Satu lagi film Indonesia yang mengangkat tema LGBT hadir meramaikan dunia perfilman Indonesia, setelah film Sanubari Jakarta (2012) yang baru dirilis bulan lalu. Setelah menyutradarai Banyu Biru (2005), Badai Pasti Berlalu (2007), dan yang terbaru Ruma Maida (2009), Teddy Soeriaatmadja mencoba mengeksplorasi ranah baru dalam karir penyutradaraannya. Berlatar kota Jakarta yang kejam, Teddy menyuguhkan drama kehidupan seorang waria lewat Lovely Man.
Cahaya (Raihaanun) seorang gadis pesantren nekat pergi ke Jakarta melawan larangan ibunya untuk pergi mencari ayahnya, Syaiful (Donny Damara). Kenekatan itu demi ingin bertemu dengan ayah kandungnya yang meninggalkan rumah semenjak Cahaya masih berusia empat tahun. Setelah menemukan ayahnya, ternyata sosok ayah yang selama ini ada dalam kepalanya sama sekali tidak sesuai dengan harapannya. Ternyata selama ini Syaiful berprofesi sebagai seorang waria dengan nama Ipuy. Dengan tiket pulang ke desa untuk esok harinya, Cahaya dan Ipuy pun mencoba menemukan kembali ikatan keluarga yang hilang bertahun-tahun hanya dalam waktu satu malam.
Saya sengaja menulis sinopsis dengan alur plot yang lengkap, bahkan hingga sampai ending. Karena premis ceritanya memang sangat sederhanam, dan plot cerita bukanlah gravitasi dari film ini. Dengan ide cerita yang unik dan orisinil, Teddy sebagai penulis naskah film ini menitikberatkan cerita pada dialog yang terjadi antara ayah dengan anak yang memiliki hubungan yang canggung tersebut. Dibungkus dengan sinematografi yang manis sekaligus artistik, serta diiringi oleh score yang cukup mewarnai adegan yang terjadi, film ini menjadi film yang sangat berbeda dengan film-film Indonesia pada umumnya.
baca selengkapnya...

