klik gambar diatas untuk membaca ulasan
Tertanggal 15 Mei 2010. Rating STB 9 dari 10.


klik gambar diatas untuk membaca ulasan
Tertanggal 1 Juni 2010. Rating STB 9 dari 10.


klik gambar diatas untuk membaca ulasan
Tertanggal 19 Juli 2010. Rating STB 10 dari 10.


klik gambar diatas untuk membaca ulasan
Tertanggal 1 Juli 2010. Rating STB 9,5 dari 10.


klik gambar diatas untuk membaca ulasan
Tertanggal 13 Oktober 2010. Rating STB 9 dari 10.


klik gambar diatas untuk membaca ulasan
Tertanggal 11 Desember 2010. Rating STB 9,5 dari 10.

Burlesque

Sobekan tiket bioskop tertanggal 21 Desember 2010 adalah Burlesque. Niat gue untuk menonton film ini tidak saja dengan mengetahui bahwa ini akan menjadi film pertama bagi Christina Aguilera (dan berdampingan dengan Cher pula!), tapi juga film ini berhasil masuk dalam tiga nominasi Golden Globe 2011; Best Musical or Comedy dan dua lagu di Best Original Song. Melihat Aguilera yang akan "berduet" dengan Cher, bagi gue seperti melihat duiet Britney Spears dengan Madonna di video klip Me Against the Music.

Klub Burlesque mulai meninggalkan masa-masa kejayaannya ketika orang-orang tidak lagi terlalu berminat menonton pertunjukkan sexy dancers yang bernyanyi lipsing. Dikelola oleh Tess (Cher) yang pensiun dari berdansa, klub ini terancam keberadaannya ketika hendak dibeli oleh seorang pebisnis ambisius. Sementara itu, kedatangan Ali (Aguilera) seperti menjadi sebuah angin segar tersendiri bagi klub tersebut. Apalagi setelah Ali mempertunjukkan talenta yang selama ini dimilikinya; bernyanyi.

Kehadiran film musikal seperti ini cukup menyegarkan dunia perfilman saat ini. Well, definisi film musikal dalam film ini bukan serta merta setiap dialog dinyanyikan seperti The Phantom of the Opera, tapi simply karena set film ini seputar klub dansa dan nyanyi. Rasanya gue menaruh ekspektasi gue terlalu tinggi, karena gue menemukan diri gue cukup kecewa dengan plot cerita yang terlampau sederhana dan konflik-konflik yang diselesaikan dengan cukup mudah. Mungkin memang karena film ini hanya ingin mempertunjukkan Cher dan Aguilera berdansa dan bernyanyi saja, tidak lebih dari itu.

baca selengkapnya...

TRON: Legacy

Sobekan tiket bioskop tertanggal 17 Desember 2010 adalah TRON: Legacy. Pertama kali melihat trailernya beberapa bulan yang lalu, gue sempat memandang film ini sebelah mata; pasti hanyalah film yang pamer efek visual yang bercerita tentang orang-orang yang bermain permainan primitif sampai salah satunya mati. Tapi setelah mengetahui bahwa salah satu grup musik favorit gue, Daft Punk, akan mengaransemen seluruh score di film ini, gue jadi tergerak. Apalagi setelah membaca pre-review di bicarafilm, gue jadi semakin termotivasi untuk menonton film ini. Dengan 40 menit dari film ini di-syuting dengan kamera IMAX 3D, rasanya akan sebanding kalau gue tonton di bioskop IMAX.

 Sam Flynn, anak dari pencipta video games terkenal Kevin Flynn, mencari keberadaan ayahnya yang menghilang selama 20 tahun. Setelah menemukan petunjuk yang berada di tempat kerja ayahnya yang telah lama ditinggalkan, Sam tersedot ke dalam dunia digital yang sama dimana ayahnya terjebak. Mereka berdua, bersama orang kepercayaan Kevin, mencoba untuk tetap bertahan hidup dan kembali ke dunia nyata serta menghindari Clu dan para anak buahnya yang siap men-derezzed (menghapus) para jagoan kita.

Salah satu ciri film yang gue anggap superb adalah film dimana adegan pamungkasnya bisa membuat gue merasakan cinematic-orgasm, yaitu merinding. Tidak sering gue merasakan sensasi merinding tersebut, dimana kali terakhir gue ngerasain itu ketika adegan klimaks dari rentetan kick di Inception. Ya, film ini berhasil membuat gue merasakan sensasi merinding sampai lutut itu pada adegan final battle di penghujung film. Memang layaknya film-film produksi Disney yang lain, plot cerita dibuat sangat sederhana dan mudah serta menghibur. Tapi film ini benar-benar menyuguhkan visual efek yang sangat-sangat brilian dan luar biasa, yang membuat mulut gue menganga berkali-kali.

baca selengkapnya...

Sobekan tiket bioskop tertanggal 14 Desember 2010 adalah The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader. Gue bukan penggemar berat franchise Narnia. Kalau boleh dibandingkan dengan Harry Potter, tentu gue lebih memilih petualangan si penyihir muda ini. Mungkin karena Narnia adalah cerita yang lebih ditujukan untuk anak-anak, dilihat dari jalan cerita dan makna-makna yang tersirat dalam setiap filmnya.

Lucy dan Edmund Pevensie secara tidak sengaja kembali ke dunia Narnia, bersama juga saudara sepupu mereka Eustache. Bertemu kembali dengan pangeran Caspian, ternyata tidak ada persoalan serius yang terjadi di Narnia; tidak ada perang, tidak ada musuh bebuyutan. Lucy, Edmund, dan Eustache pun ikut berlayar bersama Caspian untuk mencari ketujuh Lord yang hilang. Sepanjang pencarian, ternyata mereka menemukan masalah yang menghantui Narnia dan tidak ada kata lain selain membasmi masalah tersebut dan menciptakan kedamaian kembali di Narnia.

Berbeda dengan sekuelnya, kali ini jalan cerita lebih banyak bergulir di kapal Caspian, Dawn Treader, dalam mengarungi lautan lepas. Menariknya adalah melihat wujud dari makhluk-makhluk fantasi Narnia yang hidup di laut; mulai dari para duyung air, sampai ke monster laut yang mengerikan. Salah satu keunggulan film petualangan fantasi ini adalah imajinasinya yang liar. Terima kasih pula untuk C.S. Lewis yang menulis ketujuh buku Narnia hampir setengah abad yang lalu. Setelah baca-baca artikel wikipedia itu, gue jadi tahu bahwa ternyata cerita Narnia itu terdapat unsur-unsur Kristiani.

baca selengkapnya...

The Tourist

Sobekan tiket bioskop tertanggal 12 Desember 2010 adalah The Tourist. Begitu melihat nama Johnny Depp dan Angelina Jolie sebagai kedua karakter utama, gue merasa bahwa entah bagaimanapun ceritanya gue harus menjadi bagian dari dunia perfilman dimana Depp dan Jolie akan bermain film bersama.

Elise (Jolie) duduk bersama pria asing, Frank (Depp), di sebuah kereta dari Paris menuju Venezia. Ternyata dari perkenalan tidak biasa itu malah membawa Frank ke dalam sebuah masalah yang cukup rumit; polisi Inggris sedang menguntit Elise selama dua tahun untuk menunggu dia bertemu dengan kekasihnya, Alexander Pearce, yang menggelapkan uang sebesar 2 milyar poundsterling. Ternyata bukan cuma polisi yang mengejar Elise, tetapi juga sekelompok mafia berdarah dingin yang uangnya digelapkan oleh Alexander. Masalahnya, tidak ada yang tahu bagaimana wajah dari Alexander, bahkan Elise sendiri.

Entah kenapa gue kurang menikmati film ini. Gue engga dapet aja feeling-nya, bahkan dari awal film. Meskipun gue selalu suka dengan film-film yang berlokasi di kota-kota di Eropa, tapi plot cerita yang dimiliki oleh film ini sama sekali engga masuk ke gue. Entah karena gaya plot cerita yang (sok) dibuat twist dan berbelit, mengingatkan gue akan pahitnya gue nonton Salt, yang juga diperankan oleh tante Jolie. Tapi oke, penampilan Jolie dan Depp dan juga keindahan kota Venezia yang diekspos cukup kuat menyelamatkan film ini dari nilai buruk.

baca selengkapnya...

Megamind

Sobekan tiket bioskop tertanggal 11 Desember 2010 adalah Megamind. Film komedi animasi memang selalu sayang untuk dilewatkan untuk di tonton di akhir minggu. Apalagi kalau bukan untuk menghibur diri dan senam muka dengan tertawa. Apalagi setelah membaca beberapa ulasan tentang film ini, yang semuanya setuju bahwa film ini cukup bisa menarik urat tawa cukup konsisten dari awal sampai akhir film. Jadi ya, hayuk!

Dengan masa kecil yang selalu di-bully oleh teman-teman sekelasnya, khususnya si pahlawan kecil Metro Man, Megamind pun berusaha mati-matian untuk menghabisi rival abadinya tersebut. Setelah berhasil membunuh pahlawan kota Metro City, Metro Man, Megamind pun menjadi bosan karena tidak ada pahlawan yang mencoba menghentikannya. Setelah menciptakan pahlawan baru, Titan, ternyata malah berbalik menjadi jahat dan menghancurkan kota. Megamind pun harus mengambil pilihan dan di sisi mana dia akan bertindak.

Seorang penjahat super-jahat, botak, dan harus mengambil pilihan untuk berada di sisi baik atau jahat, rasanya tampak seperti Gru di Despicable Me yah? Heran, jaman sekarang apa cuma Pixar/Disney aja yang bisa menelurkan ide cerita yang original? Tapi lain Gru, lain pula Megamind. Walaupun sama-sama penjahat super yang tidak punya kekuatan super tapi mengandalkan peralatan canggih - dan botak - Megamind memiliki kulit berwarna biru. Ya engga itu juga sih perbedaannya, tapi ditambahkan pula unsur pertikaian antara pahlawan dengan penjahat, dan tentu saja unsur romansa dengan seorang reporter yang dekat dengan si pahlawan dan langganan untuk diculik oleh si penjahat.

baca selengkapnya...

Somewhere

Sobekan tiket bioskop tertanggal 11 Desember 2010 adalah Somewhere. Ada beberapa hal spesial yang membuat gue engga sabar untuk menonton film ini di hari pertama rilisnya. Pertama adalah reuni gue dengan Sofia Coppola, yang rasanya beliau cenderung membuat film dengan jangka waktu 3-4 tahun diantara setiap film-filmnya. Kedua, bagaimana scoring film ini akan diisi oleh band Phoenix yang udah gue ketahui reputasinya sebelum ini. Dan terakhir, kesempatan untuk melihat akting dari anak berbakat yang baru berusia 12 tahun, Elle Faning, yang tidak lain adalah adik dari Dakota Fanning.

Seorang aktor Hollywood yang sukses, Johnny Marco, tinggal untuk beberapa lama di sebuah hotel yang biasa ditinggali oleh orang-orang terkenal, Chateau Marmont di Los Angeles. Johnny mengisi kebosanannya diantara pekerjaannya dengan minum-minum, pesta-pesta, dan wanita yang berganti-ganti setiap malam. Suatu saat istrinya datang untuk menitipkan putrinya yang berumur 11 tahun, Cleo. Kehadiran putrinya yang tidak disangka-sangka di dalam kehidupannya, Johnny pun harus mulai menentukan arah hidupnya.

Seperti ketiga filmnya terdahulu, Coppola kembali mengangkat tema langganan dan favoritnya; keterisolasian, keterasingan, dan kekosongan dalam hidup. Ccerita kali ini kembali seputar tentang aktor terkenal, tidak seperti Bob Harris yang "terdampar" di Tokyo, namun seorang aktor di negaranya sendiri dan dengan berbagai kebiasaan orang-orang terkenal di Hollywood. Kalau di Lost in Translation, Coppola menggambarkan interaksi antar-karakter yang cenderung awkward dengan perbedaan umur yang jauh, pada film ini Coppola menggunakan formula yang sama hanya lebih tegas dan jelas pada hubungan antar kedua karakter; ayah dan anak.

baca selengkapnya...

Secretariat

sobekan tiket bioskop tertanggal 5 Desember 2010 adalah Secretariat. Gue memilih untuk nonton film ini cukup impulsif karena sekadar ingin menonton setiap film yang ada di bioskop terdekat. Tanpa tahu sinopsisnya sama sekali sebelum menonton, ada satu nama yang gue kenal yang gue yakin akan menghiasi film ini; John Malkovich.

Diangkat dari kisah nyata, seorang ibu rumah tangga, Penny Chenery (Diane Lane; Nights in Rodanthe, Perfect Storm) mengambil alih peternakan kuda balap yang ditinggalkan oleh orang tuanya. Walaupun tidak menguasai banyak mengenai balapan kuda, dibantu oleh pelatih kuda veteran nyentrik Lucien Laurin (John Malkovich), berusaha untuk masuk ke dalam dunia olahraga yang didominasi oleh para pria dan berambisi untuk memenangkan penghargaan prestisius di dunia balapan kuda; The Triple Crown.

Rasanya ini film ketiga tentang balapan kuda yang pernah gue tonton seumur hidup, setelah Hidalgo (2004) dan Seabiscuit (2003), yang menariknya ketiganya diberi judul sama dengan nama kuda di filmnya masing-masing. Tapi ketiganya memiliki materi dan fokus yang berbeda satu sama lain; Hidalgo yang lebih menitikberatkan pada sisi aksi dan Seabiscuit yang memilih fokus pada pengharapan di tengah-tengah era Depresi, film ini lebih menonjolkan bagaimana seorang ibu rumah tangga dari yang tidak mengerti sama sekali mengenai dunia balap kuda mau berusaha dan pantang menyerah dalam usaha memenangi The Triple Crown.

baca selengkapnya...

Monsters

sobekan tiket bioskop tertanggal 4 Desember 2010 adalah Monsters. Pertama kali gue tahu tentang film ini adalah bagaimana film ini menjadi film pembuka dalam festival tahunan Indonesia International Fantastic Film Festival 2010. Selain itu dari membaca beberapa ulasan tentang film ini, gue semakin tertarik setelah mengetahui bahwa ternyata film ini diproduksi oleh independent label dan hanya memakan budget US$ 200.000.

Enam tahun lalu, NASA menemukan adanya kehidupan lain di tata surya kita. Setelah mengambil sampel kehidupan lain tersebut di salah satu bulan Jupiter, Europa, pesawat ulang-alik tersebut terjatuh di wilayah antara Meksiko dan AS. Lalu bentuk kehidupan baru pun terbentuk dan setengah dari wilayah Meksiko dan AS dinyatakan sebagai Infected Zone. Sampai sekarang, militer Meksiko dan AS masih mencoba menjaga makhluk tersebut di zonanya. Cerita film ini dimulai ketika seorang fotografer asal AS berjanji kepada atasannya untuk mengawal  anaknya yang terjebak di Meksiko untuk menyeberang ke AS melewati Infected Zone dengan selamat.

Ini dia satu lagi film indie dengan tema alien yang datang ke bumi. Tapi jangan buru-buru menilai bahwa nuansa filmnya akan sama dengan Skyline; parade visual efek, alien yang diekspos membunuhi manusia dengan kejam, kejar-kejaran dengan alien, dan sebagainya. Bagi anda yang mengharapkan film ini akan seperti itu, maka bersiaplah untuk kecewa dan ketiduran di tengah-tengah film.

baca selengkapnya...

The American

sobekan tiket bioskop tertanggal 3 Desember 2010 adalah The American. Sebenarnya gue engga terlalu berminat untuk nonton film ini. Tapi nama George Clooney yang menjadi pemeran utama dalam film ini terlalu sayang untuk gue lewatkan. Apalagi dengan latar belakang Italia yang indah akan menghiasi sebagian besar film ini.

Jack (Clooney) adalah seorang pembunuh bayaran profesional. Setelah tugas terakhir di Swedia berakhir tidak sesuai dengan ekspektasi awal, Jack berjanji pada kontaknya, Pavel, bahwa tugas selanjutnya adalah tugas terakhir dia. Bersembunyi di sebuah kota kecil di Italia, Jack menerima tugas terakhir yang bahkan tidak perlu menekan pelatuk senjata - merakit sebuah senapan jitu pesanan khusus Mathilde, seorang pembunuh bayaran lainnya. Selama menyelesaikan pekerjaannya, Jack berteman dengan seorang pastor setempat dan juga menjalin asmara dengan wanita lokal. Apa yang terjadi setelah senapan tersebut selesai, akan membuka tabir masa depan Jack yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Bagi anda yang berharap akan menonton film tentang seorang pembunuh bayaran yang menembakkan senjata dan membunuh para target-targetnya, dimana banyak adegan akan diwarnai oleh suara pistol dan senapan dan ledakan, maka siap-siaplah untuk kecewa. Meskipun film yang diangkat dari novel "A Very Private Gentleman" karya Martin Booth ini berkisah tentang pembunuh bayaran berdarah dingin, film ini lebih menitikberatkan kepada kedalaman karakter Jack yang diperankan secara brilian oleh Clooney.

baca selengkapnya...

London Boulevard

sobekan tiket bioskop tertanggal 1 Desember 2010 adalah London Boulevard. Enaknya tinggal disini adalah gue bisa memuaskan hasrat hati gue dalam menonton film-film lokal (film-film British), salah satunya adalah film ini. Dibintangi oleh Colin Farrell dan Keira Knightley, semakin membuat gue tertarik untuk menonton film ini.

Mitchell (Farrell) yang baru keluar dari penjara, bekerja untuk menjadi bodyguard untuk melindungi aktris muda, Charlotte (Knightley) dari kejaran paparazzi. Sayangnya, tugas Mitchell menjadi bertambah ketika ia harus berurusan dengan gangster ganas yang mengancam nyawanya dan juga orang-orang di sekitarnya.

Ternyata film ini adalah film yang (lagi-lagi) memberikan gambaran mengenai kehidupan gang di kota London. Gue jadi teringat banyak dengan film-filmnya Guy Ritchie yang cukup piawai menggambarkan kerasnya kota London seperti Lock, Stock, and Two Smoking Barrels (1998), Snatch (2000), RocknRolla (2008). Namun sayang, William Monahan yang memulai debutnya sebagai sutradara di film ini seakan kehilangan arah dalam menerjemahkan film yang diangkat dari novel ini ke dalam bentuk layar lebar. Walaupun telah berpengalaman dalam menulis naskah The Departed (2006) dan Body of Lies (2008), Monahan seakan terburu-buru dalam menceritakan kisah petualangan Mitchell menghindari kejaran para gangster, serta kewalahan dalam mengurai setiap karakter dan sub-plot cerita yang ada. Hasilnya adalah kebingungan akan cerita ini tentang siapa dan mau dibawa kemana.

baca selengkapnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...