Jelangkung 3

sobekan tiket bioskop tertanggal 6 Oktober 2007 adalah Jelangkung 3. gue nonton Jelangkung dan Tusuk Jelangkung. dan gue cukup suka dengan kedua sekuel tersebut. dengan kemunculan seri ketiga ini, gue berharap akan menemukan ketegangan yang sama seperti kedua sekuelnya. apalagi produksinya masih dipegang oleh Rexinema. apalagi dengan posternya yang menurut gue cukup menarik, tidak seperti poster-poster film horor Indonesia kebanyakan.

Jelangkung 3 bukan kisah tentang cerita sebelum Jelangkung atau sesudah Tusuk Jelangkung. Ini adalah kisah sehari semalam ketakutan yang dialami oleh penonton film Jelangkung di tahun 2001. Berdasarkan mitos nyata yang ada di masyarakat.
Penonton itu bernama Yodi (Andrew Roxburgh) yang nekat duduk pada salah satu bangku di baris kosong. Konon sebaris bangku kosong itu khusus tumbal film Jelangkung. Siapa yang duduk akan dikejar tumbal. Dia tak memedulikan larangan dua sahabatnya: Patra (Reza Pahlevi) dan Cris (Griselda Mitha), cerita-cerita yang didengarnya di radio dan obrolan pengantri lain.
Lalu Yodi pun duduk dengan tenang menonton film horror itu. Tapi ketenangannya tak bertahan lama. Setan anak kecil di film Jelangkung itu menganggu hidupnya. Sebelum bulan purnama turun, Yodi harus berusaha minta maaf kepada tumbal Jelangkung itu.
Malam itu, Yodi berkejaran dengan waktu di malam Jakarta sepi. Sekaligus mengembalikan kepercayaan Patra dan Cris kalau kali ini dia tak berbohong agar mereka berdua mau membantunya.

ternyata gue berharap terlalu tinggi. setengah jam pertama, gue rasanya dah pengen keluar dari bioskop. tapi demi uang lima belas ribu yang gue keluarkan, gue menguatkan diri untuk bertahan lebih lama. cerita payah dan monoton. akting yang basi, berlebihan, overdrama, dan ga masuk akal. adegan horor yang hanya bisa ngebuat gue melongo tanpa rasa takut sedikitpun.

intinya, ga penting untuk ditonton.

rating?

3 of 10

sobekan tiket bioskop tertanggal 6 Oktober 2007 adalah Premonition. film ini direkomendasikan oleh seorang teman. selain itu, nama Sandra Bullock juga cukup membuat gue tertarik untuk nonton film ini.

bercerita tentang seorang istri dan ibu rumah tangga (
Sandra Bullock) yang mendapat kabar bahwa suaminya (Julian Mcmahon) telah meninggal dunia karena kecelakaan mobil. kemudian terbangun keesokan harinya, menemukan bahwa suaminya masih hidup. dan keesokan harinya, mendapatkan bahwa memang suaminya telah meninggal dunia. lalu ia pun berusaha untuk mengetahui apa yang sedang terjadi pada dirinya.

ceritanya unik. membingungkan tetapi masih dapat diikuti. kalau menonton film ini, tinggalkan akal sehat, dan masukilah dunia dari film ini. lalu aura dan suasana film ini pun memang sengaja dibuat mencekam, walaupun film ini bukan film horor. dengan soundtrack-soundtrack yang memang khas film horor, cukup membuat jantung deg-degan. layak ditonton.


namun banyak kejanggalan dan inkonsistensi adegan pada film ini. banyak kesalahan yang dibuat oleh pembuat filmnya. sayang sekali.

rating?
7
of 10

sobekan tiket bioskop tertanggal 1 Oktober 2007 adalah Flawless. yang membuat gue tertarik untuk nonton film ini adalah karena dibintangi oleh Demi Moore dan Michael Caine. belum lama ngeliat akting Moore di Bobby, sekarang penasaran dengan aktingnya di Flawless.

bercerita tentang seorang pesuruh (
Michael Caine) yang bekerja di perusahaan berlian, yang berniat untuk merampok berlian yang ada di dalam lemari besi. untuk mewujudkan rencananya, ia membutuhkan orang dalam, maka dari itu ia bekerja sama dengan seorang pegawai (Demi Moore) untuk bekerja sama menjalankan aksinya. berseting di tahun 1960 di kota London.

luar biasa. ini mungkin seperti Entrapment dengan versi jadul. sebuah perampokan berlian dengan cara yang jenus. film memang dimulai dengan suasana yang cukup membosankan. penonton disuguhi bahasa-bahasa bisnis dan politik. namun memasuki pertengahan film mulai berkembang alur ceritanya. apalagi di akhir film, penonton disuguhi kejutan, dengan mengaburkan mana yang baik dan mana yang jahat.

rating?

8
of 10

sobekan tiket bioskop tertanggal 29 September 2007 adalah Resident Evil 3 : Extinction. gue emank mengikuti seri Resident Evil sebelumnya, dan yang ketiga ini emank udah ditunggu-tunggu. apalagi setelah ngeliat trailernya yang bikin tambah penasaran. maka dari itu, begitu nongol di midnite minggu pertama, langsung boyong. hohoho.

Alice (Milla Jovovich), saat ini bersembunyi di gurun Nevada, masih bergabung bersama Carlos Olivera (Oded Fehr) dan L.J. (Mike Epps), dan anggota-anggota baru Claire (Ali Larter), K-Mart (Spencer Locke) dan Suster Betty (Ashanti) mencoba menaklukkan virus yang membuat kehidupan abadi bagi manusia.. serta mencari keadilan. Sejak tertangkap oleh Umbrella Corporation, Alice telah menjadi sasaran eksperimental biogenik dan menjadi berubah secara genetik, dengan kekuatan, indera dan keterampilan manusia super. Keahlian ini, dan lainnya, akan dibutuhkan seseorang jika ia hidup selamanya

seri ketiga ini memang keren. setidaknya lumayan keren karena Alice yang sudah memiliki kekuatan yang telah diupgrade. jadi akan banyak adegan-adegan keren yang dilakoni oleh Alice ini.
soal sound dan visual effect, ya ga usah dibahas lagi lah, udah pasti oke punya.

tapi dari segi cerita cukup monoton, alias standard. kurang seru. apalagi dengan final battle (yang biasanya jadi ciri khas seri RE sebelum2nya) menjadi kurang seru dan kesannya terlalu cepat. sayang.

rating?

7 of 10

Bobby

sobekan tiket bioskop tertanggal 25 September 2007 adalah Bobby. yang membuat gue sangat tertarik untuk menonton film ini adalah karena film ini dibintangi oleh banyak sekali aktor dan aktris ternama Hollywood. sebut saja Anthony Hopkins, Demi Moore, Martin Sheen, Sharon Stone, Lindsay Lohan, Elijah Wood, Helen Hunt, Ashton Kutcher, Shia LeBouf, dan banyak lagi. luar biasa.

Menceritakan kembali pembunuhan Senator Robert F. Kennedy di Hotel Ambassador tahun 1968. Film ini melibatkan 22 tokoh yang berada di hotel tersebut dengan tujuan yang berbeda namun merasakan ketegangan yang sama atas kedatangan Kennedy pada malam pesta pemilihan umum, dimana merubah hidup mereka selamanya. Malam bersejarah ini mengangkat isu kebudayaan di Amerika pada saat itu, termasuk rasisme dan perbedaan status


ternyata ini adalah film setipe dengan Crash, Babel, dan semacamnya tetapi dengan cerita dan karakter yang lebih beragam. tidak tanggung-tanggung, 22 karakter yang berbeda satu sama lain dihadirkan dalam satu film. dari segi cerita cukup bermakna. banyak sekali mengemukakan isu-isu kemanusiaan dan makna-makna hidup. tetapi karena mungkin terlalu banyak cerita yang dihadirkan, kedalaman cerita menjadi kurang fokus dan kurang mengena.

tetapi yang luar biasa adalah nonton film ini serasa nonton All Star. seperti All Star tim basket Amerika. di setiap adegan pasti ada aktor atau aktris Hollywood yang sudah biasa kita lihat di layar lebar maupun layar kaca. ditambah lagi mereka mengadu peran satu sama lain. itu sangat luar biasa sekali. kita bisa lihat bagaimana Shia LeBouf mengadu peran dengan Ashton Kutcher, Lindsay Lohan dengan Elijah Wood, dan banyak lagi.

tapi tampaknya banyaknya artis-artis kondang tersebut terkesan hanya untuk menutupi kemonotonan dari ceritanya. dari awal memang cerita bergerak sangat lambat dan cenderung monoton. seakan2 satu2nya yang membuat penonton tetap bertahan adalah keinginan untuk melihat artis mana yang selanjutnya akan muncul di layar.

rating?
8 of 10

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers