams&lt;/a&gt; yang - pastinya - digandeng oleh Spielberg dalam film ini.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content8.flixster.com/rtmovie/82/07/82074_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="236" src="http://content8.flixster.com/rtmovie/82/07/82074_gal.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/the_adventures_of_tintin/pictures/#29"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Animasi visual dalam film ini menjadi keunggulan utama. Sebuah keputusan yang bagus dari produser Peter Jackson, dimana tadinya Spielberg ingin membuat film ini dalam bentuk &lt;i&gt;live action&lt;/i&gt;. Ternyata lewat animasi, Spielberg malah bisa jauh bereksplorasi dengan berbagai imajinasi dan adegan aksi yang ada. Setiap adegan aksi memang seakan tidak mungkin terjadi dalam dunia nyata, tapi hey, ini adalah film animasi. Yang mengagumkan adalah bagaimana pembuat film membuat animasi tersendiri untuk setiap perpindahan adegan. Shot dua tangan yang sedang berjabat tangan kemudian lambat laun berubah menjadi gurun pasir, adalah salah satu contoh imajinasi cerdas yang divisualisasikan dengan baik. Detilnya animasi yang ada, bahkan sampai lapisan kulit dari Tintin, merupakan sebuah peningkatan yang signifikan dalam sejarah &lt;i&gt;motion-capture animation&lt;/i&gt;, setidaknya semenjak &lt;i&gt;The Polar Express&lt;/i&gt; (2004) dan &lt;i&gt;Beowulf&lt;/i&gt; (2007). Semua pihak memang pantas berterima kasih pada Weta Digital, yang bertanggung jawab atas efek visual dalam film-film seperti trilogi &lt;i&gt;Lord of the Rings&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;King Kong&lt;/i&gt; (2005), &lt;i&gt;Avatar &lt;/i&gt;(2009), dan &lt;i&gt;Rise of the Planet of the Apes&lt;/i&gt; (2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penggemar sejati Tintin, Spielberg memberikan sebuah kejutan untuk mereka melalui sebuah &lt;i&gt;homage &lt;/i&gt;singkat terhadap hasil gambar Herge di awal film. Bagi penggemar sejati Spielberg, beliau juga cukup iseng menyelipkan satu adegan yang memiliki referensi terhadap film &lt;i&gt;Jaws &lt;/i&gt;(1975). Sedangkan bagi penggemar Indiana Jones, pakailah topi dan siapkan pecut masing-masing untuk menyaksikan petualangan Indy yang berbentuk animasi seorang reporter muda berjambul ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;object height="315" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/9ua_4ajpP58?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/9ua_4ajpP58?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;USA/New Zealand | 2011 | Animation/Action/Adventure/Family | 107 mins. | Aspect Ratio 2.35 : 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Nominated for Best Adapted Screenplay (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0595590/"&gt;Steven Moffat&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0180428/"&gt;Joe Cornish&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0942367/"&gt;Edgar Wright&lt;/a&gt;), Satellite Awards, 2011. Nominated for Best Animated Feature, Washington DC Area Film Critics Association Awards, 2011.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;8&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;-&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;7 Desember 2011&lt;/b&gt;-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-4235331862742868618?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/4235331862742868618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/adventures-of-tintin.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/4235331862742868618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/4235331862742868618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/adventures-of-tintin.html' title='The Adventures of Tintin'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-4313716284743311327</id><published>2011-12-06T23:21:00.001+07:00</published><updated>2011-12-07T13:42:47.512+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='**'/><title type='text'>Immortals</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content8.flixster.com/rtmovie/79/19/79194_gal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://content8.flixster.com/rtmovie/79/19/79194_gal.jpg" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mitologi Yunani memang selalu menarik untuk diangkat ke layar lebar. Apalagi jika mitologi tersebut dibawakan dengan cara brutal dan berdarah. &lt;i&gt;300&lt;/i&gt; (2006) karya &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0811583/"&gt;Zack Snyder&lt;/a&gt; telah membuktikan bahwa ternyata penonton menyukai adaptasi mitologi Yunani ke dalam layar lebar dengan cara artistik dan brutal. Kini dari produser yang sama dan menggandeng sutradara yang terkenal dengan liarnya imajinasi visual, &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0802248/"&gt;Tarsem Singh&lt;/a&gt;, mencoba mengulangi kesuksesan tersebut dengan film terbarunya, &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Immortals&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Hyperion (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000620/"&gt;Mickey Rourke&lt;/a&gt;) yang gila akan kekuasaan dan muak terhadap dewa-dewa, menyatakan perang terhadap manusia dan dewa. Untuk menghancurkan surga dan dunia sekaligus, Raja Hyperion memporak-porandakan Yunani demi mencari senjata legendaris buatan Dewa Perang Ares yang konon memiliki kekuatan dahsyat, busur Epirus. Kekuatan busur ini dipercaya dapat membebaskan para Titans yang terkurung di kedalaman gunung Tartaros semenjak kekalahan mereka dari dewa-dewa yang sekarang berkuasa. Hukum kuno yang melarang para dewa untuk campur tangan dalam urusan manusia, harus bergantung pada seorang manusia yang diyakini dapat menghentikan Raja Hyperion. Dibantu oleh peramal perawan Phaedra (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm2951768/"&gt;Freida Pinto&lt;/a&gt;), Theseus (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0147147/"&gt;Henry Cavill&lt;/a&gt;) yang secara rahasia dilatih dan dipilih oleh Zeus sendiri membawa beban tanggung jawab untuk menghentikan Raja Hyperion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarsem Singh pun menjawab panggilan untuk menyaingi visualisasi Zack Snyder dengan sangat baik. Ciri khas Singh yang menyajikan visual yang imajinatif seperti tergambar pada film-fim terdahulunya (&lt;i&gt;The Cell&lt;/i&gt;, 2000 dan &lt;i&gt;The Fall&lt;/i&gt;, 2006) jelas terlihat dalam 110 menit di film terbarunya ini. Tidak hanya visual yang cantik dan artistik, Singh juga menyuguhkan parade peragaan busana yang unik dan eksentrik lewat kostum-kostum Raja Hyperion dan para dewa Yunani. Namun sayang, segala kelebihan dan ciri khas dari Singh ini harus terjebak dalam balutan naskah yang sangat lemah. Meskipun ditulis oleh duet penulis kelahiran Yunani, &amp;nbsp; cerita dalam film ini merupakan adaptasi lepas dari mitologi Theseus sendiri yang berujung pada tersebarnya &lt;i&gt;plot holes&lt;/i&gt; dan tidak konsistennya jalan cerita bergulir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content7.flixster.com/rtmovie/84/01/84013_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://content7.flixster.com/rtmovie/84/01/84013_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/immortals_2011/pictures/#61"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;i&gt;Percy Jackson &amp;amp; the Olympians&lt;/i&gt; (2010) dan &lt;i&gt;Clash of the Titans&lt;/i&gt; (2010) telah membuktikan bahwa adaptasi mitologi Yunani ke dalam layar lebar yang terlalu bebas dan lepas ternyata tidak disukai oleh banyak penonton, apalagi mereka yang mencintai mitologi Yunani. Kini, duet penulis naskah&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0663048/"&gt;Charley&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0663050/"&gt;Vlas Parlapanides&lt;/a&gt; harus bertanggung jawab atas lemahnya jalan cerita yang ada pada &lt;i&gt;Immortals&lt;/i&gt;. Sebenarnya, masalah utama bukanlah pada ide adaptasi lepas dari mitologi Theseus, mengingat tidak banyak penonton yang paham dengan mitologi tersebut. Bagi penonton awam, adaptasi lepas sebuah mitologi apapun akan terlihat seperti kisah naratif lainnya. Namun yang menjadi isu besar dalam &lt;i&gt;Immortals&lt;/i&gt; adalah tidak konsistennya narasi yang ada sepanjang film. Perpindahan adegan dari satu adegan ke adegan lain sangat kasar dan terkesan lompat-lompat. Parlapanides bersaudara tampak terburu-buru dan kehabisan ide untuk mengarahkan cerita ke adegan selanjutnya. Selain itu, ide-ide kecil yang menjadi pondasi jalan cerita harus dikorbankan dan dipatahkan dalam beberapa puluh menit kemudian. Peramal Phaedra yang kekuatannya berasal dari keperawanannya tiba-tiba mau bersetubuh dengan Theseus yang baru saja ditemuinya? Belum lagi dewa-dewisurga yang konon hidup abadi bisa berdarah dan mati. Drama yang disuguhkan pun sama sekali datar dan tidak memiliki kedalaman yang berarti. Cara bertutur film ini dalam menyambungkan setiap jalinan cerita terlihat membosankan dan berusaha sekuat tenaga untuk menarik perhatian penonton. Sebagai pengakuan, baru kali ini penulis tertidur di sebuah film aksi laga, tepatnya pada 3/4 film dimana persiapan untuk perang besar sedang berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarsem Singh yang digandeng untuk memvisualisasikan naskah film ini jelas banyak menolong dengan kemegahan set, detil visual, adegan aksi, serta peragaan busana yang nyentrik. Tidak seperti &lt;i&gt;The Fall&lt;/i&gt; (2006) yang kebanyakan adegan diambil pada lokasi aslinya, dalam film ini Singh lebih memilih teknologi layar hijau sebagai latar belakangnya. Dengan teknologi ini, Singh malah bisa bereksperimen sekreatif mungkin dengan setting hasil kreasinya. Lihat saja sebuah desa yang dibangun di tepi tebing pinggir laut dengan jam matahari raksasa, atau sebuah pelabuhan dipinggir laut hitam dalam arti sebenarnya (laut yang berisi minyak hitam). Produser dari film &lt;i&gt;300 &lt;/i&gt;(2006) dan mitologi Yunani, tampaknya tidak lengkap tanpa adegan super slow-mo yang mengiringi setiap adegan laga. Singh menjawab keharusan ini dengan menambahkan detil-detil visual yang mengagumkan. Adegan dalam gerak lambat ini efektif dalam memamerkan detilnya tubuh-tubuh musuh yang tercerai-berai dan berdarah-darah. Oh ya, film ini akan sangat grafis dalam setiap adegan kekerasan dan perkelahian yang ada. Tenggorokan yang tergorok, kepala-tangan-kaki yang terpotong, sampai badan yang terbelah dua.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content6.flixster.com/rtmovie/83/98/83984_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="207" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/83/98/83984_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/immortals_2011/pictures/#6"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Bukan Singh namanya jika tidak menampilkan paduan kostum yang nyentrik namun mempesona. &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0411130/"&gt;Eiko Ishioka&lt;/a&gt; dalam departemen kostum yang bertanggung jawab akan keindahan kostum-kostum dalam film-film Singh sebelumnya, dipanggil kembali untuk membuat kostum-kostum yang jauh lebih nyentrik. Keeksentrikan kostum rancangan Ishioka mencapai batas tertinggi ketika dikombinasikan dengan karakter yang ada dalam cerita. Rasanya baru Immortals sebagai sebuah film yang menggambarkan dewa-dewi Yunani dengan kostum nyeleneh (dan artistik) dalam film ini. Simak juga pakaian perang Raja Hyperion yang unik dan berusaha untuk terkesan sadis, meskipun sedikit mengundang senyum saat pertama kali melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, film ini memang sebuah film yang menghibur mata dan telinga. Dengan visualnya yang mengagumkan, akan sayang jika tidak ditonton di layar lebar. Namun, ada baiknya untuk meninggalkan kecerdasan di pintu masuknya sebelum menonton film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="315" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/7VdONYkKFmQ?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/7VdONYkKFmQ?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;USA | 2011 | Action/Drama/Fantasy | 110 Mins. | Aspect Ratio 1.85 : 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;6 Desember 2011&lt;/b&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BONUS&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;Poster alternatif dengan kostum "alternatif"&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content8.flixster.com/rtmovie/75/21/75214_gal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://content8.flixster.com/rtmovie/75/21/75214_gal.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-4313716284743311327?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/4313716284743311327/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/immortals.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/4313716284743311327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/4313716284743311327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/immortals.html' title='Immortals'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-2934212739678900388</id><published>2011-12-03T10:30:00.000+07:00</published><updated>2011-12-21T13:43:16.864+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='*****'/><title type='text'>Drive</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content7.flixster.com/rtmovie/79/76/79761_gal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://content7.flixster.com/rtmovie/79/76/79761_gal.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;i&gt;If I drive for you, you give me a time and a place. I give you a five-minute window, anything happens in that five minutes and I'm yours no matter what. I don't sit in while you're running it down; I don't carry a gun... I drive.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;&lt;div&gt;Apa yang paling penting dari sebuah perampokan? Tempat perampokan, cara masuk, jumlah uang, jumlah orang dalam tim, senjata yang digunakan, semua itu tidak akan ada artinya lagi jika kawanan perampok tertangkap oleh polisi. Ya, &lt;i&gt;exit strategy&lt;/i&gt; adalah hal yang paling penting dari sebuah perampokan. Kini ada sebuah film yang akan menceritakan tentang seorang pengemudi handal yang spesialis mengantar para perampok menuju tempat aman seusai aksinya. Ini bukan franchise dari&amp;nbsp;&lt;i&gt;Transporter&lt;/i&gt;, bukan pula franchise terbaru dari &lt;i&gt;Fast &amp;amp; Furious&lt;/i&gt;, tapi ini adalah &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Drive&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Drive &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;bercerita tentang pengemudi sewaan yang bekerja paruh waktu menjadi &lt;i&gt;stunt-driving&lt;/i&gt;&amp;nbsp;untuk film pada siang hari dan spesialis membawa kabur para perampok seusai perampokan bersenjata pada malam hari. Dengan kebiasaannya untuk menyendiri, "&lt;i&gt;Driver&lt;/i&gt;" tidak sengaja jatuh cinta pada seorang tetangga ibu muda, Irene, yang terseret dalam gelapnya dunia kriminal ketika suaminya, Standard, baru keluar dari penjara. Ternyata Standard memiliki hutang besar kepada seseorang dan tidak punya pilihan lain selain melakukan perampokan, atau anak dan istrinya yang harus menanggung akibatnya. Tidak ingin Irene dan anaknya yang tidak bersalah harus terluka, "&lt;i&gt;Driver&lt;/i&gt;" pun mengajukan jasanya dengan memainkan peran spesialisnya dan memegang teguh prinsipnya; tidak terlibat lebih jauh dalam perampokan selain menyetir. Namun ketika perampokan tersebut tidak berjalan sesuai rencana, "&lt;i&gt;Driver&lt;/i&gt;" harus mengganti persnelingnya dan menekan gas lebih dalam agar dapat lepas dari jeratan kejamnya dunia kriminal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita perampokan bukanlah suatu hal baru di dunia perfilman, termasuk perampokan yang disandingkan dengan mobil keren dan kemampuan menyetir yang tinggi. Lalu apa yang membuat Drive menjadi spesial diantara film-film tipikal kriminal lainnya? Menurut sutradara asal Denmark &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0716347/"&gt;Nicolas Winding Refn&lt;/a&gt;, bawakan saja film kriminal tersebut dalam bentuk drama &lt;i&gt;art house&lt;/i&gt; yang cantik dan elegan. Dengan skenario yang cukup umum dan biasa, sentuhan Refn membuat &lt;i&gt;Drive &lt;/i&gt;menjadi film drama kriminal yang tenang dan penuh dengan pengalaman emosi dan sinematik, dibawakan dengan tempo lambat, minim dialog, namun menghentak lewat adegan kekerasan yang cukup grafis yang tidak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content6.flixster.com/rtmovie/76/90/76908_gal.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/76/90/76908_gal.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/drive_2011/pictures/#4"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Kisah romansa yang ditampilkan juga tidak bisa dibilang sebagai kisah romansa yang tipikal. Walaupun &amp;nbsp;jatuh cinta pada wanita yang sudah menjadi milik orang lain, tetapi "Driver" tidak melakukan hal yang lebih jauh dan malah membantu sang suami agar keluarga mereka terhindar dari bahaya yang mengancam. Kisah percintaan yang canggung ini direpresentasikan dengan baik oleh adu akting antara&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm1659547/"&gt;Carey Mulligan&lt;/a&gt;&amp;nbsp;dengan Ryan Gosling. Ketenangan karakter Irene yang dibawakan dengan baik oleh Mulligan seakan pas mengisi kehampaan yang ada pada karakter "&lt;i&gt;Driver&lt;/i&gt;". Cocoknya kedua karakter ini ketika tampil dalam setiap adegan, harus ditambah lebih canggung lagi ketika Standard dihadirkan dalam jalan cerita. Kecanggungan dalam kisah romansa yang kompleks itu pun dibawa pada tingkat tertinggi ketika "Driver" memutuskan untuk membantu Standard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refn memang sudah biasa malang melintang dari satu festival film ke festival film lainnya dengan film-film karyanya. Sebut saja trilogy &lt;i&gt;Pusher &lt;/i&gt;yang terkenal dengan &lt;i&gt;extreme violence&lt;/i&gt;, kisah kepribadian ganda &lt;i&gt;Bronson &lt;/i&gt;(2008), dan kisah filosofis pejuang viking&amp;nbsp;&lt;i&gt;Valhalla Rising&lt;/i&gt; (2009). Seperti sineas-sineas Eropa lainnya, Refn akan menyajikan kisah filosofis yang akan memancing diskusi berkelanjutan jika ia berada dibalik penulis naskah. Namun untuk film terbaru sekaligus film pertama untuk naskah yang tidak ditulisnya sendiri, Refn tetap memberikan sentuhan "Eropa" yang sangat signifikan.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content9.flixster.com/rtmovie/76/90/76907_gal.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://content9.flixster.com/rtmovie/76/90/76907_gal.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/drive_2011/pictures/#3"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Lewat naskah yang ditulis oleh penulis naskah asal Iran,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0024925/"&gt;Hossein Amini&lt;/a&gt;, Refn membuat film ini menjadi film dengan pengalaman sinematik yang menarik. Sinematografi indah yang mampu menangkap setiap lekuk emosi dari para karakter yang ada pada layar. Tidak jarang kamera ditempatkan agak dibawah sehingga posisi gambar menjadi miring ke atas untuk dapat menangkap sisi lain dari ekspresi para karakternya. Tone warna senja juga digunakan untuk memberikan kesan hangat dan menghanyutkan dalam film ini. Belum lagi, Refn menambahkan rasa retro bergaya 1980-an lewat gaya font pada&amp;nbsp;&lt;i&gt;opening credit&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(dan juga pada poster), pilihan&amp;nbsp;&lt;i&gt;track&amp;nbsp;&lt;/i&gt;lagu yang digunakan, kostum dari si "&lt;i&gt;Driver&lt;/i&gt;", dan dunia kriminal Los Angeles yang akan membuat anda serasa menonton serial klasik&amp;nbsp;&lt;i&gt;Miami Vice&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik adalah bagaimana Refn membuat karakter tutur cerita menjadi pararel dengan karakter utama yang tidak pernah disebutkan namanya itu, yang diperankan dengan sangat baik oleh aktor berbakat yang tengah naik daun, &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0331516/"&gt;Ryan Gosling&lt;/a&gt;. Cara bertutur dalam film ini hanya mengandalkan kemampuan observasi penonton dalam memahami apa yang sedang terjadi di layar. Refn memberikan banyak detail yang dapat dianalisa lebih jauh sembari dengan perlahan namun pasti membawa penonton ke jalinan cerita selanjutnya, seperti halnya bagaimana penonton dipaksa untuk memahami apa yang dipikirkan oleh "&lt;i&gt;Driver&lt;/i&gt;" hanya lewat ekspresi dan tatapan matanya yang penuh makna. Seperti karakter si "&lt;i&gt;Driver&lt;/i&gt;", film ini pun hanya berbicara seperlunya saja, sambil tidak jarang menyajikan adegan-adegan "&lt;i&gt;awkward&lt;/i&gt;" dimana dua karakter hanya berdialog lewat ekspresi dan tatapan mata saja. Dengan bagaimana Refn mentranslasi naskah yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya James Sallis, tidak heran jika Refn mendapatkan penghargaan &lt;i&gt;Best Director&lt;/i&gt; dalam &lt;a href="http://www.imdb.com/Sections/Awards/Cannes_Film_Festival/"&gt;Cannes Film Festival&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-HVErjomG8ZA/TtzuSJtgY2I/AAAAAAAAAV4/7bUDv8QuK7I/s1600/Ryan-Gosling-in-Drive-2011-Movie-Image-22-600x284+%25281%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="188" src="http://3.bp.blogspot.com/-HVErjomG8ZA/TtzuSJtgY2I/AAAAAAAAAV4/7bUDv8QuK7I/s400/Ryan-Gosling-in-Drive-2011-Movie-Image-22-600x284+%25281%2529.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dengan karakter film dan pemeran utama yang berjalan beriringan, tentunya tidak akan bekerja dengan baik tanpa akting yang mendukung dari pemerannya. Beruntung Ryan Gosling yang dipilih untuk menggantikan Hugh Jackman yang sedianya akan mengisi peran utama dalam film ini, kalau tidak maka mungkin film ini tidak akan sebegitu emosionalnya dengan ekspresi melankolis dari Gosling. Kesan misterius dan dingin yang ada pada "&lt;i&gt;Driver&lt;/i&gt;" dibawakan dengan sangat baik oleh Gosling. Seperti halnya "Driver" yang ahli memainkan setir mobilnya untuk berkelok-kelok mengarungi jalanan kota Los Angeles, Gosling menyetir atmosfer film ini &amp;nbsp;lewat berbagai emosi yang dia tampilkan. Mulai dari ekspresi datar yang penuh makna, tersenyum malu karena bahagia yang membuat suasana menjadi manis, sampai dengan berwajah tegang dalam menghadapi musuh yang ingin membunuhnya yang seketika menaikkan tensi ketegangan pada film. Belum lagi gaya berpakaian retro yang digunakan oleh Gosling untuk menambah unsur &lt;i&gt;classy&lt;/i&gt;; celana lurus ke bawah, jaket denim &lt;i&gt;body fit&lt;/i&gt;, gaya rambut rapi, tusuk gigi yang selalu menyelip di mulut, serta tidak ketinggalan sarung tangan kulit berwarna coklat yang menjadi "senjata" utama dalam menyetir mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, film ini adalah suatu film jenis baru yang dapat memberi warna segar bagi Hollywood. Bayangkan, film drama kriminal ini bersanding dengan &lt;i&gt;Tree of Life&lt;/i&gt;-nya Terrence Malick dan &lt;i&gt;Melancholia&lt;/i&gt;-nya Lars von Trier dalam kategori &lt;i&gt;Palm d'Or&lt;/i&gt; di &lt;i&gt;Cannes Film Festival 2011&lt;/i&gt;. Dari bagaimana film ini bertutur kata, mungkin ini bukan film untuk semua orang, apalagi mereka yang mengharapkan tontonan yang penuh dengan adegan aksi dan setara dengan &lt;i&gt;Fast Five&lt;/i&gt; (2011). Dengan visual yang indah, atmosfer tenang yang menghanyutkan, serta kedalaman karakter yang ditampilkan tanpa kata-kata, ini adalah realisasi yang sangat baik bagi film &lt;i&gt;art house action&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="315" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/CWX34ShfcsE?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/CWX34ShfcsE?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;USA | 2011 | Drama/Crime/Thriller | 100 Min. | Aspect Ratio 2.35 : 1&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;Won for Best Director (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0716347/"&gt;Nicolas Winding Refn&lt;/a&gt;), Nominated for Palme d'Or&amp;nbsp;(&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0716347/"&gt;Nicolas Winding Refn&lt;/a&gt;),&amp;nbsp;Cannes Film Festival, 2011. Won for Supporting Actress of the Year (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm1659547/"&gt;Carey Mulligan&lt;/a&gt;), Hollywood Film Festival, 2011. Won for Best Supporting Actor (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000983/"&gt;Albert Brooks&lt;/a&gt;), New York Film Critics Circle Awards, 2011. Nominated for Best Foreign Independent Film, British Independent Film Awards, 2011.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;3 Desember 2011&lt;/b&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BONUS&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;Berbagai poster alternatif dari &lt;i&gt;Drive&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://imgs.abduzeedo.com/files/articles/drive-poster/drive_poster_abdu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://imgs.abduzeedo.com/files/articles/drive-poster/drive_poster_abdu.jpg" width="419" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" bordercolor="#FFFFFF" cellpadding="1" cellspacing="1" style="width: 400px;"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-COKhNQxEhh4/Ttz1IZADSpI/AAAAAAAAAWA/5irhW1QqZ4Q/s1600/Drive-2011-Movie-Poster+%25281%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-COKhNQxEhh4/Ttz1IZADSpI/AAAAAAAAAWA/5irhW1QqZ4Q/s320/Drive-2011-Movie-Poster+%25281%2529.jpg" width="224" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/--xJcDrYNsYM/Ttz1LqU6jfI/AAAAAAAAAWI/jhfHuhtwbOU/s1600/Drive-2011-Movie-Poster.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/--xJcDrYNsYM/Ttz1LqU6jfI/AAAAAAAAAWI/jhfHuhtwbOU/s320/Drive-2011-Movie-Poster.jpg" width="215" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-goEgGkz1Zgc/Ttz1ZkBwS_I/AAAAAAAAAWQ/dCIDfUcTgTs/s1600/drive-2011-movie-poster-ryan-gosling-in-this-very-cool-very-slick-american-indi-film.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-goEgGkz1Zgc/Ttz1ZkBwS_I/AAAAAAAAAWQ/dCIDfUcTgTs/s320/drive-2011-movie-poster-ryan-gosling-in-this-very-cool-very-slick-american-indi-film.jpg" width="233" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-LOZa1yHQahI/Ttz1dzD0xCI/AAAAAAAAAWY/Zk-WKHqx5iw/s1600/Drive+2011-+poster+-+Ryan+Gosling.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-LOZa1yHQahI/Ttz1dzD0xCI/AAAAAAAAAWY/Zk-WKHqx5iw/s320/Drive+2011-+poster+-+Ryan+Gosling.jpg" width="225" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table border="0" bordercolor="#FFFFFF" cellpadding="1" cellspacing="1" style="width: 400px;"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-2934212739678900388?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/2934212739678900388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/drive.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/2934212739678900388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/2934212739678900388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/drive.html' title='Drive'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-HVErjomG8ZA/TtzuSJtgY2I/AAAAAAAAAV4/7bUDv8QuK7I/s72-c/Ryan-Gosling-in-Drive-2011-Movie-Image-22-600x284+%25281%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-3614961228723711073</id><published>2011-12-01T11:18:00.000+07:00</published><updated>2011-12-06T00:07:18.842+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='****'/><title type='text'>Contagion</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-MvDLoDq3GCo/Ttng61qbzvI/AAAAAAAAAVY/jIukv2yh7Qo/s1600/contagion-poster.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-MvDLoDq3GCo/Ttng61qbzvI/AAAAAAAAAVY/jIukv2yh7Qo/s320/contagion-poster.jpg" width="239" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Pada tahun 1918, sebuah wabah flu yang dinamakan "&lt;i&gt;Spanish Flu&lt;/i&gt;" menyebar ke seluruh dunia sehingga menjadi pandemi flu pertama di dunia sekaligus yang paling mematikan. Sekitar 50 juta orang meninggal dunia, dan angka tersebut adalah 3% dari populasi dunia saat itu (1,86 milyar penduduk). Pandemi flu kedua di dunia ternyata melibatkan virus yang sama, H1N1, yang lebih kita kenal dengan flu babi terjadi pada tahun 2009 kemarin. Kini, ada sebuah film yang menggambarkan bagaimana dinamika terjadinya sebuah pandemi flu, mulai dari pasien pertama sampai ketika World Health Organization (WHO) mengumumkan telah terjadi sebuah pandemi flu di dunia. Semua hal itu dirangkum dan digambarkan dengan sangat baik lewat film &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Contagion&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pulang dari sebuah perjalanan bisnis dari Hong Kong, Bett Emhoff meninggal dunia secara tiba-tiba setelah menampakkan gejala komplikasi antara flu dengan kejang-kejang. Beberapa hari kemudian, anak laki-lakinya meninggal karena gejala yang sama. Di berbagai belahan dunia, kematian dengan gejala yang sama mulai bermunculan. &lt;i&gt;Centre for Disease Control&lt;/i&gt; (CDC) milik AS dan WHO yang terlambat bereaksi terhadap penyakit yang tadinya diduga flu biasa tersebut pun berusaha keras untuk mengidentifikasi jenis virus tersebut dan menghentikan penyebarannya. Waktu pun terus berjalan seiring dengan angka kematian yang semakin tinggi di berbagai belahan dunia. Penyebaran virus misterius yang mematikan ini pun menyebar seiring dengan ketakutan dan kepanikan pada seluruh masyarakat dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara film-film bencana global lain yang melibatkan alien, robot, zombie, atau perang besar antar-manusia yang mengurangi jumlah populasi penduduk dunia secara signifikan, film terbaru arahan sutradara &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0001752/"&gt;Steven Soderbergh&lt;/a&gt; ini tampil dengan ide uniknya; virus flu. &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm1994243/"&gt;Scott Z. Burns&lt;/a&gt;&amp;nbsp;(&lt;i&gt;The Bourne Ultimatum, The Informant&lt;/i&gt;)yang menulis naskah film ini menyuntikkan virus flu jenis baru yang jauh lebih mematikan daripada virus H5N1 dan H1N1 yang pernah menyerang penduduk dunia pada tahun 1918 dan 2009. Lebih dalam lagi, film ini menggambarkan bagaimana dunia bersikap lewat representasi dari empat sub-plot yang berbeda dalam film ini; seorang kepala keluarga yang kehilangan istri dan anak tirinya karena virus tersebut, seorang dokter dan tim CDC, seorang dokter WHO yang menginvestigasi &lt;i&gt;ground zero&lt;/i&gt; penyebaran virus, dan seorang blogger yang memantau perkembangan perkembangan virus lewat kacamata politik dan ekonomi. Semua ini dirangkum menjadi tontonan yang menegangkan sekaligus edukatif dan terang-terangan lewat tangan magis seorang Steven Soderbergh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-svfNGtCg6IE/Ttnglqh5pRI/AAAAAAAAAU4/fgn_uChwSdY/s1600/o-contagion-2011-movie-review.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="209" src="http://3.bp.blogspot.com/-svfNGtCg6IE/Ttnglqh5pRI/AAAAAAAAAU4/fgn_uChwSdY/s320/o-contagion-2011-movie-review.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Keempat sub-plot yang disajikan dalam film ini benar-benar memberikan gambaran holistik mengenai bagaimana manusia bersikap terhadap kekuatan mematikan yang menyerang dengan cepat, mulai dari level mikro (lingkup keluarga) sampai level makro (badan kesehatan pemerintah dan dunia). Yang menarik adalah bagaimana Scott memasukkan sub-plot seorang blogger yang mengaku sebagai jurnalis yang dengan gigih mencari informasi tentang penyebaran virus ini dari sisi lain dan terang-terangan menjadi pihak oposisi bagi pemerintah dan instansi kesehatan. Blogger ini seakan representasi dari sekelompok masyarakat terpelajar dan sangat terbuka serta ahli menggunakan media maya sebagai jalur keluar-masuk informasi. Dengan media cetak dan elektronik yang cukup mudah dikuasai oleh pemerintah untuk mengontrol penyebaran informasi yang dikhawatirkan mengguncang stabilitas publik, media maya muncul sebagai jalur informasi yang bebas dan murni dari campur tangan siapapun. Ketika kredibilitas pemerintah dan instansi kesehatan dalam bereaksi terhadap pandemi flu dipertanyakan, maka media maya naik ke permukaan sebagai media alternatif untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi dari sisi lain. Apalagi semakin naiknya statisik masyarakat yang telah memiliki akses ke internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang menyinggung area medis ini tidak memiliki pilihan lain untuk tidak mengurangi istilah medis yang digunakan. Istilah-istilah medis itu memang mau tidak mau harus dikeluarkan, namun bukan berarti penonton yang tidak memiliki latar belakang medis tidak akan mengerti apa yang sedang terjadi di layar. Dengan cepatnya adegan dan jalan cerita berpindah, kelompok penonton tadi akan dengan mudah pasrah akan istilah medis yang ada seperti seorang pasien yang hanya mengangguk saja mendengar diagnosa dokter. Adegan dan jalan cerita selanjutnyalah yang akan menjelaskan betapa serius dan berbahayanya situasi yang ada lewat gaya bicara yang lain, sambil memanggil kembali penjelasan medis apa yang telah dijelaskan tadi. Bahkan penjelasan-penjelasan medis tersebut akan tetap menempel di ingatan dalam waktu beberapa lama sebagai pengetahuan baru setelah film ini usai. Ya, film ini akan membuat anda langsung buru-buru ingin cuci tangan dengan sabun anti-bakteri setelah keluar dari bioskop!&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-xkmqzZ02MaQ/TtngnSl_GuI/AAAAAAAAAVA/2hhDF2ENPeI/s1600/contagion1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="199" src="http://4.bp.blogspot.com/-xkmqzZ02MaQ/TtngnSl_GuI/AAAAAAAAAVA/2hhDF2ENPeI/s320/contagion1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Empat sub-plot dalam film ini juga dapat dengan mudah memuaskan penonton yang memiliki latar belakang yang sama dengan satu atau lebih dari empat sub-plot tersebut. Seorang kepala keluarga atau pencinta drama keluarga tentu akan mendapatkan penggambaran yang realistis dan tidak berlebihan lewat karakter Mitch Emhoff. Seseorang dari latar belakang medis tentunya akan tersenyum lebar melihat banyaknya istilah medis yang digunakan oleh para dokter dan ahli dari CDC dan WHO. Sedangkan kelompok penonton yang berjiwa pemberontak atau pencinta dunia maya akan merasa terwakili oleh karakter Alan Krumwiede. Tapi maaf bagi pencinta film-film dengan parade visual efek atau aksi-laga karena film ini bukanlah film &lt;i&gt;pre-apocalyptic&lt;/i&gt; biasa yang terjebak sebagai penghibur mata dan telinga saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat tangan Steven Soderbergh, film ini diarahkan menjadi film &lt;i&gt;drama thriller&lt;/i&gt; yang fokus sebagai media edukasi dan penggambaran holistik mengenai pandemi flu yang menyerang dunia. Tidak hanya drama proses tarik-ulur penelitian mencari pasien pertama dan vaksin untuk mencegah flu, tetapi film ini juga menampilkan gambar-gambar grafis jarak dekat lewat adegan bagaimana detik-detik terakhir sebelum seseorang meninggal karena flu mematikan tersebut. Diiringi oleh &lt;i&gt;score &lt;/i&gt;menghentak dan berdebar arahan &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0553498/"&gt;Cliff Martinez&lt;/a&gt;, membuat tempo dan pergerakan film ini menjadi cepat dan menegangkan. Ini adalah cara taktis yang ampuh untuk membuat suatu cerita drama dengan banyak dialog menjadi menyenangkan dan menegangkan untuk disimak.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-DXXP_uHHSD8/TtniOc4ecJI/AAAAAAAAAVg/Rc7AaKAy_Ec/s1600/Gwyneth-Paltrow-in-contagion-movie.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://4.bp.blogspot.com/-DXXP_uHHSD8/TtniOc4ecJI/AAAAAAAAAVg/Rc7AaKAy_Ec/s320/Gwyneth-Paltrow-in-contagion-movie.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Cara taktis lain untuk membuat film ini menjadi menarik tentunya adalah dengan memanggil aktor-aktris yang pernah masuk dalam nominasi Oscar, atau bahkan mereka yang pernah memenangkannya. Sebut saja &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000569/"&gt;Gwyneth Paltrow&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000354/"&gt;Matt Damon&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000401/"&gt;Laurence Fishburne&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000179/"&gt;Jude Law&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0182839/"&gt;Marion Cotillard&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000701/"&gt;Kate Winslet&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0001285/"&gt;Elliot Gould&lt;/a&gt;. Bukan Steven Soderbergh tentunya kalau tidak bisa memanggil banyak aktor-aktris papan atas sekaligus dalam satu film. Kualitas akting dari nama-nama diatas memang tidak perlu diragukan lagi, namun yang luar biasa adalah bagaimana penonton akan memiliki kualitas memori yang sama terhadap setiap karakter yang diperankan oleh masing-masing dari mereka.&amp;nbsp;Seperti yang pernah terjadi dalam Trilogi Oceans, Soderbergh memberikan proporsi sama besar kepada setiap pemeran serta menjadikan kesemua pemeran ini tampil sama rata dan tidak ada yang menonjol satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang, dengan empat sub-plot yang memiliki perbedaan level penceritaan, menjadikan film ini seakan kehilangan arah. Film ini kurang dapat membawa perasaan personal, walaupun bagian tersebut adalah tanggung jawab si sub-plot kepala keluarga, karena pada sub-plot lain film ini juga menceritakan level makro. Film ini juga tidak serta-merta membuka apa saja yang terjadi pada level pemerintah karena sub-plot CDC/WHO hanya fokus pada penelitian medis belaka. Dengan tidak ada fokus perasaan yang dituju agar penonton merasakan sesuatu, maka film ini "hanya" menjadi media informasi terang-terangan mengenai standar operasi bagi pandemi global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping kelemahannya, film ini tetap menjadi film yang dapat membuka mata para awam mengenai bagaimana cara kerja CDC/WHO, pemerintah, dan dunia jurnalistik dari berbagai media dalam merespon kekhawatiran global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;object height="315" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/4sYSyuuLk5g?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/4sYSyuuLk5g?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;USA | 2011 | Drama/Thriller/Sci-Fi | 106 min. | Aspect Ratio 1.85 : 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;-&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;1 Desember 2011&lt;/b&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BONUS&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;Poster alternatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-uwvqSZw9oLQ/TtngsV1qhmI/AAAAAAAAAVI/oTcwjJXeGD0/s1600/Contagion+2011+official+poster.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-uwvqSZw9oLQ/TtngsV1qhmI/AAAAAAAAAVI/oTcwjJXeGD0/s1600/Contagion+2011+official+poster.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-3614961228723711073?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/3614961228723711073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/contagion.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/3614961228723711073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/3614961228723711073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/12/contagion.html' title='Contagion'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-MvDLoDq3GCo/Ttng61qbzvI/AAAAAAAAAVY/jIukv2yh7Qo/s72-c/contagion-poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-949774857745842087</id><published>2011-11-20T22:56:00.000+07:00</published><updated>2011-12-06T00:08:47.529+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='*****'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia International Fantastic Film Festival'/><title type='text'>The Raid</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/304404_265200570168582_265196620168977_894617_642024836_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/304404_265200570168582_265196620168977_894617_642024836_n.jpg" width="270" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ada berapa banyak film action asal Indonesia? Mungkin tidak banyak, dan yang jelas tidak sebanyak film horor-seks-komedi kelas "A" (Ancur) yang beredar di bioskop-bioskop tanah air dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Film action lokal yang memiliki kualitas bagus pun rasanya hanya bisa dihitung dengan jari tangan saja, seperti &lt;i&gt;Kala &lt;/i&gt;(2007), &lt;i&gt;Merah Putih&lt;/i&gt; (2009), &lt;i&gt;Merantau&lt;/i&gt; (2009), &lt;i&gt;Darah Garuda&lt;/i&gt; (2010). Namun kali ini, sebuah film aksi-laga terbaru (dan terbrutal) yang pernah dibuat di Indonesia akan memberikan warna baru dan mengguncang dunia perfilman Indonesia, &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;The Raid&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;b&gt;(&lt;i&gt;Serbuan Maut&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh di dalam kawasan kumuh sebuah kota metropolitan, berdiri sebuah gedung apartemen lusuh yang menjadi tempat kediaman seorang gembong narkoba dan gangster yang paling berbahaya di seluruh penjuru kota. Sampai saat ini, apartemen tersebut dikenal tidak tersentuh, baik oleh satuan polisi ataupun rival gangster. Diselimuti oleh kegelapan dini hari, satuan polisi elite yang dipimpin oleh Sersan Jaka (&lt;i&gt;Joe Taslim&lt;/i&gt;) bertugas untuk menyerbu apartemen tersebut untuk menangkap dan melumpuhkan gembong narkoba tersebut, Tama (&lt;i&gt;Ray Sahetapy&lt;/i&gt;). Seorang polisi muda minim pengalaman, Rama (&lt;i&gt;Iko Uwais&lt;/i&gt;), terlibat dalam penyerbuan tersebut dengan misi pribadinya. Namun ketika keberadaan mereka diketahui dan berita tentang penyerbuan mereka sampai ke telinga Tama, listrik dimatikan dan semua jalan keluar ditutup. Tama pun mengirim dua anak buah terbaiknya, Andi (&lt;i&gt;Donny Alamsyah&lt;/i&gt;) dan Mad Dog (&lt;i&gt;Yayan Ruhiyan&lt;/i&gt;) untuk menggagalkan penyerbuan tersebut dan membunuh semua polisi yang ditemuinya. Terjebak di lantai 6 dan tidak ada jalan keluar, Jaka dan kawan-kawan harus bertahan hidup dan terus bertarung untuk menyelesaikan misi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika &lt;i&gt;ending credit&lt;/i&gt; film ini bergulir, hiruk pikuk penonton yang bertepuk tangan dan memberikan apresiasi pun tak kuasa bergema di dalam Audi 1 Blitzmegaplex Grand Indonesia, bahkan sebagian kecil penonton memberikan &lt;i&gt;standing ovation&lt;/i&gt;. Film yang baru pulang kampung setelah mendapat berbagai respon positif di dunia internasional ini memang baru diputar perdana di tanah air pada hari Minggu, 21 November 2011 kemarin. Rasanya, sutradara/penulis asal Wales Gareth Evans yang berada di balik layar film ini dapat bernafas lega ketika sekitar 500 penonton pertama di Indonesia pada malam pemutaran perdana tersebut memberikan apresiasi tertinggi untuk karya film panjang ketiganya. Bahkan sebelum pemutaran, &lt;i&gt;festival director INAFFF 2011&lt;/i&gt;, Rusli Eddy, sempat berseloroh bahwa film pertama Evans (&lt;i&gt;Footsteps&lt;/i&gt;, 2006) yang ditayangkan dalam INAFFF 2007 hanya dihadiri tidak lebih dari 20 orang. Namun kali ini, antusiasme pencinta film di tanah air membludak untuk mengantisipasi film ini, bahkan tiket penjualan langsung terjual habis kurang dari 10 menit ketika loket penjualan dibuka beberapa minggu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/305870_265212056834100_265196620168977_894687_427250865_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/305870_265212056834100_265196620168977_894687_427250865_n.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.facebook.com/media/albums/?id=265196620168977"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Antusiasme penonton dalam menanti film ini tidak lepas dari trailernya yang sangat menjanjikan. Apalagi setelah dipublikasikannya trailer versi lain dengan musik yang diaransemen oleh Mike Shinoda dan Joe Trapanese, yang mengiringi sederetan adegan aksi laga mulai dari tembak menembak sampai dengan berkelahi tangan kosong. Sebagian penonton mungkin akan merasa semakin penasaran dengan trailer yang 100% berisi adegan aksi yang kelewat brutal. Ada pula sebagian penonton yang merasa khawatir bahwa trailer tersebut telah memberikan keseluruhan plot cerita dan momen-momen terbaik dalam film. Namun rasanya bagi mereka yang telah menonton film ini sama-sama sepakat bahwa trailer dari film ini TIDAK membeberkan adegan-adegan terbaik dalam The Raid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gareth Evans yang memperkenalkan silat tradisional asal Minangkabau, Silat Harimau, dalam film sebelumnya (&lt;i&gt;Merantau&lt;/i&gt;, 2009) membawa teknik beladiri silat pada level tertinggi dalam film terbarunya ini. Jika dalam Merantau, beladiri silat dibawakan sebagai instrumen untuk bertahan dan bukan untuk melukai orang lain, maka dalam The Raid beladiri silat sebagai cara terakhir untuk bertahan hidup dan membunuh lebih dulu sebelum dibunuh. Ketika amunisi senjata dan pistol telah habis, maka tangan kosong yang selanjutnya akan bertindak dengan memanfaatkan keadaan ruang di sekelilingnya. Dalam The Raid pula, Evans berhasil menggeser standardisasi "&lt;i&gt;action movie&lt;/i&gt;" ke level baru, dengan menggabungkan elemen senjata dan berkelahi tangan kosong yang dibawakan dengan cara yang terbilang sadis dan unik. Lewat film ini, dijamin penonton tidak akan tahu sebelumnya bahwa membunuh orang lain bisa dilakukan lewat cara-cara yang disajikan dalam setiap adegan berkelahi dalam The Raid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercatat, ada tiga praktisi beladiri yang datang dari latar belakang yang berbeda terlibat langsung, baik sebagai koreografer dan/atau pemain, dalam film ini. Iko Uwais dengan Silat Betawi-nya, Yayan Ruhian dengan Silat Harimaunya, dan Joe Taslim dengan beladiri judo-nya. Pujian tertinggi patut diberikan kepada Iko dan Yayan yang menjadi otak dibalik koreografi silat dalam film ini. Mereka mampu mengkombinasi gaya silat yang berbeda tersebut sehingga memberikan warna dan keunikan tersendiri. Apalagi dengan elemen silat yang mendominasi film membuat The Raid terasa "Indonesia sekali".&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-HH1cse9VPzk/TthyKIlrfaI/AAAAAAAAATw/jijDmsnzb1Y/s1600/1140152_the_raid_2-e1316092717247.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="201" src="http://2.bp.blogspot.com/-HH1cse9VPzk/TthyKIlrfaI/AAAAAAAAATw/jijDmsnzb1Y/s400/1140152_the_raid_2-e1316092717247.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, koreografi silat dalam The Raid akan lebih mengarah kepada membunuh lawan-lawannya dengan cara seefisien dan seefektif mungkin. Dimensi ruang serta properti apa saja yang tersedia di sekitar karakter yang sedang bertarung digunakan dengan semaksimal mungkin untuk melumpuhkan serta membunuh lawannya untuk kemudian memberikan adegan pertarungan yang mengagumkan. Tidak hanya bertarung, Iko dan Yayan terbukti tampil jauh lebih baik dalam berakting dibandingkan &lt;i&gt;Merantau&lt;/i&gt;. Iko tampil maksimal dengan kedalaman karakter yang berarti, serta mampu membuat penonton (wanita) menjerit ketika dia harus berdarah tergores golok besar. Sementara Yayan mampu menjawab kepercayaan Evans yang memberikan porsi lebih banyak dalam film ini. &lt;i&gt;Fighting scene&lt;/i&gt; dari Yayan pun cukup banyak dan panjang, yang kemudian terlihat bagaimana kali ini Yayan sebagai koreografer tidak mau semudah itu dikalahkan oleh lawan-lawannya dalam film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Yayan membawa teror pada pasukan polisi yang menyerbu lewat karakter Mad Dog-nya, maka Ray Sahetapy memberikan teror lewat kekuatan karakternya. Aktor senior ini tampil nyaris tanpa cacat untuk menghidupkan karakter Tama yang dingin dan tidak segan membunuh siapa saja dengan alat apa saja yang ditemuinya. Apalagi perkembangan karakter Tama sangat signifikan sepanjang 101 menit film, yang walaupun&amp;nbsp;&lt;i&gt;sequence time&lt;/i&gt;&amp;nbsp;setiap adegan hanya sedikit namun Oom Ray mampu tampil menonjol dan mencuri perhatian. Saking kuatnya karakter Tama seakan-akan mendominasi setiap karakter lain yang berada dalam satu layar dengan dia. Walaupun ketika Oom Ray harus beradu akting dengan sesama aktor senior, Pierre Gruno yang menjadi letnan pasukan polisi, perhatian penonton seakan masih terserap oleh kharisma dari Tama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya koreografi perkelahian sebaik apapun tidak akan terlihat cantik jika tidak didukung oleh sinematografi yang baik. Mike Flannery yang bertanggung jawab akan sinematografi dalam film ini memberikan hasil yang luar biasa dengan arahan shot yang bisa menangkap setiap detil perkelahian yang ada. Shot-shot cantik yang ada seakan tidak peduli akan keterbatasan ruang di dalam lorong apartemen yang sempit ataupun di dalam ruang persembunyian yang sangat sempit. Tangkapan adegan dari sudut-sudut yang paling tidak mungkin ini ternyata efektif dalam menaikkan tensi ketegangan yang ada. Bahkan untuk beberapa adegan perkelahian tanpa iringan musik sekalipun, penonton dibuat menahan nafas beberapa kali. Untuk menjaga ritme ketegangan sepanjang film, Fajar Yuskemal dan Aria Prayogi melakukan tugasnya dengan sangat baik lewat aransemen&amp;nbsp;&lt;i&gt;score&amp;nbsp;&lt;/i&gt;yang menemani setiap adegan. Musik instrumental yang bernada rock cukup efektif untuk menaikkan tensi ketegangan, yang sebenarnya sudah cukup menegangkan dengan bagaimana Iko Uwais dan kawan-kawan beraksi menghadapi lawan-lawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/302612_265210336834272_265196620168977_894659_855740455_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/302612_265210336834272_265196620168977_894659_855740455_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.facebook.com/media/albums/?id=265196620168977"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Gareth Evans memang menyajikan paket aksi laga yang brutal dan berdarah-darah dalam film terbarunya, tetapi bukan berarti film ini hanya berisi adegan perkelahian saja. Sekitar 25% dari film ini dihabiskan untuk memberikan sisi drama dibalik desingan peluru dan adu jotos. Dimulai dari bagaimana latar belakang penyerangan kontroversial tersebut sampai pada misi pribadi Rama dalam memasuki gedung apartemen itu. Walaupun dengan proporsi drama yang kecil, terbukti penonton dapat menyerap perkembangan karakter yang ada. Sepertinya Evans memang memiliki formula pengembangan karakter yang mengkombinasikan dengan melihat bagaimana mereka berkelahi, untuk kemudian melihat cerita dibalik aksi tembak-pukul-tendang itu. Ya, 15 menit pertama dari film ini saja telah dihabiskan oleh bunyi senjata dan desingan peluru, untuk kemudian dilengkapi oleh drama yang ada di pertengahan film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi teknis yang brilian, film ini terasa seakan bukan film Indonesia. Namun nyatanya, 99% dari pemeran dan kru adalah orang Indonesia. Rasa Indonesia ini tidak hanya terlihat lewat jurus silat yang mendominasi film ini, namun juga lewat nilai-nilai yang ditampilkan serta dinamika psikologis antar karakter yang disajikan. Rasa kekeluargaan, gotong royong, dan rasa memiliki dari hubungan tali persaudaraan muncul silih berganti mengiringi proporsi drama yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun salah satu kekurangan bagi naskah yang ditulis oleh seorang asing adalah bagaimana Evans kurang peka menempatkan beberapa dialog "kaku dan formal" yang sangat jarang untuk diucapkan dalam keseharian orang Indonesia. Selain itu, kondisi set apartemen kumuh yang ada dalam film ini juga rasanya tidak realistis kalau memang benar "&lt;i&gt;universe&lt;/i&gt;" dalam film ini adalah kota Jakarta. Rasanya di Jakarta sulit untuk menemukan apartemen kumuh dengan elevator yang masih berfungsi dengan baik dan detil interior yang digambarkan dalam film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-P43IPNBoCes/TthyIXcttFI/AAAAAAAAATo/MLXw-v_FVrM/s1600/the-raid.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="136" src="http://4.bp.blogspot.com/-P43IPNBoCes/TthyIXcttFI/AAAAAAAAATo/MLXw-v_FVrM/s400/the-raid.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi bagaimana Gareth Evans menempatkan satu kelompok gang yang tampaknya berasal dari satu suku dari daerah Indonesia Timur yang terkenal dengan stereotipe "sangar dan menyeramkan". Penempatan stereotipe ini bagaikan pedang bermata dua bagi Evans. Di satu sisi, stereotipe ini memang sesuai dengan stereotipe yang ada di masyarakat terhadap suku tersebut. Namun di sisi lain dengan penggambaran karakter, dialog, serta senjata yang diberikan dikhawatirkan akan membawa citra yang kurang baik terhadap suku yang digambarkan. Hal tersebut dibuktikan dengan tawa penonton yang meledak pada pemutaran perdana kemarin ketika karakter yang bersangkutan mengucapkan setiap dialognya, walaupun dialog tersebut sangat-sangat absurd. Namun tampaknya detil ini tidak akan berlaku bagi penonton internasional yang tidak memahami stereotipe tersebut. Semua kekurangan ini hanyalah bersifat detail kecil yang bisa dengan mudah ditutupi oleh agung dan perkasanya sederetan adegan aksi yang memenuhi film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, pecinta film di Indonesia layak berterima kasih kepada Gareth Evans dan kawan-kawan karena telah mengembalikan kepercayaan publik terhadap kualitas film lokal, khususnya film laga. Walaupun rasanya antusiasme tersebut terpengaruh secara signifikan oleh suksesnya film ini dalam dunia internasional seperti&amp;nbsp;&lt;i&gt;Toronto International Film Festival 2011&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dengan memenangi penghargaan&amp;nbsp;&lt;i&gt;People's Choice Award&lt;/i&gt;. Belum lagi dengan berita terakhir, film ini akan meramaikan&amp;nbsp;&lt;i&gt;Sundance Festival 2012&lt;/i&gt;. Semua ini tidak lepas dari peran eksekutif produser Todd Brown yang membawa film ini ke kancah internasional, yang membuat film Indonesia ini akan tayang di sejumlah negara secara reguler karena hak distribusinya telah dibeli oleh distributor setempat (&lt;i&gt;Sony&amp;nbsp;&lt;/i&gt;- US,&amp;nbsp;&lt;i&gt;Alliance&amp;nbsp;&lt;/i&gt;- Canada,&amp;nbsp;&lt;i&gt;Momentum&amp;nbsp;&lt;/i&gt;- UK,&amp;nbsp;&lt;i&gt;Madman&amp;nbsp;&lt;/i&gt;- Australia,&amp;nbsp;&lt;i&gt;SND&amp;nbsp;&lt;/i&gt;- France,&amp;nbsp;&lt;i&gt;Koch&amp;nbsp;&lt;/i&gt;- German,&amp;nbsp;&lt;i&gt;Kadokawa&amp;nbsp;&lt;/i&gt;- Japan,&amp;nbsp;&lt;i&gt;HGC&amp;nbsp;&lt;/i&gt;- China,&amp;nbsp;&lt;i&gt;Calinos&amp;nbsp;&lt;/i&gt;- Turkey). Berita terakhir tentang kesuksesan film ini adalah bagaimana salah satu rumah produksi Hollywood,&amp;nbsp;&lt;i&gt;Screen Gems&lt;/i&gt;, membeli hak untuk membuat ulang (&lt;i&gt;remake&lt;/i&gt;) film ini dengan memboyong Gareth Evans sebagai produser eksekutif serta Iko Uwais dan Yayan Ruhian sebagai koreografer (berita lengkap dapat dibaca&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.thewrap.com/movies/column-post/screen-gems-nabs-remake-rights-raid-32651"&gt;disini&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/314354_265210820167557_265196620168977_894668_663861276_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/314354_265210820167557_265196620168977_894668_663861276_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.facebook.com/media/albums/?id=265196620168977"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Ide dasar dari film ini sebenarnya sangat sederhana, namun Evans yang sudah terlanjur jatuh cinta dengan pencak silat Indonesia menggunakan ide sederhana tersebut sebagai titik awal untuk memperkenalkan silat ke level yang lebih tinggi. Tujuan itu pun tercapai dengan baik melihat bagaimana film ini yang penuh dengan adegan baku tembak, tendang, pukul, banting, tusuk, bacok, dan berdarah-darah dengan arahan gaya yang elegan. Oh ya, The Raid memang menjadi penutup yang sempurna bagi penyelenggaraan Indonesia International Fantastic Film Festival tahun ini. Akhir kata, The Raid dapat mengobati kerinduan penonton Indonesia untuk menyaksikan film lokal yang berkualitas, khususnya film aksi. Sayangnya, bagi penonton Indonesia harus bersabar menunggu beredarnya film Indonesia yang "bergaya Hollywood" ini di bioskop-bioskop terdekat pada bulan April 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="315" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/1COoON-DX2Q?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/1COoON-DX2Q?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;Trailer versi Indonesia - dengan musik karya Fajar Yuskemal dan Aria Prayogi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="315" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/uWlmhMSnVdM?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/uWlmhMSnVdM?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;Trailer versi US - dengan musik karya Mike Shinoda dan Joe Trapanese&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia | 2012 | Action | 100 min. | Aspect Ratio 2.35 : 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Won for People's Choice Award (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm2153088/"&gt;Gareth Evans&lt;/a&gt;), Midnight Madness in &lt;a href="http://www.imdb.com/Sections/Awards/Toronto_International_Film_Festival/"&gt;Toronto International Film Festival&lt;/a&gt;, 2011. Official selection for out-of-competition section in Spotlight&amp;nbsp;(&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm2153088/"&gt;Gareth Evans&lt;/a&gt;), &lt;a href="http://www.sundance.org/press-center/release/2012-festival-program-announcement-spotlight-next-new-frontier-midnight/"&gt;Sundance Film Festival&lt;/a&gt;, 2012.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;20 November 2011&lt;/b&gt; edisi &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/search/label/Indonesia%20International%20Fantastic%20Film%20Festival"&gt;Indonesia International Fantastic Film Festival&lt;/a&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.inafff.com/"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-46RZzOe8LKA/TrOTMiYj1fI/AAAAAAAAAN8/r8ugZHhG0PE/s320/inafff.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BONUS&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;Poster alternatif dan poster-poster karakter&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/300428_265204410168198_265196620168977_894619_4808955_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/300428_265204410168198_265196620168977_894619_4808955_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" bordercolor="#FFFFFF" cellpadding="1" cellspacing="1" style="width: 400px;"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/300396_265213356833970_265196620168977_894701_275737744_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/300396_265213356833970_265196620168977_894701_275737744_n.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/302751_265212916834014_265196620168977_894700_2081741408_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/302751_265212916834014_265196620168977_894700_2081741408_n.jpg" width="143" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/302751_265212913500681_265196620168977_894699_1791881127_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/302751_265212913500681_265196620168977_894699_1791881127_n.jpg" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/302751_265212910167348_265196620168977_894698_779989558_a.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/302751_265212910167348_265196620168977_894698_779989558_a.jpg" width="141" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/302751_265212906834015_265196620168977_894697_1979564072_a.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/302751_265212906834015_265196620168977_894697_1979564072_a.jpg" width="138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/302751_265212903500682_265196620168977_894696_1461868394_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/302751_265212903500682_265196620168977_894696_1461868394_n.jpg" width="143" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-949774857745842087?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/949774857745842087/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/raid.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/949774857745842087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/949774857745842087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/raid.html' title='The Raid'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-HH1cse9VPzk/TthyKIlrfaI/AAAAAAAAATw/jijDmsnzb1Y/s72-c/1140152_the_raid_2-e1316092717247.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-2593620005506159572</id><published>2011-11-20T10:47:00.000+07:00</published><updated>2011-12-03T10:26:43.440+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='****'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia International Fantastic Film Festival'/><title type='text'>Livid</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ILdi8rOSZzU/TtW6wpK3jOI/AAAAAAAAATg/1ipo71yReMk/s1600/Livide-2011-Movie-Poster.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-ILdi8rOSZzU/TtW6wpK3jOI/AAAAAAAAATg/1ipo71yReMk/s320/Livide-2011-Movie-Poster.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Film horor dengan setting rumah tua yang berhantu memang menjadi langganan para pembuat film horor. Terlalu banyak film horor yang menggunakan rumah tua berhantu menjadi panggung utama dengan plot yang berbeda-beda. Namun kali ini, duet penulis asal Perancis, &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm2376614/"&gt;Alexandre Bustillo&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm2377660/"&gt;Julien Maury&lt;/a&gt; yang pernah menelurkan film slasher realistis, Inside (2007), menawarkan film horor fantasi terbaru mereka dengan &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Livid&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;b&gt;(Livide)&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah hari pertama bagi Lucy, &lt;i&gt;caregiver&lt;/i&gt; muda yang melakukan kunjungan ke rumah-rumah orang tua yang membutuhkan perawatan khusus. Bersama mentornya, Lucy mengunjungi rumah terakhir pada pelatihan hari itu - rumah tua dan besar milik Mrs. Jessel. Mengetahui bahwa Mrs. Jessel memiliki harta karun tersembunyi di suatu tempat di dalam rumah besarnya, Lucy dan kawan-kawan memutuskan untuk memasuki rumah itu di malam hari dengan harapan untuk menjadi kaya. Namun pencarian harta karun mereka dalam rumah Mrs. Jessel malah membuat mereka mengalami berbagai pengalaman supranatural yang aneh dan mengerikan, dan akan membuat hidup Lucy berubah untuk selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara film-film horor yang sudah lebih dulu mengambil setting &lt;i&gt;haunted-house&lt;/i&gt;, Bustillo-Maury ternyata mengemas film panjang kedua mereka dengan cara mereka sendiri dan memiliki rasa Perancis yang nikmat. Tidak hanya sederetan adegan seram yang mengejutkan penonton, Bustillo-Maury juga memberikan unsur drama yang kental dan signifikan dalam jalan cerita. Ditambah lagi, dimasukkannya unsur fantasi dan supranatural di setengah akhir dari film yang membuat film ini menjadi menonjol diantara film-film sejenis. Semua itu dikemas dengan visual dan sinematografi yang cantik menawan, yang serta merta membawa pengalaman sinematik yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-XmEgU1_mK9A/TtW6Pu5dKSI/AAAAAAAAATY/uaiLlNLFSZQ/s1600/livide-557x190.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-XmEgU1_mK9A/TtW6Pu5dKSI/AAAAAAAAATY/uaiLlNLFSZQ/s1600/livide-557x190.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="136" src="http://3.bp.blogspot.com/-XmEgU1_mK9A/TtW6Pu5dKSI/AAAAAAAAATY/uaiLlNLFSZQ/s400/livide-557x190.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Film ini membangun tensinya dengan baik, bersamaan dengan lipatan-lipatan misteri yang tergulung satu sama lain sepanjang setengah awal dari film. Praktis penonton dibuat tidak sempat untuk bermain tebak-tebakan apa yang sebenarnya terjadi ketika Bustillo-Maury menyuguhkan berbagai adegan kejut dan berdarah-darah. Revelasi dari misteri yang tumpang tindih pun sama memuaskannya dengan rasa penasaran di awal film ketika penonton mulai mengaitkan untaian benang merah yang ada dari awal sampai akhir. Praktis semua adegan, bahkan untuk adegan pendek yang tampak tidak berhubungan dengan jalan cerita sekalipun, memiliki kontribusi signifikan untuk melengkapi gambar besar misteri yang ada dalam rumah Mrs. Jessel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orisinalitas plot cerita dalam film ini akan membuat para fans horor berdecak kagum. Cerita latar belakang yang kuat, serta itikad baik yang dipegang teguh oleh Lucy sepanjang film menjadi suatu hal yang sangat unik dan akan menempel di ingatan dalam waktu beberapa lama. Kengerian rumah besar dan tua milik Mrs. Jessel memang bukan hal baru, namun ada hal-hal mistis lain yang membuat kengerian penonton menjadi terasa berbeda. Adegan-adegan kejut di awal film cukup menaikkan bulu kuduk dengan objek-objek yang absurd dan aneh. Namun sayang, kemudian Bustillo-Maury terjebak dalam adegan kejut murahan yang berusaha keras untuk mengagetkan penonton. Selain itu, seperempat akhir dari film ini - terutama endingnya - membuat film ini menjadi seakan kehilangan arah. Hal ini mungkin akan memuaskan para pencinta film-film &lt;i&gt;arthouse&lt;/i&gt;, namun justru akan menurunkan kenikmatan para pencinta film &lt;i&gt;horror/slasher/thriller&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Uf7D8dUBktk/TtW6MGLSk3I/AAAAAAAAATQ/FurJpzoVG1I/s1600/Livid2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="215" src="http://1.bp.blogspot.com/-Uf7D8dUBktk/TtW6MGLSk3I/AAAAAAAAATQ/FurJpzoVG1I/s320/Livid2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Terlepas dari kelemahannya, film ini tetap menjadi film horor yang unik dan mengerikan asal Perancis. Apalagi dengan adegan-adegan &lt;i&gt;slasher&lt;/i&gt;-nya yang cukup grafis, film horor rasa Perancis ini menjadi pengalaman menonton yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="315" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/VjKM1bi8XEo?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/VjKM1bi8XEo?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;20 November 2011&lt;/b&gt; edisi &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/search/label/Indonesia%20International%20Fantastic%20Film%20Festival"&gt;Indonesia International Fantastic Film Festival&lt;/a&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.inafff.com/"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-46RZzOe8LKA/TrOTMiYj1fI/AAAAAAAAAN8/r8ugZHhG0PE/s320/inafff.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-2593620005506159572?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/2593620005506159572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/livid.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/2593620005506159572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/2593620005506159572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/livid.html' title='Livid'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ILdi8rOSZzU/TtW6wpK3jOI/AAAAAAAAATg/1ipo71yReMk/s72-c/Livide-2011-Movie-Poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-3089686989827485966</id><published>2011-11-19T23:33:00.000+07:00</published><updated>2011-11-30T12:31:23.277+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='****'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia International Fantastic Film Festival'/><title type='text'>Rabies</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-7Az-WUp6rM0/TtWja67xyjI/AAAAAAAAATA/2RkllkcQU2k/s1600/rabiesl.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-7Az-WUp6rM0/TtWja67xyjI/AAAAAAAAATA/2RkllkcQU2k/s320/rabiesl.jpg" width="225" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Homo homini lupus&lt;/i&gt;. Relevansi frase Latin ini tampaknya tidak lekang oleh waktu dan tempat. Kebanyakan film horror/thriller/slasher pun cukup menggambarkan frase tua ini dengan tokoh antagonis yang telah diplot sejak awal. Namun sinema Israel yang sedang bangkit mencoba mengekstensi frase ini dengan lebih ekstrim lewat film thriller/slasher pertama dari negara tersebut, &lt;b style="font-size: xx-large;"&gt;Rabies &lt;/b&gt;&lt;b&gt;(&lt;i&gt;Kalevet&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak beradik yang sedang melarikan diri dari rumah, terjebak di sebuah hutan ketika sang adik terperangkap oleh jebakan seorang pembunuh psikopat. Sang kakak pun berlomba dengan waktu untuk menyelamatkan sang adik. Usaha penyelamatan sang adik pun secara tidak sengaja melibatkan hidup dari sekelompok pemain tenis, penjaga hutan dan anjingnya, serta satu tim polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerdas. Setidaknya satu kata itu yang ada dalam kepala gue ketika ending credit mulai berguling dan lampu auditorium dinyalakan. Ini adalah pengalaman kedua gue dalam menonton film asal Israel, dan film ini masih tetap menjaga citra baik sinema Israel di mata gue. Boleh jadi ini adalah film horror/thriller/slasher pertama dari negara tersebut, tetapi duet sutradara/penulis &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm4139569/"&gt;Aharon Keshales&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm4142927/"&gt;Navot Papushado&lt;/a&gt; telah memberikan yang terbaik. Dengan plot yang cerdas, thriller yang konsisten memberikan ketegangan, serta humor satire yang mewarnai, film ini berhasil membuat sebuah film horror/thriller/slasher dengan rasa baru dan unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-db7oTGEUqpk/TtWjVuSKUsI/AAAAAAAAAS4/6hGTxzIj8qk/s1600/Rabies.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="216" src="http://4.bp.blogspot.com/-db7oTGEUqpk/TtWjVuSKUsI/AAAAAAAAAS4/6hGTxzIj8qk/s320/Rabies.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Thriller/slasher yang dipertontonkan benar-benar sukses mengejutkan penonton. Deretan kejadian "&lt;i&gt;shit happens&lt;/i&gt;" yang sambung-menyambung dan tumpah tindih dalam film ini bagaikan robohnya rumah kartu yang disusun panjang dan bercabang. Pendulum horor yang bergerak tak tentu arah ini memang adalah keunggulan dari film ini. Disajikan dalam lingkup keseharian yang tampak normal, serta menggunakan alat-alat apa saja di sekitar si karakter untuk menghabisi lawannya; senapan, pistol, kapak, ranjau, bahkan batu. Yang lebih sinting lagi, semua ini terjadi di siang hari di bawah sinar matahari! Semua ini seakan menjadi simbolisasi bahwa perilaku "manusia adalah serigala bagi manusia lain" dapat terjadi kapan saja dan dimana saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kejutan mampu mengagetkan penonton, bahkan untuk mereka yang telah bersiap-siap untuk menghadapi adegan paling sadis sekalipun. Dengan jalan cerita yang unik dan terbilang orisinil, penonton film bergenre sejenis yang paling berpengalaman sekalipun rasanya masih tidak dapat menebak apa adegan selanjutnya dan kemana arah jalan ceritanya. Namun sayang, formulasi cerita yang ditampilkan tidak memiliki klimaks yang signifikan, sehingga sepanjang film terlihat datar saja - walaupun dengan deretan adegan slasher yang konsisten disajikan sampai akhir.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-mZ70AFY1XoA/TtWjdtrC38I/AAAAAAAAATI/9i-7SHENEio/s1600/Rabies-still-632x200.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="126" src="http://3.bp.blogspot.com/-mZ70AFY1XoA/TtWjdtrC38I/AAAAAAAAATI/9i-7SHENEio/s400/Rabies-still-632x200.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Selain itu, Keshales dan Papushado tampak masih sangat terpengaruh oleh ciri khas film horror/thriller khas Hollywood. Menempatkan wanita pirang yang cantik sebagai karakter bodoh dan berbakat untuk menjadi korban, polisi yang kurang membantu, serta berbagai tindakan kurang cerdas dari beberapa karakter dalam menghadapi situasi tertentu. Tetapi setidaknya, penonton kaum adam film ini disadarkan bahwa betapa cantiknya wanita-wanita Israel itu. Belum lagi, segala kelemahan tersebut dibayar dengan adegan akhir yang cerdas dan kental berbau satir, yang setidaknya membuat gue berpikir pesan apa yang hendak disampaikan oleh Keshales dan Papushado.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="315" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/_qw2hfNKQuo?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/_qw2hfNKQuo?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;19 November&lt;/b&gt; edisi &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/search/label/Indonesia%20International%20Fantastic%20Film%20Festival"&gt;Indonesia International Fantastic Film Festival&lt;/a&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.inafff.com/" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-46RZzOe8LKA/TrOTMiYj1fI/AAAAAAAAAN8/r8ugZHhG0PE/s320/inafff.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-3089686989827485966?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/3089686989827485966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/rabies.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/3089686989827485966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/3089686989827485966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/rabies.html' title='Rabies'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-7Az-WUp6rM0/TtWja67xyjI/AAAAAAAAATA/2RkllkcQU2k/s72-c/rabiesl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-8833177324338951458</id><published>2011-11-19T17:20:00.000+07:00</published><updated>2011-12-03T00:36:50.122+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia International Fantastic Film Festival'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='***'/><title type='text'>FISFiC 6: Vol. 1</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-gV5p96T8WvQ/TtkGJ5sYwyI/AAAAAAAAAUA/pI4UNlP_DgI/s320/fisficvol1edited.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-gV5p96T8WvQ/TtkGJ5sYwyI/AAAAAAAAAUA/pI4UNlP_DgI/s320/fisficvol1edited.png" width="224" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Fantastic Indonesian Short Film Festival (FISFiC)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; adalah kompetisi film pendek yang fokus pada genre horor, thriller, fiksi ilmah, dan fantasi. Diprakarsai oleh Joko Anwar, The Mo Brothers, Gareth Evans, Lala Timothy, Ekky Imanjaya, dan Rusli Eddy, kompetisi ini dimulai dengan workshop untuk 25 tim terpilih dengan sinopsis terbaik. Enam finalis telah dipilih dan masing-masing menerima dana sebesar 10 juta rupiah untuk memproduksi sebuah film pendek. Satu film pendek akan dipilih menjadi pemenang, tim yang menang pun akan memproduksi film pendek baru untuk omnibus film pendek fantastik yang akan disutradarai oleh Joko Anwar, Mo Brothers, dan Gareth Evans dan diproduseri oleh Likelike Pictures, untuk dirilis di bioskop pada tahun 2012. Berikut adalah ke-enam finalis film pendek karya anak bangsa yang disatukan dalam satu film omnibus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Meal Time&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-pAu35E99I9g/TtTNvXLm0XI/AAAAAAAAARY/Vg3xV9HS6sk/s1600/inafff20111021135913.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-pAu35E99I9g/TtTNvXLm0XI/AAAAAAAAARY/Vg3xV9HS6sk/s320/inafff20111021135913.jpg" width="215" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Sutradara/Penulis: Ian Salim dan Elvira Kusno&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok sipir dan narapidana di sebuah rumah tahanan di daerah terpencil mencoba bertahan hidup di tengah serangan makhluk misterius. Makhluk sadis ini dicurigai menyamar menjadi salah satu dari mereka. Di tengah kegelapan malam, tanpa komunikasi, serta senjata seadanya, para sipir ini melakukan segala cara untuk dapat tetap hidup lebih lama lagi.&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dengan ide cerita yang cukup menarik, duet sutradara Ian Salim dan Elvira Kusno mengeksekusi film pendek horor/thriller ini dengan cukup rapi. Akting yang cukup meyakinkan dari setiap pemerannya membantu penonton dalam meresapi setiap misteri yang disuguhkan. Sayangnya, setiap lekuk misteri yang disimpan rapi sejak awal film harus terbuang percuma dengan kurang maksimalnya eksekusi adegan yang membuka misteri tersebut. Namun &lt;i&gt;ending&lt;/i&gt; dari film ini akan membuat penonton terhentak dan mengais-ngais ingatan akan apa saja yang terjadi sejak awal film.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Rating:&amp;nbsp;7/10&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-CbcK5xmrNJw/TtTNzHZCjdI/AAAAAAAAARg/1ZV9O4_jpXI/s1600/inafff20111021134545.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-CbcK5xmrNJw/TtTNzHZCjdI/AAAAAAAAARg/1ZV9O4_jpXI/s320/inafff20111021134545.jpg" width="226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit; font-size: large;"&gt;Rengasdengklok&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i&gt;Sutradara: Dion Widhi Putra&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i&gt;Penulis: Yonathan Lim&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Rengasdengklok, 1945. Seorang pemimpin besar sedang melakukan perjalanan untuk melakukan sebuah tugas yang akan menjadi tonggak sejarah sebuah bangsa. Tapi di tengah perjalanan, terjadi sebuah peristiwa mengerikan yang tidak pernah diceritakan oleh siapapun. Kaisar Jepang yang marah akan terebutnya wilayah kekuasaan dan pemboman Hiroshima dan Nagasaki pun diduga sebagai dalang dibalik peristiwa misterius tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Ide film ini sangat menarik, apalagi mencoba mengikut-sertakan sejarah bangsa Indonesia dengan "usulan" apa yang terjadi dalam perjalanan Bung Karno menuju Rengasdengklok. Peristiwa "misterius" yang terjadi pun dapat dibilang brilian. Namun sayang, akting dari semua pemeran dalam film ini benar-benar datar. Tampak grogi dan berusaha keras menghafal dialog, akting mereka ini cukup mengganggu dalam menikmati film. Film pendek ini pun kehilangan arahnya ketika mencoba memasukkan unsur komedi kedalamnya. Komedinya memang kena dan mampu membuat sebagian besar penonton meledak dalam tawa, namun sayang eksekusinya tidak maksimal dan kurang konsisten. Lagi-lagi, film pendek ini menyuguhkan &lt;i&gt;twist-ending&lt;/i&gt; yang akan membuat penonton untuk berpikir sejenak, untuk kemudian mempasrahkan jawabannya kepada sutradara dan penulisnya. Akhir kata, hanya ada satu kata untuk menggambarkan keseluruhan film ini; gokil!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Rating: 7/10&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-lPbKQaUxrQM/TtTN1O4R3xI/AAAAAAAAARo/2PENCGzBLz0/s1600/inafff20111021135047.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-lPbKQaUxrQM/TtTN1O4R3xI/AAAAAAAAARo/2PENCGzBLz0/s320/inafff20111021135047.jpg" width="196" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit; font-size: large;"&gt;The Reckoning&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i&gt;Sutradara: Zavero G. Idris&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i&gt;Penulis: Zavero G. Idris dan Katharina Vassar&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Sepasang suami istri yang ingin beristirahat dari beratnya hari yang telah mereka lalui, dikejutkan oleh tamu-tamu yang tidak diundang. Sang suami yang sukses dan sang istri yang cantik harus bertekuk lutut di tangan kawanan penjahat yang tampak seperti perampok. Ketegangan pun meningkat ketika rahasia masa lalu mulai terungkap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Cerita dalam film ini sebenarnya cukup sederhana. Namun eksekusi dari Zavero-lah yang membuat film ini menjadi menarik untuk dinikmati sampai habis. Warna hitam-putihnya selama film yang dipadu dengan misteri yang ada dalam cerita praktis menjadi salah dua faktor daya tarik dari film ini. Kekuatan utama dalam film ini adalah dialog, dan memang dibutuhkan konsentrasi yang cukup untuk mengikuti dialog antar-karakter. Praktis penonton dibuat asyik menebak-nebak apa yang sedang terjadi dan apa yang telah terjadi lewat dialog-dialog tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Rating: 6/10&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-y1Chw8Kqsis/TtTN8AfxifI/AAAAAAAAAR4/a0XOwMRjFW0/s1600/inafff20111021135318.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-y1Chw8Kqsis/TtTN8AfxifI/AAAAAAAAAR4/a0XOwMRjFW0/s320/inafff20111021135318.jpg" width="226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit; font-size: large;"&gt;Rumah Babi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i&gt;Sutradara: Alim Sudio&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i&gt;Penulis: Harry Setiawan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Darto, seorang pembuat film yang ambisius berhasil mendokumentasikan insiden kerusuhan yang menimpa keluarga peternak babi yang beretnis Cina. Ketika harus kembali ke rumah keluarga tersebut untuk melakukan wawancara lanjutan, dia harus menghadapi teror yang tidak pernah dia duga sebelumnya. Film dokumenternya pun tampaknya akan menjadi film terakhir yang pernah dibuat oleh Darto.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Ide awal dari film ini benar-benar menarik dan cukup orisinil. Mengadaptasi kekerasan ekstrim yang pernah dialami oleh orang Indonesia keturunan Cina, Harry Setiawan membungkus premis ini dengan bumbu horor dan thriller. Sutradara Alim Sudio pun mengeksekusi cerita ini dengan cara yang brilian. Sinematografi yang asyik, score yang menambah ketegangan, serta akting meyakinkan dari sang pemeran utama sangat mendukung horor dan misteri yang tumpang tindih dalam film ini. Jalinan misteri yang tersimpan rapi, sampai pada akhirnya bulu kuduk penonton pun berdiri dengan ending yang diberikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Rating: 8/10&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-kOMzPj0Nc4s/TtTN3h1BJfI/AAAAAAAAARw/92q-XUxXY7E/s1600/inafff20111021135158.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-kOMzPj0Nc4s/TtTN3h1BJfI/AAAAAAAAARw/92q-XUxXY7E/s320/inafff20111021135158.jpg" width="218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit; font-size: large;"&gt;Effect&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i&gt;Sutradara: Adriano Rudiman&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i&gt;Penulis: Leila Safira dan Adriano Rudiman&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Eva, seorang karyawan di kota urban telah menunggu sekian lama untuk promosi yang sangat dibutuhkannya, harus kecewa besar hanya karena ulah seenaknya dari bosnya. Karena rasa kesalnya yang teramat sangat, Eva pun memasukkan nama lengkap bosnya ke dalam sebuah website aneh yang menanyakan apakah ada seseorang yang sedang ingin disakitinya. Hari esok pun akan menjadi hari yang sangat aneh bagi Eva akibat perbuatan impulsifnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Sebenarnya ide dasar dari film ini menarik, dengan syarat harus disajikan dengan rapi, tepat, dan efisien. Sayangnya, Adriano Rudiman tampak terlalu berlama-lama dan membuat deretan kejadian menjadi sepanjang mungkin, sehingga adegan yang merupakan inti dari film ini memudarkan ketegangan yang ada. Tetapi salut untuk duet penulis Leila dan Adriano yang tampak benar-benar menguras otak untuk menyiapkan "adegan inti" tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Rating: 6/10&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-3o5NUrko4zA/TtTN9G3WDkI/AAAAAAAAASA/SFVait3cfAk/s1600/inafff20111021135503.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-3o5NUrko4zA/TtTN9G3WDkI/AAAAAAAAASA/SFVait3cfAk/s320/inafff20111021135503.jpg" width="226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit; font-size: large;"&gt;Taksi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;i&gt;Sutradara/Penulis: Arianjie AZ dan Nadia Yuliani&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dalam perjalanan pulang suatu malam, seorang wanita muda bernama Fina tidak punya pilihan selain menumpangi sebuah taksi di daerah sepi. Ternyata taksi tersebut cukup mencurigakan dan mengharuskan Fina mengalami serentetan kejadian mengerikan. Perjalanan pulang tersebut pun bagai mimpi buruk yang sulit dilupakan oleh Fina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Cerita ini sebenarnya sangat sederhana, apalagi mengambil tema yang sangat dekat dengan kehidupan kota urban. Dengan banyaknya berita tentang kejahatan yang terjadi di dalam taksi yang kebanyakan korbannya adalah wanita, duet sutradara/penulis Arianjie dan Nadia pun mengadaptasi fenomena tersebut ke dalam film pendek dengan cara mereka sendiri. Betapa beruntungnya mereka ketika aktris berbakat Shareefa Daanish mewarnai layar dengan aktingnya yang nyaris tanpa cacat. Fenomena kota Jakarta dengan kejahatan dalam taksi dimana kebanyakan pelakunya adalah supir taksi itu sendiri, ditranslasikan dengan baik untuk kemudian diputar dan diaduk sedemikian rupa lewat arahan brilian dari duet sutradara/penulis ini. Nyaris keseluruhan dari film pendek ini berada di dalam taksi tidak membuat tim pembuat film kehabisan akal untuk mengambil gambar. Hasilnya, sinematografi yang asyik dan tidak membosankan, dialog-dialog yang dekat dengan keseharian orang Jakarta, dan adegan klimaks yang sangat memuaskan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Rating: 9/10&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Secara keseluruhan, film omnibus terbaru karya anak bangsa ini sangat menyegarkan industri perfilman Indonesia khususnya di genre horor. Maksud awal dari tim produser pun tercapai sudah, untuk mengembalikan kepercayaan publik yang dirusak oleh film-film horor dengan kualitas kancut. Yang jelas, film omnibus ini menambah daftar film omnibus karya Indonesia setelah &lt;b&gt;TAKUT: Faces of Fear&lt;/b&gt; (2008). Adalah keberuntungan tersendiri bagi mereka yang berhasil menonton film ini di layar lebar dalam dua kali pemutaran dalam INAFFF 2011 kemarin, dimana tiket untuk kedua pemutaran tersebut terjual habis. Apalagi film ini tidak akan dirilis dalam jadwal tayang bioskop reguler. Bagi yang penasaran dengan film omnibus ini, dapat mencari DVD yang dirilis oleh Jive Entertainment.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;object height="315" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/6uFLRkIgqYk?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/6uFLRkIgqYk?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Rating?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;-&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;19 November 2011&lt;/b&gt; edisi &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/search/label/Indonesia%20International%20Fantastic%20Film%20Festival"&gt;Indonesia International Fantastic Film Festival&lt;/a&gt;-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.inafff.com/" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-46RZzOe8LKA/TrOTMiYj1fI/AAAAAAAAAN8/r8ugZHhG0PE/s320/inafff.JPG" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BONUS&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;Poster-poster alternatif dari keenam film pendek dalam omnibus ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" bordercolor="#FFFFFF" cellpadding="1" cellspacing="1" style="width: 400px;"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ckbE2C8nssE/TtTP7U1p18I/AAAAAAAAASg/mzpec5GMuco/s1600/361733868.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-ckbE2C8nssE/TtTP7U1p18I/AAAAAAAAASg/mzpec5GMuco/s320/361733868.jpg" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-9zuD-tPuTmY/TtTP-2GTBQI/AAAAAAAAASo/DP_3u0hEMTI/s1600/361742404.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-9zuD-tPuTmY/TtTP-2GTBQI/AAAAAAAAASo/DP_3u0hEMTI/s320/361742404.jpg" width="229" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-8yalDbS0G-I/TtTPq5tWhXI/AAAAAAAAASI/ipx408Z4QNU/s1600/361709240.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-8yalDbS0G-I/TtTPq5tWhXI/AAAAAAAAASI/ipx408Z4QNU/s320/361709240.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-A2NfQ4iwTCQ/TtTPwitwmHI/AAAAAAAAASY/SkLu1d29tB8/s1600/361725654.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-A2NfQ4iwTCQ/TtTPwitwmHI/AAAAAAAAASY/SkLu1d29tB8/s320/361725654.jpg" width="226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-mJfg9THGb_I/TtTQO6YPigI/AAAAAAAAASw/Cofzd6KSoEA/s1600/361756427.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-mJfg9THGb_I/TtTQO6YPigI/AAAAAAAAASw/Cofzd6KSoEA/s320/361756427.jpg" width="221" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Od1Lo2KLcIQ/TtTPrp8VTfI/AAAAAAAAASQ/B7CPDqe6QXY/s1600/361716935.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-Od1Lo2KLcIQ/TtTPrp8VTfI/AAAAAAAAASQ/B7CPDqe6QXY/s320/361716935.jpg" width="229" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BONUS LAGI&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;Berdasarkan penilaian dari tim produser (Joko Anwar, The Mo Brothers, Gareth Evans, Lala Timothy, Ekky Imanjaya, Rusli Eddy), pemenang dari kompetisi film pendek fantastik ini adalah &lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #444444; color: #444444;"&gt;_____Taksi_____&lt;/span&gt; (blok tulisan ini untuk mengetahui pemenang)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-8833177324338951458?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/8833177324338951458/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/fisfic-6-vol-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/8833177324338951458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/8833177324338951458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/fisfic-6-vol-1.html' title='FISFiC 6: Vol. 1'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-gV5p96T8WvQ/TtkGJ5sYwyI/AAAAAAAAAUA/pI4UNlP_DgI/s72-c/fisficvol1edited.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-3165913475332302984</id><published>2011-11-18T23:56:00.000+07:00</published><updated>2011-11-29T19:25:06.633+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia International Fantastic Film Festival'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='***'/><title type='text'>Love</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_dKF5tE20pc0/TTIyVaQ4qvI/AAAAAAAAAEA/QR7R-_ld9ac/s1600/love-movie-poster.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_dKF5tE20pc0/TTIyVaQ4qvI/AAAAAAAAAEA/QR7R-_ld9ac/s320/love-movie-poster.jpg" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sudah menjadi hal yang biasa bagi para musisi untuk membuat album yang berkonsep. Mungkin masih jelas di ingatan ketika Coldplay membuat &lt;i&gt;concept album&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;i&gt;Viva la Vida or Death and All His Friends&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dengan berkonsep revolusi. &lt;i&gt;Concept album&lt;/i&gt;&amp;nbsp;ini terlihat dari &lt;i&gt;cover&lt;/i&gt; album, kostum anggota band selama konser, dan tentu saja terdengar dari setiap &lt;i&gt;track&lt;/i&gt; yang ada. Sejatinya, sebuah &lt;i&gt;concept album&lt;/i&gt; bermula dari satu ide cerita yang ada. Nah bagaimana jika ide cerita ini diekstensi dan ditransformasikan menjadi sebuah film? Rasanya baru band &lt;i&gt;Angels &amp;amp; Airwaves&lt;/i&gt; saja yang bisa dan berani melakukan hal tersebut dengan film yang diproduksinya; &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Love&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini fokus pada dua cerita yang terjadi dengan rentang waktu beberapa abad namun saling pararel secara filosofis satu dengan yang lain. Cerita seorang pejuang yang dikirim ke daerah barat untuk menemukan suatu hal yang luar biasa di jaman Perang Saudara AS. Sementara beberapa abad kemudian, seorang astronot yang hidup dan bekerja sendiri di &lt;i&gt;International Space Station&lt;/i&gt; tiba-tiba kehilangan kontak dengan bumi. Harus menghabiskan sisa waktu hanya seorang diri, astronot tersebut mulai menemukan hal baru mengenai pesawatnya, mengenai dirinya sendiri, dan juga eksistensi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Premis isolasi ekstrim bagi seorang manusia, baik di bumi atau di luar angkasa, mungkin bukan suatu hal yang baru di dunia perfilman. Lapis pertama bagi film-film semacam ini tentunya adalah efek psikologis dari si karakter dalam menghadapi kesendiriannya. Namun sutradara/penulis naskah William Eubank yang memulai debutnya lewat film ini menambahkan lapisan baru menurut sudut pandangnya. Berhubung film ini adalah transformasi dari &lt;i&gt;concept album&lt;/i&gt; dari AvA, maka Eubank menambahkan pentingnya interaksi antar-manusia dan cinta, yang disadari lewat isolasi ekstrim tersebut. Kemudian pada lapisan terbawah dan terdalam, Eubank menambahkan hal betapa rapuhnya eksistensi manusia secara fisik, kemudian mengusulkan bahwa betapa pentingnya cerita dan memori dari manusia sebagai harta warisan manusia. Semua ide ini dirangkum dan divisualisasikan dengan sangat cantik, dan pastinya diiringi oleh &lt;i&gt;scoring&lt;/i&gt; dari album AvA, Love (2010) secara instrumental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-v41bVjjf2t0/TsiKoyuYQwI/AAAAAAAAARA/eOh5cjwFL-U/s1600/love1.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="223" src="http://1.bp.blogspot.com/-v41bVjjf2t0/TsiKoyuYQwI/AAAAAAAAARA/eOh5cjwFL-U/s400/love1.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Cara bercerita Eubank lewat film ini memang tidak biasa. Selain tidak naratif, film ini juga non-linear dalam menuturkan jalan cerita. Hampir setengah film dihabiskan untuk "halusinasi" dan proyeksi acak dari keadaan psikologis sang astronot pada waktu tertentu. Ya, bisa dibilang cara bertutur cerita dalam film ini mirip dengan cara Terrence Malick menuturkan cerita &lt;i&gt;Tree of Life&lt;/i&gt; (2011) yang memiliki setting seperti dalam film &lt;i&gt;Moon&lt;/i&gt; (2010). Dengan cara bertutur yang tidak biasa serta pesan filosofis yang dibawa, film ini jelas bukan untuk konsumsi semua orang. Jelas film ini bukan untuk para fans berat AvA, dimana satu-satunya penghiburan bagi mereka adalah mendengarkan &lt;i&gt;scoring&lt;/i&gt; dalam film ini. Jika anda sangat menikmati dan cocok dengan &lt;i&gt;Tree of Life&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Moon&lt;/i&gt;, atau bahkan &lt;i&gt;2001: A Space Odyssey&lt;/i&gt; (1968), maka anda akan menyukai konsep yang ditawarkan oleh film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi, film ini menambah satu referensi baru bagi gue untuk perkara eksistensi manusia di alam semesta. Eubank sendiri mengakui bahwa film ini terinspirasi secara signifikan oleh &amp;nbsp;foto tenar&amp;nbsp;&lt;i&gt;Pale Blue Dot&lt;/i&gt;. Ini adalah foto dari planet bumi yang diambil oleh pesawat luar angkasa Voyager 1 pada tahun 1990. Misi Voyager 1 adalah menjelajah luar angkasa sampai keluar dari tata surya kita. Ketika misinya telah berakhir sukses, astronom Carl Sagan meminta NASA untuk menggunakan Voyager 1 untuk memfoto bumi dari tempat dimana pesawat luar angkasa itu berada, 6 milyar kilometer dari bumi. Hasilnya adalah foto spektakuler planet bumi yang hanya berupa titik kecil berwarna biru keputih-putihan, diantara kegelapan dari kedalaman luar angkasa. Dengan jarak yang telah ditempuh oleh Voyager 1 dan maha-luasnya luar angkasa, foto ini menunjukkan betapa kecil dan rapuhnya eksistensi manusia sebagai makhluk hidup utama di planet bumi.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-UPiYfZNcocM/TsiKp4iGFsI/AAAAAAAAARI/-ELfEqwjncA/s1600/love2.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="223" src="http://3.bp.blogspot.com/-UPiYfZNcocM/TsiKp4iGFsI/AAAAAAAAARI/-ELfEqwjncA/s400/love2.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hal yang memukau dalam film ini adalah visualisasi dari animasi dan efek visual yang ada. Mungkin sulit bagi sebagian besar penonton untuk mengimbangi tempo lambat yang dibawa oleh film ini, namun hal tersebut akan terbayar oleh kepuasan tersendiri dengan indahnya sinematografi di sepanjang film. &lt;i&gt;Ultra slow-motion&lt;/i&gt; dari adegan perang saudara yang ada, halusinasi dan proyeksi acak dari keadaan psikologis sang astronot divisualisasikan dengan sangat indah, memukau, dan memanjakan mata. Setidaknya adegan-adegan ini akan bertahan lama di kepala gue dalam jangka waktu yang lama. Jika telah melihat hasilnya, jangan kaget jika William Eubank hanya menghabiskan 500 ribu USD saja untuk total budget pembuatan filmnya. Plus setting ISS yang mendominasi film hanyalah dari set sederhana yang dibangun dari berbagai materi daur ulang dan bertempat di halaman belakang rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus gue akui, gue cukup risih dengan beberapa &lt;i&gt;goof&lt;/i&gt; penting yang ada dalam film ini walaupun gue mengerti masalah utamanya ada di dana. Keadaan gravitasi dan jumlah kru ISS adalah salah duanya. Setidaknya Eubank bisa menambahkan beberapa dialog atau apapun itu untuk menutupi lubang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari &lt;i&gt;plot holes&lt;/i&gt; yang ada, film ini tetap menarik untuk menambah referensi terhadap film-film bertema serupa. Adalah tantangan tersendiri untuk menemukan keterkaitan antara cerita perang saudara dengan cerita sang astronot yang terisolasi di atas sana. Memang membutuhkan tingkat konsentrasi yang tinggi untuk dapat mengikuti film ini 100%, namun semua itu terbayar dengan temuan filosofis dan visual yang memanjakan mata, serta scoring asik yang memanjakan telinga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="315" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/D9HlH3lHfXw?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/D9HlH3lHfXw?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;18 November&lt;/b&gt; edisi &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/search/label/Indonesia%20International%20Fantastic%20Film%20Festival"&gt;Indonesia International Fantastic Film Festival&lt;/a&gt; -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.inafff.com/" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-46RZzOe8LKA/TrOTMiYj1fI/AAAAAAAAAN8/r8ugZHhG0PE/s320/inafff.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BONUS&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;Baca artikel wikipedia tentang &lt;i&gt;Pale Blue Dot&lt;/i&gt; &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pale_Blue_Dot"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-3165913475332302984?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/3165913475332302984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/love.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/3165913475332302984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/3165913475332302984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/love.html' title='Love'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_dKF5tE20pc0/TTIyVaQ4qvI/AAAAAAAAAEA/QR7R-_ld9ac/s72-c/love-movie-poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-5418130860129572366</id><published>2011-11-17T23:17:00.001+07:00</published><updated>2011-12-12T21:33:13.351+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='***'/><title type='text'>Sang Penari</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-c7xwaIonpCQ/TsXrWYKYQDI/AAAAAAAAAQs/w5vIGbyX58M/s1600/1610Sang-Penari-poster-film.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-c7xwaIonpCQ/TsXrWYKYQDI/AAAAAAAAAQs/w5vIGbyX58M/s320/1610Sang-Penari-poster-film.jpg" width="224" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Adat istiadat memang tidak pandang bulu. Apalagi jika adat istiadat yang sedianya berlangsung secara turun-temurun tersebut ada di sebuah desa pedalaman di Indonesia tahun 1960-an. Kemiskinan dan gagal panen yang melanda desa kecil tersebut pun semakin menjustifikasi warga desa untuk bersandar pada hal-hal supranatural. Dengan kepercayaan animisme dan nilai tradisional yang kuat, warga pun rela meninggalkan logika demi memuja sang adat dan tradisi. Situasi menjadi semakin kompleks ketika modernitas yang datang dengan deras menyerbu nilai tradisional. Para pelaku adat pun segera membangun tembok setinggi mungkin, dengan dalih pribadinya telah menyatu dengan adat. Lalu bagaimana dinamikanya? Kira-kira ini yang ingin diangkat oleh sutradara Ifa Isfansyah dalam film terbarunya, &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Sang Penari&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dukuh (desa) Paruk tahun 1960-an, hiduplah sepasang sahabat yang tumbuh bersama; Rasus (Nyoman Oka Antara) dan Srintil (Prisia Nasution). Dalam perkembangannya, ternyata mereka saling menyimpan perasaan terhadap satu sama lain. Tetapi percintaan mereka terhalang oleh kemampuan Srintil menari. Warga desa pun percaya bahwa Srintil adalah titisan ronggeng (penari desa), dimana tidak semua orang bisa menjadi ronggeng. Dukuh Paruk yang terus menerus gagal panen memang sedang membutuhkan seorang ronggeng untuk memberi warna dan semangat bagi warga desa yang mulai putus asa. Namun untuk menjadi seorang ronggeng dukuh, Srintil - dan tubuhnya - akan menjadi milik warga desa. Rasus yang mengetahui tradisi tersebut tidak terima jika Srintil bagaikan "pohon kelapa yang seenaknya dipanjat berbagai orang". Dalam keputusasaan, Rasus pun meninggalkan Dukuh Paruk untuk menjadi seorang tentara.&amp;nbsp;Jaman bergerak, politik tahun 1965 pun bergejolak. Saat-saat dimana Rasus dan Srintil harus memilih untuk loyal pada aset sosial atau mengikuti perasaan masing-masing pun tiba. Sadar tidak ada jalan tengah dari dilema tersebut, mereka pun harus memilih salah satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut istilah yang digunakan oleh pembuat film, cerita dalam film ini "terinspirasi" dari novel trilogi karya Ahmad Tohari; &lt;i&gt;Ronggeng Dukuh Paruk&lt;/i&gt; (1982), &lt;i&gt;Lintang Kemukus di Dini Hari&lt;/i&gt; (1984), dan &lt;i&gt;Jentera Bianglala&lt;/i&gt; (1985). Sekarang, trilogi novel tersebut telah digabungkan menjadi satu buku dengan judul "Ronggeng Dukuh Paruk" dengan menyertakan detil-detil cerita yang telah disensor selama lebih dari 20 tahun. Ya, di masanya novel ini dikategorikan sebagai karya sastra yang kontroversial. Selain karena dibilang terlalu vulgar dan seronok, Ahmad Tohari juga berani menyinggung gejolak politik Indonesia tahun 1965. Meskipun dengan dibuatnya film ini merupakan sebuah resiko tersendiri bagi produser Shanty Harmayn, yang juga ikut menulis naskah dari film ini. Kembali ke inspirasi, trio penulis naskah yang juga menggodok &lt;i&gt;Garuda di Dadaku&lt;/i&gt; (2009), Ifa-Shanty-Salman Aristo tidak terlalu setia pada novelnya. Garis besar cerita memang mengikuti cerita arahan Ahmad Tohari, namun trio penulis ini mengubah beberapa detil cerita. Toh perubahan ini tidak sedemikian signifikannya, selama makna dan maksud dari penulis novel masih pararel dengan pembuat film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.boleh.com/media_files/media/2011/11/08/42I892_sang-penari-3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="267" src="http://www.boleh.com/media_files/media/2011/11/08/42I892_sang-penari-3.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.boleh.com/movie/review/detail/318_sang_penari"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Lalu sebenarnya apa yang ingin disampaikan oleh Ahmad Tohari yang kemudian divisualisasikan dengan sangat baik oleh Ifa dan kawan-kawan? Tidak sedikit orang yang sudah tahu mengenai kejanggalan G30S, misteriusnya Supersemar, sampai wacana bahwa PKI adalah korban manuver politik. Masih sedikit karya sastra yang berani mengangkat "versi asli" dari sejarah kelam tersebut. Ifa pun tidak sebegitu beraninya mengibarkan bendera PKI dalam filmnya, nama partai pun disamarkan menjadi "Partai Rakyat" dengan atribut berwarna merah saja. Mungkin karena film ini adalah film kedua yang berani menempatkan kader PKI sebagai korban (setelah &lt;i&gt;Lentera Merah&lt;/i&gt; karya Hanung Bramantyo), banyak orang yang hanya fokus pada sub-plot dalam film ini. Padahal sub-plot "Partai Merah" ini hanya digunakan oleh Ifa sebagai hal pemicu konflik pada kisah cinta Rasus-Srintil. Terlalu fokusnya penonton pada sub-plot ini malah mengaburkan nilai utama yang ingin diangkat oleh Ifa; adat istiadat yang mengesampingkan nilai &lt;i&gt;gender &lt;/i&gt;dan moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul dari film ini pun sudah jelas dalam menegaskan dimana titik gravitasi cerita akan diletakkan. Adegan awal dan akhir dalam film ini pun menjadi justifikasi tersendiri dari fokus cerita tersebut. Ya, budaya ronggeng yang kental dengan adat Jawa ini memang terbilang unik. Tarian rakyat yang telah hidup di kalangan masyarakat agraris Jawa sejak abad ke-15 ini awalnya adalah ritual pemujaan terhadap Dewi Kesuburan atau Dewi Sri. Konon, dengan diadakan pagelaran ronggeng, maka dipercaya akan melancarkan panen di musim tersebut. Ternyata ada lagi kepercayaan barangsiapa yang meniduri ronggeng, akan melancarkan pula kesuburan sang pria. Tidak heran jika para istri malah bangga jika suaminya bisa meniduri ronggeng, dengan harapan selanjutnya sang istri akan hamil jika bersetubuh dengan sang suami yang telah "menaklukkan" titisan Dewi Kesuburan. Kepercayaan ini pun tergambar jelas lewat salah satu dialog dan adegan dalam film karya Ifa.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-FLwthTB4QVs/TsCQYuZomEI/AAAAAAAAAX8/PPoT0DdLg-M/s320/penari31.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-FLwthTB4QVs/TsCQYuZomEI/AAAAAAAAAX8/PPoT0DdLg-M/s320/penari31.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://adisudiawan.blogspot.com/2011_11_01_archive.html"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Dalam cerita karya Ahmad Tohari, warga Dukuh Paruk yang menderita gagal panen pun sangat menanti-nantikan ronggeng baru setelah ronggeng terakhir tewas karena keracunan tempe bongkrek. Disaat ronggeng baru muncul, Srintil pun diperlakukan bak putri kerajaan. Segala macam perlakuan khusus dilakukan oleh warga dukuh untuk "melestarikan" kesenian ronggeng. Ronggeng diperlakukan bak putri kerajaan. Perawatan tubuh, kamar terbaik, kostum terbagus, semua itu dilakukan (dengan dalih) demi terwujudnya masyarakat Dukuh Paruk yang aman dan sejahtera. Dengan satu syarat, ronggeng Dukuh Paruk adalah milik semua warga, dimana keperawanannya dijual kepada penawar tertinggi dalam tradisi "bukak klambu". Ya, ronggeng Dukuh Paruk tidak hanya diminta memiliki kemampuan menari di panggung, tetapi juga mampu "menari" di atas kasur. Tradisi ini pun dipercaya dapat memberikan kesenangan dan kebahagiaan kepada warga desa - terutama pada laki-laki. Sang ronggeng memang menebar pesona, kebahagiaan, dan kesejahteraan. Lantas, apa konsekuensinya terhadap citra diri ronggeng oleh masyarakat modern? Lapis berikutnya adalah, bagaimana sang ronggeng menyikapi keharusan bahwa sang ronggeng itu bukan hanya urusan nari tetapi juga "urusan kasur"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, apa yang muncul di kepala masyarakat awam ketika melihat seorang wanita cantik menari di tengah-tengah para lelaki yang ikut menari bersamanya, menggunakan kebaya yang memperlihatkan "terlalu banyak", melakukan gerakan tarian yang terbilang erotis, sambil sesekali menggunakan selendang untuk menarik seorang lelaki untuk menari berpasangan? Coba bandingkan antara salah satu adegan dalam film 3 Hari untuk Selamanya (2007) dimana seorang wanita berpakaian adat Jawa yang menari dan “menggoda” karakter Nicholas Saputra di pinggir pantai Pangandaran, dan adegan pembuka film Moulin Rouge! (2001) dimana karakter Nicole Kidman menari dan bernyanyi menggoda para pria kaya dalam rumah teater tersebut. Lain tempat, namun dengan aktivitas, baik di dalam dan di luar panggung, yang hampir mirip? Adat istiadat yang mengandung unsur prostitusi? Dimana adat tersebut harus dilestarikan demi keberlangsungan kehidupan warga yang damai dan sejahtera. Segala macam pikiran dan perasaan moral yang muncul dari hati nurani sang ronggeng pun digilas dan dileburkan dengan loyalitas untuk kepentingan umum; pekerja teater Moulin Rouge, atau dalam konteks film Sang Penari; warga Dukuh Paruk.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-cqrImXJI5Dw/TsXp6KHeWeI/AAAAAAAAAQk/XAUSyyO9Pw8/s1600/217Sang_Penari.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-cqrImXJI5Dw/TsXp6KHeWeI/AAAAAAAAAQk/XAUSyyO9Pw8/s400/217Sang_Penari.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kembali ke film, Ifa tampak sukses memotret berbagai lapisan dilema ini akan kesenian ronggeng yang ada di Indonesia. Tidak hanya dilema terhadap perilaku moral vs kepentingan bersama, tetapi juga citra diri kesenian ronggeng yang sempat diasosiasikan dengan ekspresi gerakan "kiri". Salah satu cara "Partai Rakyat" untuk mendapatkan pendukung adalah dengan mendekati masyarakat agraris yang buta huruf dan tidak berpendidikan. Dengan segudang alasan kepentingan rakyat dan memanfaatkan kemiskinan warga, "Partai Rakyat" ini pun dengan mudah memerahkan suatu daerah - bahkan menyusupkan indoktrinasi ideologi lewat orasi dalam pertunjukkan ronggeng. Saking mulusnya pendekatan ini, penonton pun dibuat tidak menduga bahwa kehadiran seorang karakter di awal film ternyata adalah salah satu kader dari partai tersebut. Sayangnya, gejolak politik 1965 di Indonesia yang berimbas pada keberadaan "Partai Rakyat", berimbas pula pada masyarakat desa yang tidak bisa baca-tulis dan hanya dijanjikan kesejahteraan. Korban tidak bersalah pun berjatuhan, kesenian ronggeng pun dicap "kiri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potret itu berhasil divisualisasikan dengan baik lewat arahan Ifa. Tangan ajaib Yadi Sugandi sebagai sinematografer memang magis, gambar-gambar yang ada di layar serasa membuat penonton berada di dukuh Paruk, tentunya dengan gaya artistik. Arahan kamera Yadi Sugandi benar-benar menghidupkan atmosfer desa miskin Dukuh Paruk yang kering, namun hangat secara kultural. Setiap set yang ada pun serasa mengingatkan penonton bahwa dulu inilah wajah Indonesia yang terpinggirkan. Kegiatan keseharian masyarakat desa, seperti pembuatan tempe bongkrek, yang diselipkan dalam film ini sukses mengingatkan penonton lokal akan keragaman bangsa yang dimilikinya.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Scoring&lt;/i&gt; yang mengangkat irama tradisional Jawa pun menambah unsur mistis dan tradisional, sayang penggunaan &lt;i&gt;scoring&lt;/i&gt; tersebut tidak konsisten sampai akhir film. Pengangkatan cerita dari novel ke dalam adegan pun cukup mudah untuk diikuti, walaupun setiap adegan tampak berdiri sendiri. Para penulis naskah begitu ingin memasukkan setiap detil penting yang ada, tapi konsekuensinya adalah tontonan film 110 menit ini seperti layaknya rangkaian film pendek yang disambungkan satu sama lain. Penonton memang harus memiliki tingkat konsentrasi yang cukup untuk melihat konektivitas antar-adegan agar dapat memahami jalan cerita. Namun sayang seribu sayang, keputusan Ifa dkk untuk memasukkan adegan anti-klimaks tersebut sangat dipertanyakan, dimana adegan tersebut malah membuat jalan cerita dan konektivitas dengan adegan sebelumnya menjadi absurd. Tetapi &lt;i&gt;shot &lt;/i&gt;terakhir dalam film ini mengobati kekecewaan tersebut, dengan aura magisnya yang membuat penonton secara tak sadar merenungi makna dari film ini.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://ardnas20.files.wordpress.com/2011/11/sang-penari.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="http://ardnas20.files.wordpress.com/2011/11/sang-penari.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://ardnas20.wordpress.com/2011/11/02/movie-review-sang-penari-indonesia2011/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Roh dari film ini tentu saja ada pada pemerannya. Nyoman Oka Antara memang dapat menampilkan seorang pemuda desa yang lugu dan "manut saja". Konflik batin Rasus yang tidak ingin Srintil menjadi ronggeng pun jelas terlihat. Namun entah kenapa ekspresi "ndeso" di beberapa adegan terlihat dipaksakan. Sementara Prisia Nasution cukup melebur dalam perannya sebagai Srintil. Pembuat film benar-benar memanfaatkan dengan baik kecantikan dan kulit sawo matang dari Prisia untuk menjadi seorang ronggeng cantik yang bisa menghipnotis penonton, baik penonton tari di dukuh maupun di bioskop. Rumit dan campur-aduknya perasaan Srintil mengenai ronggeng yang juga harus menari di kasur pun tergambar dengan baik lewat berbagai ekspresi yang mengundang rasa simpatik. Namun entah mengapa, Prisia terlihat berusaha keras untuk mengucapkan aksen Jawa, yang menjadikan beberapa dialog terkesan sebagai tempelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, film ini jelas menjadi tontonan yang sangat berbeda, unik, dan berkualitas tinggi sebagai film lokal. Ada banyak sekali buah pikiran yang bisa direnungkan, dan didiskusikan, setelah keluar dari studio usai menonton film ini. Sayangnya, lagi-lagi pemutaran film ini dianak-tirikan dengan hanya diputar di bioskop-bioskop "kelas B". Yang membuat sakit hati, kualitas film ini disejajarkan dengan film karya mafia India dengan diputarnya trailer film &lt;i&gt;Arwah Kuntilanak Duyung Hamil di Luar Nikah di Kuburan Sebelah&lt;/i&gt; sebelum film dimulai. Tapi semoga kepercayaan penonton terhadap kualitas film lokal belum hilang dengan masih adanya film-film lokal yang berkualitas dan layak tonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="315" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Uo9B_xPyc6k?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Uo9B_xPyc6k?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia | 2011 | Drama | 111 min. | Aspect Ratio 1.85 : 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pemenang Film Terbaik, Sutradara Terbaik (Ifa Isfansyah),&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Pemeran Utama Wanita Terbaik (Prisia Nasution),&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Pemeran Pendukung Wanita Terbaik (Dewi Irawan),&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Festival Film Indonesia, 2011.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Nominasi Penulis Skenario Terbaik (Salman Aristo, Ifa Isfansyah, dan Shanty Harmayn),&amp;nbsp;Pengarah Sinematografi Terbaik (Yadi Sugandi),&amp;nbsp;Pengarah Artistik Terbaik (Eros Eflin),&amp;nbsp;Penyunting Gambar Terbaik (Cesa David Luckmansyah),&amp;nbsp;Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Hendro Djarot),&amp;nbsp;Pemeran Pendukung Wanita Terbaik (Dewi Irawan),&amp;nbsp;Pemeran Utama Pria Terbaik (Oka Antara),&amp;nbsp;Pemeran Utama Wanita Terbaik (Prisia Nasution), Festival Film Indonesia, 2011.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt;&amp;nbsp;tertanggal&amp;nbsp;&lt;b&gt;16 November 2011&lt;/b&gt;-&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-GijzQFz24uM/TsXrfDXE0OI/AAAAAAAAAQ0/8-xxK0pI9B8/s1600/Ronggeng-Dukuh-Paruk.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-GijzQFz24uM/TsXrfDXE0OI/AAAAAAAAAQ0/8-xxK0pI9B8/s200/Ronggeng-Dukuh-Paruk.jpg" width="141" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interpretasi terhadap kesenian ronggeng dalam ulasan/resensi/review ini ditulis berdasarkan sumber-sumber terkait:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ronggeng"&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Ronggeng&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://liamustafa.multiply.com/journal/item/58"&gt;http://liamustafa.multiply.com/journal/item/58&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nurrahmanarif.wordpress.com/2011/04/11/trilogi-ronggeng-dukuh-paruk/"&gt;http://nurrahmanarif.wordpress.com/2011/04/11/trilogi-ronggeng-dukuh-paruk/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://margeraye.blogdetik.com/2011/10/10/book-review-ronggeng-dukuh-paruk/"&gt;http://margeraye.blogdetik.com/2011/10/10/book-review-ronggeng-dukuh-paruk/&lt;/a&gt;&lt;a href="http://berita.liputan6.com/read/291975/Ronggeng.sebuah.Tari.Pergaulan"&gt;http://berita.liputan6.com/read/291975/Ronggeng.sebuah.Tari.Pergaulan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-5418130860129572366?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/5418130860129572366/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/sang-penari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/5418130860129572366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/5418130860129572366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/sang-penari.html' title='Sang Penari'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-c7xwaIonpCQ/TsXrWYKYQDI/AAAAAAAAAQs/w5vIGbyX58M/s72-c/1610Sang-Penari-poster-film.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-5620028576329548274</id><published>2011-11-14T21:49:00.000+07:00</published><updated>2011-11-16T00:50:46.420+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='**'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia International Fantastic Film Festival'/><title type='text'>Retreat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-gOrlWosMQzo/Tdnm4sn-sLI/AAAAAAAAOTQ/a08QtOMxP5Q/s1600/RETREAT-POSTER-2-PDF.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-gOrlWosMQzo/Tdnm4sn-sLI/AAAAAAAAOTQ/a08QtOMxP5Q/s320/RETREAT-POSTER-2-PDF.jpg" width="210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Cerita yang mengangkat bagaimana manusia terpencil di suatu tempat kemudian diberi suatu konflik memang selalu menarik untuk disimak. Biasanya cerita semacam itu mengandalkan dinamika psikologis dari karakter yang terlibat sebagai kekuatan utama. Kali ini sutradara/penulis naskah pendatang baru, &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm3393440/"&gt;Carl Tibbetts&lt;/a&gt;, mencoba menyumbangkan ide ceritanya ke dalam deretan film-film tersebut dengan film debutannya, &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Retreat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai usaha terakhir untuk menyelamatkan pernikahan mereka, Kate (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0628601/"&gt;Thandie Newton&lt;/a&gt;) dan Martin (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0614165/"&gt;Cillian Murphy&lt;/a&gt;) mengasingkan diri dari kota London dan berlibur ke pulau terpencil dan tidak berpenghuni di sisi barat Skotlandia, Pulau Blackholme. Hari-hari pertama mereka disibukkan oleh generator dan radio panggil yang tidak berfungsi. Tidak ada listrik dan hilang komunikasi dengan dunia luar malah menambah ketegangan diantara hubungan mereka yang sedianya telah rapuh. Sampai pada akhirnya mereka menemukan seorang prajurit yang terluka dan merawatnya. Tersadarnya Jack (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0068260/"&gt;Jamie Bell&lt;/a&gt;) - prajurit tersebut - ternyata malah membawa kabar buruk bagi Kate dan Martin. Menurut Jack, telah terjadi wabah virus mematikan yang menyebar lewat udara di luar sana, dan Jack pun datang ke pulau itu untuk berlindung. Kepercayaan Kate dan Martin pun diuji dengan kabar yang dibawa oleh Jack, sampai ketegangan memuncak ketika Jack mulai membuat ulah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ada sekelompok orang yang terjebak di satu tempat, kemudian ditambahkan masalah, maka yang bermain dalam segi cerita adalah sisi psikologis. Benar saja, selama 90 menit penonton akan disajikan adu psikologis dari ketiga karakter yang memiliki kepribadian yang berbeda satu sama lain. Seorang suami yang mudah ikut arus, seorang istri yang skeptis dan keras kepala, dan seorang prajurit yang misterius dan manipulatif. Dengan deretan pemeran yang ada, praktis adu psikologis ini dapat tersampaikan dengan baik lewat penampilan trio Newton-Murphy-Bell yang baik. Namun sutradara/penulis naskah Carl Tibbetts tampak terlalu berusaha keras untuk memberikan ketegangan yang signifikan. Dengan dasar cerita yang terbilang lemah, praktis &lt;i&gt;thriller&lt;/i&gt; yang ada hanya mengandalkan gaya pengambilan shot adegan dan &lt;i&gt;scoring&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content8.flixster.com/rtmovie/83/29/83294_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="http://content8.flixster.com/rtmovie/83/29/83294_gal.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/retreat_2011/pictures/#12"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Dengan ide dasar yang diberikan, mau tidak mau itu hanya akan mempersempit lajur perkembangan plot cerita. Ketika ada seorang asing yang mengatakan bahwa ada wabah mematikan di luar sana, dan kita tidak memiliki cara untuk mengkonfirmasi kabar tersebut, maka kita hanya memiliki dua opsi; percaya pada kabar tersebut atau tidak. Dengan hanya memiliki dua pilihan kelanjutan dan akhir cerita ini tentunya mengurangi keasyikan menonton. Sederhana saja, jika A tidak terjadi, maka yang terjadi adalah B. Ketika penonton telah mempersiapkan diri jauh sebelum waktunya untuk menebak pilihan &lt;i&gt;ending&lt;/i&gt; yang ada, maka eksekusi &lt;i&gt;ending&lt;/i&gt; yang terjadi pun tidak akan mengejutkan lagi. Meskipun Carl Tibbetts memberikan sedikit &lt;i&gt;twist&lt;/i&gt; yang membuat penonton sedikit terloncat dari kursinya, tetap saja usaha terakhir itu kurang menjawab ekspektasi penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin inilah sebabnya pembuat film memboyong Jamie Bell, Cillian Murphy, dan Thandie Newton. Ketika cerita terlalu sederhana dan akting menjadi kekuatan utama dalam film-film &lt;i&gt;psychological thriller&lt;/i&gt;, maka memboyong aktor ternama akan dapat membantu mendongkrak nilai jual. Jelas cara ini berhasil, mengingat gue pribadi memutuskan untuk membeli tiket ini setelah melihat nama Jamie Bell dan Cillian Murphy. Untuk kualitas akting, trio Newton-Murphy-Bell memang tampil baik seperti biasanya, tapi tidak bisa dibilang merata. Murphy dan Newton masih memerankan karakter tipikal seperti karakter-karakter yang pernah mereka perankan di film-film sebelumnya. Jamie Bell justru yang tampil menonjol berkat karakter prajurit Jack yang misterius dan berbahaya. Hanya dengan sorotan matanya yang tajam, penonton sudah dapat merasakan bahwa ada sesuatu yang berbahaya di balik karakter ini.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content7.flixster.com/rtmovie/83/28/83289_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="http://content7.flixster.com/rtmovie/83/28/83289_gal.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/retreat_2011/pictures/#7"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Secara keseluruhan, film ini datar-datar saja dengan perkembangan plot cerita yang sesempit rumah penginapan di pulau kecil itu. &lt;i&gt;Thriller&lt;/i&gt; yang disajikan pun hanya mengandalkan gaya pengambilan gambar dan scoring untuk meningkatkan ketegangan sebisa mungkin. Namun film ini tetap menghibur bagi penggemar Cillian Murphy dan Jamie Bell berkat penampilan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="315" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/KfVrto8_jxM?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/KfVrto8_jxM?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;12 November&lt;/b&gt; edisi &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/search/label/Indonesia%20International%20Fantastic%20Film%20Festival"&gt;Indonesia International Fantastic Film Festival&lt;/a&gt; -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.inafff.com/" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-46RZzOe8LKA/TrOTMiYj1fI/AAAAAAAAAN8/r8ugZHhG0PE/s320/inafff.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-5620028576329548274?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/5620028576329548274/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/retreat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/5620028576329548274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/5620028576329548274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/retreat.html' title='Retreat'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-gOrlWosMQzo/Tdnm4sn-sLI/AAAAAAAAOTQ/a08QtOMxP5Q/s72-c/RETREAT-POSTER-2-PDF.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-6563002791214549917</id><published>2011-11-12T20:27:00.000+07:00</published><updated>2011-11-14T23:26:59.793+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='****'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia International Fantastic Film Festival'/><title type='text'>SUPER</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sokreview.files.wordpress.com/2011/10/super-poster.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://sokreview.files.wordpress.com/2011/10/super-poster.jpg" width="215" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kisah seorang yang biasa lalu memutuskan untuk menjadi seorang pahlawan bertopeng tanpa kemampuan bertarung dan peralatan canggih kini tidak lagi menjadi premis yang baru, apalagi dengan kemunculan &lt;i&gt;Kick-Ass&lt;/i&gt; (2010). Kini sebuah film baru karya pencipta Slither (2006) hadir untuk meramaikan dan menambah daftar film-film&amp;nbsp;&lt;i&gt;superhero without superpower&lt;/i&gt; dengan &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;SUPER&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frank Darbo (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0933988/"&gt;Rainn Wilson&lt;/a&gt;) adalah seorang pria bahagia yang menikah dengan istri yang cantik, Sarah (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000239/"&gt;Liv Tyler&lt;/a&gt;). Namun kebahagiaannya segera berakhir ketika istrinya "dicuri" oleh bandar narkoba, Jock (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000102/"&gt;Kevin Bacon&lt;/a&gt;). Setelah mendapatkan wahyu relijius, Frank pun memutuskan untuk menjadi seorang pahlawan bertopeng yang membasmi para kriminal jalanan dengan menjadi Crimson Bolt. Dibantu oleh pencinta komik, Libby (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0680983/"&gt;Ellen Page&lt;/a&gt;) yang kemudian menjadi Boltie sebagai sidekick dari Crimson Bolt, mereka berdua pun mencoba untuk merebut kembali Sarah dari tangan keji Jock.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari garis besar cerita yang ditawarkan, serta dari trailer yang lucu dan menarik akan membuat anda berpikir bahwa film ini adalah "&lt;i&gt;another US flick comedy&lt;/i&gt;" yang ringan dan menghibur. Lalu mengapa film ini masuk dalam jajaran film-film fantastis INAFFF 2011? Ah, pertanyaan ini lebih baik dijawab oleh anda sendiri ketika menonton film ini sampai &lt;i&gt;ending credit&lt;/i&gt; muncul di layar. Yang jelas, kemasan film ini akan membuat penontonnya terbelalak kaget dan terkejut, bahkan sibuk jejeritan entah karena tertawa atau jijik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content6.flixster.com/rtmovie/72/32/72320_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/72/32/72320_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/super-2010/pictures/#3"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Banyak sekali komentar yang menuding &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0348181/"&gt;James Gunn&lt;/a&gt;&amp;nbsp;sebagai sutradara/penulis naskah film ini mengambil ide Mark Millar yang menciptakan novel grafis Kick-Ass, dengan fakta bahwa film ini dirilis satu tahun setelah Kick-Ass. Namun Mark Millar sendiri telah mengeluarkan pernyataan bahwa kisah Frank Darbo dan Dave Lizewski ditulis bersamaan di tahun yang sama. Sementara James Gunn menyatakan ketika ada ratusan film tentang perampokan bank, maka sah-sah saja untuk memiliki lima film pahlawan-super-tanpa-kekuatan-super (&lt;i&gt;referring to Defendor, Hero at Large, Special, Kick-Ass&lt;/i&gt;, dan filmnya sendiri). Kemiripan itu memang terwakili dengan jelas oleh duo karakter Frank/Crimson Bolt dan Libby/Boltie yang pararel dengan Dave/Kick-Ass dan Hit Girl. Namun percayalah, film ini dua kali lebih kocak, lebih sadis, lebih berdarah, dan lebih "ngawur" daripada Kick-Ass.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kesederhanaan Kick-Ass harus dimasuki oleh kehadiran &lt;i&gt;superhero&lt;/i&gt; "sungguhan" (Big Daddy &amp;amp; Hit Girl), maka film terbaru dari James Gunn ini tetap konsisten dan fokus pada &lt;i&gt;powerless-superheroes&lt;/i&gt; Crimson Bolt dan Boltie. Mereka jelas tidak memiliki kekuatan super dan kemampuan berkelahi yang mumpuni, peralatan "canggih" Crimson Bolt pun hanya sebatang kunci Inggris. Pemilihan senjata ini mungkin disengaja oleh James Gunn untuk menambah kesan kocak pada karakter konyol Crimson Bolt. Namun ternyata penonton sibuk berteriak terkejut dan risih ketika melihat bagaimana Crimson Bolt menghajar orang-orang dengan kunci Inggrisnya. Bayangkan saja, bagaimana memukul kepala orang lain dengan kunci Inggris yang besar dan tebal itu.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content9.flixster.com/rtmovie/74/96/74963_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="254" src="http://content9.flixster.com/rtmovie/74/96/74963_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/super-2010/pictures/#4"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Cerita yang ditulis sendiri oleh James Gunn ini memang didesain untuk membuat penonton terpingkal-pingkal di setengah awal film lewat tingkah polah Frank/Crimson Bolt yang super-gebleg. Ketika penonton menjadi terbiasa untuk tertawa pada setiap adegan lucu, selanjutnya penonton pun mulai sadar bahwa mereka sedang menertawakan sebuah hal yang absurd - bahkan untuk sebuah adegan kekerasan yang kurang tepat untuk ditertawakan. Ya, James Gunn telah memelintir film kocaknya menjadi sebuah film dengan&amp;nbsp;&lt;i&gt;dark comedy&lt;/i&gt; yang cukup signifikan. Ketika Crimson Bolt menghajar seorang tukang jambret sampai kepalanya hancur oleh kunci Inggris itu, penonton pun dipaksa untuk berpikir; dengan setiap orang bisa menjadi pahlawan, apakah seperti ini caranya untuk menindak sebuah tindakan kriminal? Kemudian pemilihan senjata kunci Inggris - yang tidak lazim menjadi senjata pembela kebenaran - adalah sebuah instrumen yang tepat untuk mewakili &lt;i&gt;dark comedy&lt;/i&gt; yang diangkat oleh James Gunn. Ternyata, apa yang dapat dilakukan oleh seseorang yang depresi (karena ditinggal istrinya) dan bersenjatakan kunci Inggris bisa jauh lebih mengerikan ketimbang pengedar ganja di jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin James Gunn sadar bahwa filmnya akan banyak dikomparasikan dengan Kick-Ass, untuk itu dia merekrut beberapa aktor-aktris ternama untuk mendongkrak daya jual filmnya. Dengan si langganan peran antagonis, Kevin Bacon, yang dipatok memerankan musuh utama dalam film ini, ditambah dengan kecantikan Liv Tyler untuk mewarnai film ini. Namun pilihan tepat untuk memasang Rainn Wilson sebagai Frank/Crimson Bolt. Bisa lepas dari perannya dari serial televisi &lt;i&gt;The Office&lt;/i&gt;, Rainn Wilson mampu menghidupkan karakter Frank yang aneh, menyedihkan, dan depresif. Dengan faktor fisik dan kepribadian yang ada dalam diri Frank, penonton menjadi sangat maklum ketika Sarah lebih memilih Jock daripada dia. Ketika Chloe Grace Moretz menjadi &lt;i&gt;attention stealer&lt;/i&gt; dalam Kick-Ass, maka kali ini Ellen Page yang mencuri perhatian penonton lewat karakter Libby. Ellen Page benar-benar menghidupkan Libby yang selalu ceria dan menjalani hidup di masa kini - tanpa memikirkan masa lalu ataupun masa depan. Namun ternyata, dibalik keceriaan umur 22 tahun, ternyata Libby memiliki kepribadian yang mengerikan. Setelah mendapatkan nominasi Oscar lewat perannya dalam film &lt;i&gt;Juno &lt;/i&gt;(2007) dan kemudian mendongkrak popularitasnya lewat &lt;i&gt;Inception &lt;/i&gt;(2010), di film "ringan" ini Ellen Page tampak bersenang-senang namun menunjukkan kualitas aktingnya yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content6.flixster.com/rtmovie/74/96/74968_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="179" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/74/96/74968_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/super-2010/pictures/#9"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Jika anda menilai bahwa Kick-Ass terlalu sadis dan bisa masuk dalam kategori &lt;i&gt;slasher&lt;/i&gt;, maka tunggu sampai anda menonton film ini. Sekali lagi, jangan terlalu polos dalam membaca sinopsis dan melihat trailernya. Saran saya, alangkah lebih bijak jika tidak membawa anak-anak dibawah 17 tahun untuk menonton film ini. Akhir kata, film ini INAFFF banget karena seru dan puas teriak-teriak dan ketawa-ketawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="315" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/eL57ncw2jr8?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/eL57ncw2jr8?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;12 November&lt;/b&gt; edisi &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/search/label/Indonesia%20International%20Fantastic%20Film%20Festival"&gt;Indonesia International Fantastic Film Festival&lt;/a&gt; -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.inafff.com/" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-46RZzOe8LKA/TrOTMiYj1fI/AAAAAAAAAN8/r8ugZHhG0PE/s320/inafff.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-6563002791214549917?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/6563002791214549917/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/super.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/6563002791214549917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/6563002791214549917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/super.html' title='SUPER'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-46RZzOe8LKA/TrOTMiYj1fI/AAAAAAAAAN8/r8ugZHhG0PE/s72-c/inafff.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-3067517866713614469</id><published>2011-11-12T19:19:00.000+07:00</published><updated>2011-11-14T16:24:47.106+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='*****'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia International Fantastic Film Festival'/><title type='text'>Bellflower</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content8.flixster.com/rtmovie/79/12/79122_gal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://content8.flixster.com/rtmovie/79/12/79122_gal.jpg" width="218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kisah romansa antara pria dan wanita telah berulang kali difilmkan dengan berbagai cara dan berbagai gaya. Alih-alih film yang memakan biaya produksi besar dan berasal dari label ternama, rasanya malah film-film independen yang lebih banyak diingat oleh publik. Di tahun 2009, banyak yang dibuat takjub oleh &lt;i&gt;(500) Days of Summer&lt;/i&gt; dengan gaya penceritaan yang tidak biasa dan cerita yang sangat akrab oleh para pria. Di tahun 2010, Michelle Williams dan Ryan Gosling menetapkan standar baru untuk berakting dalam film &lt;i&gt;romance&lt;/i&gt;/&lt;i&gt;break-up&lt;/i&gt; lewat &lt;i&gt;Blue Valentine&lt;/i&gt;. Di tahun 2011 ini, genre &lt;i&gt;romance&lt;/i&gt;&amp;nbsp;keluaran label indie dengan budget rendah akan ketambahan satu film karya produser/sutradara/penulis naskah/aktor debutan &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm3035239/"&gt;Evan Glodell&lt;/a&gt;. Kisah romansa, &lt;i&gt;flamethrower&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;muscle car&lt;/i&gt;, dan kiamat; semua ini ada dalam film &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Bellflower&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua sahabat karib menggunakan seluruh waktu bebas mereka untuk membuat barang-barang yang mereka anggap keren. Terinspirasi oleh film Mad Max, mereka membuat senjata pelontar api dan mobil keren untuk bersiap-siap jika kiamat global datang. Disaat menunggu dunia kiamat, salah satu dari mereka bertemu seorang gadis dan jatuh cinta. Terbuka dengan teman-teman dan orang-orang baru, mereka pun mulai menjalani hidup yang penuh dengan pengkhianatan, cinta, kebencian, dan ketidaksetiaan yang (ternyata) lebih menghancurkan ketimbang khayalan kiamat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya tidak ada sutradara film yang lebih nyentrik dan kacau daripada Evan Glodell. Evan menulis naskah cerita film ini sejak tahun 2003, dimana cerita tersebut terinspirasi dari kisah cinta pribadinya, lalu membuat dengan total budget sekitar 17 ribu USD, sambil menghindari kejaran polisi karena tindak perdata yang ia langgar. Banyak terpengaruh oleh film Mad Max 2 (1981), kekagumannya pada kiamat, serta obsesinya membuat pelontar api di masa kecil pun tidak tanggung-tanggung untuk dibawa serta untuk masuk ke dalam debut filmmya. Dihiasi oleh visual yang bergaya &lt;i&gt;apocalyptic&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;camera work&lt;/i&gt; yang &lt;i&gt;stylish&lt;/i&gt;, film ini siap membuat penonton melakukan perjalanan panjang dengan mobil keren pelontar api yang melewati berbagai belokan yang tidak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content6.flixster.com/rtmovie/72/33/72332_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="166" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/72/33/72332_gal.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/bellflower/pictures/#1"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Sebuah film yang asyik untuk ditonton adalah film yang dapat menangkap ketertarikan penonton hanya dalam menit-menit pertamanya saja, dan film ini berhasil menjalankan tugas ini dengan sangat baik. Adegan perkenalan dengan kedua karakter kita yang nyeleneh ini sangat menarik dan orisinil. Bagaimana tidak, walaupun mereka terlihat sebagai dua orang penggangguran yang tidak bekerja, tetapi mereka memiliki determinasi yang tinggi untuk mewujudkan senjata pelontar api mereka. Selain itu, perkenalan salah satu karakter utama kita dengan &lt;i&gt;love interest&lt;/i&gt;-nya tinggal menjustifikasi ketertarikan penonton untuk duduk manis dan menikmati film ini. Ketika setengah awal film ini berhasil menarik penonton ke dalam dunianya, maka apa yang akan terjadi selanjutnya di layar akan dengan mudah terserap ke dalam pikiran dan perasaan penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini sangat jujur dengan apa yang sedang terjadi di layar, entah itu dialog ngasal antara dua sahabat ini ataupun setiap adegan romantis yang ada. Tidak ada dialog-dialog klise dan &lt;i&gt;cheesy&lt;/i&gt;, yang ada hanyalah dialog-dialog natural yang biasa kita dengar di luar bioskop.&amp;nbsp;Sebagai contoh, adegan perkenalan antara salah satu karakter utama dengan &lt;i&gt;love interest&lt;/i&gt;-nya dapat membuat kita tanpa sadar tersenyum geli. Selain itu, &lt;i&gt;score&lt;/i&gt; dan pemilihan &lt;i&gt;soundtrack&lt;/i&gt; yang digunakan mampu merepresentasikan formula yang tidak biasa; percintaan dan kiamat. Catat, &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm3035370/"&gt;Jonathan Keevil&lt;/a&gt;&amp;nbsp;sebagai yang bertanggung jawab dengan &lt;i&gt;original music&lt;/i&gt; yang ada dalam film ini. Dengan balutan melodi kelamnya, mampu menyeret penonton untuk pasrah begitu saja dengan emosi yang sedang dibangun di layar.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content6.flixster.com/rtmovie/79/12/79124_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="166" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/79/12/79124_gal.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/bellflower/pictures/#9"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Pujian tertinggi untuk Evan Glodell yang memvisualisasikan cerita cinta dalam film ini dengan bergaya kiamat. Tidak hanya dengan teknik &lt;i&gt;shaky-camera&lt;/i&gt;, tetapi Evan juga menambahkan efek &lt;i&gt;unfocused spot&lt;/i&gt; dalam beberapa shot untuk menegaskan titik gravitasi yang ada dalam adegan tersebut. Selain itu, Evan juga membuat lensa kamera terlihat kotor dengan bercak-bercak hitam disana-sini, menambah kesan bahwa adegan ini disyut di sebuah tempat yang porak poranda karena suatu kerusakan besar. Semua teknik ini dipadukan demi meningkatkan dan menjaga suasana film agar tampak seakan planet bumi sedang berada di ujung umurnya. Konsekuensinya, atmosfer yang terbangun pun menjadi cukup suram dan kelam. Untuk mudahnya, bayangkan kombinasi antara &lt;i&gt;The Road&lt;/i&gt; (2009) dengan &lt;i&gt;The Book of Eli&lt;/i&gt; (2010). Ya, sesuai dengan &lt;i&gt;tagline-&lt;/i&gt;nya, ini adalah cerita cinta dengan aroma kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan karakter yang ada dalam film ini mungkin tidak seperti karakter-karakter normal di kebanyakan film lainnya. Alih-alih dibekali dengan berbagai kepribadian yang baik dan nyaris sempurna, karakter utama kita malah seorang yang impulsif dan &lt;i&gt;insecure&lt;/i&gt;. Seperti layaknya anak-anak muda yang tidak bekerja dan hanya tahu untuk bersenang-senang, mereka mengendalikan jalan cerita film ini dengan setiap tindakan tidak terduga yang mereka lakukan - dan jelas tindakan tersebut bukanlah sebuah tindakan yang akan dilakukan oleh orang kebanyakan. Namun justru formula tersebut yang membuat film ini menjadi jauh lebih menarik, terbukti dengan bagaimana penonton menjadi sulit untuk menebak kemana arah jalan cerita ini. Ditambah dengan &lt;i&gt;twist ending&lt;/i&gt; yang tidak terduga dan akan membuat mulut menganga, lalu melempar tanggung jawab interpretasi ending kepada penonton masing-masing. Ya ya ya, film seperti ini memang akan membagi penonton ke dalam kelompok &lt;i&gt;love it&lt;/i&gt;&amp;nbsp;atau &lt;i&gt;hate it&lt;/i&gt;, dengan hanya sedikit yang bisa berada diantaranya. Dengan gaya bertutur-ceritanya yang tidak sesuai dengan pakem dunia perfilman, tidak heran jika film yang terpilih menjadi &lt;i&gt;offical selection Sundance Film Festival 2011&lt;/i&gt; ini menuai kritik yang beragam. Tetapi bagi penonton yang termasuk dalam kelompok "&lt;i&gt;love it&lt;/i&gt;" pasti akan menunggu-nunggu Evan Glodell dan timnya dalam film-film selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content9.flixster.com/rtmovie/79/12/79123_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="http://content9.flixster.com/rtmovie/79/12/79123_gal.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/bellflower/pictures/#8"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Secara keseluruhan, cerita romansa yang ada dalam film ini memang adalah sebuah kisah tragedi romansa yang selalu terulang sepanjang sejarah hidup manusia. Namun seorang Evan Glodell mampu membawakan kisah klasik ini dengan cara dan gayanya sendiri. Ya, drama romantis dalam balutan ledakan kiamat, dan dilengkapi oleh &lt;i&gt;flamethrower&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;muscle car&lt;/i&gt;. Film ini adalah kisah romantis-tragis &lt;i&gt;Blue Valentine&lt;/i&gt; diatas mobil &lt;i&gt;Mad Max&lt;/i&gt; yang melaju ugal-ugalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;A love story with apocalyptic stakes&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="315" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/j3KX2IPTbjE?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/j3KX2IPTbjE?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;12 November&lt;/b&gt; edisi &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/search/label/Indonesia%20International%20Fantastic%20Film%20Festival"&gt;Indonesia International Fantastic Film Festival&lt;/a&gt; -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.inafff.com/" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-46RZzOe8LKA/TrOTMiYj1fI/AAAAAAAAAN8/r8ugZHhG0PE/s320/inafff.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;BONUS&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;Cerita di balik layar pembuatan film ini dari sutradara Evan Glodell dapat dibaca &lt;a href="http://insidemovies.ew.com/2011/09/01/bellflower-evan-glodell/"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-3067517866713614469?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/3067517866713614469/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/bellflower.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/3067517866713614469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/3067517866713614469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/bellflower.html' title='Bellflower'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-46RZzOe8LKA/TrOTMiYj1fI/AAAAAAAAAN8/r8ugZHhG0PE/s72-c/inafff.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-8182231055329971174</id><published>2011-11-10T23:42:00.000+07:00</published><updated>2011-11-13T23:23:47.919+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Europe on Screen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='***'/><title type='text'>Children of Glory</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://i2.listal.com/image/67956/600full-children-of-glory-poster.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://i2.listal.com/image/67956/600full-children-of-glory-poster.jpg" width="229" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas bumi harus dihapuskan. Orang Indonesia mana sih yang tidak ingat sepotong kalimat dari Preambule UUD 1945 itu? Rasanya memang potongan kalimat ini dapat diekstensi ke ruang dan waktu yang berbeda. Mari kita terbang ke Eropa tengah, ke satu negara yang tidak memiliki laut dan berbatasan dengan 7 negara di segala sisinya; Hongaria. Pada tanggal 23 Oktober 1956, sebuah revolusi untuk mengusir Uni Soviet dan paham komunisnya dari tanah Hongaria meletus di ibu kota Budapest. Bersamaan dengan revolusi tersebut, tim polo air Hongaria yang merupakan juara bertahan Olimpiade, merepresentasikan perjuangan revolusi di Budapest dengan bertanding untuk merebut medali emas Olimpiade di Melbourne. Semua itu digambarkan dalam film keluaran tahun 2006, &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Children of Glory&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; (Judul asli:&amp;nbsp;&lt;b style="font-style: italic;"&gt;Szabadsag, Szerelem &lt;/b&gt;-&lt;b style="font-style: italic;"&gt; &lt;/b&gt;&lt;i&gt;Freedom, Love&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah nyata revolusi Hongaria tahun 1956 ini dibawakan lewat sudut pandang dua orang karakter fiktif; Szabo dan Viki. Szabo adalah atlet timnas polo air sekaligus tulang punggung tim, sedangkan Viki adalah aktivis mahasiswa yang berjuang keras mengusir Uni Soviet dan paham komunis lewat berbagai demonstrasi di Budapest. Mereka berdua bertemu dalam salah satu orasi di sebuah universitas yang berujung pada demonstrasi besar yang berpusat di patung Jozef Bem (pahlawan nasional Hongaria dan Polandia). Percintaan Szabo dan Viki pun pelan-pelan tumbuh di tengah pergolakan revolusi yang diwarnai oleh peluru dan darah. Saat puncak pun tiba ketika mereka berdua harus berjuang dengan perjuangannya masing-masing; Viki yang melawan polisi rahasia Hongaria serta tank-tank Uni Soviet, dan Szabo beserta teman-teman timnas melawan timnas Uni Soviet di semi-final Olimpiade Melbourne 1956. Terekam dalam sejarah, pertandingan semi-final Olimpiade Melbourne itu dikenal sebagai "&lt;i&gt;Blood in the Water Match&lt;/i&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidaktahuan akan sejarah dan pengetahuan umum seputar negara Hongaria, ternyata tidak mengecilkan kenikmatan untuk menyaksikan film perjuangan ini. Sabar dan perhatian pada setiap dialog serta peka terhadap detil adegan di layar, akan membuat penonton secara perlahan mengenal lebih dekat negara Hongaria. Modal pengetahuan akan era Perang Dingin di tahun 1950-an rasanya sudah cukup untuk memahami situasi yang ada. Jika selama ini kita (pihak Non-Blok) hanya melihat Perang Dingin sebagai perseteruan antara dua negara adidaya Amerika Serikat dengan Uni Soviet, maka dalam film ini sedikit menggambarkan pengaruhnya pada negara-negara Eropa Tengah (dan juga Eropa Timur), khususnya negara-negara yang dijajah oleh Uni Soviet. Ya benar, menonton film ini seakan mempelajari sejarah Revolusi 1956 Hongaria, &lt;i&gt;Blood in the Water Match&lt;/i&gt;, dan sisi lain dari Perang Dingin hanya dalam waktu 123 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://static.est.hu/kepek/83/galeria/83272_galeria_szabadsag_szerelem6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://static.est.hu/kepek/83/galeria/83272_galeria_szabadsag_szerelem6.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://est.hu/film/9375/szabadsag_szerelem/tv"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Diproduksinya film ini adalah sebagai peringatan 50 tahun Revolusi 1956 dan dirilis tepat tanggal 23 Oktober &amp;nbsp;2006 kemarin di Hongaria. Hadirnya film ini di Indonesia lewat &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/search/label/Europe%20on%20Screen"&gt;Festival Film Eropa&lt;/a&gt; tentu saja merupakan sebuah hal yang cukup langka, mengingat betapa jarang kita mendengar suatu hal yang berhubungan dengan "Hongaria". Gaya bercerita dalam film ini praktis cukup mudah untuk diikuti, dan memang rasanya film ini dibuat untuk dapat diakses tidak hanya untuk orang-orang Hongaria, tapi juga untuk semua kalangan. Titik gravitasi sekaligus benang merah film ini memang terletak pada hubungan romantis Szabo dengan Viki. Kemudian lewat kedua karakter mereka, penonton diperlihatkan perjuangan para &lt;i&gt;Freedom Fighters&lt;/i&gt; untuk mengusir tank-tank Uni Soviet dari Budapest serta dinamika timnas polo air yang memiliki dilema untuk terus maju dalam olimpiade mengingat kondisi negara mereka. Dua sisi perjuangan ini memang sekilas terlalu penuh untuk dihadirkan dalam film yang berdurasi kurang lebih dua jam. Salah satunya terlihat dari bagaimana terburu-burunya perubahan motivasi dan semangat dari beberapa karakter yang normalnya terjadi dalam sebuah film. Tapi memang tidak ada cara lain untuk dapat merangkum berbagai fakta sejarah ke dalam media film, selain disederhanakan dalam berbagai kalimat-kalimat motivatif dan nasionalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Hongaria, mungkin film ini dipandang sebagai film yang cukup penting untuk menghormati dan mengingat salah satu momen sejarah bangsa mereka. Keseriusan dalam penggarapan film ini terlihat dari tidak ragu-ragunya para pembuat film menggunakan tank-tank, adegan tembak-menembak, kehancuran berbagai gedung dari ledakan, serta darah yang mengucur dari para demonstran yang ditembaki oleh AVH (polisi rahasia Hongaria yang loyal terhadap pemerintahan komunis). Film ini juga dengan setia menggambarkan setiap detil momen revolusi yang terjadi dari 23 Oktober - 4 November 1956 tersebut. Mulai dari bagaimana demonstran yang ingin menduduki radio nasional, penembakan demonstran dan rakyat sipil, sampai pada usaha AVH untuk menyelundupkan senjata dengan mobil ambulan. Tidak lupa detil pertandingan semi-final polo air di Olimpiade Melbourne dimana seorang pemain Uni Soviet memukul seorang pemain Hongaria sehingga sebagian kolam renang menjadi berwarna merah karena darah yang mengucur dari pemain Hongaria tersebut.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.thedailypage.com/media/2008/04/07/wff-cog040708.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://www.thedailypage.com/media/2008/04/07/wff-cog040708.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.thedailypage.com/daily/article.php?article=22232"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Ketidaktahuan publik akan cerita yang tidak pernah diungkap selama 30 tahun era Uni Soviet di Eropa ini digunakan dengan baik untuk membuat penonton menjadi penasaran akan adegan selanjutnya. Penggambaran dalam film ini pun dengan jelas membuat penonton berpihak pada sisi Hongaria, dan sekaligus menaruh kebencian terhadap rezim komunis dan Uni Soviet. Rasa simpati dibangun dan diwakili oleh karakter utama Szabo dan Viki, sementara kebencian dibangun lewat penembakan keji tentara Uni Soviet serta pemain-pemain timnas polo air Uni Soviet yang angkuh dan tidak sportif. Keberpihakan yang mutlak menggiring penonton ke satu sisi ini memang tidak dapat dihindari, apalagi menyangkut sejarah hitam yang berlandaskan perasaan sakit hati rakyat Hongaria terhadap rezim komunis yang menimpa negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, demonstrasi di Budapest dan pertandingan polo air di Melbourne adalah hal yang menarik dan menjual film ini. Dua kejadian ini menjadi dua kejadian yang tidak dipisahkan dan saling melengkapi satu sama lain. Drama yang dibangun dari awal film pun mencapai klimaks lewat ending yang dieksekusi dengan baik di penghujung film. Pada akhirnya, film ini menjadi justifikasi tersendiri bahwa perjuangan kemerdekaan tidak hanya lewat demonstrasi dan peluru, tetapi juga dengan menjaga kehormatan bangsa pada bidang lain; seperti olahraga polo air. Ketika peluru dan darah belum bisa merebut kemerdekaan, setidaknya bola polo air bisa menjaga kehormatan bangsa di mata dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;object height="315" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/hsT2Oyibr7U?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/hsT2Oyibr7U?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;10 November 2011&lt;/b&gt; edisi &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/search/label/Europe%20on%20Screen"&gt;Europe on Screen&lt;/a&gt; -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ohMxs12Kv6k/TrOSVRHwhoI/AAAAAAAAANw/mUw6Mep6GcA/s320/eos.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-ohMxs12Kv6k/TrOSVRHwhoI/AAAAAAAAANw/mUw6Mep6GcA/s320/eos.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BONUS&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;Baca artikel tentang pertandingan semi-final Hongaria vs Uni Soviet di Olimpiade Melbourne 1956 &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Blood_In_The_Water_match"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Baca artikel tentang Revolusi Hongaria 1956 &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/1956_Hungarian_Revolution"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-8182231055329971174?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/8182231055329971174/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/children-of-glory.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/8182231055329971174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/8182231055329971174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/children-of-glory.html' title='Children of Glory'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ohMxs12Kv6k/TrOSVRHwhoI/AAAAAAAAANw/mUw6Mep6GcA/s72-c/eos.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-1758120273921173250</id><published>2011-11-09T23:57:00.000+07:00</published><updated>2011-11-11T00:55:33.414+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Europe on Screen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='***'/><title type='text'>Nowhere Boy</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-qFgwAwx5AGs/TrwP5Jh9JLI/AAAAAAAAAQc/3m6iMgQUQH0/s1600/nowhere-boy-poster.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-qFgwAwx5AGs/TrwP5Jh9JLI/AAAAAAAAAQc/3m6iMgQUQH0/s320/nowhere-boy-poster.jpg" width="210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Figur orang tua selalu menjadi figur yang signifikan bagi setiap orang siapa pun itu, termasuk John Lennon. Ya, dibalik kisah hidupnya yang penuh dengan hingar bingar ketenaran, John Lennon ternyata memiliki masa remaja yang sulit. Ditulis ke dalam layar berdasarkan buku biografi &lt;i&gt;Imagine This: Growing Up With My Brother&lt;/i&gt; karya Julia Baird (saudara dari satu ibu lain bapak), film &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Nowhere Boy&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; memotret tahun-tahun awal dari bintang rock 'n roll dan salah satu pendiri The Beatles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film &lt;i&gt;biopic &lt;/i&gt;ini menceritakan masa kecil John Lennon, namun lebih fokus pada masa remajanya yang harus dilaluinya dengan sulit. Terusik mencari identitas dirinya lewat siapa orang tua biologisnya, cerita berkembang menjadi bagaimana dinamika hubungan John dengan bibinya Mimi dan ibunya Julia - yang merupakan dua figur wanita dominan dalam hidupnya. Selain itu, film ini juga menggambarkan bagaimana pertemuan John dengan Paul McCartney dan George Harrison, persahabatan mereka, kecintaan mereka pada musik, untuk selanjutnya melahirkan band yang paling sensasional di planet ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin tidak banyak yang tahu bagaimana sejarah The Beatles terbentuk, apalagi bagaimana pribadi John Lennon di masa remajanya. Bagi kebanyakan orang, film drama-biografi mungkin akan terdengar membosankan. Tapi film ini memiliki keunggulan tersendiri; John Lennon! Minimal, penggemar berat The Beatles akan tertarik untuk menonton film ini. Lewat cerita yang tidak diketahui oleh banyak orang ini, sutradara debutan &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0853374/"&gt;Sam Taylor-Wood&lt;/a&gt; berhasil membuat film ini menjadi menarik untuk diikuti. Jalinan cerita yang ada sukses membuat penonton menjadi penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Selama setengah film pertama pun, penonton dibuat bertanya-tanya siapa Julia, atau bagaimana John bisa tinggal dengan bibinya. Adegan &lt;i&gt;revelation &lt;/i&gt;pun dieksekusi dengan cukup emosional, untuk kemudian membuat penonton mengelus dada dengan adegan klimaksnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://thecia.com.au/reviews/n/images/nowhere-boy-3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://thecia.com.au/reviews/n/images/nowhere-boy-3.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://thecia.com.au/reviews/n/nowhere-boy.shtml"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Memang film ini adalah film tentang John Lennon dan bagaimana sejarah terbentuknya The Beatles. Tetapi bukan berarti film ini akan menampilkan lagu-lagu atau soundtrack dari band tersebut, ya jelas wong The Beatles saja belum terbentuk kok. Film ini hanya fokus pada satu masa kehidupan John Lennon, yaitu di masa dimana dia mulai mengenal Mimi dan Julia lebih jauh. Kebetulan pada masa itu, John telah bertemu dengan Paul dan George lalu membentuk band pertama mereka; The Quarrymen. Alhasil, lagu-lagu The Quarrymen dan lagu-lagu rock 'n roll lainnya yang lebih banyak mewarnai film ini. Digambarkan secara jelas pula bagaimana pengaruh gaya dan musik Elvis Presley yang sedang menggoncang dunia pada waktu itu terhadap gaya pakaian, rambut, serta musik dari John. Bagi anda yang mencari film dengan soundtrack lagu-lagu The Beatles, mungkin &lt;i&gt;Across the Universe&lt;/i&gt; (2007) bisa memuaskan nafsu anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum hawa akan sangat terhibur dengan penampilan &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm1093951/"&gt;Aaron Johnson&lt;/a&gt; yang memerankan John Lennon. Ini adalah penampilannya sebelum &lt;i&gt;Kick-Ass&lt;/i&gt; (2010) beredar di pasaran. Namun Aaron dapat menampilkan sosok John yang mengalami krisis identitas masa remaja terkait dengan hubungannya dengan&amp;nbsp;&lt;i&gt;significant-others&lt;/i&gt;. Labil dan &lt;i&gt;insecure&lt;/i&gt;-nya John pada masa itu, diproyeksikan dengan baik oleh Aaron. Tapi rasanya wajah Aaron Johnson terlalu tampan untuk memerankan sosok John Lennon yang nyentrik.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content9.flixster.com/rtmovie/13/46/13467_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://content9.flixster.com/rtmovie/13/46/13467_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/nowhere_boy/pictures/#5"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Menceritakan sebuah cerita yang memiliki unsur tragedi dapat menyerap emosi penonton jika dibawakan dengan atmosfer yang pas. Namun entah kenapa, kedalaman emosional dalam film ini terasa kurang signifikan. Permainan &lt;i&gt;editing &lt;/i&gt;memang telah dieksekusi dengan baik dalam menggambarkan adegan klimaks yang mengejutkan. Atau naskah yang cukup baik dengan dialog-dialog mengena di adegan &lt;i&gt;revelation&lt;/i&gt;. Tapi sayangnya, adegan-adegan setelahnya seakan kurang memanfaatkan emosi dari adegan-adegan kunci tadi. Hal tersebut menjadikan film ini hanya sebagai film yang memuaskan penonton dalam hal pikiran saja - ingin tahu mengenai latar belakang seorang John Lennon. Dimana sebenarnya film ini memiliki potensi besar untuk memuaskan penonton secara perasaan - dengan menggali kedalaman emosional yang signifikan untuk menyerap perasaan penonton ke dalam cerita film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika film ini kurang menancapkan tiangnya pada kedalaman emosional, tetapi film ini tetap menghibur mata dan telinga penonton. Oh ya, tidak akan banyak yang mengira bahwa ternyata Aaron Johnson juga memiliki kualitas vokal yang terbilang bagus. Permainan gitar, dan adegan bagaimana John pertama kali belajar bermain gitar, juga sangat menghibur dan &lt;i&gt;memorable&lt;/i&gt;. Lengkapnya dinamika kepribadian dan latar belakang John Lennon dalam film ini rasanya cukup bisa menjadi modal untuk studi karakter. Oya, bagi anda yang pernah berkunjung ke Liverpool, atau yang ingin melihat beberapa tempat bersejarah yang berkaitan dengan The Beatles, perhatikan dengan seksama pintu gerbang Strawberry Field, Cavern Club, dan tempat lainya yang muncul dalam film ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://1.gvt0.com/vi/vyS2EYJngt0/0.jpg" height="315" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/vyS2EYJngt0&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="560" height="315"  src="http://www.youtube.com/v/vyS2EYJngt0&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;9 November 2011&lt;/b&gt; edisi &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/search/label/Europe%20on%20Screen"&gt;Europe on Screen&lt;/a&gt; -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ohMxs12Kv6k/TrOSVRHwhoI/AAAAAAAAANw/mUw6Mep6GcA/s320/eos.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-ohMxs12Kv6k/TrOSVRHwhoI/AAAAAAAAANw/mUw6Mep6GcA/s320/eos.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-1758120273921173250?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/1758120273921173250/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/nowhere-boy.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/1758120273921173250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/1758120273921173250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/nowhere-boy.html' title='Nowhere Boy'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-qFgwAwx5AGs/TrwP5Jh9JLI/AAAAAAAAAQc/3m6iMgQUQH0/s72-c/nowhere-boy-poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-4200536715856279856</id><published>2011-11-09T23:02:00.000+07:00</published><updated>2011-11-13T17:16:21.089+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Europe on Screen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='***'/><title type='text'>Princess</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-dc28r7H-Hjc/TfohPBBCKFI/AAAAAAAAK40/MAI7da05Jqk/s1600/Prinsessa+%25282010%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-dc28r7H-Hjc/TfohPBBCKFI/AAAAAAAAK40/MAI7da05Jqk/s320/Prinsessa+%25282010%2529.jpg" width="227" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Apa tolok ukur dari kebahagiaan? Apa pula tolok ukur dari normal? Bagaimana jika seseorang menemukan kebahagiaan sendiri, tapi dia tidak termasuk "normal" bagi orang lain dan masyarakat? &amp;nbsp;Meskipun tidak sedikit orang yang "normal" tetapi tidak bahagia. Film &lt;i&gt;biopic &lt;/i&gt;asal Finlandia yang diproduksi tahun 2010 mencoba menggambarkan kaburnya batas-batas antara "kebahagiaan" dengan "normal" itu; &lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;Princess&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;(Judul asli:&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Prinsessa&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang berdasarkan kisah nyata ini bercerita tentang pasien yang terkenal di Rumah Sakit Jiwa Kellokoski di Finlandia, Anna Lappalainen. Di tahun 1933, Anna yang baru masuk di rumah sakit jiwa tersebut menolak dipanggil dengan namanya sendiri dan mendeklarasikan dirinya sebagai seorang "&lt;i&gt;princess&lt;/i&gt;". Didiagnosa mengalami&amp;nbsp;&lt;i&gt;manic-depressive&lt;/i&gt; dan memiliki gejala &lt;i&gt;schizophrenia&lt;/i&gt;, kedatangannya menjadi awal dari perselisihan panjang antara sang &lt;i&gt;princess &lt;/i&gt;dengan staf rumah sakit atas identitas dan haknya untuk menentukan kepribadiannya sendiri. Pada akhirnya, Rumah Sakit Jiwa Kellokoski menjadi istana sang putri, dimana Anna membawa kebahagiaan - dan kesembuhan - bagi teman-teman sesama pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang ringan ini sangat menghibur, tentu saja dengan melihat uniknya tingkah laku dari sang putri. Senyum dan tawa pun tidak dapat dihindari melihat bagaimana sang putri mencoba mempertahankan gelar kebangsawanannya di rumah sakit jiwa tersebut. Segala macam label dan diagnosa istilah-istilah kesehatan terhadap apa yang diderita oleh Anna pun seakan dikesampingkan, untuk sekedar melihat dinamika perkembangan dan interaksi antara sang putri dengan orang-orang di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.espoocine.fi/en/2010/Image/1795/prinsessa-04.jpg?300" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.espoocine.fi/en/2010/Image/1795/prinsessa-04.jpg?300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.espoocine.fi/en/2010/news"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Film ini juga memperlihatkan bagaimana metode ilmu psikologi dan kesehatan yang sedang berkembang dan mencari jati dirinya menjadi musuh utama dari gerak-gerik sang putri dalam rumah sakit jiwa. Tidak jarang, Anna menjadi "subjek" terapi &lt;i&gt;electric-shock &lt;/i&gt;dan beragam jenis metode terapi lainnya. Dilema pun muncul ketika metode &lt;i&gt;lobotomy &lt;/i&gt;ditemukan dan sempat populer pada masa itu, walaupun dengan hasil yang kontroversial. Dengan delusinya yang bisa dikategorikan "akut" oleh para dokter, Anna pun sempat menjadi subjek operasi &lt;i&gt;lobotomy&lt;/i&gt;. Para dokter pun sempat mengalami perbedaan pendapat, dimana seorang dokter mengusulkan untuk mengikuti dan menjalani peran delusional dari Anna. Oh ya, film ini memang seakan menjadi versi ringan dan bahagia dari &lt;i&gt;Shutter Island&lt;/i&gt; (2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi gue sendiri, sobekan tiket ini adalah sobekan tiket pertama dari film asal Finlandia. Menjadi pengalaman tersendiri untuk melihat bagaimana wujud rupa dari salah satu negara Skandinavia itu, sekaligus mendengar bahasa Finnish yang terucap sepanjang 100 menit. Tidak hanya Finlandia, penonton juga akan disuguhi sekilas kota Stockholm di Swedia ketika sang putri melakukan perjalanan kesana bersama "ajudannya".&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://yle.fi/ecepic/archive/00349/prinsessa_elokuva_349514b.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://yle.fi/ecepic/archive/00349/prinsessa_elokuva_349514b.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://yle.fi/uutiset/news/2010/12/finnish_actress_wins_award_at_black_nights_film_festival_2194697.html"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Film dengan setting rumah sakit jiwa selalu menarik untuk ditonton. Minimal, penonton akan tersenyum melihat tingkah laku para pasien kelainan jiwa ini, dimana deskripsi kita terhadap perilaku mereka adalah "kocak". Memang agak miris mengingat fakta bahwa tingkah laku "tidak normal" mereka malah menjadi bahan tertawaan bagi orang lain. Tapi rasanya, perasaan positif seperti tawa lah menjadi reaksi yang paling baik daripada perasaan negatif seperti sedih atau mengasihani. Hal ini dibuktikan dengan bagaimana para suster yang dengan senang berinteraksi dengan para pasiennya jauh lebih bahagia menjalani kesehariannya di institusi rumah sakit jiwa dibanding dengan para suster yang mengeluh saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita dalam film ini juga secara jelas ingin membawa penontonnya pada diskusi tentang metode psikologis apa yang paling tepat untuk merawat para pasien yang mengalami kelainan jiwa. Penelitian secara biologis dan kimiawi mungkin membuktikan bahwa metode obat-obatan dan operasi membawa perubahan yang signifikan terhadap tingkah laku pasien. Namun untuk seberapa lama dan perubahan yang bagaimana? Dengan &lt;i&gt;lobotomy&lt;/i&gt;, mungkin seorang pasien yang hiperaktif bisa menjadi mudah dikontrol. Tetapi apalah artinya dengan "mudah dikontrol" jika pasien tersebut malah kehilangan "kemanusiaannya", dengan tidak memiliki emosi lagi dalam diri (otak)-nya.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://temp.arktisenupeeta.net/wp-content/uploads/2010/12/Prinsessa1-e1293620162263-449x300.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://temp.arktisenupeeta.net/wp-content/uploads/2010/12/Prinsessa1-e1293620162263-449x300.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.arktisenupeeta.net/?page_id=1791"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Lebih jauh lagi, kelainan jiwa seperti apa sih yang harus disembuhkan? Kelainan jiwa yang destruktif pastinya dengan segera harus ditangani. Tapi bagaimana dengan kelainan jiwa yang konstruktif - dalam artian membantu dirinya dan orang lain ke arah yang lebih baik? Meng-klaim dirinya sendiri sebagai seorang putri kerajaan bagi kebanyakan orang mungkin tidak baik karena dia hidup dalam suatu ilusinya sendiri dan turut serta menyeret orang lain untuk masuk dalam dunia ciptaannya. Di lain pihak, ilusi positif tersebut ternyata membawa aura kebahagiaan - bahkan dia lebih bahagia daripada semua staff rumah sakit - dan juga kesembuhan bagi beberapa pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian orang, Anna&amp;nbsp;Lappalainen bisa disebut oleh orang awam sebagai "orang gila". Tapi dia bahagia dengan dirinya sendiri, dan dia membagikan kebahagiaan tersebut kepada orang lain. Apa pendapat anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/SlVrOMn9iPE" width="560"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;9 November 2011&lt;/b&gt; edisi &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/search/label/Europe%20on%20Screen"&gt;Europe on Screen&lt;/a&gt; -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ohMxs12Kv6k/TrOSVRHwhoI/AAAAAAAAANw/mUw6Mep6GcA/s320/eos.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-ohMxs12Kv6k/TrOSVRHwhoI/AAAAAAAAANw/mUw6Mep6GcA/s320/eos.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;BONUS:&lt;br /&gt;Baca kisah hidup Anna Lappalainen yang asli&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.princessthemovie2010.com/tietoaelokuvasta/prinsessantarina"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-4200536715856279856?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/4200536715856279856/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/prinsessa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/4200536715856279856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/4200536715856279856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/prinsessa.html' title='Princess'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-dc28r7H-Hjc/TfohPBBCKFI/AAAAAAAAK40/MAI7da05Jqk/s72-c/Prinsessa+%25282010%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-621148731952401244</id><published>2011-11-08T23:57:00.000+07:00</published><updated>2011-11-13T17:15:57.749+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Europe on Screen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='****'/><title type='text'>The Girl</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-EnU9sB-4pkQ/Trl0PvQ86zI/AAAAAAAAAQU/nxJnEmS4f-Q/s1600/flickan-mid.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-EnU9sB-4pkQ/Trl0PvQ86zI/AAAAAAAAAQU/nxJnEmS4f-Q/s320/flickan-mid.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Banyak orang bilang, kedewasaan tidak bergantung dari umur. Ketika banyak dewasa yang berperilaku dan memiliki mental seperti anak belasan tahun, maka wajar jika ada seorang anak 12 tahun yang memiliki pemikiran seperti orang dewasa. Bagaimana dengan seorang gadis 9 tahun yang harus tinggal sendirian di rumah selama musim panas? Oh tidak, kali ini tidak akan ada dua perampok bodoh yang mati-matian mencoba untuk masuk ke dalam rumah. Ini hanya cerita seorang gadis 9 tahun yang tinggal di daerah pinggiran di Swedia dalam film &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;The Girl&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;(Judul asli: &lt;b&gt;&lt;i&gt;Flickan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada musim panas tahun 1981, seorang gadis berumur 9 tahun harus tinggal bersama bibinya ketika orang tua dan kakak laki-lakinya pergi ke Afrika sebagai pekerja sosial. Bibinya yang dijemput oleh seorang laki-laki, meninggalkannya dengan janji akan kembali "dalam beberapa hari". Si Gadis pun tidak bilang pada siapa-siapa bahwa sekarang dia benar-benar sendirian di rumah. Selama musim panas, secara perlahan dia mematangkan kemandirian dan kedewasaannya dan menemukan dunia orang dewasa yang absurd dan terkadang kurang perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini terbilang sangat jujur dan tenang dalam menceritakan kisah sederhana tentang bagaimana si Gadis menghabiskan musim panasnya sendirian di rumah. Dengan caranya sendiri, film ini hanya ingin "mendokumentasikan" hari demi hari yang dilewati oleh si Gadis dalam kesendiriannya di rumah. Memang dia sempat bergaul dengan dua anak tetangga yang lebih tua dan juga seorang bocah laki-laki yang seumuran. Namun pada akhirnya dia kembali dalam kesendiriannya, dan menemukan kebahagiaannya sendiri lewat orang asing yang dibantunya serta keindahan alam sekitar. Lalu film ini berakhir dengan adegan akhir yang memang sangat ditunggu-tunggu oleh semua penonton, namun adegan akhir itu justru semakin menguatkan perasaan empatik penonton kepada si Gadis ini. Benar saja, film ini "hanyalah" film yang memotret si Gadis secara dekat yang berkeliling mengeksplorasi segala yang ada di sekitar rumahnya di daerah pinggiran di Swedia, yang memberikannya pelajaran betapa absurdnya kehidupan orang-orang yang lebih tua daripadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://res.moviezine.se.s3-external-3.amazonaws.com/e88a5/e88a53461399abeefb4cd48676ade814/photo_l.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="189" src="http://res.moviezine.se.s3-external-3.amazonaws.com/e88a5/e88a53461399abeefb4cd48676ade814/photo_l.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.moviezine.se/galleri/136544/7540"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Layaknya film-film &lt;i&gt;art house&lt;/i&gt; lainnya, film ini dikemas dengan indah, cantik, dan artistik. Film ini banyak menggunakan tone warna cerah, sebagai penegas bahwa musim panas dimana semua orang bisa keluar rumah tanpa baju hangat telah tiba di Swedia. Banyaknya cahaya di latar belakang di berbagai adegan juga menyiratkan naif dan polosnya kehidupan seorang anak berusia 9 tahun yang menikmati alam sekitar. Penonton pun sangat nyaman mengikuti setiap langkah si Gadis lewat sinematografi yang indah. Sinematografi yang cerdik ini juga mampu membuat penonton merasa benar-benar memperhatikan ekspresi si Gadis berpikir atau bertingkah laku lewat shot-shot panjang dan berjarak dekat. Film ini juga tidak ingin terlalu menggurui penontonnya dengan memberikan penjelasan klise mengenai apa yang sedang terjadi lewat dialog. Sebaliknya, film ini ingin memotret liburan musim panas si Gadis apa adanya - tanpa narator, minim dialog. Sebagai konsekuensinya, penonton harus peka untuk memahami apa yang sedang terjadi di layar, dan untuk ini dibantu dengan tempo film yang bergerak lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin terlalu berlebihan jika disebut &lt;i&gt;one-man show&lt;/i&gt;, tetapi memang &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm3239179/"&gt;Blanca Engestrom&lt;/a&gt; yang menjadi primadona dan roda penggerak dalam film ini. Film ini telah ditunjang dengan sangat baik oleh faktor-faktor teknis, maka akting dari pemeran utamanya akan melengkapi tujuan film ini; untuk merasakan apa yang karakter utama rasakan. Benar saja, penonton serasa diajak secara tidak langsung oleh si Gadis untuk apa saja yang dia lakukan dan rasakan. Penonton akan merasa tenang dan damai ketika si Gadis menghabiskan waktu duduk di rerumputan memandang matahari, atau penonton akan ikut merasa kalut ketika si Gadis tidak berani melompat dari ketinggian dalam pelajaran berenangnya. Semua ini ditampilkan dengan sangat baik oleh Blanca, yang merupakan debut aktingnya di layar lebar. Walaupun kebanyakan berekspresi datar, Blanca mampu memancarkan kepada penonton apa yang sedang ia pikirkan dan rasakan walaupun tanpa dialog sekalipun, khususnya dalam shot-shot jarak dekat. Ketika ia mengutarakan perasaannya lewat kata-kata, barulah panah emosi akan menancap di hati para penonton yang simpatik.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://secure.viff.org/tixSYS/2009/templates/images/filmstills/3224.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="230" src="https://secure.viff.org/tixSYS/2009/templates/images/filmstills/3224.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="https://secure.viff.org/tixSYS/2009/xslguide/eventnote.php?EventNumber=3224&amp;amp;notepg=1"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Seusai film, penonton serasa dibiarkan kehabisan kata-kata atas apa yang baru disaksikannya selama 95 menit. Tepuk tangan yang bergaung di ruangan teater pun seakan tidak cukup untuk mendeskripsikan keindahan film ini. Namun mungkin film ini adalah salah satu film "sambil lalu" yang hanya memotret kehidupan sehari-hari seseorang. Setiap tindakan si Gadis yang tanpa intensi apapun dan mungkin tidak memikirkan konsekuensi yang berarti, dimana setiap jalinan cerita seperti deretan foto dalam sebuah &lt;i&gt;scrapbook&lt;/i&gt;. Kemudian film ini pun dengan sopan menempatkan posisi penonton sebagai "&lt;i&gt;observer&lt;/i&gt;" untuk memperhatikan dan memahami karakter utama kita. Film ini mungkin cocok bagi anda pencinta film-film karya Sofia Coppola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseluruhan cerita dalam film ini sebenarnya bisa berlanjut menjadi diskusi keluarga. Ya, walaupun mengambil sudut pandang seorang anak 9 tahun tapi film ini bukan saja film milik anak-anak.&amp;nbsp;Secara implisit, pembuat film mungkin ingin mengkritik kehidupan sosial masyarakat barat yang cenderung individualis. Bagaimana sebegitu tidak pedulinya mereka terhadap kehidupan orang lain, bahkan kehidupan tetangga atau anak kecil sekalipun.&amp;nbsp;Film ini bisa menjadi film keluarga dan mengambil sisi positif serta membuang sisi negatif dari apa yang disampaikan oleh cerita dalam film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://1.gvt0.com/vi/6ssHXDIHlFk/0.jpg" height="315" width="420"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/6ssHXDIHlFk&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="420" height="315"  src="http://www.youtube.com/v/6ssHXDIHlFk&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;8 November 2011&lt;/b&gt; edisi &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/search/label/Europe%20on%20Screen"&gt;Europe on Screen&lt;/a&gt; -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://europeonscreen.org/" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-ohMxs12Kv6k/TrOSVRHwhoI/AAAAAAAAANw/mUw6Mep6GcA/s320/eos.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-621148731952401244?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/621148731952401244/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/flickan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/621148731952401244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/621148731952401244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/flickan.html' title='The Girl'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-EnU9sB-4pkQ/Trl0PvQ86zI/AAAAAAAAAQU/nxJnEmS4f-Q/s72-c/flickan-mid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-8340638255595294201</id><published>2011-11-07T23:30:00.000+07:00</published><updated>2011-11-13T17:15:31.772+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Europe on Screen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='***'/><title type='text'>Wedding in Basarabia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.melofanas.lt/katalogas/images/goods/415789_Nunta_in_Basarabia.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://www.melofanas.lt/katalogas/images/goods/415789_Nunta_in_Basarabia.jpg" width="226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Cinta memang tidak mengenal jarak dan waktu. Tapi ternyata upacara pernikahan - yang berdasarkan cinta - mengenal adanya perbedaan adat istiadat. Apalagi ditambah dengan sejarah (kelam) yang ada antara kewarganegaraan kedua mempelai. Mari kita terbang ke Eropa Timur, dimana ada negara Romania dan Moldova yang berbatasan satu sama lain.&amp;nbsp;Kedua negara ini menggunakan bahasa yang sama, tetapi ternyata tidak dengan budaya dan adat istiadat, khususnya dalam upacara pernikahan. Film tahun 2009 asal Romania dan Moldova ini menggambarkan permasalahan yang muncul dengan bumbu humor, &lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large; font-weight: bold;"&gt;Wedding in Basarabia &lt;/span&gt;(Judul asli:&amp;nbsp;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;Nunta in Basarabia&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vlad dan Vika adalah sepasang kekasih yang telah memutuskan untuk menikah. Berhubung pernikahan yang mereka adakan di Romania tidak dihadiri oleh keluarga Vika, maka mereka pun bersedia untuk mengulangi pernikahan mereka di kampung halaman Vika, di kota Basarabia di negara tetangga Moldova. Masalah perbedaan sempat muncul bagi Vlad yang berkebangsaan Romania yang hanya bisa berbahasa Romania, tidak seperti kebanyakan rakyat Moldova, seperti Vika, yang bisa berbahasa Romania dan Rusia dengan lancar. Di negara bekas okupasi Uni Soviet itu, percintaan antara Vlad dan Vika akan diuji kembali terutama setelah mereka berdua mengalami langsung bagaimana sakit hati generasi diatas mereka tentang masa lalu Romania dan Moldova.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya gue memiliki kekhawatiran tidak akan bisa menonton film ini dengan nyaman jika tidak mengetahui lebih dulu sejarah antara Romania dengan Moldova. Tetapi ternyata film ini mampu bercerita pada penonton "awam" yang tidak memiliki modal pengetahuan tentang dua negara yang berbatasan tersebut. Dari awal sampai penghujung film, penonton diberikan pengetahuan baru sedikit demi sedikit untuk dapat memahami apa yang sedang terjadi di layar. Pencinta bahasa asing pun tidak perlu sibuk menerka bahasa apa yang sedang digunakan, karena hampir keseluruhan film ini menggunakan bahasa Romania (Moldova juga menggunakan bahasa Romania, tetapi secara politis disebut bahasa Moldova - walaupun bunyi dan penulisannya sama). Hanya sedikit bahasa Rusia yang keluar dalam film ini, dan perbedaannya pun cukup jelas. Mungkin pembuat film sadar betapa beratnya untuk mengangkat tema &lt;i&gt;xenophobia&lt;/i&gt; dalam suatu film, lalu mereka membubuhkan unsur humor dalam film ini. Humor yang ada memang berhasil mengangkat film ini menjadi lebih menarik, namun tidak sedikit pula humor-humor satire yang ada dalam film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://static.cinemarx.ro/stiri-cinema/wp-content/uploads/2010/09/nunta-in-basarabia1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://static.cinemarx.ro/stiri-cinema/wp-content/uploads/2010/09/nunta-in-basarabia1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Negara Moldova memang memiliki akar budaya yang sangat dekat dengan Romania. Namun sebagian wilayah timur Moldova, khususnya daerah Basarabia (Bessarabian), menjadi daerah perebutan antara Romania dengan Uni Soviet sejak jaman Kekaisaran Ottoman sampai Perang Dunia II. Sekarang, daerah ini menjadi daerah perbatasan dengan Ukraina. Maka tidak heran jika sebagian besar penduduknya bisa berbahasa Romania dan Russia sekaligus. Ketakutan yang berlebih terhadap orang asing (&lt;i&gt;xenophobia&lt;/i&gt;) mungkin menghinggapi banyak orang disini, mengingat daerahnya yang cukup sering diokupasi oleh negara lain. Mungkin ketakutan tersebut secara khusus diarahkan pada bangsa Romania, yang diwakili oleh beberapa karakter dari keluarga Vika, yang menganggap bangsa Romania menelantarkan "saudara serumpun" ketika Moldova jatuh lebih dulu ke tangan besi Uni Soviet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar berbagai catatan sejarah yang tergambar lewat beberapa dialog, pada umumnya film ini cukup menghibur dan menambah pengetahuan pada khususnya. Penonton diperlihatkan bagaimana tradisi upacara pernikahan bergaya Moldova yang unik, penuh dengan tarian dan musik tradisional, serta banyak "ang pao" versi Moldova. Mulai dari "dansa lemon", upacara belah roti, sampai dengan kuis untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan masing-masing mempelai terhadap pasangannya.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://static.cinemarx.ro/stiri-cinema/wp-content/uploads/2010/12/Nunta-in-Basarabia.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://static.cinemarx.ro/stiri-cinema/wp-content/uploads/2010/12/Nunta-in-Basarabia.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Jelas merupakan kesempatan emas bagi gue untuk dapat menyaksikan film ini di Indonesia, selain sulitnya akses untuk menonton film-film Eropa apalagi film dari negara kecil seperti Romania dan Moldova. Film adalah sebuah jendela untuk menyaksikan secara visual suatu kisah yang terjadi di suatu tempat, dan film ini jelas merupakan jendela akan apa yang terjadi di belahan Eropa timur sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://2.gvt0.com/vi/RFX1BVh9RMo/0.jpg" height="315" width="420"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/RFX1BVh9RMo&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="420" height="315"  src="http://www.youtube.com/v/RFX1BVh9RMo&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;7 November 2011 &lt;/b&gt;edisi &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/search/label/Europe%20on%20Screen"&gt;Europe on Screen&lt;/a&gt;&amp;nbsp;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://europeonscreen.org/" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-ohMxs12Kv6k/TrOSVRHwhoI/AAAAAAAAANw/mUw6Mep6GcA/s320/eos.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-8340638255595294201?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/8340638255595294201/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/nunta-in-basarabia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/8340638255595294201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/8340638255595294201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/nunta-in-basarabia.html' title='Wedding in Basarabia'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ohMxs12Kv6k/TrOSVRHwhoI/AAAAAAAAANw/mUw6Mep6GcA/s72-c/eos.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-6221248463663224548</id><published>2011-11-02T13:04:00.000+07:00</published><updated>2011-11-04T13:22:00.671+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='****'/><title type='text'>Real Steel</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content6.flixster.com/rtmovie/77/38/77384_gal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/77/38/77384_gal.jpg" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;"&lt;i&gt;I want you to fight for me!&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira seperti itu dialog yang diucapkan oleh Max Kenton kepada ayahnya, Charlie dalam film ini. Sepenggal dialog itu tampaknya cukup menggambarkan keseluruhan cerita dari film terbaru besutan sutradara &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0506613/"&gt;Shawn Levy&lt;/a&gt;. Oh ya, setelah puas menyutradarai film-film komedi (&lt;i&gt;Big Fat Liar, Cheaper by the Dozen, Date Night, Night at the Museum&lt;/i&gt;), kali ini Mr. Levy mencoba genre baru; film action rasa keluarga, atau film keluarga rasa action? Seakan ingin menertawakan robot-robot di Transformers, Mr. Levy menempatkan robot-robot canggih di dalam ring tinju untuk bertarung satu sama lain dalam &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Real Steel&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 2020 ketika pertandingan tinju manusia digantikan oleh robot, Charlie Kenton yang seorang mantan petinju mencoba bertahan hidup dengan menjadi promotor tinju. Terlilit hutang, Charlie mempelajari bahwa dia memiliki anak laki-laki berusia 11 tahun, Max. Situasi pun berkembang menjadi bagaimana Max yang memiliki kemauan keras, membantu ayahnya untuk mengikuti berbagai pertandingan dengan robot rongsokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara mengejutkan, film tentang robot ini ternyata mampu menangkap emosi dengan baik. Jalan ceritanya memang sederhana dan cenderung dapat ditebak kelanjutannya. Namun memang yang penting adalah bukan bagaimana film ini akan berakhir, melainkan bagaimana dinamika hubungan ayah dengan anak antara Charlie dengan Max. Memang ada sekian banyak film yang menggambarkan hubungan ayah-anak yang sulit dan mencoba untuk melakukan rekonsiliasi. Namun yang berbeda dalam film ini adalah karakter ayah dan anak itu sendiri serta perkembangannya, plus ditambah oleh efek &lt;i&gt;motion-capture&lt;/i&gt; dari robot-robot petinju ini. Hasilnya adalah sebuah film keluarga dengan kedalaman emosional yang signifikan dan hiburan mata-telinga atas aksi robot-robot ini di atas ring tinju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ketika &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0413168/"&gt;Hugh Jackman&lt;/a&gt; yang memerankan Charlie Kenton dipatok sebagai pemeran utama, rasanya &lt;i&gt;attention-stealer&lt;/i&gt; dalam film ini ada pada karakter Max Kenton yang diperankan dengan baik oleh &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm2023672/"&gt;Dakota Goyo&lt;/a&gt;. Karakter Charlie Kenton mungkin seperti karakter ayah-yang-gagal-membesarkan-anak dalam film-film rekonsiliasi hubungan ayah-anak lainnya. Charlie yang arogan, keras kepala, cenderung bertindak sebelum berpikir, membuat hutang lain sebelum sanggup melunasi hutang sebelumnya, tidak memiliki rencana jangka panjang sama sekali, dan ingin membuang masa lalunya jauh-jauh. Semua itu berubah ketika ia bertemu dengan anaknya yang tidak pernah dibesarkannya, Max. Seperti saling melengkapi, Max yang masih tergolong naif mampu memberikan secercah harapan bagi ayahnya yang hampir putus asa karena terlilit hutang. Dengan antusias dan penuh harapan akan robot bekas yang dia temukan, Max mendorong ayahnya untuk menggunakan robot itu sebagai robot petinju di pertarungan berikutnya, untuk kemudian mereka berdua merasakan bagaimana rasanya perkembangan &lt;i&gt;from nothing to something&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content7.flixster.com/rtmovie/82/63/82637_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://content7.flixster.com/rtmovie/82/63/82637_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/real_steel/pictures/#37"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Semua ini tidak lepas dari cemerlangnya akting dari Dakota Goyo. Aktor cilik 12 tahun yang pernah memerankan Thor kecil dalam &lt;i&gt;Thor&lt;/i&gt; (2011) ini mampu memerankan karakter anak 11 tahun yang berkemauan keras dan terbilang kelewat dewasa untuk anak-anak seumurannya. Mungkin banyak orang yang memandang karakter Max Kenton dalam film ini &lt;i&gt;too good to be true. &lt;/i&gt;Namun ketika banyak pria dewasa yang bertingkah laku seperti anak kecil, rasanya wajar saja jika ada anak kecil yang memiliki mental dan bertingkah laku seperti orang dewasa.&amp;nbsp;Oh ya, dengan karakter positif yang diperankannya, Max dengan mudah merebut perhatian dan emosi penonton. Puncaknya adalah bagaimana penonton harus menahan air mata yang jatuh ketika melihat ekspresi Max di adegan klimaks yang dieksekusi secara brilian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lupa, film ini juga menggambarkan hubungan romantis dari Bailey, &lt;i&gt;love-interest&lt;/i&gt; dari Charlie. Evangeline Lilly yang memerankan Bailey dengan baik, berandil besar dalam menyeimbangkan film yang penuh dengan hormon testosteron ini dengan kecantikan dan kekuatan karakternya. Apalagi melihat bagaimana ekspresi dan reaksi Bailey dalam menonton pertandingan tinju robot dan mendukung Charlie, benar-benar membantu untuk meningkatkan ketegangan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content8.flixster.com/rtmovie/76/67/76670_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://content8.flixster.com/rtmovie/76/67/76670_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/real_steel/pictures/#9"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Gue cukup sadar bagaimana ulasan gue lebih banyak membahas para karakter manusia yang ada ketimbang robot, karena memang itulah rasanya pesan yang ingin disampaikan dalam film yang naskahnya ditulis berdasarkan cerita pendek "&lt;i&gt;Steel&lt;/i&gt;" ini. Efek CGI, praktikal, serta &lt;i&gt;motion-capture&lt;/i&gt;&amp;nbsp;para robot ini memang sangat meyakinkan. Setiap adegan pertarungannya pun mampu membuat penonton merasakan ketegangan layaknya menonton pertandingan tinju manusia. Apalagi petinju tenar &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0005145/"&gt;Sugar Ray Leonard&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;The Fighter&lt;/i&gt;, 2010) diboyong khusus menjadi penasihat tinju sehingga membuat setiap pertandingan tinju dalam film ini benar-benar meyakinkan. Namun Mr. Levy membuat robot-robot ini se-&lt;i&gt;down to earth&lt;/i&gt; mungkin dengan manusia, dengan tidak menghancurkan gedung-gedung, membunuhi manusia, bahkan mengarahkan penonton untuk percaya bahwa Atom, robot milik Max, memiliki perasaan. Dengan melihat perkembangan cerita, rasanya kehadiran Atom dan robot lawan-lawannya hanyalah &lt;i&gt;side-story&lt;/i&gt; untuk membuat cerita drama keluarga ini menjadi jauh lebih menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr. Levy juga dengan sengaja membuat pararel film ini dengan Rocky (1976) sebagai penghormatan kepada karakter Rocky yang "&lt;i&gt;from zero to hero"&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Homage&lt;/i&gt; ini akan terlihat cukup jelas di &lt;i&gt;final battle&lt;/i&gt; film arahan Mr. Levy ini. Sedangkan tinju antar-robot dalam film ini merupakan homage terhadap mainan &lt;i&gt;live-action&lt;/i&gt; yang sempat populer di tahun 1970-an, yang kemudian dijadikan video game; &lt;i&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rock_'Em_Sock_'Em_Robots"&gt;Rock 'Em Sock 'Em Robots&lt;/a&gt;.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content6.flixster.com/rtmovie/82/64/82640_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/82/64/82640_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/real_steel/pictures/#40"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Hadirnya film robot yang dekat dengan manusia ini, ditambah dengan perkembangan karakter manusia yang kuat serta kedalaman emosional yang signifikan, jelas merupakan sebuah sindiran untuk film-film robot jahat yang menyerbu bumi dan menghancurkan gedung-gedung. Shawn Levy jelas membuktikan bahwa tidak perlu robot besar super-canggih dan efek spesial milyaran dollar untuk menjadi hiburan mata-telinga untuk penonton. Cukup menghadirkan robot seadanya yang mampu bertarung satu sama lain, dan dengan proporsi drama yang pas, serta karakter yang kuat, sebuah film robot mampu membuat penonton jatuh cinta dan akan mengingat film tersebut cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sweet, memorable, and action-thrilling enough!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://2.gvt0.com/vi/ei5l3r1dV4I/0.jpg" height="315" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/ei5l3r1dV4I&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="560" height="315"  src="http://www.youtube.com/v/ei5l3r1dV4I&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;2 November 2011&lt;/b&gt; -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-6221248463663224548?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/6221248463663224548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/real-steel.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/6221248463663224548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/6221248463663224548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/11/real-steel.html' title='Real Steel'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-4707831777508936236</id><published>2011-10-31T20:10:00.000+07:00</published><updated>2011-12-03T00:36:50.106+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='***'/><title type='text'>The Perfect House</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-A9dknqYFHQE/Tq_uIG0MusI/AAAAAAAAANQ/HMvSrad9dS8/s1600/Event-Nobar-ThePerfectHouse.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-A9dknqYFHQE/Tq_uIG0MusI/AAAAAAAAANQ/HMvSrad9dS8/s320/Event-Nobar-ThePerfectHouse.jpg" width="224" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Film thriller psikologis memang bukan barang baru di dunia perfilman. Tetapi menjadi sesuatu yang baru jika kita persempit konteksnya menjadi perfilman Indonesia. Mungkin penonton masih ingat dengan Fiksi atau Pintu Terlarang yang sibuk membuat penonton memutar otak selama menonton film tersebut. Kini, sutradara yang biasa mengarahkan film romantis, Affandi Abdul Rachman kembali pada genre thriller yang pernah dibesutnya pertama kali, Pencarian Terakhir. Menggandeng Cathy Sharon dan Bella Esperance, serta aktor cilik pendatang baru Endy Arfian, Affandi memberi warna segar ke perfilman Indonesia dengan film terbarunya, &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;The Perfect House&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Julie (Cathy Sharon) terpaksa harus meninggalkan rencana cuti yang telah disusunnya, untuk menjadi guru privat untuk mengajar di sebuah rumah. Karena lokasi rumah di Puncak dan cukup terpencil, Julie harus menginap untuk dapat mengajar Januar (Endy Arfian) setiap harinya. Cukup sulit bagi Julie untuk beradaptasi dengan tempat tinggal sementaranya, lantara nenek dari Januar sekaligus nyonya rumah, Madam Rita (Bella Esperance) kelewat disiplin dan tegas dalam mengatur apa saja yang berada di dalam rumah. Belum lagi ditambah dengan tukang kebun aneh dan mencurigakan, Yadi (Mike Lucock). Perkenalan dengan Januar lebih dekat, membuat Julie semakin dekat dengan misteri-misteri aneh yang ada dalam rumah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja, genre film ini sangat membawa angin segar di perfilman Indonesia yang masih saja dipenuhi oleh film-film pocong-pocongan, film romantis, sampai film religi yang tidak ada habisnya. Dengan premis yang cukup orisinil (di belantika perfilman Indonesia), penyuguhan misteri yang menarik, akting yang meyakinkan dari semua pemerannya, sampai pada ending yang bisa membuat anda menjerit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Seorang nyonya rumah yang konservatif dan bergaya bicara kaku, dan tinggal di sebuah rumah jaman jadul mungkin mengingatkan sebagian penonton pada Rumah Dara (2010). Karakter Julie sebagai karakter protagonis dan datang ke rumah Madam Rita, sekali lagi mengingatkan sebagian penonton pada karakter Ladya dalam Rumah Dara (2010). Sebuah hal yang menarik, dimana karakter Julie dan Ladya diperankan oleh kakak-beradik; Cathy Sharon dan Julie Estelle. Ya mungkin Cathy tidak mau kalah dengan adiknya yang sudah lebih dulu main dalam film bergenre thriller. Tapi memang secara mengejutkan, akting Cathy sangat meyakinkan. Setengah pertama dari film, penonton bisa melihat penampilan Cathy yang hangat dan ramah, yang menggambarkan bahwa karakter Julie terlahir sebagai seorang guru. Sedangkan setengah terakhir film, Cathy bisa menampilkan karakter yang penasaran plus kengerian yang sangat ketika nyawanya berada di ujung tanduk.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://l3.yimg.com/bt/api/res/1.2/TfTcpsqDy.h2gCZHzu6QvA--/YXBwaWQ9eW5ld3M7cT04NTt3PTYzMA--/http://l.yimg.com/os/401/2011/10/26/HAN-7180_063407.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="209" src="http://l3.yimg.com/bt/api/res/1.2/TfTcpsqDy.h2gCZHzu6QvA--/YXBwaWQ9eW5ld3M7cT04NTt3PTYzMA--/http://l.yimg.com/os/401/2011/10/26/HAN-7180_063407.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://armylookfashion.com/2011/10/27/sinopsis-film-the-perfect-house.html/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;i&gt;Special mention&lt;/i&gt; untuk aktris senior Bella Esperance, yang berhasil membuat gue ingin cepat-cepat membacok karakter Madam Rita. Dingin, kaku, serta &lt;i&gt;manic-depressive&lt;/i&gt; dibawakan dengan sempurna oleh tante Bella. Menurut pengamatan gue, sebenarnya karakter Madam Rita ini memiliki gejala &lt;i&gt;obsessive-compulsive disorder&lt;/i&gt;, yang dengan sayangnya tidak digali lebih jauh lagi dalam cerita film. Mike Lucock memang seakan makan gaji buta ketika karakternya hampir tidak memiliki dialog. Namun justru minim dialog dan wajah yang dibuat jelek itu yang membuat karakter Yadi menjadi lebih hidup dan menyeramkan - apalagi dia hampir selalu membawa pacul dan golok kemana-mana. Oya, dengan menjamurnya film keluarga dengan sederetan aktor-aktris cilik pendatang baru, maka jangan lupakan nama Endy Arfian. Akting pertamanya di layar lebar mungkin memang bukan dalam film tentang sepak bola atau bulu tangkis, melainkan film yang berdarah-darah! Penampilan Endy pun berhasil menyeret emosi penonton, mulai dari emosi positif sampai dengan emosi negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pujian lagi untuk penata artistiknya. Siapapun dia, berhasil membuat suasana dan tampak dalam serta rumah Madam Rita menjadi terkesan &lt;i&gt;oldies&lt;/i&gt;. Konsep ini memang tepat disandingkan dengan karakter Madam Rita yang bersuamikan orang Belanda yang sudah meninggal. Suasana klasik yang ada pun dipertegas dengan pilihan tone warna film yang suram dan kelam. Pada adegan siang hari pun, atmosfer rumah itu pun membuat penonton merasakan keanehan dan keganjilan yang melingkupi rumah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-z7FTkr_Evdg/Tq_tkysTQ9I/AAAAAAAAANI/LpGVqg6353c/s1600/42g4ex_1-copy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="174" src="http://4.bp.blogspot.com/-z7FTkr_Evdg/Tq_tkysTQ9I/AAAAAAAAANI/LpGVqg6353c/s320/42g4ex_1-copy.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://m.boleh.com/read/s:cinema/6284_bella_esperance_kerasukan_sosok_madam_rita_di_the_perfect_house"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Penulisan naskah dalam film ini terbilang cukup menarik. Penyuguhan misteri yang ada cukup pas waktu dan tempatnya. Malah di beberapa adegan, penonton sengaja digiring untuk mempercayai kesimpulan yang satu dari yang lain. Bagi penonton yang belum terbiasa dengan genre &lt;i&gt;psychological thriller&lt;/i&gt;, mungkin tidak akan menyangka dengan &lt;i&gt;ending&lt;/i&gt; yang diberikan oleh film ini. Namun bagi penonton yang berpengalaman, tidak heran jika mereka sudah bisa menebak di pertengahan film. Apalagi setelah adegan klimaks, penonton yang berpengalaman ini akan dengan mudah teringat pada film-film thriller lain yang memiliki detil yang mirip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang seribu sayang, Affandi terlihat setengah-setengah untuk mengeksekusi adegan-adegan "berdarah" yang ada dalam film ini. Alih-alih menggunakan efek praktikal, Affandi lebih memilih menggunakan efek visual. Bagus kalau efek visualnya meyakinkan, nah yang ini malah membuat gue tertawa. Mungkin Affandi harus belajar banyak dari The Mo Brothers?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya lagi, film yang menjadi angin segar ini hanya diputar secara terbatas. Kalau gue perhatikan, film ini hanya diputar di bioskop-bioskop "kelas dua" saja. Ada apa dengan bioskop Indonesia? Ketika ada film lokal yang benar-benar menjanjikan, mengapa jadi di-anaktiri-kan? Menurut gue, strategi pemutaran film lokal yang bagus ini malah akan menenggelamkan deretan film-film lokal berkualitas, dan semakin melanggengkan film-film lokal kelas A (Ancur). Bagi yang ketinggalan film ini, jangan khawatir! Indonesia International Fantastic Film Festival (iNAFFF) memasukkan film ini sebagai salah satu line-up festival untuk tahun ini. Klik &lt;a href="http://www.inafff.com/2011/index.php?modul=film&amp;amp;textid=283244984326"&gt;disini&lt;/a&gt; untuk tautannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://1.gvt0.com/vi/nXKonwf7vaU/0.jpg" height="315" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/nXKonwf7vaU&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="560" height="315"  src="http://www.youtube.com/v/nXKonwf7vaU&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal 31 Oktober 2011 -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BONUS:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan poster film ini sekali lagi. Ingat dengan ambigram? (baca artikel wikipedia tentang ambigram&amp;nbsp;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ambigram"&gt;disini&lt;/a&gt;). Dan Brown mempopulerkan seni penulisan ini dalam novelnya Angels &amp;amp; Demons. Sekarang coba balik poster film tersebut, akankah terbaca kalimat "The Perfect House" yang sama?&lt;br /&gt;Poster alternatif yang ini mungkin akan memperjelas ambigram tersebut.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://amiratthemovies.files.wordpress.com/2011/10/the-perfect-house_poster.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://amiratthemovies.files.wordpress.com/2011/10/the-perfect-house_poster.jpg" width="224" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://amiratthemovies.wordpress.com/2011/10/28/review-the-perfect-house-2011/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide ambigram ini memang menarik, sekaligus menggambarkan cerita dalam film ini. Namun sayang, konsep poster alternatif yang ini cukup mirip dengan poster The Princess Bride (1987). Lihat posternya &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_uvBNTngjTCo/S8UldHP6KwI/AAAAAAAAABA/1pczDDAR6TY/s1600/princessbride.jpg"&gt;disini&lt;/a&gt;. Gue tidak ingin berspekulasi apa-apa, yang jelas poster film karya Affandi ini memiliki ciri khasnya sendiri, plus ditopang dengan kualitas filmnya yang baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-4707831777508936236?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/4707831777508936236/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/10/perfect-house.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/4707831777508936236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/4707831777508936236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/10/perfect-house.html' title='The Perfect House'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-A9dknqYFHQE/Tq_uIG0MusI/AAAAAAAAANQ/HMvSrad9dS8/s72-c/Event-Nobar-ThePerfectHouse.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-4093677907851078275</id><published>2011-10-28T14:30:00.000+07:00</published><updated>2011-10-28T14:30:10.050+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='**'/><title type='text'>Grave Encounters</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content7.flixster.com/rtmovie/78/91/78917_gal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://content7.flixster.com/rtmovie/78/91/78917_gal.jpg" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Film-film horor yang menggunakan teknik "&lt;i&gt;found-footage&lt;/i&gt;" memang selalu berhasil untuk menambah tingkat keseraman yang ada. Biasanya, teknik ini cukup berhasil untuk membuat penonton percaya bahwa hal-hal yang terekam pada kamera tersebut benar-benar (bisa) terjadi. Bagi pencinta film-film horor bergaya seperti ini tentunya tidak akan lupa dengan fenomena &lt;i&gt;The Blair Witch Project &lt;/i&gt;(1999) yang langsung mengubah wajah dunia perfilman horor dan menginspirasi beberapa pembuat film horor. Kehadiran &lt;i&gt;Paranormal Activity&lt;/i&gt; (2007) pun menjustifikasi film horor dengan gaya "&lt;i&gt;found-footage&lt;/i&gt;" berhasil membuat penonton merinding dengan hanya memperlihatkan pintu yang tiba-tiba tertutup. Berhubung film-film horor yang disebutkan diatas datang dari sutradara pendatang baru, ada satu persembahan film asal Kanada yang juga merupakan debut bagi sutradara &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm4155547/"&gt;The Vicious Brother&lt;/a&gt;s, &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Grave Encounters&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini menggunakan format sebuah acara &lt;i&gt;reality show&lt;/i&gt; yang ingin mengungkap tempat-tempat berhantu. Dipandu oleh Lance Preston yang antusias, tim Grave Encounters pada episode keenam ini ingin mencari bukti kehadiran arwah-arwah di sebuah rumah sakit jiwa yang telah lama ditinggalkan. Atas nama otentisitas &lt;i&gt;reality show&lt;/i&gt;, mereka mengunci diri mereka sendiri dan menginap semalaman di rumah sakit jiwa tersebut. Lambat laun, mereka yang tadinya skeptis akan kehadiran makhluk-makhluk halus mulai menyadari bahwa mereka tidak sendiri. Diteror selama berjam-jam di dalam rumah sakit jiwa yang besar dengan lorong-lorong yang membingungkan, mereka mempertanyakan kewarasan mereka dan secara sadar mereka merekam episode terakhir dari acara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep baru acara &lt;i&gt;reality show&lt;/i&gt; "pemburu hantu" yang berakhir buruk dan tidak terduga ini terbilang cukup menarik dan menjanjikan sebagai premis utama. Apalagi ditambah detil-detil betapa skeptisnya mereka terhadap kehadiran dunia lain dan bagaimana mereka memanipulasi barang-barang yang melayang dengan sendirinya di acara "&lt;i&gt;reality show&lt;/i&gt;" mereka. Setengah awal dari film ini sangat menjanjikan dan memiliki modal yang baik untuk menakuti penonton. Dengan beberapa wawancara pada orang-orang yang mengenal dengan baik gedung rumah sakit jiwa ini, ditambah dengan sedikit penampakan dari alat-alat canggih mereka. Namun sayang, semua potensi besar tersebut harus dieksekusi dengan cara yang murahan di setengah terakhir film. Penampakan yang terlalu vulgar dan penggunaan efek CGI yang berlebihan. The Vicious Brothers terlihat kedodoran dan terlalu memaksa untuk menakuti penonton dengan cara apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Premis yang cukup orisinil ini sayang sekali ditambah dengan &lt;i&gt;surprise effect&lt;/i&gt; yang tidak orisinil. Beberapa adegan akan mengingatkan penonton pada film-film seperti &lt;i&gt;Paranormal Activity&lt;/i&gt; (2007), &lt;i&gt;[Rec]&lt;/i&gt; (2007), &lt;i&gt;The Blair Witch Project&lt;/i&gt; (1999) dan beberapa film horor fenomenal lainnya. Hampir semua adegan kejutannya cukup mudah untuk ditebak dan diantisipasi. Malah ada beberapa adegan yang tampaknya The Vicious Brothers sadar bahwa elemen kejutan ini telah diantisipasi, tetapi mereka malah menggunakan efek CGI untuk membuat yang tertebak itu menjadi tidak tertebak. Tetapi entah kenapa kombinasi antara efek CGI dengan teknik "&lt;i&gt;found-footage&lt;/i&gt;" dengan gaya dokumenter tidak terlalu cocok satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content8.flixster.com/rtmovie/78/91/78918_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://content8.flixster.com/rtmovie/78/91/78918_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/grave_encounters/pictures/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Sebenarnya &lt;i&gt;setting&lt;/i&gt; rumah sakit jiwa dengan lorong-lorong yang menyesatkan dan kamar-kamar pasien menjadi modal yang sangat bagus untuk menakuti penonton. Apalagi dengan gaya kamera yang menginvestigasi setiap sudut rumah sakit jiwa yang gelap itu, dengan kamera &lt;i&gt;night vision&lt;/i&gt;. Ketegangan penonton pun dibuat naik perlahan-lahan ketika salah satu kamera menyorot setiap bekas kamar pasien yang ada. Belum lagi dengan kamera-kamera statis yang dipasang di berbagai "&lt;i&gt;hotspot&lt;/i&gt;" yang siap merekam berbagai anomali yang muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat gue tertarik untuk nonton film ini hanyalah harapan akan satu lagi film horor "&lt;i&gt;found-footage&lt;/i&gt;" yang datang dari pembuat film pendatang baru. Namun sayang, The Vicious Brothers menyia-nyiakan berbagai potensi yang dimilikinya dengan &lt;i&gt;surprise effect&lt;/i&gt; yang terlalu berlebihan. Atmosfer seram yang telah dibangun dengan baik di awal film diabaikan oleh berbagai penampakan yang vulgar di akhir film. Meskipun memang beberapa adegannya cukup &lt;i&gt;memorable&lt;/i&gt;. Bagi yang penasaran dengan premis ini, apalagi dengan &lt;i&gt;setting&lt;/i&gt; rumah sakit jiwa yang ditinggalkan, film ini tetap patut untuk dicicipi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://0.gvt0.com/vi/g8FBRATbJoA/0.jpg" height="266" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/g8FBRATbJoA&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/g8FBRATbJoA&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;27 Oktober 2011&lt;/b&gt; -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-4093677907851078275?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/4093677907851078275/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/10/grave-encounters.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/4093677907851078275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/4093677907851078275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/10/grave-encounters.html' title='Grave Encounters'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-3668577425186369259</id><published>2011-10-25T00:45:00.000+07:00</published><updated>2011-10-27T10:55:40.151+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='****'/><title type='text'>Super 8</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content6.flixster.com/rtmovie/75/20/75208_gal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/75/20/75208_gal.jpg" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Film tentang alien atau makhluk/monster dari luar angkasa memang tidak pernah ada habisnya. Ada film alien bernuansa komedi, ada yang bernuansa percintaan, ada yang dari sudut pandang tentara, sampai pada film yang hanya mengandalkan efek visual. Nah bagaimana jika seorang &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000229/"&gt;Steven Spielberg&lt;/a&gt;, "pakarnya" film-film alien, memproduseri sebuah film alien yang menggabungkan semua unsur tersebut? Diramu oleh sutradara berbakat,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0009190/"&gt;J.J. Abrams&lt;/a&gt;, inilah salah satu film yang ditunggu-tunggu di tahun ini, &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Super 8&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada musim panas 1979, sekelompok anak kecil yang sedang membuat film pendek tiba-tiba menyakikan kecelakaan kereta api yang terjadi tepat di depan mata mereka. Gerbong-gorbong kereta api yang porak-poranda itu ternyata mengangkut kargo yang sangat berbahaya. "Kargo" yang lepas tersebut pun mengancam kota kecil Lilian, serta membuat angkatan udara AS turun tangan langsung terhadap insiden tersebut. Berniat ingin melanjutkan pembuatan film yang tertunda, Joe dan kawan-kawan malah mencoba mengungkap misteri dibalik kargo kereta api tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah pengaruh yang besar dari produser Steven Spielberg atau memang J.J. Abrams yang menulis naskah film ini banyak memberikan &lt;i&gt;homage &lt;/i&gt;kepada film-film klasik Spielberg, yang jelas film ini sangat khas dengan seorang Steven Spielberg. Emosi yang kuat dari antar karakter yang ada, jalan cerita yang bertema kekeluargaan dan persahabatan, sampai pada adegan aksi kejar-kejaran. Apalagi dengan setting film di tahun 70-an, semakin memperkuat atmosfer klasik yang ada dalam film ini. Luar biasanya, J.J. Abrams mampu mengolah semua itu menjadi satu film mengagumkan yang rasanya dapat ditonton oleh berbagai kalangan dan berbagai rentang umur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Tidak seperti film-film alien kebanyakan, hal yang ditonjolkan dalam film ini adalah jalan cerita dan karakterisasi. Setiap karakter yang ada diperkenalkan lewat layar lebar dan diperkuat seiring alur cerita yang ada. Titik gravitasi utama film ini adalah anak-anak, yang juga menjadi pahlawan penyelamat dalam film ini. Joe Lamb yang baru kehilangan ibunya, Charles yang terobsesi untuk menyelesaikan film pendeknya, Cary yang hobi dengan petasan dan hal-hal yang berbau dengan ledakan, serta Alice yang sulit berhubungan dengan ayahnya yang pemabuk. Jalan cerita dalam film lebih lebih fokus pada bagaimana para karakter ini menghadapi masalah mereka masing-masing. Praktis alien yang ada dalam film ini hanyalah faktor pemicu bagi para jagoan kita untuk menyelesaikan masalah mereka.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content6.flixster.com/rtmovie/77/36/77364_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="206" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/77/36/77364_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/super_8/pictures/#23"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Memang, drama yang disajikan adalah faktor penggerak film ini bukan bersifat sebagai tempelan saja. Proporinya terbilang pas - tidak kurang dan tidak berlebih. Namun film ini juga memenuhi janji awalnya untuk menjadi hiburan mata dan telinga yang mengagumkan. Hasilnya memang luar biasa, efek visual dan praktikal yang ada dalam film ini sangat meyakinkan, apalagi dengan efek suara yang bisa menyeret penonton dari kursi bioskop dan serasa berada di lokasi kejadian.&amp;nbsp;Apalagi ditambah dengan&amp;nbsp;&lt;i&gt;score&amp;nbsp;&lt;/i&gt;arahan&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0315974/"&gt;Michael Giacchino&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang catchy serta pol dalam meningkatkan intensitas ketegangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J.J. Abrams cukup berhasil untuk menyimpan seperti apa rupa alien yang ada dalam film ini sampai menjelang akhir film. Dalam film-film alien lainnya yang menggunakan trik yang sama, memang trik tersebut cukup berhasil untuk membangun ketegangan serta rasa penasaran penonton terhadap si makhluk asing.&amp;nbsp;Seperti yang telah diutarakan sebelumnya bahwa film ini sedikit banyak mengandung &lt;i&gt;homage &lt;/i&gt;terhadap karya-karya klasik Spielberg, ada beberapa adegan yang pararel atau membuat anda teringat pada film &lt;i&gt;Poltergeist&lt;/i&gt; (1982), &lt;i&gt;Close Encounter of the Third Kind&lt;/i&gt; (1977), dan pastinya &lt;i&gt;E.T.&lt;/i&gt; (1982).&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content8.flixster.com/rtmovie/75/56/75562_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://content8.flixster.com/rtmovie/75/56/75562_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/super_8/pictures/#2"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Walaupun pada pemeran utama kita berumur rata-rata 13-14 tahun, secara mengejutkan akting mereka sangat meyakinkan. &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm1525807/"&gt;Joel Courtney&lt;/a&gt; sanggup membawakan Joe Lamb dengan sangat baik, dimana karakternya juga menjadi roda penggerak dan titik tumpu dari jalan cerita film ini. &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm1102577/"&gt;Elle Fanning&lt;/a&gt; sekali lagi tampil memukau dalam film yang dibintanginya. Memerankan seorang anak yang sulit untuk berhubungan baik dengan ayahnya yang tidak seperti ayah-ayah kebanyakan memang bukan hal baru bagi Elle, dimana ia pernah memerankan karakter yang setipe dalam &lt;i&gt;Somewhere&lt;/i&gt; (2010). Namun kekuatan aktingnya (dan kecantikannya) mampu membuat karakter Alice menjadi karakter yang paling ditunggu-tunggu dalam setiap adegan. Sepertinya ini adalah peringatan bagi kakaknya Dakota, bahwa sang adik siap untuk menggeser sang kakak sebagai aktris cilik berbakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi film ini bukan tanpa cacat. Dalam beberapa adegan, J.J. Abrams mengesampingkan logika demi mempermudah alur cerita yang ada. Ada beberapa adegan yang jika diperhatikan lebih lanjut akan terasa aneh dan tidak habis pikir, walaupun adegan itu diperlukan bagaimana pun caranya untuk dapat menyambungkan jalan cerita. Hal-hal inilah yang menjustifikasi film ini menjadi sebuah film yang "Hollywood sekali", dan bisa dimaklumkan ketika kita melihat nama Steven Spielberg yang terpampang di posternya.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content8.flixster.com/rtmovie/77/17/77174_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="136" src="http://content8.flixster.com/rtmovie/77/17/77174_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/super_8/pictures/#5"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Pada akhirnya, film ini adalah film yang sangat menghibur. Dengan jalan cerita yang sederhana dan sangat membumi, humor-humor ringan yang mengundang senyum serta tawa, emosi yang kuat dalam jalan cerita, serta akting yang meyakinkan, film ini akan membuat penontonnya dengan mudah jatuh cinta pada keseluruhan filmnya. Bagi para fans berat Steven Spielberg, film ini akan membawa anda bernostalgia dengan film-film klasik yang pernah disutradarai olehnya. Untuk memaksimalkan hiburan mata dan telinga, alangkah lebih baik jika film ini ditonton di bioskop dengan layar selebar mungkin dan sistem suara yang bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://2.gvt0.com/vi/tCRQQCKS7go/0.jpg" height="315" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/tCRQQCKS7go&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="560" height="315"  src="http://www.youtube.com/v/tCRQQCKS7go&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;25 Oktober 2011&lt;/b&gt; -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-3668577425186369259?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/3668577425186369259/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/10/super-8.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/3668577425186369259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/3668577425186369259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/10/super-8.html' title='Super 8'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-8518543587519035447</id><published>2011-10-24T17:03:00.000+07:00</published><updated>2011-10-26T17:03:30.627+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='*'/><title type='text'>The Three Musketeers</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://content9.flixster.com/rtmovie/81/57/81579_gal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://content9.flixster.com/rtmovie/81/57/81579_gal.jpg" width="226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seorang pahlawan akan melakukan apa saja demi tujuan mulia. Apalagi bagi para pengawal raja Perancis, Three Musketeers ini. Tetapi jika mereka tidak memiliki tujuan mulia lagi untuk diperjuangkan, apa yang mereka lakukan? Siapkah mereka untuk kembali mengayunkan pedang jika sewaktu-waktu tenaga mereka dibutuhkan untuk tujuan mulia lain yang datang secara tidak terduga? Film adaptasi terbaru dari cerita karya Alexandre Dumas, &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;The Three Musketeers&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, akan memperlihatkan bagaimana perjuangan para pengawal raja ini dalam membela kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga pengawal Raja Perancis (&lt;i&gt;Musketeer&lt;/i&gt;); Athos, Aramis, dan Portos harus rela meninggalkan gelar dan harga dirinya ketika mereka bertiga dikhianati oleh seorang agen ganda kerajaan Inggris dan Perancis, Milady. Namun mereka mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan kembali harga diri sekaligus tujuan mulia ketika mereka dipertemukan secara tidak sengaja dengan D'Artagnan. D'Artagnan yang masih muda dan arogan pun segera bekerja sama dengan ketiga Musketeer untuk mengungkap konspirasi antara Milady dan Kardinal Rochelieu yang jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sudah berapa kali kisah klasik tiga pengawal Raja Perancis ini diadaptasi dalam bentuk layar lebar. Yang pasti, di tahun 2011 ini sutradara &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0027271/"&gt;Paul W. S. Anderson&lt;/a&gt; yang pernah menggarap &lt;i&gt;Resident Evil&lt;/i&gt; (2002), &lt;i&gt;AVP &lt;/i&gt;(2004), &lt;i&gt;Resident Evil: Afterlife&lt;/i&gt; (2010) ini berani mengambil kemudi untuk menyutradarai kisah klasik kepahlawanan yang menentang penguasa yang korup. Ketiga pahlawan utama dalam film ini memang tidak dibintangi oleh aktor kelas atas, namun nama-nama besar seperti &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0089217/"&gt;Orlando Bloom&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0910607/"&gt;Christoph Waltz&lt;/a&gt; turut meramaikan film ini walaupun memerankan karakter antagonis. Tidak ketinggalan &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000170/"&gt;Milla Jovovich&lt;/a&gt; yang selalu diikutsertakan ketika suaminya duduk di kursi sutradara. Oya, ada pula &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0503567/"&gt;Logan Lerman&lt;/a&gt; si Percy Jackson yang sekali lagi mengambil peran utama di dalam sebuah film sebagai D'Artagnan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Aktor-aktris papan atas seperti Jovovich, Bloom, dan Waltz memang tampail baik seperti biasanya. Ditambah dengan ketiga Musketeer plus D'Artagnan yang labil dan arogan. Tetapi entah kenapa keseluruhan cerita film ini lebih fokus pada karakter antagonis yang sibuk merencanakan konspirasi jahat untuk menggulingkan Raja Louis XIII yang dipandang belum cukup dewasa untuk memimpin Kerajaan Perancis. Mungkin ini adalah salah satu trik untuk lebih menonjolkan dan menjual nama-nama besar Jovovich, Bloom, dan Waltz ketimbang Matthew Macfayden, Luke Evans, Ray Stevenson, dan Logan Lerman. Padahal menurut gue, akting Macfayden, Evans, dan Stevenson tampil meyakinkan dalam memerankan Athos, Aramis, dan Porthos.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content6.flixster.com/rtmovie/72/98/72980_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/72/98/72980_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/the_three_musketeers_2011/pictures/#1"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Segi cerita tampaknya memang bukan jualan utama film ini, melihat bagaimana pembuat film ini menomor-duakan alur dan detil cerita. Banyak adegan-adegan kurang masuk akal yang melecehkan kecerdasan penonton serta mengabaikan perpindahan adegan yang mulus menjadi kelemahan utama dalam film ini. Ya, film ini memiliki masalah besar di bagian editing. Secara garis besar, cerita dalam film ini memang masih setia dengan novel Alexandre Dumas. Namun penulis naskah &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0514821/"&gt;Alex Litvak&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0203577/"&gt;Andrew Davies&lt;/a&gt;&amp;nbsp;mengganti beberapa detil dan menyusupkan peralatan-peralatan modern ke dalam film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Paul Anderson masih mempertahankan ciri khasnya dalam membuat film aksi, walaupun yang kali ini dalam setting klasik abad pertengahan. Film yang memang ditujukan sebagai hiburan mata saja cukup menghibur dengan sederet adegan aksi yang ditujukan. Penempatan adegan-adegan slow-motion juga cukup menguatkan setiap adegan aksi yang ada, namun karena hampir semua adegan aksi disajikan secara slow-motion menjadikan teknik itu tidak istimewa lagi dan cenderung membosankan. Selain aksi, film ini juga berusaha terlalu keras untuk menjadi lucu dengan humor-humor tanggungnya.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content8.flixster.com/rtmovie/72/98/72982_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://content8.flixster.com/rtmovie/72/98/72982_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/the_three_musketeers_2011/pictures/#3"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Secara keseluruhan, film ini sangat datar. Tidak ada emosi yang ditampilkan, bahkan hiburan mata dan telinga seperti adegan aksi dan humor pun tidak mengena. Sepanjang film, saya tidak menemukan diri saya duduk merengut tegang, penasaran, senyum, atau bahkan tertawa. Satu-satunya penghiburan bagi saya adalah ketika aktris cantik pendatang baru, &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm3538539/"&gt;Gabriella Wilde&lt;/a&gt; yang memerankan Constance - &lt;i&gt;love interest&lt;/i&gt; dari D'Artagnan, muncul di layar. Bagi yang penasaran dengan cerita klasik Three Musketeers, rasanya adaptasi yang ini bukan pilihan yang baik untuk mengetahui sepak terjang Athos, Aramis, dan Porthos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://3.gvt0.com/vi/mQd3MwT2fAM/0.jpg" height="266" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/mQd3MwT2fAM&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/mQd3MwT2fAM&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal &lt;b&gt;24 Oktober 2011&lt;/b&gt; -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-8518543587519035447?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/8518543587519035447/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/10/three-musketeers.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/8518543587519035447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/8518543587519035447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/10/three-musketeers.html' title='The Three Musketeers'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-3310801639415113063</id><published>2011-10-14T18:24:00.001+07:00</published><updated>2011-10-14T18:29:24.690+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='***'/><title type='text'>Cars 2</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://pixartimes.com/wp-content/uploads/2011/03/cars-2-poster.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://pixartimes.com/wp-content/uploads/2011/03/cars-2-poster.jpg" width="212" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sejauh apa arti sebuah persahabatan? Jika sahabat anda membuat anda malu di depan umum karena tingkah polahnya, atau malah membuat anda kalah di sebuah lomba bergengsi, masihkah anda menanggap dia sebagai sahabat anda? Lalu sejauh apa anda akan bertindak untuk mengembalikan hubungan persahabatan yang retak?&amp;nbsp;Kira-kira hal-hal tersebut yang ingin diangkat oleh karya terbaru Pixar di tahun 2011 ini, &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Cars 2&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lomba balap mobil World Grand Prix yang menggunakan bahan bakar alternatif, kali ini Lightning McQueen mengajak sahabat karibnya, Mater, untuk berada di pit stop bersamanya. Sayang, tingkah Mater yang "kampungan" dan cenderung memalukan malah tidak mendukung suasana balap McQueen. Sampai akhirnya Mater tidak sengaja terjebak dalam situasi spionase yang rumit. Ingin membuktikan diri, Mater pun membantu para agen Inggris untuk menguak konspirasi di balik persaingan penjualan bahan bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Premis yang mengangkat persahabatan ini memang tampaknya menjadi tema franchise Cars dari Pixar. Semenjak Cars (2006), tema persahabatan ini telah diangkat namun lebih fokus pada karakter jagoan kita, Lightning McQueen, yang menemukan rumahnya di Radiator Springs. Namun pada sekuelnya kali ini, tema persahabatan ini berganti fokus ke Mater, mobil derek reyot yang menjadi sahabat karib McQueen di segala situasi. Sebentar, benarkah mereka bersahabat di segala situasi, termasuk situasi memalukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sebuah sekuel dimana fokus karakter utamanya berpindah dari satu karakter ke karakter lain memang bukan suatu hal yang wajar. Mungkin ini adalah salah satu sebab betapa sekuel ini mendapat banyak kritik negatif. Alih-alih ingin melihat kehebatan Lightning McQueen, penonton malah disajikan dominannya karakter Mater yang lugu dan bodoh sepanjang film. Tapi gue melihat justru ini adalah hal yang menarik, mungkin Pixar ingin memperlihatkan bahwa terkadang karakter non-hero pun bisa menjadi pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;no one realize that they're being fooled, because they're too busy laughing at the fool&lt;/i&gt; -Finn McMissile-&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, untuk skala Pixar, film ini memang terlalu biasa - dibandingkan dengan film-film Pixar lainnya yang lebih bermuatan filosofis dibandingkan film-film tipe film keluarga. Ini juga bukan pertama kalinya bagi Pixar untuk mengeluarkan sekuel dari film-film sebelumnya, bahkan Toy Story 3 (2010) menuai berbagai pujian positif bahkan terbilang jauh lebih baik daripada film orisinilnya. Atau mungkin semua review negatif itu hanyalah berdasarkan ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap studio animasi sebesar Pixar? Mengingat banyak fans Pixar yang masih terlena dengan briliannya Toy Story 3 yang dirilis setahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content7.flixster.com/rtmovie/74/23/74233_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="166" src="http://content7.flixster.com/rtmovie/74/23/74233_gal.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/cars_2/pictures/#24"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Apapun hal negatif yang mereka katakan terhadap film terbaru Pixar ini, gue tetap menaruh apresiasi terhadap Mater dan kawan-kawan. Walaupun premis yang diangkat tergolong cukup ringan, masih banyak hal positif dari film ini. Untuk gue pribadi, gue sangat terkesima dengan detail visual yang disajikan. Sebuah peningkatan yang wajib terjadi dalam formula sekuel, film ini meningkatkan levelnya dengan melebarkan latar film ke berbagai lokasi tenar dunia. Layaknya &lt;i&gt;vehicle universe&lt;/i&gt; seperti di Radiator Springs, Pixar juga mengubah setting kota Tokyo, London, Paris, Roma menjadi ke-mobil-mobil-an. Sebuah senyuman tersendiri bagi gue yang pernah mengunjungi kota-kota tersebut. Kalau ada setting kota yang luar biasa, dengan jelas gue akan menyebut Tokyo. Bagaimana Pixar bisa menganimasikan kota lampu tersebut menjadi hingar binar berwarna-warni, tanpa meninggalkan berbagai ciri khasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tantangan dari film sekuel adalah bagaimana untku dapat tetap memasukkan karakter-karakter lama tanpa kehilangan fokus dengan munculnya berbagai karakter baru. Berbagai karakter mobil lucu dari Radiator Springs memang sudah kita kenal semenjak Cars (2006). Namun di sekuelnya kali ini banyak karakter baru yang diperkenalkan yang juga tidak kalah menariknya. Ada Finn McMissile si mobil agen Inggris dengan berbagai peralatan canggihnya - yang merupakan mobilifikasi dari karakter James Bond. Ada lagi Francesco Bernoulli, si mobil Formula Satu asal Italia yang menjadi pesaing utama McQueen. Menariknya, Pixar berhasil membuat penonton tidak melupakan karakter-karakter lama dengan kehadiran berbagai karakter baru ini. Meskipun hal ini berkonsekuensi untuk menurunkan proporsi bagi mobil-mobil asal Radiator Springs, tapi penonton masih dapat tetap menikmati lucunya Luigi dan Guido. Ya, sebuah kabar bagus bagi gue yang memang menjadikan Guido sebagai karakter favorit gue dalam franchise ini.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content7.flixster.com/rtmovie/72/63/72633_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="165" src="http://content7.flixster.com/rtmovie/72/63/72633_gal.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/cars_2/pictures/#17"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Mungkin hadirnya film ini adalah sebuah kekecewaan besar bagi para fans Pixar, tapi kreator besar pun memiliki hak untuk "beristirahat dan bersenang-senang". Lagipula, masih banyak hal positif yang didapatkan dengan menonton film ini seperti mengingatkan kembali tentang arti persahabatan di berbagai situasi. Oya, jangan datang terlambat karena seperti biasa, Pixar menyuguhkan film animasi pendek yang kali ini juga jauh lebih ringan - seringan film utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://2.gvt0.com/vi/oFTfAdauCOo/0.jpg" height="266" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/oFTfAdauCOo&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/oFTfAdauCOo&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal 13 Oktober 2011 -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;BONUS:&lt;br /&gt;Berbagai poster promosi dari Cars 2. Klik gambar untuk memperbesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" bordercolor="#FFFFFF" cellpadding="1" cellspacing="1" style="width: 400px;"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/cars_2/pictures/#28"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://content8.flixster.com/rtmovie/74/47/74470_gal.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/cars_2/pictures/#31"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://content7.flixster.com/rtmovie/74/47/74473_gal.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/cars_2/pictures/#30"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/74/47/74472_gal.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/cars_2/pictures/#29"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://content9.flixster.com/rtmovie/74/47/74471_gal.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/cars_2/pictures/#42"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://content7.flixster.com/rtmovie/76/84/76849_gal.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/cars_2/pictures/#43"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://content8.flixster.com/rtmovie/76/85/76850_gal.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/cars_2/pictures/#48"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://content9.flixster.com/rtmovie/76/85/76855_gal.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/cars_2/pictures/#52"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://content9.flixster.com/rtmovie/77/54/77547_gal.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/cars_2/pictures/#49"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/76/85/76856_gal.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/cars_2/pictures/#47"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://content8.flixster.com/rtmovie/76/85/76854_gal.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/cars_2/pictures/#46"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://content7.flixster.com/rtmovie/76/85/76853_gal.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/cars_2/pictures/#45"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/76/85/76852_gal.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/cars_2/pictures/#44"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://content9.flixster.com/rtmovie/76/85/76851_gal.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/cars_2/pictures/#54"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://content7.flixster.com/rtmovie/77/54/77549_gal.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/cars_2/pictures/#55"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://content8.flixster.com/rtmovie/77/55/77550_gal.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/cars_2/pictures/#56"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://content9.flixster.com/rtmovie/77/55/77551_gal.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/cars_2/pictures/#57"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/77/55/77552_gal.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/cars_2/pictures/#58"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://content7.flixster.com/rtmovie/77/55/77553_gal.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/cars_2/pictures/#59"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://content8.flixster.com/rtmovie/77/55/77554_gal.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/cars_2/pictures/#60"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://content9.flixster.com/rtmovie/77/55/77555_gal.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-3310801639415113063?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/3310801639415113063/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/10/cars-2.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/3310801639415113063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/3310801639415113063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/10/cars-2.html' title='Cars 2'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-8268108137844748165</id><published>2011-09-20T15:36:00.000+07:00</published><updated>2011-09-20T15:57:12.129+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='****'/><title type='text'>Rise of the Planet of the Apes</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-XfRl68DjFfM/TjrIMrJ8JwI/AAAAAAAAAO8/CJz4dEMCvVc/s1600/Rise-of-the-Planet-of-the-Apes-Poster-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-XfRl68DjFfM/TjrIMrJ8JwI/AAAAAAAAAO8/CJz4dEMCvVc/s320/Rise-of-the-Planet-of-the-Apes-Poster-1.jpg" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bagaimana jadinya jika spesies kera diberikan kecerdasan layaknya kecerdasan manusia? Di satu sisi, mungkin mereka dapat membantu kehidupan sehari-hari manusia. Tapi di sisi lain, dengan insting binatang yang kuat dan tambahan kecerdasan, maukah mereka untuk selalu tunduk di bawah dominasi manusia? Perandaian ini dicoba divisualisasikan dalam film &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Rise of the Planes of the Apes&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ilmuwan, Will Rodman (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0290556/"&gt;James Franco&lt;/a&gt;), sedang mengembangkan obat yang bisa menyembuhkan penyakit degenerasi otak seperti Parkinson's atau Alzheimer's. Eksperimen dengan metode terapi genetik (menggunakan virus untuk mengirimkan materi gen baru pada DNA) dilakukan terhadap simpanse. Eksperimen tersebut berbuah hasil positif dengan meningkatnya kecerdasan simpanse. Namun seekor simpanse dengan kecerdasan yang melampaui batas ini memimpin kera-kera lainnya untuk menuju kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini adalah prekuel dari film orisinil Planet of the Apes (1968) - bukan dari versi Tim Burton (2001) - yang digadang-gadang sebagai film &lt;i&gt;sci-fi cult classic&lt;/i&gt;, ditambah dengan &lt;i&gt;twist ending&lt;/i&gt; yang membuat mulut menganga selama beberapa detik. Prekuel ini memang menawarkan beberapa plot cerita baru untuk menutupi kelemahan plot cerita film orisinilnya, termasuk sebab mengapa spesies kera dapat mendominasi manusia di kemudian hari. Kekuatan utama film ini tentu adalah CGI dan &lt;i&gt;motion capture&lt;/i&gt; yang sangat halus dan meyakinkan, bisa dibilang yang terbaik semenjak trilogi The Lord of the Rings dan Avatar (2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Modal CGI yang luar biasa ini berujung pembangunan karakter yang sangat baik dari Caesar, simpanse yang mengalami peningkatan kecerdasan, yang diperankan dengan baik lewat teknologi &lt;i&gt;motion capture&lt;/i&gt;&amp;nbsp;oleh &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0785227/"&gt;Andy Serkis&lt;/a&gt;. Perannya sebagai Caesar adalah kedua kalinya Andy Serkis memerankan kera di film layar lebar, setelah King Kong (2005). Detailnya teknologi CGI yang digunakan serta cara pembawaan dari Andy Serkis, membuat penonton benar-benar merasakan empati terhadap Caesar yang digunakan sebagai objek eksperimental. Hal ini yang membuat fokus perhatian penonton yang selama seperempat pertama film terpaku pada karakter Will Rodman, beralih secara perlahan ke Caesar. Oh ya, si nominasi aktor terbaik Oscar 2010 James Franco pun harus rela akting dan penampilannya tenggelam oleh seekor simpanse. Gue cukup dibuat terpukau sekaligus ngeri melihat ekspresi dan pandangan mata yang sangat kuat dan dalam dari Caesar. Pembangunan karakter yang sangat baik sepanjang ini pun dimanfaatkan dengan memainkan emosi penonton, untuk kemudian merasa ngeri melihat apa yang bisa dilakukan oleh Caesar dengan kecerdasan dan kekuatan fisiknya.&amp;nbsp;Perasaan ngeri tersebut tampil konsisten sampai akhir film, dimana penonton akan mulai merasa bahwa sebenarnya spesies kera secara fisik lebih kuat daripada manusia.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content6.flixster.com/rtmovie/79/10/79108_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/79/10/79108_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/rise_of_the_planet_of_the_apes/pictures/#7"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Perasaan &lt;i&gt;eerie &lt;/i&gt;yang gue rasakan ketika melihat betapa kuat dan cerdas yang tidak disangka-sangka dari Caesar, mengingatkan perasaan ngeri yang sama yang gue rasakan ketika menonton trilogi pertama Terminator. Apalagi melihat pergerakan Caesar dan kera-kera lainnya, semengerikan melihat puluhan zombie yang berjalan mendekati kamera dalam 28 Days Later (2002), atau melihat kaki-kaki dari monster yang menghancurkan gedung-gedung kota dalam Cloverfield (2008). Betul saja, menurut gue film ini berhasil menjajarkan kera-kera dengan kecerdasan tinggi bisa sama mengerikan dan destruktifnya dengan zombie, alien, dan robot yang menyerbu bumi. Dengan melihat betapa kuat dampak kehancuran yang disebabkan oleh kera-kera ini, ditambah mengingat apa yang terjadi di masa depan dalam film orisinilnya, rasanya tidak berlebihan jika gue mengkategorikan film ini sebagai film &lt;i&gt;pre-apocalyptic&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue pribadi cukup suka dengan ide dibuatnya film-film prekuel. Film prekuel selalu menawarkan sub-plot cerita baru yang bisa dianggap sebagai "jawaban" atas kejadian tertentu yang ada dalam film orisinilnya. Jawaban-jawaban yang ditawarkan film ini pun cukup membuat gue puas, tentunya bagi yang telah menonton film orisinilnya yang dirilis tahun 1968 itu. &amp;nbsp;Logis dan baiknya pemenuhan jawaban ini mungkin bisa gue bandingkan dengan berbagai jawaban yang ditawarkan dalam Star Wars: Episode III - Revenge of the Sith (2005) dan X-Men: First Class (2011).&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content7.flixster.com/rtmovie/79/10/79105_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="179" src="http://content7.flixster.com/rtmovie/79/10/79105_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/rise_of_the_planet_of_the_apes/pictures/#4"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Satu kelemahan yang ada dalam film ini adalah, betapa kecewanya gue bahwa film ini menghilangkan pesan sosio-politik peradaban manusia yang diangkat dengan baik dan cerdas dalam film orisinilnya. Sebagai gantinya, film ini "hanya" mengangkat pesan kekejaman yang terjadi ketika hewan digunakan sebagai objek eksperimental. Pesan itu pun hanya terangkat sekelumit saja, ditambah dengan bagaimana bisnis dan uang selalu menjustifikasi eksperimen yang menggunakan hewan. Namun rasanya gue menangkap pesan lain yang terdapat cukup implisit, mengenai bagaimana &lt;i&gt;curiosity &lt;/i&gt;dan revolusi dari keadaan tertindas selalu menyertai perkembangan kecerdasan. Pesan ini mungkin cukup pararel dengan apa yang terjadi dalam film The Village (2004), dimana karakter Lucius Hunt yang selalu merasa penasaran dan tidak puas akan fakta yang disembunyikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan baiknya karakter yang dibangun dari awal film lewat sisi dramanya, berujung pada klimaks yang meyakinkan dan menyeret penonton seolah-olah berada di tengah-tengah adegan klimaks di akhir film. Sebuah adegan klimaks yang dengan segera dapat menjadikan adegan &lt;i&gt;final battle&lt;/i&gt; X-Men: The Last Stand (2006) yang walaupun berada di lokasi yang sama menjadi terkesan cupu. Benar, ketika penonton dapat menaruh empati pada karakter yang berada di layar, maka mantapnya adegan aksi di sisa film pun menjadi bonus dari kuatnya karakter dalam sebuah film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://3.gvt0.com/vi/FhNuht4jUxs/0.jpg" height="266" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/FhNuht4jUxs&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/FhNuht4jUxs&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal 15 September 2011 -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-8268108137844748165?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/8268108137844748165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/09/rise-of-planet-of-apes.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/8268108137844748165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/8268108137844748165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/09/rise-of-planet-of-apes.html' title='Rise of the Planet of the Apes'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-XfRl68DjFfM/TjrIMrJ8JwI/AAAAAAAAAO8/CJz4dEMCvVc/s72-c/Rise-of-the-Planet-of-the-Apes-Poster-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-3951576146121871436</id><published>2011-09-13T12:36:00.000+07:00</published><updated>2011-09-13T12:41:52.506+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='****'/><title type='text'>Captain America: The First Avenger</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content9.flixster.com/rtmovie/77/97/77979_gal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://content9.flixster.com/rtmovie/77/97/77979_gal.jpg" width="205" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seorang pahlawan tidak harus terlahir dari seseorang yang memiliki kesempurnaan fisik tipikal pahlawan; berotot, berbadan besar, ganteng, tinggi, dan lain sebagainya. Peter Parker telah membuktikkan hal itu, walaupun selanjutnya laba-laba mutan menggigitnya dan memberikannya kekuatan super. Bruce Wayne dan Tony Stark memang tidak memiliki kekuatan super apapun, namun ia memiliki uang dan teknologi canggih yang mendukung ia untuk menjadi pahlawan kegelapan. Kini ada Steve Rogers, pemuda kurus ceking pendek namun bersemangat tinggi, yang diubah menjadi "&lt;i&gt;Super Soldier&lt;/i&gt;" untuk memerangi kejahatan dalam &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Captain America: The First Avenger&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1942 dimana AS terlibat dalam Perang Dunia II, pemuda sakit-sakitan namun memiliki determinasi tinggi Steve Rogers tidak pernah menyerah untuk bergabung menjadi tentara walapun selalu ditolak. Beruntung dirinya bertemu dengan Dr. Erskine yang merekrutnya untuk proyek rahasia yang menciptakan pasukan super. Dibantu oleh Howard Stark, serum Dr. Erskine berhasil memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh Steve Rogers. Keberhasilan serum Dr. Erskine menarik minat Johann Schmidt, pemimpin divisi Hydra yang tergabung dalam tubuh Nazi. Walaupun dengan kemampuan fisik maksimum dari seorang Steve Rogers ternyata belum bisa membuat dia dipercaya oleh militer untuk maju ke medan perang. Akhirnya, determinasi dan keberanian dari Steve Rogers membuktikan bahwa militer memerlukan jasa dan sepak terjang dari identitasnya yang baru; Captain America.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan premis cerita sederhana tipikal film-film &lt;i&gt;superheroes&lt;/i&gt;; kejahatan melawan kebaikan, film ini cukup menonjol dengan membawa pesan bahwa alih-alih berasal dan ditampilkan dari fisik, namun sejatinya kekuatan berasal dari dalam diri. Pesan ini dibawakan secara konsisten dari awal hingga akhir film yang diproyeksikan melalui pribadi Steve Rogers, yang sadar bahwa secara fisik dirinya bukan apa-apa dibandingkan dengan orang-orang yang telah menjadi tentara, namun niat, semangat, dan keberaniannya jauh lebih besar dibandingkan otot-ototnya. Konsistensi pesan yang dibawakan itu dipadu dengan apik dengan aksi laga yang memanjakan mata serta efek visual yang mengagumkan. Perpaduan apik itu ternyata berimbas pada emosi yang mampu dirasakan oleh penonton, yang tertular dari apa yang tersaji di layar lebar. Apalagi dengan karakter Steve Rogers yang tadinya lemah secara fisik dan membuat dia dikucilkan mempererat kedekatan antara penonton dengan karakter pahlawan kita dengan ketidakberdayaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Emosi yang kuat dan bukan sekedar aksi laga yang mengagumkan memang tampaknya menjadi standar baru dalam dunia film &lt;i&gt;superheroes&lt;/i&gt;. Mungkin hanya faktor itulah yang membuat sebuah film &lt;i&gt;superheroes&lt;/i&gt; menjadi lebih menonjol dan berisi. &lt;i&gt;Ironman&lt;/i&gt; (2008) dan &lt;i&gt;The Dark Knight&lt;/i&gt; (2008) tahu benar akan hal tersebut, apalagi &lt;i&gt;X-Men: First Class&lt;/i&gt; (2011) dengan berani menambahkan elemen psikologis dan politik ke dalam formula &lt;i&gt;superheroes&lt;/i&gt;-nya. Kali ini, seorang pahlawan yang memimpin negaranya memenangi perang melawan Nazi dengan latar belakang inferior dan ketidakberdayaan memperpanjang daftar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content9.flixster.com/rtmovie/72/60/72603_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="236" src="http://content9.flixster.com/rtmovie/72/60/72603_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/captain-america/pictures/#11"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Apalagi film ini adalah satu dari rangkaian mega-proyek Marvel untuk mengumpulkan beberapa &lt;i&gt;superheroes&lt;/i&gt;-nya ke dalam satu film; &lt;i&gt;The Avengers&lt;/i&gt; yang akan dirilis tahun depan. Oh ya, Captain America adalah karakter pahlawan dengan &lt;i&gt;universe&lt;/i&gt; yang sama dengan film Iron Man (2008) dan sekuelnya (2010), The Incredible Hulk (2008), dan Thor (2011). Dengan kata lain, film ini memiliki kesinambungan dalam kadar tertentu dengan film-film tersebut. Gue cukup terhibur melihat ada karakter Howard Stark, ayah dari Tony Stark, yang memiliki andil besar dalam film ini. Diperankan dengan baik oleh &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm1002641/"&gt;Dominic Cooper&lt;/a&gt;, Howard Stark cukup menghibur penonton setiap kali dirinya tampil di layar dengan gerak tubuh serta dialog-dialognya yang usil dan mengundang senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akting dari setiap pemerannya pun sangat mendukung kekuatan karakter dari film ini. Bukan hal baru bagi seorang &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0262635/"&gt;Chris Evans&lt;/a&gt; untuk memerankan karakter yang memiliki kekuatan super, walaupun dalam film sebelum-sebelumnya penampilannya harus berbagi dengan karakter lain (&lt;i&gt;Scott Pilgrim, Fantastic Four&lt;/i&gt;). Jujur gue sangat biasa saja melihat penampilan macho dari Chris Evans, yang kemudian menjadi lebih baik ketika ia menggunakan kostum Captain America-nya. Perhatian gue malah tertuju pada &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0915989/"&gt;Hugo Weaving&lt;/a&gt;, yang tampaknya selalu brilian dalam memerankan karakter antagonis. Sebagai Johann Schmidt si pimpinan Hydra, gue cukup terkesima mengalami kuat dan ngerinya karakter dia sepanjang film.&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Ternyata &lt;i&gt;make-up&lt;/i&gt; tebal tidak melunturkan kekuatan ekspresi dari seorang Hugo Weaving. Gaya bicaranya dalam karakter Agen Smith di Trilogi The Matrix saja telah mengundang kengerian tersendiri, apalagi kali ini diperkuat dengan aksen Jerman yang sangar itu. Wuih!&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content9.flixster.com/rtmovie/74/15/74151_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://content9.flixster.com/rtmovie/74/15/74151_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/captain-america/pictures/#20"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Dalam film ini, sosok wanita yang tipikal mendampingi seorang pahlawan jatuh pada aktris Inggris berbakat; &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm2017943/"&gt;Hayley Atwell&lt;/a&gt;. Namanya juga sosok pemanis, yang membuat penonton laki-laki menganga begitu karakternya tampil di layar. Sayang, sifat macho yang ditunjukkan di awal film untuk memudarkan kesan pemanis, tidak bertahan konsisten sampai akhir film. Sekali lagi, Hollywood lebih suka karakter feminim yang tidak berdaya untuk mendampingi karakter macho dan penuh adrenalin. Oya, pujian juga patut diarahkan kepada aktor-aktor senior yang praktis mendapat porsi yang lumayan sedikit; &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000169/"&gt;Tommy Lee Jones&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0001804/"&gt;Stanley Tucci&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0429363/"&gt;Toby Jones&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang gue suka dalam film ini adalah &lt;i&gt;art direction&lt;/i&gt;-nya yang sangat berhasil dalam menciptakan atmosfer tahun 40-an. Kostum, latar, make-up, tata rambut, sampai pada tone warna yang digunakan, sangat mendukung suasana &lt;i&gt;oldies&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;classy&lt;/i&gt;. Belum lagi dengan berbagai adegan ledakan yang ada, film ini mampu untuk menggunakan banyak &lt;i&gt;practical effects&lt;/i&gt; ketimbang efek CGI yang biasa digunakan oleh film-film &lt;i&gt;superheroes&lt;/i&gt;. Berbicara tentang visual, versi 3D dari film ini memang produk &lt;i&gt;post-conversion&lt;/i&gt;, dalam arti film ini disyuting menggunakan kamera 2D biasa kemudian dikonversikan ke dalam bentuk 3D dengan persepsi kedalaman. Tidak seperti film-film &lt;i&gt;post-conversion&lt;/i&gt; 3D kebanyakan, sutradara &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0002653/"&gt;Joe Johnston&lt;/a&gt; telah mempersiapkan sebelumnya bahwa akan ada adegan-adegan yang akan dibuat persepsi kedalaman di proses konversi nantinya. Persiapan ini adalah langkah brilian untuk memperkuat persepsi kedalaman di proses konversi walaupun adegan hanya disyuting menggunakan kamera 2D. Selain itu, pembuat film juga sengaja menaikkan intensitas cahaya dan warna yang digunakan dalam versi 3D, untuk memberikan hasil maksimal pada penonton yang menggunakan kacamata 3D. Hal ini adalah pembelajaran dari penyakit film-film 3D yang cahaya dan warnanya menjadi kurang terlihat ketika penonton menggunakan kacamata 3D yang gelap itu di dalam bioskop.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content6.flixster.com/rtmovie/75/20/75200_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/75/20/75200_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/captain-america/pictures/#23"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Tapi menurut gue, film ini bukan tanpa cacat. Sisi emosi yang dibangun dengan baik selama pertengahan pertama film memang memuaskan, tapi sayang masih banyak dialog-dialog klise khas fiilm-film remaja. Ada beberapa dialog yang menurut gue kurang penting untuk dilakukan, namun rasanya menjadi ciri khas Hollywood; seperti berciuman dulu sebelum melakukan &lt;i&gt;final act&lt;/i&gt;. Selain itu, menurut gue &lt;i&gt;scoring&lt;/i&gt; dalam film ini terlalu berlebihan di beberapa adegan. Adegan membuka amplop saja diiringi oleh &lt;i&gt;score&lt;/i&gt; layaknya seorang pembunuh berdarah dingin yang siap membuka pintu kamar mandi korbannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film superhero yang satu ini memang tidak bisa dibilang lain dari yang lain, mengingat kesederhanaan dalam premis ceritanya. Tapi film ini berpengaruh signifikan untuk menaikkan euforia dan mempersiapkan diri untuk menyambut film The Avengers. Apalagi film ini kuat secara emosional dan cantik secara visual, menjadikan film ini sayang untuk tidak ditonton di bioskop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://0.gvt0.com/vi/JerVrbLldXw/0.jpg" height="257" width="400"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/JerVrbLldXw&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/JerVrbLldXw&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal 12 September 2011 -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-3951576146121871436?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/3951576146121871436/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/09/captain-america-first-avenger.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/3951576146121871436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/3951576146121871436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/09/captain-america-first-avenger.html' title='Captain America: The First Avenger'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total><georss:featurename>Mall Artha Gading, Jakarta Capital Region 14350, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-6.1452910333251065 106.89216613769531</georss:point><georss:box>-6.149238033325107 106.88723063769531 -6.141344033325106 106.89710163769531</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-5618169300851633788</id><published>2011-07-19T16:14:00.000+07:00</published><updated>2011-12-29T18:05:19.223+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='******'/><title type='text'>The Tree of Life</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content6.flixster.com/rtmovie/73/05/73052_gal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/73/05/73052_gal.jpg" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;"&lt;i&gt;Dimanakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi?&lt;/i&gt;". Disaat para penonton baru meletakkan pantat di kursi bioskop dan mencari posisi enak, mata dan pikiran penonton langsung dihajar dengan pertanyaan berat dan filosofis dalam narasi pembuka. Pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang diajukan oleh Tuhan kepada Ayub, dalam kitab Ayub bab 38 ayat 4. Ternyata intro pembuka tersebut menjadi salah satu kunci signifikan untuk memahami lebih lanjut film &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;The Tree of Life&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film bergulir dengan menceritakan kehidupan keluarga O'Brien di tahun 1950-an. Bergerak dari sudut pandang &amp;nbsp;Jack O'Brien di masa kini, si anak sulung yang mengalami disorientasi hidup karena trauma masa kecilnya. Di tengah perasaan absurd yang dialaminya di dunia modern ini, Jack mempertanyakan eksistensi hidup dan iman atas apa yang telah dialaminya semenjak trauma masa kecil tersebut. Memori-memori Jack tentang kehidupan keluarganya, masa kecil bahagianya bersama kedua adiknya, pola asuh keras dari ayahnya pun terangkat naik dan divisualisasikan dalam adegan-adegan yang non-linear selama cerita film berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue masih tidak habis pikir, mengapa ada orang yang dengan berani membuat film yang berbicara tentang kehidupan, kematian, iman, evolusi kehidupan, dan eksistensi manusia? Premis film yang kelewat luas dan menyerempet kotak filsafat. Apalagi diceritakan dengan gaya editing yang acak, non-linear, dan adegan-adegan silih berganti seakan tidak ada kesinambungan sama sekali dengan inti ceritanya - apapun itu inti ceritanya. Ya, dia adalah &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000517/"&gt;Terrence Malick&lt;/a&gt;. Seorang sutradara dan penulis naskah yang berbakat dan jenius - serta kelewat nyentrik. Seorang sineas yang (hanya) membuat 5 film dalam 40 tahun? &lt;i&gt;Badlands &lt;/i&gt;(1973), &lt;i&gt;Days Of Heaven&lt;/i&gt; (1978), &lt;i&gt;The Thin Red Line&lt;/i&gt; (1998), &lt;i&gt;The New World&lt;/i&gt; (2005), dan yang paling terbaru adalah film yang dibintangi oleh Brad Pitt, Jessica Chastain, dan Sean Penn ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Melihat latar belakang seorang Terrence Malick berkaitan dengan film terbarunya dimana dia sendiri sebagai penulis naskahnya, akan membuat penonton memaklumi jalan pikirannya. Seorang professor di&amp;nbsp;&lt;i&gt;Massachusetts Institute of Technology&lt;/i&gt; dan seorang lulusan Filsafat di &lt;i&gt;Harvard University&lt;/i&gt;, Malick sepertinya tahu benar - menurut versinya - dalam menggambarkan interpretasinya akan jalur dan dinamika kehidupan manusia, yang tidak lepas dari keterlibatan alam dan Tuhan. Beruntung Malick adalah seorang sineas terkemuka dan berbakat, sehingga dia dapat&amp;nbsp;&amp;nbsp;memvisualisasikan jalan pikirannya itu ke dalam sebuah film berdurasi 139 menit dengan sinematografi yang luar biasa indah dan menakjubkan, walaupun dengan ciri khas gaya editing yang terkesan abstrak dan sering berganti-ganti.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content6.flixster.com/rtmovie/76/87/76872_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/76/87/76872_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/the_tree_of_life_2011/pictures/#17"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Selama menonton film ini, gue cukup tersiksa dengan deretan adegan random yang silih berganti dan terkesan tidak ada makna serta signifikansi terhadap jalan cerita. Apalagi penonton juga disajikan adegan penciptaan bumi yang fenomenal itu selama 20 menit di paruh awal film, yang semakin membuat gue menghujat "ini apa maksudnya??". &lt;i&gt;After-ending&lt;/i&gt; yang diberikan film ini malah semakin membuat gue garuk-garuk kepala tidak habis pikir, mau dibawa kemana cerita film ini. Apalagi judul film &amp;nbsp;yang diberikan seakan tidak memberikan petunjuk apa-apa tentang jalan cerita film. Dua-tiga hari setelah gue menonton film ini, pikiran dan rasa penasaran gue dibuat bekerja hebat dalam rangka ingin memahami lebih jauh tentang film ini. Setelah membaca kitab Ayub secara keseluruhan dalam Kitab Suci, dan mengingat-ingat kembali setiap adegan dan jalan cerita yang memang masih membekas jelas di kepala gue, akhirnya sedikit demi sedikit gue mulai memahami apa yang ingin disampaikan oleh Malick. Mungkin memang butuh waktu kurang lebih dua bulan bagi gue untuk dapat menulis ulasan film ini di blog ini, tapi setidaknya ada kemajuan yang berarti dalam diri gue yang memang tidak menyerah untuk memahami film ini lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menonton film ini, gue memang percaya bahwa Malick ingin menyampaikan suatu hal yang serius dan penting untuk diketahui dan diresapi oleh penontonnya. Namun memang tidak ada cara penyampaian yang lebih baik ketimbang apa yang telah dilakukan oleh Malick; adegan acak yang silih berganti, adegan-adegan &lt;i&gt;meaningless&lt;/i&gt;, plus adegan "&lt;i&gt;The Birth of Universe&lt;/i&gt;". Malick tidak ingin menyuapi penontonnya dengan khotbah-khotbah dengan kehidupan dan kematian, &lt;i&gt;nature and grace&lt;/i&gt;, serta eksistensi manusia. Cara penyampaian film ini seakan membuat penontonnya untuk kembali mempertanyakan hidup dan eksistensinya, lalu mendapatkan interpretasinya sendiri sesuai dengan jalur kehidupan yang telah dilakukannya. Cara penyampaian film ini hanyalah sebagai pintu, dimana penonton selanjutnya harus memilih jalan mana yang akan ditempuh, atau hanya berdiri di pintu dan menyerah untuk mengetahuinya lebih lanjut. Mereka yang tidak mengerti dan menyerah di ketidak-mengertiannya, tidak heran jika mereka menghujat film ini sebagai "bukan sebuah film" yang patut diputar di bioskop. Tapi ketika gue menemukan lampu pijar untuk menerangi film ini, akan memuji film ini beserta pembuatnya setinggi langit.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://cinemagateway.com/wp-content/uploads/2011/04/The-Tree-of-Life-2011-pictu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://cinemagateway.com/wp-content/uploads/2011/04/The-Tree-of-Life-2011-pictu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://cinemagateway.com/tree-of-life-2011-fantasy-watch-online/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Adegan-adegan masa kecil Jack yang tampak acak itu menurut gue adalah suatu ilustrasi yang paling tepat untuk memvisualisasikan sebuah memori masa kecil. Masa dimana tahun-tahun pertama dalam hidup seiring dengan bertumbuhnya jaringan otak mungkin memang tidak sejelas ketika kita mengingat masa remaja kita, misalnya. Seberapa jelas anda mengingat masa kecil anda ketika berumur 3 tahun ketika anda sedang makan malam bersama dengan keluarga anda? Seberapa jelas anda mengingat masa kecil anda saat berumur 5 tahun ketika anda terjatuh dari sepeda? Potongan-potongan memori masa kecil inilah yang dengan persis divisualisasikan oleh Malick lewat kaca mata seorang Jack O'Brien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat kebanyakan orang sibuk membahas jalan cerita dan pesan apa yang ingin disampaikan oleh pembuat film, gue ingin memberikan nilai positif di aspek lain dari film ini. Film drama kontemplatif semacam ini memang menaruh tiang sandaran kepada akting dari para pemerannya, dimana semua aktor dan aktris dalam film ini bermain sangat brilian. Hunter McCracken yang berperan sebagai Jack kecil, tidak terlihat sebagai seorang aktor anak kecil yang baru pertama kali berakting di depan kamera. Penampilannya sungguh brilian, walaupun banyak shot close-up yang mengharuskan dia sedetil mungkin untuk berekspresi, tidak tenggelam oleh hingar bingar dan kekuatan akting dari senior dan lawan aktingnya, Brad Pitt dan Jennifer Chastain sebagai Mr. dan Mrs. O'Brien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pujian tertinggi gue berikan untuk Douglas Trumbull sebagai orang yang bertanggung jawab di balik efek visual, khususnya untuk adegan "&lt;i&gt;The Birth of Universe&lt;/i&gt;". Trumbull adalah seorang veteran di dunia efek visual, pernah menukangi efek visual dari film &lt;i&gt;2001: A Space Odyssey&lt;/i&gt; (1968). Direkrutnya Trumbull secara khusus oleh Malick karena metode Trumbull yang non-konvensional dalam menciptakan efek visual yang menakjubkan. Hal ini juga berkaitan dengan bagaimana kecewanya Malick terhadap hasil dari teknologi komputer yang terlalu artifisial, sehingga membuat Malick beralih kepada Trumbull dengan metode natural dan praktikal. Trumbull bereksperimen dengan metode-metode baru untuk menciptakan kembali adegan penciptaan alam semesta dengan micro-photography; memfilmkan aktivitas selular dan proses kimiawi selama satu menit untuk mengilustrasikan proses penciptaan galaksi.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content6.flixster.com/rtmovie/75/21/75212_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="173" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/75/21/75212_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/the_tree_of_life_2011/pictures/#6"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Hasil dari adegan tersebut? Walaupun ada seorang kritikus film yang menyatakan bahwa adegan 20 menit tersebut layak dibuang dan tidak akan berpengaruh apa-apan bagi keseluruhan cerita, adegan tersebut adalah sebuah &lt;i&gt;cinematic-orgasm&lt;/i&gt; bagi gue. Oh ya, sebuah mahakarya dari sinematografi yang brilian dan cerdas, mengingat tidak dibuat melalui teknologi CGI tetapi dengan metode praktikal dan non-ortodoks. Kesinambungan adegan tersebut dengan keseluruhan cerita, menurut gue malah adegan tersebut adalah sebuah perpanjangan tangan dari gambaran besar kisah Jack O'Brien yang dikomparasikan dengan kisah Ayub. Lebih jauh lagi, adegan tersebut adalah ekstensi dan "pembuktian" dari pertanyaan Tuhan kepada Ayub yang digulirkan di awal film. Alam semesta diciptakan, berkembang, dan berevolusi sedemikian rupa hingga sekarang ini, dimana manusia "hanyalah" setitik debu tak terlihat di tengah-tengah proses penciptaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin banyak pendapat dan interpretasi singkat gue terhadap film ini yang tidak setujui oleh pembaca, tapi memang itulah adanya. Gue rasa, film kontemplatif seperti ini memang tidak memiliki interpretasi general yang bisa dianut oleh kebanyakan orang. Menurut gue, interpretasi terhadap film ini bisa menjadi sangat berbeda bagi diri setiap orang, tergantung bagaimana orang tersebut memandang hidup, alam, dan Tuhan - tentunya bagi mereka yang tidak menyerah untuk menginterpretasikan karya kontemplatif ini. Malick memang memilih pisau biblikal untuk memotong dan mengilustrasikan kisah ini, namun menurut gue Malick cukup berhasil membuat film ini bisa ditonton dengan nyaman oleh orang-orang dari berbagai latar belakang agama. Irisan-irisan rohaninya memang tajam dan jelas, namun itu hanyalah cara pandang untuk melihat suatu masalah. Lagipula, gue juga tidak bisa melihat cara pandang yang lebih baik untuk melihat dan membahas mengenai eksistensi hidup dan kematian selain dari sudut pandang biblikal.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content9.flixster.com/rtmovie/73/05/73051_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="191" src="http://content9.flixster.com/rtmovie/73/05/73051_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/the_tree_of_life_2011/pictures/#1"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Kembali ke segi film, harus gue akui film ini bukanlah sebuah film bagi semua kalangan, apalagi mereka yang mencari hiburan dari kepenatan hidup sehari-hari. Film ini tidak akan memberikan hiburan tersendiri, apalagi memberikan jawaban yang pasti dari cerita yang digulirkan. Di akhir film, cerita dalam film ini malah akan membuat penonton semakin bertanya-tanya, menggali dan merenungkan pesan yang ditawarkan oleh kisah Jack O'Brien. Bagi gue, film ini adalah sebuah buku harian scrapbook dari seseorang yang mengalami kekalutan stadium tinggi terhadap hidup. Film ini bagaikan untaian doa yang berbentuk barisan bait-bait puisi yang kontemplatif, dimana barisan bait-bait tersebut terkadang bernada sinis, terkadang bernada pujian, dan terkadang bernada penuh rahmat dan syukur. Akhir kata, film ini adalah sebuah mahakarya sastra yang begitu jarang dan berani ditelurkan di industri perfilman di era modern ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="315" width="560"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/WXRYA1dxP_0?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/WXRYA1dxP_0?version=3&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash" width="560" height="315" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;10&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;- &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal 19 Juli 2011 -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BONUS I&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;Artikel yang mengupas film ini dengan pisau psikologi, khususnya mengenai memori masa kecil: &lt;a href="http://www.psychologytoday.com/blog/life-scripts/201108/the-tree-life-and-childhood-memories"&gt;The Tree of Life and Childhood Memories&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BONUS II&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;Gue cukup gatal untuk menelurkan interpretasi versi gue, yang gue dapat dari parutan waktu dan usaha yang gue lewati. Sekali lagi, ini adalah interpretasi VERSI GUE dimana interpretasi individual terhadap film ini bisa sangat berbeda tergantung dari individu tersebut. Pilihan untuk membaca atau tidak interpretasi versi gue ini terdapat pada anda sendiri! Gue hanya mengungkapkan isi pikiran gue lewat tulisan.&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;b&gt;HEAVY SPOILER ALERT!&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Blok tulisan dibawah ini untuk membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #444444; color: #444444;"&gt;Pertanyaan yang dikutip dari Kitab Ayub di awal film kurang lebih menjadi titik gravitasi utama dalam dinamika cerita film ini. Ayub adalah seorang hamba Tuhan yang baik dan saleh, namun dia diuji dengan bagaimana segala harta kekayaannya diambil orang, serta sanak saudaranya meninggal, dan dia harus hidup sendirian dan menderita. Sampai suatu saat Ayub seakan mempertanyakan dimana Tuhan ketika dia menderita. Tuhan pun balik bertanya kepada Ayub, dimana dia saat Tuhan menciptakan dunia. Kisah Ayub ini bisa dibilang cukup pararel dengan kisah Jack O'Brien yang diperankan oleh Sean Penn dalam film ini. Seorang anak baik-baik dengan masa kecil yang bahagia dengan kedua adiknya, setelah mengalami trauma masa kecil dan hubungan yang retak dengan ayahnya, Jack pun mengalami disorientasi dalam hidup dan mempertanyakan Tuhan serta kehidupan. Jack yang marah terhadap kehidupan pun terus menggali apa makna dari hidup yang telah dijalaninya. Namun pertanyaan Tuhan kepada Ayub tersebut cukup mengilustrasikan apa yang terjadi dalam kehidupan, yang kemudian diilustrasikan oleh Malick dalam berbagai adegan mulai dari adegan penciptaan dunia sampai evolusi makhluk hidup. Bahwa alam bergerak dengan sendirinya! Satu kejadian menimpa kejadian lainnya. Ada kejadian buruk yang silih berganti dengan kejadian baik. Bahwa kejadian buruk tersebut ternyata membawa berkah bagi sisi kehidupan lain, dan dengan begitu pun kejadian buruk tersebut mendapat maknanya sendiri. Dinosaurus yang punah oleh tabrakan meteorit, ternyata malah memberikan tempat bagi manusia untuk menghidupi bumi dan berkembang biak. Kematian adik dari Jack O'Brien yang memutarbalikkan garis kebahagiaan keluarga O'Brien memang mengundang sinis dan murka terhadap Sang Pencipta. Namun hal itu ternyata wajar adanya mengingat manusia hanyalah manusia rapuh yang memiliki perasaan. Keluhan-keluhan tersebut pun pernah keluar dari mulut Ayub sendiri ketika dia mempertanyakan akan penderitaan yang ia alami. Pergumulan Mrs. O'Brian pun bukan sebuah pergumulan singkat dan ringan, tetapi ia tidak pernah menyerah untuk mempertanyakan, merenung, dan menggali. Di akhir film, kita dapat melihat bagaimana Mrs. O'Brien yang akhirnya menerima kematian putranya dengan dialog "I give him to you, I give You my son", yang merupakan lambang rekonsiliasi dia dengan kematian, hidup, dan Tuhan. Ketika manusia telah berhasil untuk maju dan kembali menjalani kehidupannya, maka kehidupan itu pun akan melahirkan cabang baru dan terus bertumbuh seiring umur manusia. Pada gambaran besar, kita dapat melihat cabang-cabang rumit tersebut berbentuk seakan sebuah pohon besar, pohon kehidupan. Mungkin ini adalah interpretasi terdalam dari ungkapan orang-orang Perancis, "&lt;i&gt;c'est la vie&lt;/i&gt;".&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BONUS III&lt;/b&gt;: Poster-poster alternatif dari &lt;a href="http://prologue.com/media/film/projects/tree-of-life/galleries/posters--9#tree-of-life"&gt;Prologue&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;table border="0" bordercolor="#FFFFFF" cellpadding="1" cellspacing="1" style="width: 400px;"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://prologuefilms.s3.amazonaws.com/stills/slide/image/212217/86.png" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://prologuefilms.s3.amazonaws.com/stills/slide/image/212217/86.png" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://prologuefilms.s3.amazonaws.com/stills/slide/image/212218/87.png" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://prologuefilms.s3.amazonaws.com/stills/slide/image/212218/87.png" width="228" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://prologuefilms.s3.amazonaws.com/stills/slide/image/212148/17.png" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://prologuefilms.s3.amazonaws.com/stills/slide/image/212148/17.png" width="212" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://prologuefilms.s3.amazonaws.com/stills/slide/image/212154/23.png" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://prologuefilms.s3.amazonaws.com/stills/slide/image/212154/23.png" width="212" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://prologuefilms.s3.amazonaws.com/stills/slide/image/212159/28.png" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://prologuefilms.s3.amazonaws.com/stills/slide/image/212159/28.png" width="224" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://prologuefilms.s3.amazonaws.com/stills/slide/image/212163/32.png" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://prologuefilms.s3.amazonaws.com/stills/slide/image/212163/32.png" width="220" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://prologuefilms.s3.amazonaws.com/stills/slide/image/212167/36.png" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://prologuefilms.s3.amazonaws.com/stills/slide/image/212167/36.png" width="220" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://prologuefilms.s3.amazonaws.com/stills/slide/image/212169/38.png" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://prologuefilms.s3.amazonaws.com/stills/slide/image/212169/38.png" width="220" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://prologuefilms.s3.amazonaws.com/stills/slide/image/212198/67.png" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://prologuefilms.s3.amazonaws.com/stills/slide/image/212198/67.png" width="220" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://prologuefilms.s3.amazonaws.com/stills/slide/image/212193/62.png" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://prologuefilms.s3.amazonaws.com/stills/slide/image/212193/62.png" width="220" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://prologuefilms.s3.amazonaws.com/stills/slide/image/212212/81.png" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://prologuefilms.s3.amazonaws.com/stills/slide/image/212212/81.png" width="224" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://prologuefilms.s3.amazonaws.com/stills/slide/image/212214/83.png" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://prologuefilms.s3.amazonaws.com/stills/slide/image/212214/83.png" width="220" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-5618169300851633788?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/5618169300851633788/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/07/tree-of-life.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/5618169300851633788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/5618169300851633788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/07/tree-of-life.html' title='The Tree of Life'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total><georss:featurename>Berlin, Germany</georss:featurename><georss:point>52.5234051 13.4113999</georss:point><georss:box>52.2142546 12.779685899999999 52.8325556 14.0431139</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-8115932611618651893</id><published>2011-07-19T12:33:00.000+07:00</published><updated>2011-09-13T12:40:41.356+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='*****'/><title type='text'>Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content6.flixster.com/rtmovie/74/95/74956_gal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://content6.flixster.com/rtmovie/74/95/74956_gal.jpg" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Babak penutup dari keseluruhan seri Harry Potter yang telah menghebohkan dunia sejak sepuluh tahun lalu lewat film pertamanya, &lt;i&gt;Harry Potter and the Sorcerer's Stone&lt;/i&gt; (2001). Sangat disayangkan jika fenomena global ini harus berakhir sampai disini, namun seperti tagline &lt;i&gt;The Matrix Revolutions&lt;/i&gt; (2003); "&lt;i&gt;everything has a beginning, has an end&lt;/i&gt;". Apalagi jika cerita akhir dimana ada &lt;i&gt;final battle&lt;/i&gt; antara Harry Potter dengan Lord Voldermort yang ditunggu-tunggu oleh para penggemarnya akan divisualisasikan dalam film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry, Ron, dan Hermione melanjutkan pencarian mereka akan Horcrux milik Lord Voldemort, benda-benda magis yang bertanggung jawab akan kekebalan Lord Voldemort. Sementara itu, mitos mengenai Deathly Hallows semakin terkuak dan mendistraksi Harry dan kawan-kawan dalam mencari Horcrux. Voldemort yang lambat laun mengetahui misi Harry dan kawan-kawan, menyiapkan rencana agar bisa berduel dengan Harry untuk melihat siapa yang pantas untuk tetap hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian kedua dari seri terakhir dari usaha Harry untuk menghancurkan kekuatan Voldemort ini memang sebuah peningkatan tajam dari bagian pertamanya. Menurut gue, bagian pertama saja merupakan peningkatan drastis dari keenam seri sebelumnya. Peningkatan dalam artian seberapa setia hasil adaptasi dan visualisasi dari novelnya. Hal ini mungkin kurang lebih dipengaruhi oleh keterlibatan si penulis novel sendiri, J.K. Rowling dalam proses pembuatan filmnya semenjak Part I yang duduk di kursi produser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Film-film yang diadaptasi dari buku memang memiliki tantangan tersendiri bagaimana membuat penonton yang telah membaca bukunya terlebih dahulu untuk menjadi tetap tertarik dan terserap emosinya dalam menonton hasil visualisasi buku tersebut. Film ini termasuk yang terbaik dalam memberikan pengalaman utuh yang dapat membuat semua kategori penonton, &amp;nbsp;baik yang belum ataupun udah membaca bukunya, untuk merasakan dan menyerap emosi yang ditampilkan oleh setiap adegan yang ada di layar. Satu hal yang gue puji adalah bagaimana &lt;i&gt;scoring&lt;/i&gt; musik dari &lt;i&gt;Alexander Desplat&lt;/i&gt; yang mampu menggugah setiap rasa dan emosi dari setiap adegan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content7.flixster.com/rtmovie/78/39/78393_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://content7.flixster.com/rtmovie/78/39/78393_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/harry_potter_and_the_deathly_hallows_part_2/pictures/#99"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Film sekuel terakhir dari Harry Potter Saga ini memang dibilang yang terbaik diantara semua instalasinya. Terbaik dalam hasil adaptasi dari bukunya dan juga terbaik di segi film. Kostum, set, tata suara, tata lampu, efek visual, efek suara, dan lain sebagainya yang sangat brilian. Hal ini juga terlihat dari bagaimana semua kritik positif serta rating tertinggi dari hampir semua website yang membahas soal film. Tapi mungkin hal tersebut didukung oleh faktor dimana film ini adalah momen terakhir dimana para penonton terakhir kali melihat para bintang film asal Britania Raya berkumpul dalam satu layar. Tercatat, hanya serial Harry Potter yang mampu mengumpulkan &amp;nbsp;bintang-bintang film kelas atas asal pulau Britania Raya dan mereka setia memainkan karakternya sampai instalasi terakhir.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content9.flixster.com/rtmovie/78/39/78395_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://content9.flixster.com/rtmovie/78/39/78395_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/harry_potter_and_the_deathly_hallows_part_2/pictures/#101"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Jika Emma Watson dan J.K. Rowling meneteskan air mata sangat mengucapkan selamat tinggal kepada serial Harry Potter dalam pemutaran perdana film ini di London, maka para fans setia dan penonton awam juga akan secara otomatis menempatkan serial Harry Potter ini sebagai salah satu kenangan terbaik dalam dunia perfilman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://1.gvt0.com/vi/_EC2tmFVNNE/0.jpg"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/_EC2tmFVNNE&amp;fs=1&amp;source=uds" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="400" height="257"  src="http://www.youtube.com/v/_EC2tmFVNNE&amp;fs=1&amp;source=uds" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;9&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal 19 Juli 2011 -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-8115932611618651893?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/8115932611618651893/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/09/harry-potter-and-deathly-hallows-part-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/8115932611618651893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/8115932611618651893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/09/harry-potter-and-deathly-hallows-part-2.html' title='Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16024049857003591024</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-RmcPi90GkjI/TqjX7qM_6sI/AAAAAAAAAMc/NxK_GwDnm94/s220/n599784997_1625240_5670366.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Berlin, Germany</georss:featurename><georss:point>52.5234051 13.411399899999992</georss:point><georss:box>52.325788599999996 12.936413899999993 52.7210216 13.886385899999992</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-7570560162131988524</id><published>2011-07-04T20:26:00.001+07:00</published><updated>2011-07-04T20:36:24.034+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='***'/><title type='text'>Transformers: Dark of the Moon</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content7.flixster.com/rtmovie/76/44/76449_gal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://content7.flixster.com/rtmovie/76/44/76449_gal.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Siapa yang menyangka jika proyek mendaratkan manusia ke bulan di tahun 1969 ternyata disebabkan oleh ingin menginvestigasi jatuhnya pesawat Cybertronian di bulan? Siapa yang menyangka pula teknologi mutakhir Autobots/Decepticons memiliki kontribusi terhadap Tragedi Chernobyl di Ukraina tahun 1986? Sekuel ketiga dan terakhir dari perang abadi antara Autobots dan Decepticons ini akan menguak semuanya dalam &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Transformers: Dark of the Moon&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sam Witwicky (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0479471/"&gt;Shia LaBeouf&lt;/a&gt;) bersama para Autobots menyelidiki keanehan pesawat Cybertronian yang jatuh di bulan tahun 1961. Disaat misteri tersebut pun terkuak, serbuan Decepticons terhadap bumi pun telah berada di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira ada tiga hal yang dapat menggambarkan &lt;i&gt;franchise Transformers&lt;/i&gt;; &lt;i&gt;awesome robots, hot girl, &lt;/i&gt;dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;heavy visual effect&lt;/i&gt;. Sekuel ketiga ini pun tetap mempertahankan ciri khas tersebut, dan bahkan menaikkan intensitasnya beberapa kali lipat. Para fans berat Transformers akan bersorak bahagia melihat kehadiran robot-robot baru seperti &lt;i&gt;Sentinel Prime&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Shockwave&lt;/i&gt;. Dipecatnya Megan Fox (berita lengkap dapat dibaca &lt;a href="http://www.huffingtonpost.com/2011/06/20/megan-fox-hitler-comments-transformers_n_880201.html"&gt;disini&lt;/a&gt;) tidak membuat pembuat film kehabisan ide, terbukti model Inggris &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm2492819/"&gt;Rosie Huntington-Whiteley&lt;/a&gt; tampil lebih sensual dalam debut akting pertamanya dalam film ini. Penonton pun akan dimanjakan matanya dengan efek visual yang mengagumkan serta 3D yang meyakinkan karena memang 70% dari film ini disyut menggunakan kamera 3D-nya James Cameron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Diluar ciri khas tersebut, naskah film ini tetap saja datar dan tidak ada kedalaman yang berarti. Tapi memang naskah dalam film ini jauh lebih baik ketimbang &lt;i&gt;Revenge of the Fallen&lt;/i&gt; (2009) dengan dikuranginya dialog-dialog &lt;i&gt;cheesy &lt;/i&gt;dan membuat dinamika jalan cerita sedikit lebih rumit. 157 menit yang dihabiskan film ini terkesan terlalu dipanjang-panjangkan mengingat plot cerita yang sebenarnya sederhana. Namun dinamika jalan cerita yang dibuat sok rumit itu akan terkesan sambil lalu saja ketika penonton kembali disuguhi oleh &lt;i&gt;final battle&lt;/i&gt; yang mengesankan di penghujung film. Benar saja, setiap adegan aksi yang ada memang mengagumkan. Mengingat ini adalah sekuel terakhir,&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000881/"&gt;Michael Bay&lt;/a&gt;&amp;nbsp;tampak habis-habisan dalam menghancurkan apapun yang bisa dihancurkan.&amp;nbsp;Michael Bay sendiri menyebutkan bahwa suasana film ini seperti &lt;i&gt;Black Hawk Down&lt;/i&gt; (2001) dengan robot alien raksasa. Namun rasanya film ini lebih cocok dibandingkan dengan &lt;i&gt;Battle: Los Angeles&lt;/i&gt; (2011) dan &lt;i&gt;War of the Worlds&lt;/i&gt; (2005) mengingat adegan-adegan kehancuran kota Chicago yang diserbu oleh robot alien. Namun sayang, adegan penyerbuan itu pun tampak hanya sambil lalu saja tanpa memberikan kesempatan pada penonton untuk merasakan kengerian tersendiri melihat betapa mudahnya robot-robot ini memusnahkan apa yang ada di depan mereka.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content9.flixster.com/rtmovie/77/17/77171_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://content9.flixster.com/rtmovie/77/17/77171_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://content9.flixster.com/rtmovie/77/17/77171_gal.jpg"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Ketika robot-robot Autobots dan Decepticons yang memang menjadi jualan utama dalam &lt;i&gt;franchise &lt;/i&gt;ini, maka lupakanlah penampilan dan akting dari para pemeran manusia dalam film ini. Selain menyia-nyiakan talenta aktor-aktor berbakat macam &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000518/"&gt;John Malkovich&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0421822/"&gt;Ken Jeong&lt;/a&gt;, naskah dalam film ini juga "terlalu Hollywood" untuk memasukkan kembali karakter-karakter yang muncul dalam dua film sebelumnya. Entah mau bagaimana pun caranya, Sam Witwicky harus menjadi pahlawan dengan dibantu oleh Epps (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0879085/"&gt;Tyrese Gibson&lt;/a&gt;) dan Lennox (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0241049/"&gt;Josh Duhamel&lt;/a&gt;).&amp;nbsp;Kehadiran Rose Huntington-Whiteley juga dibuat sedemikian rupa pentingnya dalam plot cerita agar kehadirannya tidak terkesan terlalu mengada-ada.&amp;nbsp;Maka bersiap-siaplah wahai kaum Hawa untuk mencibir penampilan model Victoria Secret ini ketika dia tampil terlalu berlebihan dalam menampilkan keseksian lekuk tubuh serta bibirnya. &amp;nbsp;Jika ada yang perlu dipuji, maka &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0001131/"&gt;Patrick Dempsey&lt;/a&gt; lah yang paling layak mendapatkan (setengah) acungan jempol atas aktingnya disini sebagai "saingan" dari Sam Witwicky.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Michael Bay terlihat belajar banyak dari kesalahannya di&amp;nbsp;&lt;i&gt;Revenge of the Fallen&lt;/i&gt;. Detil-detil robot menawan yang tampak sia-sia dengan shot-shot cepat di film sebelumnya, kali ini ditampilkan secara &lt;i&gt;slow-motion&lt;/i&gt;. Shot &lt;i&gt;slow-motion&lt;/i&gt; ini sangat berhasil untuk memberikan waktu bagi penonton untuk mengagumi detil kerumitan dari para robot yang ada, entah untuk adegan perubahan wujud maupun adegan peperangan. Selain itu, kali ini Michael Bay memberikan porsi yang lebih banyak kepada manusia untuk unjuk gigi dimana pada film-film sebelumnya manusia lebih berperan sebagai "nyamuk". Kali ini, penonton akan dihibur oleh banyaknya adegan-adegan &lt;i&gt;stunt&lt;/i&gt;&amp;nbsp;macam Ethan Hawke yang menimbulkan decak kagum.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content9.flixster.com/rtmovie/77/70/77707_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="134" src="http://content9.flixster.com/rtmovie/77/70/77707_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/transformers_dark_of_the_moon/pictures/#28"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Film macam ini memang tidak dapat memuaskan otak serta hati, namun pembuat film telah mencapai tujuannya untuk memuaskan mata serta telinga penonton. Ya, film ini memang sangat menghibur untuk memanjakan mata dan telinga, dengan catatan ditonton secara 3D di bioskop dengan layar selebar mungkin dan sistem suara yang mumpuni. Dari faktor menghibur tersebut, maka tidak berlebihan jika sekuel ketiga ini disebut sebagai yang terbaik diantara sekuel lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="257" src="http://www.youtube.com/embed/kHRf01Gjosk?rel=0" width="400"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonus: Penjelasan kurun waktu untuk ketiga sekuel (&lt;i&gt;heavy spoiler&lt;/i&gt;) dapat dibaca &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt1399103/board/nest/184819214"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal 3 Juli&amp;nbsp;2011-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-7570560162131988524?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/7570560162131988524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/07/transformers-dark-of-moon.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/7570560162131988524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/7570560162131988524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/07/transformers-dark-of-moon.html' title='Transformers: Dark of the Moon'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00246505092829271884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_EjZqyGGTTfc/SY1pLzazSBI/AAAAAAAAAaQ/2XklCcT5zQM/S220/IMG_1829.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/kHRf01Gjosk/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total><georss:featurename>Liverpool, UK</georss:featurename><georss:point>53.4107766 -2.9778383000000304</georss:point><georss:box>53.3557881 -3.0712023000000306 53.4657651 -2.88447430000003</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-8893452126965866011</id><published>2011-07-02T21:48:00.001+07:00</published><updated>2011-10-14T18:59:58.052+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='***'/><title type='text'>Larry Crowne</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.torrentavi.com/wp-content/uploads/2011/07/larry-crowne-movie-poster-2011-10207011893.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://www.torrentavi.com/wp-content/uploads/2011/07/larry-crowne-movie-poster-2011-10207011893.jpg" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kehilangan pekerjaan, hipotek rumah nunggak, dan nyaris kehilangan semua harta benda? Bagi sebagian orang, depresi dan menyerah pada keadaan mungkin menjadi pilihan otomatis. Namun bagi pria yang &lt;i&gt;lovable&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dan pekerja keras&amp;nbsp;seperti &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Larry Crowne&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, perubahan tersebut dijadikan kesempatan untuk menjadikan hidupnya lebih baik daripada sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita dibuka dengan bagaimana Larry Crowne (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000158/"&gt;Tom Hanks&lt;/a&gt;) dipecat dari pekerjaannya di sebuah toko karena dirinya tidak pernah duduk di bangku kuliah. Larry pun ingin mengubah nasib hidupnya dengan ikut kuliah demi mendapat pekerjaan yang lebih baik. Ternyata dengan masuk ke dalam dunia perkuliahan, Larry bertemu berbagai orang dengan karakter yang menarik. Salah satunya adalah dosen kuliah &lt;i&gt;public speaking&lt;/i&gt;, Mercedes Tainot (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000210/"&gt;Julia Roberts&lt;/a&gt;) yang kemudian akan mengubah nasib kisah asmaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini menandai kembalinya aktor berbakat Tom Hanks ke belakang layar dengan menjadi penulis naskah sekaligus sutradara untuk kedua kalinya semenjak &lt;i&gt;That Thing You Do&lt;/i&gt; (1996). Tidak tanggung-tanggung, Tom Hanks yang juga sebagai produser menggandeng Julia Roberts sebagai &lt;i&gt;co-star&lt;/i&gt; dalam film terbarunya ini. Dua bintang film pemenang Oscar ini pun tampil dalam satu layar dengan kisah asmara diantaranya. Hasilnya? Walaupun ceritanya sangat biasa dan datar, tapi film ini mampu memberikan atmosfer positif dan penuh dengan pesan motivasi, serta ramuan &lt;i&gt;romantic-comedy&lt;/i&gt; yang manis dan menggelikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Karakter Larry Crowne yang bersikap positif terhadap perubahan dan seorang pekerja keras mungkin adalah sebuah karakter yang &lt;i&gt;too good to be true&lt;/i&gt;. Namun bukan berarti sikap dan kebiasaannya tidak bisa ditiru oleh para penonton, yang seperti hadir mengikuti perjalanan Larry dalam merangkak kembali dari masa kejatuhan dalam hidupnya. Larry memang seseorang yang telah berumur, namun sikap terbukanya pada perubahan patut untuk diacungi jempol. Bagaimana Larry rela untuk menjual mobilnya dan berkendara dengan vespa, ganti model rambut, sampai ganti penampilan menjadi lebih modis pun dilakukannya. Benar saja, segala perubahan tersebut ternyata membawa jalan cerita Larry menjadi semakin berwarna dan menarik.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content9.flixster.com/rtmovie/74/77/74779_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="253" src="http://content9.flixster.com/rtmovie/74/77/74779_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/larry_crowne/pictures/#2"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Sayangnya untuk aktor sekaliber Tom Hanks, karakter Larry ini terlalu biasa dan konvensional. Hadirnya Julia Roberts seakan menambahkan warna ceria ke dalam film ini. Penampilan Roberts dalam film ini pun seakan menghapuskan kegagalannya dalam film sebelumnya, &lt;i&gt;Eat Pray Love&lt;/i&gt; (2010). Ketika Hanks dan Roberts bersanding dalam satu layar, setiap adegan inilah yang menjadi kekuatan dan jualan utama dari film ini. Namun sayang, nama besar mereka jauh lebih kuat daripada &lt;i&gt;chemistry&lt;/i&gt; diantara mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tontonan yang ringan dikala senggang, film ini cukup menghibur. Setiap lelucon yang dihadirkan sangat terlihat sebagai lelucon a la Tom Hanks, yang banyak mengandalkan gerakan tubuh dan ekspresi wajah. Lelucon-lelucon ini memang biasa, namun cukup segar dan mampu mengundang tawa. Lelucon ini mampu membungkus dengan baik pesan yang ingin disampaikan, sekaligus menjadi film ini menjadi sebuah tontonan yang manis dan menghibur.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.movieever.com/wp-content/uploads/2011/06/larry-crowne-photo-3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://www.movieever.com/wp-content/uploads/2011/06/larry-crowne-photo-3.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.movieever.com/3188/larry-crowne-2011/larry-crowne-photo-3"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;i&gt;The Company Men&lt;/i&gt; (2010) telah mengisahkan bagaimana perjuangan kalangan pekerja yang mengalami PHK dengan cara yang lebih serius dan sedikit depresif. Namun lewat film terbarunya, Tom Hanks berusaha memberikan pesan bahwa pemutusan hubungan kerja bukanlah akhir dari segalanya. Tom Hanks lewat Larry Crowne ingin memberikan contoh bahwa dengan keuletan dan sikap menerima perubahan, niscaya akan membawa diri seseorang menuju kehidupan yang lebih baik dengan caranya sendiri. Pesan ini kira-kira yang ingin disampaikan oleh seorang Tom Hanks kepada orang banyak, dan pesan lewat film ini pun cukup bisa dinikmati dalam bentuk &lt;i&gt;home video&lt;/i&gt; saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="257" src="http://www.youtube.com/embed/uS155D2HlwY?rel=0" width="400"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal 2 Juli 2011 -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-8893452126965866011?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/8893452126965866011/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/07/larry-crowne.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/8893452126965866011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/8893452126965866011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/07/larry-crowne.html' title='Larry Crowne'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00246505092829271884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_EjZqyGGTTfc/SY1pLzazSBI/AAAAAAAAAaQ/2XklCcT5zQM/S220/IMG_1829.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/uS155D2HlwY/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Liverpool, UK</georss:featurename><georss:point>53.4107766 -2.9778383000000304</georss:point><georss:box>53.3557881 -3.0712023000000306 53.4657651 -2.88447430000003</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-5892598111804529625</id><published>2011-06-26T06:37:00.001+07:00</published><updated>2011-07-03T18:47:41.267+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='*'/><title type='text'>Green Lantern</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content8.flixster.com/rtmovie/76/72/76722_gal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://content8.flixster.com/rtmovie/76/72/76722_gal.jpg" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Harapan adalah salah satu kekuatan yang sangat signifikan dalam diri manusia. Dengan adanya harapan, maka niscaya segala macam dan bentuk halang rintang yang ada pun dapat diatasi. Namun ada satu hal yang dapat meruntuhkan harapan; rasa takut. Rasa takut akan sesuatu, bahkan rasa takut untuk memiliki harapan. &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Green Lantern&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; adalah sebuah cerita superhero yang mencoba untuk mengangkat tema harapan dan rasa takut ke dalam cerita kepahlawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal Jordan (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0005351/"&gt;Ryan Renolds&lt;/a&gt;) adalah seorang pilot tanpa rasa takut yang bertugas untuk menguji coba protipe pesawat jenis baru. Setelah sebuah kecelakaan terjadi pada suatu uji coba pesawat, Hal tiba-tiba mendapat sebuah cincin hijau ajaib yang memberikannya kekuatan super. Ternyata, kekuatan super yang diterimanya membuat Hal untuk bergabung dengan kelompok antar-galaksi yang bertugas untuk melindungi alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah kepahlawanan ini memang cukup menarik karena secara jelas mengangkat pesan tentang &lt;i&gt;hope/fear&lt;/i&gt; dan meleburkannya dengan konsep kekuatan &lt;i&gt;green lantern&lt;/i&gt; yang berasal dari galaksi lain. Sang lentera akan terus bersinar dan memberikan kekuatan kepada para pasukannya asalkan makhluk hidup tetap memiliki harapan. Namun pesan ini akan sedikit mengganggu jika terus menerus diulang di setiap kesempatan dan adegan, yang lalu menjadi terkesan dipaksakan sebagai darah dari aliran cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Jalan cerita pada film ini sedatar tampilan layar 2D yang ada. Sulit bagi penonton untuk dapat masuk dan menyelami dinamika cerita yang ada. Ya memang, film ini hanya memamerkan parade visual efek yang ada, yang memang menjadi kekuatan utama dalam film ini. Namun bagi yang baru mengenal karakter superhero ini, &amp;nbsp;akan lumayan takjub dengan kekuatan super yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content9.flixster.com/rtmovie/75/62/75623_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="134" src="http://content9.flixster.com/rtmovie/75/62/75623_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/green_lantern/pictures/#13"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Film ini menggunakan CGI secara besar-besaran, semua itu demi menciptakan dunia galaksi lain serta keadaan luar angkasa serta musuh utama yang tampak seperti animasi. Efek visualnya memang meyakinkan, namun menjadi terlihat biasa ketika penonton telah disuguhi terlebih dahulu oleh film-film lainnya yang menciptakan dunianya sendiri macam &lt;i&gt;Thor, Priest, Sucker Punch&lt;/i&gt;, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ryan Renolds yang didapuk menjadi tokoh jagoan dalam film ini praktis tampil biasa saja. Penampilan Renolds yang terkubur jauh di bawah tanah masih lebih memukau dibandingkan penampilan Renolds yang terbang jauh ke luar angkasa pada film ini. &lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0835016/"&gt;Mark Strong&lt;/a&gt; sekali lagi tampil sebagai karakter yang arogan dan keras kepala, walaupun dalam film ini karakternya berada pada sisi protagonis. Walaupun Strong tampil baik seperti biasanya, namun penampilannya dalam film ini bukanlah yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content7.flixster.com/rtmovie/71/72/71721_gal.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://content7.flixster.com/rtmovie/71/72/71721_gal.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;gambar diambil dari &lt;a href="http://www.rottentomatoes.com/m/green_lantern/pictures/#9"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Mengadaptasi cerita komik menjadi sebuah film layar lebar memang selalu menjadi hal yang menarik dan selalu ditunggu-tunggu. Tetapi tidak jarang banyak fans yang kecewa oleh hasil adaptasinya, karena filmnya tidak digarap dengan jalan cerita yang lebih kuat dan dalam. Selain itu fenomasi adaptasi ini terkesan hanya ingin mengangkat sisi komersialisasi saja. Harapan memang tinggal harapan, dan semoga harapan penonton akan film-film adaptasi dari komik selanjutnya akan menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="257" src="http://www.youtube.com/embed/_axLoYlwwmU?rel=0" width="400"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dari 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;a href="http://tiketbioskop.blogspot.com/"&gt;sobekan tiket bioskop&lt;/a&gt; tertanggal 26 Juni 2011 -&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37078373-5892598111804529625?l=tiketbioskop.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/feeds/5892598111804529625/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/06/green-lantern.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/5892598111804529625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37078373/posts/default/5892598111804529625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tiketbioskop.blogspot.com/2011/06/green-lantern.html' title='Green Lantern'/><author><name>timo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00246505092829271884</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_EjZqyGGTTfc/SY1pLzazSBI/AAAAAAAAAaQ/2XklCcT5zQM/S220/IMG_1829.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/_axLoYlwwmU/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Liverpool, UK</georss:featurename><georss:point>53.4107766 -2.9778383000000304</georss:point><georss:box>53.3557881 -3.0712023000000306 53.4657651 -2.88447430000003</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37078373.post-7613460104970167873</id><published>2011-06-25T06:10:00.000+07:00</published><updated>2011-07-02T07:16:14.922+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='*'/><title type='text'>Bad Teacher</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://content9.flixster.com/rtmovie/75/11/75111_gal.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://content9.flixster.com/rtmovie/75/11/75111_gal.jpg" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Karakter anti-hero memang menjadi karakter alternatif favorit bagi sebagian orang. Alih-alih mencapai tujuan dengan melakukan hal-hal baik, si karakter anti-hero ini mencapai tujuannya dengan cara yang tidak patut ditiru oleh anak kecil. Cerita tipikal seperti ini biasanya memberikan akhir cerita dimana si karakter utama alih-alih mendapatkan tujuan awal, malah mendapatkan hal yang jauh lebih baik dan akhirnya menemukan dirinya sendiri. Akhir cerita seperti ini tentu saja dibuat sengaja agar tidak melegalkan cara-cara kotor yang dilakukan si karakter utama sepanjang cerita. Komedi yang disajikan oleh film tipikal seperti ini pun biasanya menjanjikan. Sayangnya, film &lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-large;"&gt;Bad Teacher&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; jauh dari menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elizabeth Halsey (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0000139/"&gt;Cameron Diaz&lt;/a&gt;) adalah seorang guru sekolah menengah pertama yang menjalani pekerjaannya tersebut hanya untuk menunggu dinikahi oleh seorang pria kaya. Pekerjaan ini pun cenderung dianggap remeh oleh Elizabeth, dengan bersikap kelewat cuek terhadap anak-anak muridnya. Setelah setahun bekerja sebagai guru, tiba-tiba tunangannya meninggalkan dia karena menemukan fakta bahwa Elizabeth hanya mencari uang semata. Tidak ada pilihan lain untuk mencari uang dengan tetap bekerja sebagai guru, Elizabeth pun mengincar seorang guru baru yang cukup nerd, Scott Delacorte (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0005493/"&gt;Justin Timberlake&lt;/a&gt;). Sayangnya, Elizabeth harus bersaing dengan sesama koleganya, Amy Squirrel (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0700577/"&gt;Lucy Punch&lt;/a&gt;) dalam mendapatkan Scott. Selain itu, Russel Gettis (&lt;a href="http://www.imdb.com/name/nm0781981/"&gt;Jason Segel&lt;/a&gt;) yang seorang guru olahraga pun memiliki ketertarikan terhadap Elizabeth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah komedi yang baik adalah ketika cerita yang dibangun dari naskah yang kuat, didukung pula oleh para pemeran yang mumpuni. Ide cerita dari film ini memang menarik, sebuah guru sekolah menengah pertama yang cara berbicaranya cukup asal serta cara mengajarnya yang sama sekali tidak mendidik. Sayangnya, ide cerita ini cukup b
