sobekan tiket bioskop versi Festival Sinema Perancis untuk tanggal 26 April 2009 adalah Seuls Two atau Two in Paris. jujur tertarik nonton film ini karena ada kata "Paris"nya, mengingat gue selalu tertarik untuk nonton film yang berhubungan dengan kota itu.

Gervais, polisi di Paris, menjadi bulanbulanan di kantornya. Selama bertahuntahun, ia mengejar Curtis, buronan lihai, yang selalu lolos dari pengejarannya. Suatu pagi, ia bangun tidur dan mendapati kota Paris tak berpenghuni! Semua? tidak juga. Orang kedua yang masih ada di kota itu adalah buronan bebuyutannya: Curtis! Demikianlah awal petualangan kedua jagoan kita yang sendirian di dunia.

film ini sangat-sangat bisa membuat penontonnya terbuai dalam gelak tawa selama 94 menit film ini. film ini seakan engga ngasih nafas untuk berhenti ketawa. dan emank kocak banget sih, karakter dan perilaku dari dua tokoh utama di film ini.

beyond of that, film ini punya meaning yang cukup jelas dan gamblang, bahwa kalo lo lagi berantem atau punya dendam sama orang, dunia seakan milik kalian berdua. haha!

selain itu, film ini juga cocok banget jadi referensi bagi yang mau jalan-jalan ke Paris tapi bingung mau sightseeing apa aja. atau cuma sekedar pengen mengobati kekangenan akan kota Paris yang sudah pernah dikunjungi. haha!

rating?
8,2 of 10

sobekan tiket bioskop versi Festival Sinema Perancis di tanggal 25 April 2009 adalah Le Premier Jour du Reste de ta Vie atau The First Day of the Rest of Your Life.

kisah mengenai sebuah keluarga dengan ayah, ibu, dan tiga orang anaknya. potret mengenai kejadian di satu hari di masing-masing karakternya dimana hari itu adalah hari yang berbeda dari hari-hari biasanya dan akan mengubah hidup mereka ke depan.




menurut gue, filmnya bagus banget. kocak, menghibur, serta haru biru. kedalaman karakternya digali secara akurat. seakan potret keluarga kebanyakan di kehidupan sehari-hari. diceritakan dengan penceritaan yang cukup unik. selain itu, nontonnya juga asik banget karena score dan soundtracknya yang pas banget sama adegan dan emosi yang sedang ditampilkan.

this movie really makes me laugh and touched by its meaning.
definitely a must-watch or buy-or-rent-the-DVD movie.

totally recommended for watching!

rating?
8,6 of 10

Franklyn


sobekan tiket bioskop tertanggal 21 April 2009 adalah Franklyn. tertarik nonton film ini karena pernah masuk daftar film2 Indonesia International Fantastic Film Festival 2008 kemarin. tapi sayang ga jadi diputar karena satu dan lain hal. trus baru muncul lagi deh, karena penasaran, jadi nonton lah gue.

Jonathan Preest (Ryan Philippe) adalah seorang ksatria bertopeng yang tak akan berhenti sebelum ia menemukan musuh bebuyutannya. Emilia (Eva Green) adalah seorang mahasiswi seni yang jiwa pemberontaknya bisa berujung pada kematiannya. Milo (Sam Riley) adalah seorang pemuda patah hati yang mendambakan indahnya cinta pertama yang sejati. Peter (Bernard Hill) adalah seorang pria yang sangat religius, putus asa mencari-cari anak lelakinya yang hilang, di antara para gelandangan kota London. Terpisah-pisah di antara dunia yang paralel antara London masa kini dan sebuah metropolis masa depan bernama Meanwhile City, empat jiwa kesepian tersebut menapaki jejak yang akanmembawa mereka ke satu titik pertemuan dan benturan dahsyat di mana sebutir peluru akan menjadi penentu nasib mereka semua.

duileh ternyata gini doank. intinya cuma tentang kaburnya batas-batas antara kenyataan dan fiksi, tapi dirangkai dalam cerita empat karakter yang tidak kenal satu sama lain tetapi ternyata berhubungan.

ide ceritanya sendiri sih unik. sayangnya, menurut gue cerita ini dibangun kurang kuat. tiga perempat awal film sangat membosankan ditambah segmen-segmen cerita yang kelihatan tidak ada hubungannya. malah gue menemukan diri gue sempet tertidur. baru mulai menarik ketika tiga perempat akhir film dengan ending standar film-film serupa.

rating?
6,2 of 10

Watchmen

sobekan tiket bioskop tertanggal 18 April 2009 adalah Watchmen. tertarik untuk nonton film ini karena disutradarai oleh Zack Snyder, yang sukses menelurkan graphic novel 300. dan Watchmen ini adalah graphic novel kedua yang dijadikan layar lebar.

Kisah petualangan penuh misteri yang kompleks, film Watchmen berlatarkan pengandaian lain negara Amerika tahun 1985, di mana pahlawan super berkostum adalah bagian dari kehidupan normal sehari-hari, dan "Jam Kiamat"-yang menjadi penanda ketegangan antara Amerika dan Uni Sovyet-diatur secara permanen pas lima menit sebelum tengah malam. Saat salah satu bekas rekannya terbunuh, Rorschach, salah satu pahlawan bertopeng yang sudah tua namun tetap garang, bertekad untuk menyibak rencana pembunuhan dan perusakan reputasi semua pahlawan super di masa lalu dan masa kini.

yang jelas, jangan mengharapkan akan adegan-adegan standar action yang pasti ada dalam setiap film superhero manapun. malah menurut gue, film ini sudah bisa dikategorikan sebagai drama kriminal. memang gue belum baca bukunya, tapi gue cukup salut dengan segi ceritanya. benar-benar menggambarkan setiap karakter superhero. ada superhero yang masih manusia dan berpikir layaknya manusia, dan ada superhero yang seorang manusia super yang mempunyai pemikiran yang cukup berbeda dan cenderung idealis.

mungkin penonton yang lain cenderung engga suka dengan film ini karena kebanyakan ngomong dan sedikit actionnya, tapi gue pribadi sih suka. kedalaman karakter ditunjukkan dengan gamblang, lengkap dengan psikologis dan kondisi mental, plus pertentangan batin dan pertentangan setiap karakter, yang mungkin juga adalah mewakilkan pertentangan hati setiap manusia.

dari segi film, penonton masih bisa menemukan ciri khas penyutradaraan dari Zack Snyder, yaitu adegan super slow-motion yang sukses mendramatisir sebuah adegan. ditambah dengan unsur gory dan slasher. visual effect yang engga usah diragukan lagi. dan didukung oleh score dan soundtrack yang asik banget, benar-benar membawa penonton ke suasana tahun 80-an.

yang jelas, film ini adalah sebuah spesies baru dari jenis superhero. bosan dengan film-film superhero lainnya yang gitu-gitu aja? this movie is worth it to watch!

rating?
7,8 of 10

Monsters vs Aliens (3D)

sobekan tiket bioskop tertanggal 15 April 2009 adalah Monsters vs Aliens yang ditonton dalam teknologi 3D di Gading XXI. baru pertama kali ini gue nyobain nonton 3D di bioskop. dan emank tertarik juga dengan filmnya, lantaran pembuatnya si Dreamworks.

Ketika sebuah meteor menabrak Susan Murphy dan mengubahnya menjadi raksasa, iapun ditawan pemerintah dalam sebuah kompleks yang berisi monster-monster hasil tangkapan pemerintah selama bertahun-tahun. Pada saat yang berdekatan, muncul ancaman atas planet Bumi dari para alien. Presiden lantas memerintahkan para monster tawanan pemerintah tersebut dikaryakan untuk melawan para alien, di bawah kepemimpinan Jenderal W.R. Monger. Apakah Susan dan teman-teman barunya akan berhasil melaksanakan misi hidup dan mati ini?


well, film ini cukup entertain kok. gue menemukan diri gue banyak tertawa dalam 94 menit film ini. dan ternyata ceritanya engga terlalu kekanak-kanakkan seperti yang orang lain bilang. malah menurut gue, ceritanya cukup cerdas dengan disisipi humor-humor cerdas dan sarkasme serta sinisme terhadap kebijakan politik dan militer AS. dan banyak banget dialog-dialog black comedy yang sebenernya lucu. ceritanya memang standar cerita kartun, tapi engga ngebosenin kok.

3Dnya juga asik banget! bener2 serasa ada di dalam adegan tersebut. ga nyesel dah. kalo punya duid lebihan, gue saranin coba deh nonton yang 3D. biar kata ga pake subtitle, tapi worth it!

rating?
7,5 of 10

The International

sobekan tiket bioskop tertanggal 11 April 2009 adalah The International. sebenernya ga terlalu tertarik untuk nonton film ini. tapi yah lumayan lah buat ngisi malem mingguan. hehe. setelah liat castsnya, lumayan lah ada Clive Owen dan Naomi Watts. sinopsisnya juga kayaknya menarik.

Agen Interpol Louis Salinger (Clive Owen) dan Asisten Jaksa Manhattan Eleanor Whitman (Naomi Watts) ditugaskan untuk menuntut bank yang paling berkuasa di dunia. Banyaknya aktivitas illegal yang tak terlacak, Salinger dan Whitman mengikuti dilarikannya uang dari Berlin menuju Milan, New York dan Istanbul.
Mendapati diri mereka terlibat diberbagai negara, mereka telah menempatkan diri mereka dalam bahaya namun mereka pantang mundur, karena target mereka terus melancarkan terror yang dapat membunuh mereka dan menimbulkan perang

hm, overall biasa aja. tidak ada sesuatu yang baru dalam film ini, kecuali cerita tentang organized crime, kejahatan kerah putih dalam skala internasional. memang genre film ini adalah drama, jadi wajar kalo penonton hanya menemui sedikit action dalam 118 menit ini. tapi yang jelas, film ini benar-benar menguak mengenai konspirasi kejahatan kerah putih di dunia dengan ending yang cukup fair.

rating?

6,5 of 10

Knowing

sobekan tiket bioskop tertanggal 4 April 2009 adalah Knowing. film terbaru dari Nicholas Cage. dari trailernya, film ini sepertinya cukup menarik. mungkin sebuah film tentang kiamat lagi.

Tahun 1958, sekelompok pelajar sekolah dasar diminta untuk menggambar sesuatu dan disimpan dalam sebuah kapsul. Namun seorang gadis cilik misterius meletakkan sebuah kertas yang penuh dengan barisan angka-angka. Lima puluh tahun kemudian, murid-murid angkatan baru membuka kapsul tersebut. Kertas milik gadis cilik misterius itu jatuh kepada Caleb Koestler. Namun ayah Caleb, Prof. John Koestler, mulai menemukan kode-kode terselubung menyangkut tanggal, kematian dan koordinat dari musibah besar yang terjadi selama 50 tahun terakhi

yup, kehadiran film ini menambah daftar panjang film-film armageddon. tapi menurut gue, kejadian di film ini mungkin merujuk pada kejadian tanggal 21 Desember 2012 nanti, tapi dalam skala ekstrim. but let me comment about the movie.

dari segi cerita, awal sampai tiga perempat film oke banget. cukup thrilling dan membuat penonton semakin penasaran. tapi masuk seperempat akhir dari film, setiap adegannya semakin meruntuhkan kejayaan cerita yang sudah dibangun dengan sangat baik dari menit pertama. ditutup dengan ending yang, menurut gue, sangat lebay dan engga perlu untuk ditayangkan. bener-bener engga nyambung sama cerita, judul, dan poster. dan membuat gue bertanya-tanya, ada maksud tersembunyi apa sih dari si pembuat film? merujuk pada Kitab Suci kah? hm.

but overall, film ini layak untuk ditonton kok. film science-fiction yang oke, dengan efek yang luar biasa. gue sarankan nonton di bioskop yang bagus karena sound effectnya juga oke banget (ampe kursi gue geter2 ;p). didukung oleh score yang cukup bikin begidik. gue menemukan diri gue menahan napas di beberapa adegan dalam film ini. nice!

rating?
mau gue kasih 7,2, tapi karena endingnya mengecewakan, gue turunkan jadi
6,6

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...